Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 97


__ADS_3

Terdengar suara nyanyian burung malam yang saling bersahutan, tampak seekor kelelawar tengah mengeluarkan suaranya dan menghindari apapun dengan lincah. Sepertinya hewan ini memang sudah begitu terlatih menghindari halangan.


Pete tengah berbaring dengan kedua tangannya dilipat sebagai bantal kepalanya sendiri. Di sisinya terdapat Dia yang juga berbaring. 


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 97. Pertarungan pertama, Pete versus Lia Fisher...


Pete melirik Dia. "Kakak pertama, aku tidak mengerti. Mengapa mereka berdua mengincarku sedemikian rupa?"


Dia menghela nafas pelan. "Raven memang mengincarmu karena kau dan gadis itu telah bersumpah di masa lalu. Apalagi kalian berjanji nya  di Entrance."


"Lalu bagaimana dengan Nona Hunter?" tanya Pete kembali.


"Itu, sangat sulit untuk dijelaskan. Cinta itu rumit, jadi tidak banyak yang tahu jalan dan alurnya," jawab Dia.


"Oh, ya. Besok adalah pertandingan diriku. Jadi, aku harap kau mendukungku."


Dia terkekeh. "Mana mungkin aku mengabaikan dirimu begitu saja?  Tidak-tidak-tidak. Aku pasti akan mendukung mu.  Jangan khawatir!"


Pete kemudian tersenyum. "Bagaimana dengan kemampuan fisikmu?"


"Aku masih begitu jauh dari tingkatan mu. Aku hanya sampai di tingkatan tulang serigala langit. Tetapi kekuatan Qi milikku sudah mencapai Qi kuat. Sementara kau? Sudahlah, kau berlatih sama sekali tidak memperdulikan level. Tetapi aku mengerti ,kok!" ucap Dia yang membuat Pete tersenyum.


"Aku harap kita bisa bertemu lagi di arena, karena ini adalah yang terakhir kalinya kita bertarung, dan untuk pertarungan berikutnya, kita baru bisa bertemu kembali saat pengembaraan selesai."


"Dan selama itu, aku akan sangat merindukan keusilanmu."


Pete terkekeh. Kemudian tanpa diduga tangannya telah melingkari pinggang gadis itu yang membuat pipinya merona. "Pete, jangan memelukku seperti itu tanpa pemberitahuan dariku. Sungguh aku malu."


Pete malah semakin ingin tertawa. "Di suatu hari, aku yakin kau akan merindukan keributan seperti ini."


Dia berbalik dan secara mengejutkan, gadis itu mendaratkan ciuman di bibir Pete, bahkan memperdalam ciuman tersebut yang membuat Pete membeku, seolah tidak dapat bergerak.


Entah dorongan dari mana, Dia bergerak tanpa terduga seperti itu. Namun Pete mulai menutup mata dan kemudian membalas ciuman tersebut, sampai gadis itu kehabisan nafasnya.


Naas, pintu terbuka. Terlihat Xiao Chi yang masuk ke dalam, hendak memberi tahu kakaknya untuk tidur lebih awal. Namun Xiao Chi malah terbengong, kemudian segera keluar dan menutup pintu dengan pelan sampai tidak bersuara sama sekali.


"Gila, apakah mereka akan bertindak lebih jauh di hari ini? Astaga, bagaimana aku bisa lupa kalau Dia selalu bersamanya?" pikir Xiao Chi.


----


 Keesokan harinya, Pete dan yang lainnya sudah berada di Collossum, mereka tengah terduduk di bangku penonton. Pertandingan kali ini menjadi lebih adil dan semua orang yang berpartisipasi menjadi lebih berani turun ke arena karena mereka tidak perlu takut untuk dikeroyok atau sejenisnya.


Ditambah aturan larangan melakukan kecurangan yang membuat mereka lebih percaya diri menghadapi lawannya, meskipun kali ini lawannya tidak dapat diprediksi. 


"Hasil undian pertarungan pertama, nomor 1J4 menghadapi 7F3. Yang mendapatkan nomor yang disebutkan, harap memasuki  arena!"

__ADS_1


Dia menatap Pete dengan sebuah senyuman. "Baru mulai sudah kau menjadi yang pertama. Kasihan sekali."


Pete mengerutkan keningnya sembari melompat turun. "Konyol. Aku tidak akan kalah semudah itu, ya. Lihat saja di arena ini."


Dia malah mencibir, "duh, aku takut! Nanti saat bertarung nanti, aku akan menyerah kalah saja, deh!"


Xiao Chi memutar bola matanya malas. "Sekarang saling meledek, nanti malam entah berapa ronde yang ingin mereka mainkan!"


Pipi Dia mendadak terasa panas. "Astaga, Xiao Chi! Jangan kau ikut-ikutan ternoda seperti adik kedua."


Gina malah mengerutkan alisnya sekaligus berucap tidak terima. "Kenapa malah aku dibawa-bawa, kakak pertama?"


Xiao Fu terkekeh pelan, teringat perkataan Xiao Chi kemarin malam. "Kalian semua, sebaiknya kita simpan dahulu pembicaraan ini dan lebih baik fokus menonton ke arena. Adik termuda kalian sudah bersiap untuk bertarung."---


Lia Fisher


Type: Fire Swordsman(Paladin)


 Role: Magical Fighter


Skill:Initiator, meta Fighter, By one Fighter.


Weapon:Lucky blade ( type shortsword, sebuah senjata berelemen api yang memiliki kemampuan Critical Chance yang baik.)


Rank: legendary V.


---


Type: Qi Kultivator.


Spiritual: alam bawaan.


Physical: tulang harimau buas.


Qi power: Upper Middle (menengah tingkat atas).


Spirits: Jiwa Skelefang.(mengaktifkannya akan memberikan atribut semu tambahan.)


Weapon used: Mysterious Swords (jenis Shortswords, senjata tanpa elemen dengan aura-aura kental yang menyelimuti pedang tersebut.)


Rank: Pendekar raja.


---


Dia terbelalak melihat siapa lawannya di arena. Siapa lagi kalau bukan Lia yang beberapa waktu lalu mengincar Pete.


Sementara itu, Lia tampak tersenyum simpul. "Pertarungan ini tidak terlalu berjalan sempurna jika tanpa taruhan. Jadi, apa kau ingin bertaruh?"

__ADS_1


Pete terdiam sejenak, kemudian berucap, "tech! Kau terlalu memandang rendah diriku, Nona Fisher!"


Lia mengangkat jarinya sembari berucap, " jika aku yang menang, kau harus menikahiku. Kau bersedia?"


Mendadak urat kepala (perempatan siku di kening) Dia muncul yang kemudian berteriak, "dasar tidak tahu malu! Pete hanya milikku dan asal kau tahu, kami akan segera menikah. Jangan bertingkah begitu berani demi merebut pacar orang! Apa kau tidak punya muka?"


Sebuah senyuman remeh yang begitu tipis tercipta di sudut bibir Lia. "Selama masih belum menikah, aku masih bisa merebutnya darimu!"


"Kau!" Teriak Dia emosi, sampai tidak sadar dirinya melakukan transfer energi yang begitu besar, walaupun dalam tempo lambat. Gina langsung berupaya untuk memenangkan Dia.


Pete malah mengajukan taruhannya. "Kalau kau kalah, jauhi aku dan Dia dan jangan pernah mengingkari janjimu." 


Sebuah taruhan yang membuat Dia mulai merasa begitu tenang. Lagipula, siapa yang dapat mengalahkan Pete dengan mode bersenjatakan pedang dalam pertandingan satu lawan satu?


Lia Fisher, Dan Micah, maksudku Pete! Kalian berdua, bersiaplah!"


Pete dan Lia segera memasang kuda-kuda pertahanan.


'Pete, waktunya untuk mencoba jurus pedang angin gesit,' ucap Chang'e yang baru saja keluar dari Changseng Jue. 


Pete mengangguk perlahan. Namun Pete tidak setuju dengan saran Chang'e. 'Jurus pedang empat musim saja sudah cukup,' ucap Pete di dalam benaknya.


" Baiklah, kalian berdua karena sudah bersiap, maka pertandingan akan segera dimulai. Mulai!"


Pete segera bergerak menyambar lawan dengan pedangnya yang dengan mudah Di tangkis oleh Lia. Pete kemudian mendadak melakukan gerakan menebas kaki yang  membuat Gadis yang lima tahun lebih tua darinya itu melompat.


Kesempatan pertama! Pete segera menebas di udara dengan kekuatan penuh. Meskipun lia berhasil menangkis, karena energi yang Pete gunakan begitu kuat ditambah kekuatan yang dihasilkan oleh tubuh fisiknya yang kuat, Lia terpental sampai menabrak dinding. 


"Lawannya salah bertindak. Seharusnya melompat mundur, bukan ke atas hanya untuk menghindari serangan. Sungguh buruk!" ucap Xiao Fu.


"Hmm? Kau salah bertindak!" ucap Pete.


Lia berupaya berdiri dan kemudian menyerang Pete. Namun Pete bergerak menangkis dengan mudah, malah berbalik menyerang Lia kembali sehingga perempuan itu kembali menghantam tembok yang kedua kalinya.


"Kesalahan yang sama," ucap Pete sambil menghela nafas pelan.


Lia mulai terlihat emosi, kemudian tiba-tiba mengaktifkan api laba di Lucky blade miliknya.


Situasi yang begitu buruk! Lia segera menyerang Pete membabi buta dan Pete sendiri harus jatuh bangun menghindari serangan. Namun, karena kurang Berhati-Hati, satu tebasan ringan berhasil menggores bahunya. 


"Sial!" umpat Pete begitu kesal. Dengan cepat, satu tendangan dilayangkan tepat mengenai perut dan kembali Lia menghantam tembok.


 "Serangan lidah api!"


Lia langsung melesatkan serangan api yang mengejar Pete, membuat Pete begitu terkaget. 


'Langkah kilat!' 

__ADS_1


Dengan cepat dan seolah-olah tidak terlihat sama sekali, Pete muncul dia belakang Lia dan satu pukulan dilayangkan tepat di punggung perempuan tersebut sehingga lagi-lagi menghantam tembok kembali. 


__ADS_2