Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Pedang baru di tangan


__ADS_3

Micah mulai membuka matanya, mendadak kepalanya sakit bukan main. Micah mulai melihat di sekitar, mulai merasa ada yang salah. Ya, yang salah adalah tempat ini. Micah baru merasa sadar, bahwa dirinya berada di lokasi aneh.


Micah mulai berdiri, mulai memanggil sahabatnya. "Rusk! Collete! Kalian ada di mana?"


Mendadak kekuatan teleportasi muncul dan Faerie muncul di sana. "Fifi? Bagaimana kau bisa ada di sini?"


Terlihat Fifi begitu kesal, karena Micah meninggalkan dirinya saat masih nyenyak tertidur. Beruntung, Fifi sempat memasang tanda segel aneh yang dapat membuatnya teleportasi ke dekat Micah, dengan sadar ataupun tidak.


Micah mengerutkan keningnya begitu seseorang yang mirip dengannya tiba-tiba muncul di sana. Itu membuat Micah terkejut bukan main, kemudian memeriksa pinggangnya yang rupanya pedangnya sudah tidak ada lagi di sana.


Pedang kegelapannya mulai terhumus, kemudian energi kegelapan mulai menyelimuti orang itu. Sementara, Faerie mulai bingung, kemudian menjauhi Micah. Orang itu dan Micah memiliki rupa yang sama, oleh karena itulah, Fifi mulai bingung, mana Micah yang asli.


Mendadak terdengar suara aneh, membuat Micah menatap ke sekitar. Ini buruk, mengingat betapa berbahayanya kondisi saat ini.


'Kau jangan merasa takut, karena orang itu adalah dirimu sendiri pada mode kegelapan penjaga neraka. Namun, melukainya sama saja dengan melukai dirimu sendiri.


Kali ini, aku ingin menguji, seberapa besar kemampuan pengendalian emosi milikmu, kemampuan bertarung, dan juga kemampuan melindungi temanmu."


Sebuah pedang putih tiba-tiba muncul tepat di depannya. "Gunakan pedang malaikat surga ini. Tunjukkan seluruh kemampuanmu."


Mendadak orang itu mulai memberikan serangan tebasan, yang untungnya bisa ditangkis. Mendadak perasaan nya dihantui kebencian, yang kemudian mengayunkan pedangnya yang rupanya malah seperti memukul lawan dengan kayu. Namun, malah Micah sendiri yang terkena dampaknya.


"Pedang itu hanya dapat digunakan saat hatimu suci, sementara orang itu adalah dirimu sendiri. Lakukanlah sesuatu."


Micah mulai merasa dirinya berada di situasi sulit. Bagaimana pun, melukainya hanya akan membuat dirinya terluka. Jika dibiarkan orang itu yang melukai dirinya.


Micah mulai merasa bahwa hatinya telah terselimuti kegelapan dan kebencian, yang mulai membuatnya berupaya untuk menghilangkan kebenciannya terlebih dahulu. Di sisi lain, orang itu terus saja menyerang Micah tanpa henti.


Micah mulai menunjukkan bahwa dirinya mampu mengendalikan emosi perasaannya yang anehnya membuat orang itu mulai menunjukkan bahwa dirinya mulai melambaikan serangannya.


Mendadak terdengar suara yang mengejutkan dirinya. "Tidak disangka, ternyata aku telah bertemu orang yang tepat. Bagus-bagus!"

__ADS_1


Mendadak dirinya merasa energi kegelapan di hatinya hilang, yang secara mengejutkan orang itu mulai hilang, berganti menjadi kekuatan aneh yang mulai membentuk kerucut yang mengarah ke Fifi. Seketika Micah sadar bahwa kekuatan itu hendak mengincar Fifi.


Micah mulai melompat, melakukan Cover begitu kerucut itu hendak menikam Fifi. Pukulan tersebut sangat kuat, hampir membuat Micah tidak mampu untuk menahannya. Namun, seketika pedang itu bereaksi, menunjukkan kekuatan cahaya yang membuat Micah berhasil mendorong kekuatan tersebut.


'Akhiri sekarang, Micah.'


Micah mulai mengayunkan pedang, menebas kekuatan tersebut yang secara mengejutkan membuat kekuatan tersebut sebagian besar lenyap dan sisanya memasuki pedang tersebut. Mendadak pedang tersebut terbang dan dengan segera mendekati Micah yang kemudian diraih dengan mudah.


'Lumayan, mampu menghancurkan jiwa kesadaran pedang kegelapan penjaga neraka. Kau benar-benar orang yang terpilih kali ini. Selamat, kau aku anugerahi kekuatanku, gunakan dengan bijaksana, Micah."


Micah mulai merasa bahwa dirinya dipenuhi cahaya kuat yang meresap ke dirinya. Tidak hanya pada dirinya, ke Faerie itu juga. "Ini tidak ada pada tubuhku, melainkan jiwamu. Jadi jangan merasa khawatir jika ada yang mencoba mengambilnya darimu."


Micah langsung menunjukkan hormat sekaligus terima kasihnya. Terima kasih atas semuanya yang telah kau berikan kepadaku."


"Tidak masalah. Sekarang kau juga dapat menggunakan pedang kegelapan penjaga neraka tanpa kekhawatiran yang berarti. Namun berhati-hatilah saat menggunakan mode kegelapan, karena kau dapat membuat dirimu terluka saat memberikan tebasan kepada lawanmu.


Jangan digunakan secara bersamaan, karena justru akan menimbulkan efek yang buruk bagimu di dalam pertempuran nanti."


"Aku sangat berterima kasih kepadamu."


Mendadak muncul kotak di hadapannya yang berisi semacam lontar yang bertuliskan kemampuan tingkat tinggi. "Ini tekhnik magis legendaris, Micah. Aku harap kau mempelajarinya dengan tekun dan menggunakannya dengan bijaksana."


"Aku mengerti."


"Baguslah, jika kau sudah mengerti. Sekarang kau harus kembali ke tempatmu, sepertinya kedua sahabatmu sudah mulai mempelajari magis dariku juga yang walaupun tingkat menengah. Di suatu saat nanti, mereka pasti akan berguna untuk perjalanan hidupmu dan dunia ini. Aku tahu kau pasti bingung, namun kita hanya punya waktu sampai disini saja. Jadi, pergilah."


Micah menatap ke bawah begitu secara tiba-tiba muncul cahaya aneh tepat di kakinya, yang kemudian menerangi tempat itu sampai membuatnya silau.


 


Sementara itu, terlihat bahwa Raven tengah membawa senjata pedangnya, siap siaga dengan apa yang telah terjadi di suatu saat nanti. Gadis itu tidak sendirian, melainkan terdapat beberapa orang.

__ADS_1


Mereka memasuki terowongan rahasia yang rupanya berakhir di luar Sharance. "Raven, aku harap kau sudah bersiap siaga menghadapi Demon di sini, perlu diketahui bahwa mereka tidak sama dengan lawan manusia yang selalu kau hadapi."


"Aku tahu itu dan aku mengerti."


Mereka mendadak dikejutkan dengan beberapa Demon mengepung mereka. "Ini makhluk macam apa? Semuanya begitu aneh."


"Inilah Demon, jadi kita telah termenung dan kita harus bisa mengatasinya."


Mereka mulai menyerang ke berbagai penjuru, menghadapi mereka. Tidak disangka, walaupun kuat, namun sedikit bodoh sehingga mudah sekali untuk dikalahkan.


"Semuanya, kalian tidak apa-apa?"


"Aku masih baik-baik saja, tidak ada sesuatu yang berarti di sini."


"Ya, ini hanyalah Demon, beda cerita kalau kita menghadapi Devil. Sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan."


Mereka pun mulai melanjutkan perjalanannya untuk pencarian lokasi Micah berada saat ini. Namun, para Demon mulai menghadangnya pada setiap waktu dan selalu saja dapat dikalahkan dengan begitu mudah.


Sementara itu, terlihat Collete dan Rusk tengah melakukan Charge, yang diawasi oleh tujuh penjaga di lokasi dinding transparan tersebut. Mendadak kekuatan kuat terkumpul, yang kemudian mereka menyatukannya sehingga membentuk kekuatan petir kuat.


"Lightning Strike!"


Mendadak kekuatan petir muncul dari tangan mereka tersebut terarahkan ke dinding tersebut yang mulai merobek dinding tersebut. Seketika perisai transparan itu hilang ditelan bumi. "Kita berhasil, kak!"


Ke tujuh penjaga tersebut melirik ke arah lain, yang seketika Micah muncul di sana. "Collete! Rusk! Kalian tidak apa-apa?"


"Jangan khawatir dengan kami. Dan bagaimana bisa kau punya Faerie? Apakah ini Summon?"


"Bisa dibilang benar, namun bisa juga dibilang salah. Anggap aja Fifi itu hewan piaraan."


Fifi mulai memukuli Micah karena kesal. Ya kali Monster mitologi seperti dirinya dianggap hewan piaraan. "Aduh, sakit!"

__ADS_1


"Ini adalah makhluk yang begitu kuat, Micah. Bisa-bisanya kau menyebutnya hewan piaraan. Memangnya kau merawatnya dari kecil?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2