Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Masuk melalui jendela? Apakah ini Keira Finch?


__ADS_3

Micah tengah menghela nafas begitu pelan, namun secara mendadak Raven, Anna dan juga Alice memasuki kamarnya. Itu membuat Micah sedikit mengerutkan keningnya.


"Micah, bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Anna yang kemudian duduk di ranjang sebelah.


Lelaki itu mulai tersenyum sembari berucap, "sudah terasa lebih baik daripada sebelumnya."


"Maaf, Micah. Aku telah membuatmu merasa cukup sedih karena kami bertengkar," ucap Raven kane sembari menundukkan kepalanya. Mendadak Micah bangkit dari ranjangnya sembari mengangkat muka gadis berambut merah itu dengan tangan kanannya.


"Aku tahu bahwa kau begitu perhatian padaku, Raven. Jangan menundukkan wajahmu seperti ini. Setiap manusia pasti melakukan kesalahan."


Mendadak Anna menarik tangan Alice dan menyeretnya keluar dari kamar Micah, membiarkan mereka berdua di kamar sana dalam waktu sejenak.


Raven mulai mengangkat mukanya, terlihat jelas bahwa ada air mata pada pipi gadis itu yang membuat Micah mengusapnya. "Jangan terlalu bersedih seperti ini, Raven."


Mendadak Micah memeluk Raven dengan begitu lembut yang membuat gadis ini seketika merasa punya tempat untuk bersandar. "Bersyukurlah, karena kau baik-baik saja."


Micah tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Raven. Mendadak Rusk dan Collete masuk dan berdehem. Mereka berdua tidak menyangka bahwa ternyata baru memasuki kamar ini sudah disuguhi adegan Romansa di depan mata. Mendadak, Raven mendorong Micah agar sedikit menjauh karena gadis itu begitu malu karena dipergoki oleh kedua sahabatnya.


Anna dan Alice pun kembali masuk ke dalam, merasa bahwa adegan Romansa ini seharusnya sudah selesai. Mana mau mereka untuk menjadi obat nyamuk yang hanya dapat melihat kemesraan Micah dan Raven?


"Micah, sebenarnya apa yang telah terjadi? Aku tidak percaya bahwa kau diserang sosok misterius sementara kau malah menderita luka dalam yang aku rasa tidak berasal dari serangan dari luar. Apakah kau mengalami kesalahan latihan?" tanya Anna terheran.


Micah menganggukkan kepala sambil berucap, "benar sekali. Aku merasa bahwa kekuatan gabungan Sihir dan Kultivasi yang aku kembangkan tidak terkontrol, sehingga aku berfikir untuk melakukan pelatihan. Namun, energi itu bukannya stabil,  malah meledak."

__ADS_1


Mendadak Raven, Anna, dan juga Alice terkejut bukan main. Tidak disangka ada kasus yang mirip seperti itu. "Mungkin itu terjadi karena kau tidak seharusnya menggabungkan kekuatan Sihir dengan Kultivasi."


Mendadak Micah menggelengkan kepalanya, kemudian menyangkal, "tidak. Aku hanya melakukannya tanpa petunjuk dan bimbingan dari guru mana pun. Itu kesalahanku."


"Yah, dan seranganmu pada waktu itu juga lumayan menyakitkan, padahal tanpa kontak sentuhan kasar (hanya tiupan) saja," jawab Raven.


Mendadak Marian masuk ke kamar Micah dan mulai membuat mereka menggeser posisi mereka. Terlihat Marian langsung menerima keadaan Micah dengan teliti yang kemudian mulai mencatatnya. Micah mulai berucap, "kemampuan medis milikmu sudah meningkat begitu tajam, ya?"


"Kecuali untuk terapi patah tulang. Namun, aku akan tetap belajar, loh!"  jawab Marian sambil tersenyum tipis, kemudian menatap Raven lalu mendadak menundukkan kepalanya. "Maaf karena aku gagal menghalangi tindakan Keira Finch yang begitu cepat. Meskipun begitu, harus diakui bahwa obat berwarna keemasan tersebut membuat Micah sembuh dari sakit yang di derita Micah."


"Marian, kau tidak salah. Jangan menundukkan kepala seperti itu," kata Raven yang mendadak merasa bersalah pada Keira Finch karena melarangnya masuk untuk menjenguk Micah. Namun, Raven merasa tidak terima jika Keira Finch berada di sisi lelaki yang dicintainya diam-diam sejak pernyataan bahwa gadis itu hendak mengambil Micah.


Sial, hanya karena disentuh saja sudah merasa bahwa Micah adalah miliknya, padahal Raven sendiri sampai memagari Micah melalui janji pernikahan di masa kecil. Ingin mengambil Micah? lewati Raven dahulu!


Mereka bertiga terus mengobrol hingga malam hari, membicarakan berbagai topik mulai dari kekuatan energi hingga persahabatan. Micah merasa beruntung memiliki teman-teman seperti Raven, Anna, Alice, dan Marian, Collete, dan juga Rusk.


Setelah itu, Finch tiba-tiba masuk melalui jendela dan terlihat sedikit terengah-engah. "Maaf, aku harus masuk dari jendela. Tidak mungkin untuk masuk dari pintu depan, mengingat kemungkinan besar aku akan bertemu dengan Raven dan kita pasti akan bertengkar lagi," kata Finch sambil menarik napas panjang.


Kemunculan Keira Finch membuat Micah shock! Tidak disangka bahwa nona muda dari keluarga inti Finch masuk melalui jendela tanpa dapat diketahui pergerakan dan keberadaannya sebelumnya. Ini persis seperti hantu!


Kemudian, Finch melihat sekeliling ruangan dan melihat Micah sedang terbaring di ranjang kesayangannya. "Apa kabarmu?" tanyanya seraya merapikan pakaian yang sedikit berantakan karena masuk melalui jendela.


"Baik-baik saja," jawabmu sambil memandang Finch dengan heran. "Apa yang terjadi? Kenapa kamu dan Raven bertengkar lagi?"

__ADS_1


Finch menghela nafas dan duduk di sampingmu di sofa. "Itu rumit," katanya. "Akan tetapi, sebaiknya kau tidak perlu tahu lebih lanjut soal pertengkaran kami."


Micah mengerutkan keningnya, lalu memandang ke arah jendela. "Bagaimana kamu bisa masuk dari jendela? Apa pintu depan dikunci?" tanyamu.


Finch tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, pintu depan tidak dikunci. Saya hanya tidak ingin bertemu dengan Raven di depan pintu dan memulai pertengkaran lagi. Bukankah aku sudah mengatakannya?" ujarnya.


Micah tengah merenungkan situasinya dengan cemas. Dirinya benar-benar merasa sulit untuk mengontrol kemampuan gabungan Sihir dan Kultivasi dan tidak tahu harus berbuat apa.


Sementara itu, Keira Finch menyentuh target dorongan yang dilancarkan Micah yang pada waktu itu hendak memisahkan  pertengkaran antara dirinya dengan Raven. Rasa sakitnya begitu terasa sampai dirinya harus meminum pil teratai matahari.


"Aku merasa seperti kamu harus mengontrol kemampuanmu," ucap Keira Finch begitu serius kepada Micah.


Micah menghela nafas pelan kemudian mulai berucap, "kau benar. Hanya saja, aku tidak tahu bagaimana caranya mengendalikannya. Aku rasa perlu petunjuk agar dapat melakukan kontrol energi yang aku kembangkan ini."


"Kau mau meminta petunjuk dari siapa? Apakah dari Suhu? Kalau iya, jangan khawatir, besok pagi akan aku pastikan sudah disini." tanya Dia Finch.


"Bisakah kau memanggil Moonlight Goddess yang ada di dalam dirimu?" tanya Micah dengan penuh harap.


"Hah?" Keira Finch terkejut. "Memanggilnya? Tetapi aku tidak tahu caranya untuk memanggil Moonlight Goddess.


"Kamu perlu memanggilnya. Coba pejamkan matamu, pusatkan pikiranku dan panggil namanya dalam hati" kata Micah. "Aku rasa hanya dirinya yang dapat memberiku petunjuk tentang cara mengontrol kemampuan ini."


Dia Finch  mengangguk dan menutup matanya. Dia memusatkan pikirannya dan memanggil Moonlight Goddess dalam dirinya. Dia merasakan kehadiran entitas tersebut, dan merasakan kehangatan di sekitarnya.

__ADS_1


"Moonlight Goddess," panggilnya dalam hati. "Aku butuh bantuanmu. Tolong beri aku petunjuk tentang cara mengontrol kemampuan yang dimiliki Micah."


Namun, Keira Finch malah tidak merasakan apapun lagi setelahnya, kemudian mulai membuka mata sembari berucap, "Aku gagal."


__ADS_2