
Masih di Collossum, pertandingan alot masih terjadi di dalam arena pertarungan Gladiator. Pertandingan kali ini tidak terlihat sebanding sama sekali, padahal secara teoritis kemampuan mereka tidak jauh sekali.
Namun di dalam pertandingan, Semua orang merasa tidak percaya dengan apa yang telah terjadi di dalam arena. Masalahnya bagaimana bisa Lia mampu bertahan dari serangan mematikan Pete bila diukur dari kemampuan Fisik seorang Gladiator yang notabene Lia adalah Perempuan.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 98. hasil pertandingan ...
Jikalau lawannya adalah Dia, Pete masih dapat menerima. Dia adalah seorang kultivator, jelas dirinya mampu menggunakan energi spiritual miliknya untuk memperkuat tubuhnya, namun Lia adalah seorang Paladin.
Pete kemudian baru menyadari, tangannya terasa kebas. Hal itu semakin membuat Pete tidak percaya dengan hal semacam itu. Apakah tubuh Lia mampu membalikkan serangan pukulan?
Padahal, Pete telah memukulnya begitu keras, hanya saja dengan kekuatan Qi yang begitu lemah. Mampu bertahan dari serangan tersebut sekali saja sudah dapat dikatakan bahwa musuh memiliki Fisik yang begitu kuat. Namun jika dimiliki oleh perempuan fighter, itu tidak masuk di akal.
Lia kembali menyerang Pete dengan begitu cepat, yang membuat Pete kewalahan menghindari serangan. Beruntung, dengan jurus fisik 'sembilan rumah delapan langkah', Pete masih selamat dari serangan mematikan tersebut.
Dia menatap Xiao Fu yang pandangannya terfokus kepada Pete yang tengah beradu dengan Lia. Dirinya justru merasa heran. Apa yang sebenarnya Pete lakukan?
Xiao Fu menghela nafas pelan. "Pete masih terlalu naif. Terlalu meremehkan lawan, sehingga dirinya justru kebingungan sendiri. Padahal, alasan Lia mampu bertahan itu sangat simpel."
Dia mengerutkan keningnya, merasa kesulitan untuk membaca arah komentar masternya. Namun ketika melihat Pete kembali kebingungan sendiri setelah Lia bangkit kembali dari pemikirannya, membuat dirinya mulai mengerti.
Pete mengibaskan tangan kanannya yang sangat terasa kebas, dirinya mulai merasa begitu janggal dengan apa yang telah terjadi. Melihat Pete kebingungan membuat Lia tersenyum remeh.
"Dengan kemampuan yang seperti itu, kau ingin menang melawan aku? Lebih baik kau tidur!" cibirnya.
Pete kemudian menghela nafas pelan, mendadak tersenyum miring. "Kau yakin? Aku sudah menunggu ucapanmu seperti ini sehingga aku mulai merasa yakin untuk mengaktifkan kemampuanku, yang sesungguhnya. Aku harap kau tidak menyesalinya."
Pete segera menggunakan teknik pedang empat musim untuk mulai beradu dengan Lia. Lia mulai terlihat terfokus mengadu serangan dengan Pete.
'Jurus pedang empat musim:tarian musim semi!'
Pete mulai menggerakkan serangan pedang yang begitu aneh dan menipu, yang membuat Lia begitu kelabakan untuk menghadapi nya. Sebuah tebasan mulai merobek pakaian Lia, namun tidak mengeluarkan darah yang membuat Pete mulai memahami keadaan.
__ADS_1
Pete hampir berhasil menebas kepala Lia jika seandainya perempuan fighter itu tidak cekatan menunduk menghindari serangannya.
Xiao Fu menggelengkan kepalanya. "Dalam segi mekanik, Perempuan itu terlihat lebih lemah daripada Pete. Sepertinya Pete telah bertindak begitu berlebihan untuk mengadu serangan dengan perempuan itu."
Dia kembali mengerutkan keningnya, merasa komentar masternya terlalu memandang Pete secara berlebihan. Tadi Pete dikatakan terlalu Naif, sekarang dikatakan terlalu berlebihan. Astaga! Pete terlihat serba salah, ya!
'Jurus pedang empat musim:tebasan musim gugur!'
Lia mulai mempercepat serangannya yang membuat Pete membalas adu kecepatan serangan. Lagi-lagi Lia kalah dalam adu kecepatan yang membuat pedangnya berhasil dipukul jauh.
Namun, Lia tidak menyerah! Dengan cepat, perempuan fighter itu melompat mundur untuk meraih pedang dan mendadak bergerak maju kembali hendak menikam dengan cepat.
Sayang, Pete masih mampu menebas badan pedang tersebut sehingga arah serangannya malah berbelok ke kiri, menusuk ke angin kosong.
Lia semakin geram bukan main, tidak menyangka Pete memiliki kemampuan mekanik yang lebih baik darinya. Dengan cepat, Lia bergerak mundur dan mendadak melesatkan serangan api.
Pete terperanjat sejenak, kemudian segera menghindari serangan begitu elegan dengan gerakan kelima jurus Fisik 'sembilan rumah delapan langkah,' bernama 'Langkah mikro.'
Mendadak, bola api tersebut seolah memiliki mata, mendadak berbalik arah ketika Pete berhasil menghindarinya, dan sukses membakar tubuh Pete yang membuat semua rekannya terperanjat.
Pete justru terlihat tenang, bahkan seolah-olah serangan api tersebut tidak terasa sama sekali. Pete segera menggunakan "jurus mengumpulkan pedang!" Menarik kekuatan api tersebut dengan cepat ke badan pedangnya.
Alasan Pete bertahan dari serangan mematikan seperti itu, karena terselip pusaka 'cincin teratai es' di jarinya, menetralisir efek bakar yang Pete terima.
Dengan cepat, Pete langsung meluncurkan serangan "Jurus pedang semesta!" Energi pedang tersebut melesat dengan cepat secepat kilat, sukses menghantam perut Lia sehingga pakaian atasnya hancur, tersisa baju Zirah yang masih utuh.
"Tidak heran jika kau begitu mampu bertahan, rupanya karena Zirahmu itu?" tanya Pete.
"Kau sungguh cabul!" teriak Lia kesal dan mendadak mengumpulkan energi penuh. Siapa yang tidak merasa kesal jika ada di posisi Lia yang pakaiannya terlucuti seperti itu, walaupun masih menggunakan Baju Zirah di tubuhnya.
Dia yang melihatnya memutar bola matanya malas. Pete sebenarnya tidak secabul itu, serangan Pedang semesta yang seperti itu tidak melucuti pakaian, melainkan menembus organ tubuh. Sepertinya Pete ingin membunuhnya, namun ada kemungkinan bahwa Pete sengaja melakukan itu karena tahu apa yang tersembunyi dibalik pakaian Lia.
Merasa begitu bahaya, Pete kemudian mulai menggunakan teknik pedang dua kutub yang merupakan gerakan ke tujuh dari jurus pedang empat musim:amukan musim dingin. Ini adalah pertama kalinya Pete menggunakan gerakan ini dalam penggunaan jurus pedang empat musim:amukan musim dingin, yang selama ini Pete hanya menggunakan gerakan pertama saja.
__ADS_1
Gerakan pertama adalah gerakan menebas untuk menciptakan serangan gelombang tebasan pedang yang mematikan, sementara serangan ketujuh justru lebih berbahaya lagi. Gerakan ketujuh membuat serangan gelombang aura dingin yang membuat lawan terhempas begitu kuat.
Benar saja, Lia terhempas kembali dan membentur tembok, kali ini Lia memuntahkan darah dari mulutnya, pertanda Pete telah berhasil menyerang dengan telak.
Lia mulai kelihatan kesadarannya, matanya mulai meredup. "Kau terlalu kejam," ucapnya sebelum menutup matanya.
Mendadak Xiao Chi turun ke arena dan memeriksa gadis itu, kemudian mencekoki sebuah ramuan dan menggunakan energi spiritual miliknya untuk menyembuhkannya. "Perempuan ini benar, sepertinya kau terlalu kejam."
Pete yang mendengarnya mendadak terkekeh pelan. "Tetapi seharusnya perempuan itu dapat diobati, bukan?"
Xiao Chi malah mendengus. "Kalau tahu kakak seperti ini, aku tidak akan turun melakukan ini, aku biarkan saja dirimu yang melakukannya yang nantinya kau akan kembali disambut kata rohani dari gadismu itu."
"Sudahlah. Cukuplah sudah bergerutu begitu. Cukup obati saja perempuan itu," ucap Pete begitu seenak jidat yang membuat Xiao Chi kesal.
Dia menatap Pete dengan perasaan bangga. Dirinya memang ingin memberikan pelajaran kepada gadis itu karena terlalu nekat merebut Pete darinya.
Pete segera menoleh ke arah Dia yang membuat gadis tersebut langsung memalingkan muka. Sebuah senyuman terbit di sudut bibir mereka berdua.
"Pemenangnya adalah Pete dari telaga langit! Pertandingan berikutnya, atas nomor undian 3Z1 vs 9R1!"
----
Pete tengah duduk di bangku lobby bersama Dia, menunggu kabar terbaru dari Lia. Sebenarnya Pete merasa enggan, namun gadisnya terlalu memaksanya untuk ikut hadir.
Tuan Fisher menghela nafas pelan setelah mendengar ucapan permintaan maaf yang Pete layangkan. "Tidak apa-apa. Anak gadisku memang pantas menerimanya," jawabnya.
Pete dan Dia mendadak saling melirik, merasa bingung.
,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1