Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 75


__ADS_3

Tepat tiga hari Pete mulai sembuh. Lukanya benar-benar telah terjahit di tubuh fisiknya. Namun dirinya mengira dirinya sembuh total.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 75. siapa yang egois sesungguhnya ...


"Sang Dewi, lukaku ini sudah sembuh."


"Kau benar. Akhirnya dirimu sehat kembali seperti sediakala. Mau keluar untuk berlatih?"


"Tentu saja. Aku ingin mencoba tombak tersebut, apa keistimewaannya di dalam pertarungan? Itu membuatku penasaran." 


"Kau harus menunggu Mastermu dulu-"


"Tidak perlu. Aku yakin Master hanya terus memintaku beristirahat. Lalu kapan lagi aku dapat mencoba tombak baruku ini?"


"Sebenarnya aku sangat merekomendasikan kau untuk melakukan resolusi atas masalahmu sebelumnya. Akan tetapi, itu tergantung kepada dirimu!"


Pete berdiri dan mulai bangkit dari  tempat tidurnya, kemudian segera berjalan keluar dari ruangan perawatan tanpa izin.


Pete tiba di sebuah bukit. Dirinya mengeluarkan tombaknya, kemudian mulai mengayunkannya. Terlihat tombak itu terasa seperti tombak pada umumnya, namun kekuatannya terlalu besar untuk digunakan. 


Dirinya terus mengayunkan tombaknya ke depan, kemudian mulai menggunakan energi tombak tersebut. Gila, baru sekali pukulan ke tanah, tahu-tahu tanah disana meledak sedemikian besar memanjang ke depan, sepertinya kerusakan tombak itu benar-benar sedemikian besar. 


"Gila, dampak serangannya begitu besar!"


"Begitulah senjata pusaka terhebat digunakan. Akan tetapi, itu juga tergantung kemampuan dirimu mengendalikannya dan atribut fisikmu.


Sementara itu, Xiao Fu membeku ketika melihat Pete tidak ada di ranjangnya. Melihat ada jejak kaki yang mengarah ke luar membuat Xiao Fu naik pitan. "Pete, kembalilah beristirahat!"


Pete yang mendengarnya dari jauh, tampak mengerutkan kening. Namun, dirinya masih mencoba tombak tersebut. 


Namun,  tiba-tiba telinganya mendadak ditarik begitu keras. Dirinya pun berteriak kesakitan.


"Berani-beraninya kau berlatih sementara kau masih harus beristirahat pasca operasi! Sekarang,  Kau harus ikut master kembali ke ruangan dan tidur!".


"Tetapi master, aku sudah sembuh!"


"Sembuh? Ya. Kau sudah sembuh, akan tetapi luka jaritanmu bisa terbuka kembali jika kau masih bandel berlatih, Pete. Ini adalah harinya untuk pemulihan pasca operasi"


----

__ADS_1


"Aku dengar, Adik termuda sudah pulih." Gina memulai percakapan.


Mereka berlima tengah berkumpul di ruang tamu. Terlihat mereka tampak begitu berdiskusi ria mengenai Pete.  


"Ya, Adik termuda sudah pulih, namun apa gunanya kalau kita sama sekali dilarang masuk?" tanya Katie menghela nafas.


"Bahkan Xiao Chi pun tidak mau memberikan surat izin tersebut. Padahal dirinya sudah dibujuk bermacam-macam sogokan," ucap Joe.


Kurt menambahkan ucapan mereka. "Aku dengar master berteriak, pasti Adik termuda lagi-lagi pergi keluar diam-diam."


"Adik termuda memang nakal, keras kepala, dan begitu meresahkan." ucap Dia pelan.


"Oh ya! Kakak pertama, kau sering ke sana bukan? Lalu bagaimana kabar terbaru adik termuda?"


"Aku memang memiliki izin untuk masuk, akan tetapi aku tidak terlalu sering masuk ke sana. Aku tidak tahu."


"Kakak pertama, kau masih merasa marah kepada adik termuda, sampai-sampai menjenguknya pun begitu jarang?" tanya Katie 


Dia menghela nafas. "Aku tidak bisa menemuinya. Setiap aku bertemu dengannya, selalu aku merasa begitu marah karena teringat ucapan pedasnya."


"Itu sudah lama, akan tetapi kau masih tidak bisa melupakannya? Apakah permintaan maaf darinya yang begitu tulus tidak cukup sampai-sampai Pete kehilangan senyumannya?" tanya Gina menohok Dia. 


"Tidak perlu dibahas." Jawab Dia kembali membanting topik.


Lalu kau bukannya memahami perasaannya malah tidak mau memaafkannya. Seburuk-buruknya Adik termuda, dirinya masih punya hati nurani. Kau masih yakin tidak akan memaafkannya?


Sebaiknya kau melihat, apa yang terjadi setelah kau memberikan Vonis penolakan maaf dari adik termuda? Lihatlah, dirinya begitu bersedih sampai tidak bisa tersenyum ceria!


Kau harusnya tahu, bagaimana perasaan adik termuda setelah kau vonis demikian. Akan tetapi, hubungan kalian yang tidak akan pernah membaik, aku merasa karena dirimu lah yang sebenarnya terlalu egois, kakak pertama."


Kamulah yang sebenarnya terlalu egois! Kata tersebut benar-benar membuat Dia menatap Katie tajam! Sementara yang lainnya begitu terkejut mendengar ucapan tajam dari sosok bawel seperti Katie.


"Menurutmu aku yang paling egois?" tanya Dia dingin.


"Kalau kau hanya memikirkan perasaanmu saja tanpa memikirkan perasaan adik termuda, bukankah itu egois? Aku tahu adik termuda yang mulai duluan, tetapi setidaknya dirinya sudah meminta maaf kepadamu. Sementara kamu?"


"Katie, cukup!" bentak Gina kasar. Bagaimana pun, dirinya masih merasa dirinya seperti seorang pelayan Dia sehingga tentunya dirinya begitu marah atas apa yang Katie katakan kepada Dia yang dianggap tuannya.


"Oke-oke! Aku akan diam. Aku tahu, seharusnya aku tidak mengatakannya. Aku tahu! Namun, setidaknya gunakanlah kataku untuk bahan pertimbangan untuk meninjau kembali keputusan vonis yang kau putuskan."


"Katie, apakah kau tidak tahu betapa menyakitkan tingkah adik termuda terhadap diriku?" tanya Dia tajam.

__ADS_1


Katie malah diam, meskipun dirinya ingin membalas.


"Kau diam? Berarti tidak tahu bukan? Sebaiknya kau tidak ikut campur soal hubungan kami."


"Aku diam, bukan berarti aku tidak bisa  menjawab." Katie malah menatap Gina. "Apakah aku bisa membalas ucapan kakak tertua?"


Gina mengernyit. Katie benar-benar keterlaluan dalam berucap, namun ucapannya ada benarnya.


"Katakan saja, tidak perlu menanyakannya kepadaku."


"Bagus. Kakak pertama, aku tahu. Namun apakah etis jika membalasnya dengan vonis seperti itu? Kenapa tidak sekalian bunuh saja adik termuda daripada harus menyakiti perasaannya? Karena dirinya menyakiti perasaanmu duluan, tetapi dirinya masih mau memaafkan dirimu. Pikirkan baik-baik!"


"Aku sudah memikirkannya, namun aku tetap dalam pendirianku."


"Kau hanya mengingat  dirinya menyakitimu, lalu mengapa kau tidak pernah mengingat kebaikannya kepadamu? Aku tanya kepadamu, jangan pura-pura amnesia! 


Pertama, Siapa yang menyembuhkan sakit di tubuhmu? Kedua, siapa yang membuatmu bangkit dari kesedihan setelah kepergian Suhu? Dan terakhir, siapa yang menyelamatkan dirimu dari penodaan yang hendak dilakukan si lewis brengsek itu?"


Dia terdiam, ekspresi dinginnya memudar, mengingat bagaimana kebaikan Pete kepada dirinya.


Hati kecilnya bahkan menambahkan pertanyaan Katie kepadanya. Siapa yang telah membuat dirinya keluar dari labirin kesepian?


"Aku harap kau tidak lupa siapa itu, kakak pertama. Jadi pikirkan baik-baik. Mungkin yang kau tahu dirinya hanya menyakiti perasaanmu dan tidak merasa bahwa dirinya bahkan mengorbankan perasaannya terhadap Raven, demi dirimu. 


Kau tidak lupa bukan apa yang dirinya ucapkan di saat berkumpul bersama para gladiator Sharance di meja makan waktu itu? Aku merasa, perasaannya terhadap Raven masih ada, namun sengaja dirinya putar balik, hanya demi kamu."


Dia mulai menundukkan kepalanya. Dirinya mulai merasa apa yang dikatakan Katie benar adanya. Memang dirinya lah yang sebenarnya asal mula pertengkaran itu. Dari fakta yang Katie ucapkan, siapa yang sebenarnya egois?


----


Pete meringis sembari mengelus telinganya yang memerah karena jeweran Xiao Fu. Pete menoleh ke arah pintu dan mendapati Xiao Fu dan Xiao Chi  sedang menjaganya di pintu tersebut.


Pete tertawa konyol mengingat mereka berdua  begitu memprotektif dirinya sampai-sampai akses pintu masuk dijaga ketat.


"Nice Guard!" ucap Kuruna ketika memasuki ruangan tersebut.


"Haahhh, Pete itu bandelnya minta ampun. Sedikit saja kami lengah, aku yakin Pete sudah hilang dari tempatnya."


"Hahaha! Pasti begitu merepotkan untuk mengurus Pete yang bersifat demikian. Akan tetapi, itu karena ajaran Collete dulu."


"Aku tidak peduli itu ajaran siapa. Yang terpenting  Aku harus benar-benar mengawasinya. Sebelumnya, dengan kehadiran Dia, aku tidak mengerti mengapa Pete menjadi begitu penurut terhadap gadis tersebut. Akan tetapi segalanya berubah." ucap Xiao Fu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


__ADS_2