
Micah menyusul Dia Finch yang rupanya berlari ke arah pantai. Terlihat bahwa Gadis itu menangis tersendu. Micah mulai mendekati gadis itu, tidak berani menyentuh. Ada rumor yang mengatakan bahwa Gadis ini sangat benci disentuh oleh lelaki manapun.
Gadis itu melirik ke arah Micah, yang terlihat bertanya-tanya. Kemudian gadis itu menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dan Gina, tetapi aku tahu, sepertinya yang mereka katakan juga tidak benar. Mengapa kau memarahi Gina?"
"Apakah aku salah pada Gina? Aku sesungguhnya hanya iri kepadanya, begitu mudah sekali untuk memiliki teman. Sementara aku sendiri ..."
Micah mulai menggelengkan kepalanya. "Kau marah pada Gina ternyata karena iri? Kau terlalu ... sudahlah. Satu hal yang seharusnya kau tahu adalah, berteman itu sesungguhnya sangat mudah jika kau mau bersifat lebih terbuka terhadap siapapun."
"Tetapi kau harus tahu bahwa selalu saja terjadi kontak dengannya, itu membuatku tidak nyaman."
"Kontak? Kau kesulitan untuk menyapa Mereka?"
"Maksudku semacam berjabat tangan atau sejenisnya."
"Maksudmu Kontak sentuhan? Tidak semua harus begitu. Hanya dengan melakukan salam dan sapa saja sudah cukup untuk bersahabat dengan siapapun."
Dia Finch langsung menatap Micah, bermaksud meminta solusi. "Lalu, mengapa Gina selalu menganggapku tuannya, tidak pernah sekalipun dirinya menganggap aku temannya."
"Itu karena perbedaan status kedudukan. Gina bisa saja mengakui bahwa kau adalah temannya, namun dirinya merasa tidak pantas karena kau adalah tuannya. Jadi, Kau sebenarnya bisa saja yang memulai hubungan persahabatan itu, bukan?"
Dia Finch mulai menundukkan kepalanya, kemudian menegakkan kepalanya kembali dan secara mengejutkan tangannya bergerak menyentuh kedua bahu Micah. "Lalu, apa yang harus aku lakukan?"
"Status kedudukan adalah penghalang. Kau yang memiliki status Nona harus menyingkirkan penghalang itu."
"Kau ingin aku memecatnya? Dia tidak akan mau terima, lagi pula-"
"Siapa bilang kau harus memecatnya? Aku hanya bilang untuk menyingkirkan penghalangnya."
"Lalu bagaimana caranya?"
"Kau harus membuat Gina tidak menganggap dirinya terlalu rendah di hadapanmu."
"Itu ... Aku tidak tahu dengan apa yang harus aku lakukan."
"Kau bisa membuatnya berhenti untuk memanggilmu nona Finch, melainkan suruh dirinya memanggil dengan namamu langsung, atau ditambah embel-embel Miss"
__ADS_1
"Kalau Gina tidak mau?"
"Ancam dengan pemecatan. Pasti Gina mau."
"Lalu, selanjutnya apa lagi?"
"Kau harus menunjukkan perasaanmu bahwa kau sangat ingin berteman dengannya, terserah kau ingin mengungkapkannya langsung ataupun tidak langsung."
"Apakah ini akan bekerja?"
"Aku dapat menjamin bahwa ini pasti akan berhasil jika kau benar-benar melakukannya secara sungguh-sungguh."
Mendadak, Micah menatap kedua tangan Dia yang tengah memegang kedua bahunya. "Dia Finch, bukanlah ini sedikit ... terlalu bersentuhan?"
Dia mulai terkaget, kemudian melepaskan kedua tangannya. Kemudian meminta maaf. "Maaf, Micah. Aku terlalu terbawa suasana."
"...." Micah terdiam. Namun saat gadis bangsawan itu mulai bergerak menjauh, Micah meraih tangannya. "Kita belum selesai berbicara."
Terlihat Kurt di tempat lain tengah menatap mereka dengan perasaan cemburu. Namun dirinya masih berupaya untuk menahannya. Selama ini, tidak seorang lelaki mana pun yang menyentuhnya.
"Maaf, lepaskan tanganku."
"Kau ingin mengatakan apa?"
"Soal Moonlight Goddess."
Seketika Dia Finch terdiam sejenak. "Maksudmu kau percaya cerita bualan yang disebarkan peramal itu, bahwa aku memiliki jiwa Moonlight Goddess yang tengah tertidur?"
Micah mulai menggelengkan kepalanya. "Itu bukan tengah tertidur, namun itu adalah jiwa tanpa kesadaran. Apakah kau ingin berbicara dengan Moonlight Goddess?"
"Maksudmu?"
Micah mulai membuka helm kesatrianya, yang terlihat rupa Micah yang sama sekali tidak ada mirip nya dengan Kakaknya. Namun, kalung di lehernya dihentakkan, kemudian menyerahkannya kepada Dia Finch.
"Aku tidak bisa menerimanya."
"Jika kau mau mengenakannya, kau akan menolong jiwa minoritas Moonlight Gofdess yang memiliki kesadaran. Terimalah."
__ADS_1
Dia mulai menerimanya, dan mendadak langsung dikenakan. Seketika liontin itu bercahaya, yang kemudian Dia Finch merasa ada yang aneh pada tubuhnya.
Mendadak Moonlight Goddess muncul di hadapan mereka berdua, yang hanya bisa dilihat oleh mereka berdua saja.
"Moonlight Goddess, bagaimana perasaanmu sekarang?"
"Terima kasih, Micah. Kau telah menyelamatkan jiwaku."
"Kau juga telah menyelamatkan hidupku saat dirasuki penjaga neraka. Ini adalah balasan yang setimpal menurutku."
Dia Finch langsung menatap Micah yang terlihat sedikit menitikkan air matanya. "Moonlight Goddess, ini adalah kali terakhir bagiku untuk melihatmu, jadi aku harap menjaga dirimu baik-baik karena kau saat ini hanyalah jiwa."
"Aku tahu, Micah. Jangan menangis seperti gadis cengeng."
"Tidak, aku tidak menangis karena tidak rela kau akhirnya pergi selamanya dariku, namun aku merasa sangat senang, karena aku telah membuatmu kembali bersatu menjadi sosok dewi yang sesungguhnya."
"Terima kasih, Micah. Aku sangat menghargai kebaikanmu. Aku tahu, kau sampai memikirkannya siang dan malam seperti kemarin. Namun, aku tidak dapat memberikan apapun."
"Ya, dan sekarang aku harus pergi, Moonlight Goddess. Ikutlah bersama Dia Finch."
"Hey, ini begitu cepat! Kau ingin pergi begitu saja?"
"Yah, kita pasti akan bertemu lagi di lain waktu. Namun, aku rasa ini sudah waktunya bagi kita untuk berpisah."
Moonlight Goddess mendadak terlihat meneteskan air matanya. Dirinya juga terkejut, mengapa Micah malah menjadi sosok yang penting di kehidupannya, yang saat ini dirinya ingin sekali berontak untuk ikut ke mana pun Micah pergi.
"Micah, apakah kau tidak berfikir ini terlalu cepat?"
"Semakin cepat, semakin baik."
Terlihat Micah mulai membalikkan badannya, yang secara mengejutkan hati Moonlight Goddess mulai merasa tidak rela. Tunggu apakah dirinya adalah Moonlight Goddess? Bagaimana bisa dironya menangis hanya karena satu bocah seperti Micah.
"Micah, kau yakin berjalan tanpaku? Apakah kau bisa mengatasi semua yang menghalangi hidupmu?"
"Aku pasti bisa melakukannya, tanpa dirimu tentunya. Lagi pula, aku bukanlah anak kecil. Jadi, Moonlight Goddess tidak perlu merasa khawatir dengan hidupku, karena aku sudah pasti bisa menjaga dirimu sendiri."
Micah mulai berjalan menjauh lagi, meninggalkan Dia Finch dan Moonlight Goddess yang secara mendadak menitikkan air matanya karena tidak rela untuk berpisah. Bagaimana pun, Micah telah membuatnya terbebas dari segel sehingga dirinya bisa keluar dari dimensi dan merasakan indahnya dunia luar.
__ADS_1
Micah mulai tidak terlihat lagi dari pandangan. Itu sudah cukup untuk membuat Moonlight Goddess tidak dapat bersuara apapun. Batinnya merasa tidak rela, namun itu adalah konsekuensi jika dirinya masih ingin hidup demi membuat gebrakan besar untuk menentang langit.
Sementara itu, Micah sendiri juga merasa hal yang sama. Dirinya tentu merasa tidak rela karena Moonlight Goddess adalah guru nya sekaligus penyelamatnya. Micah pun pada akhirnya pulang ke rumah untuk memasak.