Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 104


__ADS_3

Sang raja siang telah begitu ada di Puncaknya. Suhu sudah mulai meninggi, tidak ada yang dapat menyangka bahwa pertandingan berikutnya adalah Alice Hunter bersama Jack Handerson menjadi satu tim.


Masalahnya, bukan karena mereka sebenarnya terlalu overpower. Melainkan karena Jack Handerson adalah orang yang menjadi panutan, di pasangkan dengan Alice Hunter yang paling mereka kucilkan.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 104. cara bertarung berpasangan...


Tidak sedikit orang yang berteriak-teriak meminta  Alice untuk pergi saja dari arena karena menurut mereka, Alice sama sekali tidak pantas bila disandingkan dengan Jack.


Pete dari bangku penonton terlihat menghela nafas pelan, merasa ini tidak adil. Padahal gadis itu memiliki pendapat yang berseberangan dengan keluarganya sendiri, namun dirinya ikut terseret ke daftar list kebencian para penduduk. Miris!


Dia juga sama. Dirinya tidak setuju dengan apa yang telah diucapkan oleh para penonton yang teriak-teriak itu.


Alice menghela nafas pelan. Sementara Jack melirik Alice sekilas, kemudian terfokus menghadapi lawannya. Namun, hanya dibutuhkan beberapa menit untuk memenangkan pertandingan. Astaga, ini terlalu cepat!


"Pemenang, Alice Hunter dan Pete Handerson! Berikutnya, pertandingan atas nomor 21A bersama 46C menghadapi 75R bersama 34I. Silahkan memasuki arena!"


Dia menatap Pete. "Nomormu disebutkan. Cepatlah turun dan babat musuhmu."


Pete memutar bola matanya begitu malas. Dengan segera, Pete melompat sambil berucap. "Ini adalah pertandingan, jangan terlalu barbar."


Dia bergerutu. "Adik termuda masih begitu naif seperti biasanya."


Luna yang ada di sampingnya terkekeh pelan. "Lelakimu itu benar-benar unik. Aku berharap para gadis tidak ada yang nengejarnya lagi."


Begitu Pete turun, Para penonton mendadak saling berbisik satu sama lain. Mereka pun kebingungan, mau mencemooh karena dulunya Pete tidak berguna sama sekali, namun Nama Pete sudah tersebar sebagai pembunuh Skelefang dan Cyclops seorang diri. Masih yakin dianggap lemah? 


Jika berteriak mengujinya, mereka malah tidak merasa begitu yakin. Masalahnya adalah kedua lawannya telah berada di tingkat Legendary IX, sementara Pete malah disandingkan dengan Monica, gadis kecil yang belum memiliki kemampuan yang tetap sama sekali.


Monica memang berhasil lolos karena daya juangnya yang begitu besar sehingga dirinya akhirnya mampu mengalahkan lawannya, walaupun sampai dirinya begitu babak belur.

__ADS_1


May dan Xiao Chi mendadak cemberut maksimal. Masalahnya adalah, pernah kali di saat Pete masih tidak sehebat sekarang, Monica menganggap Pete sebagai kakaknya. Saat Pete diacuhkan May, Monica lah yang tidak jarang ikut bersama Pete untuk menyendiri. Xiao Chi yang selalu memantau Pete, pun juga mengetahui hal ini


Namun, sekarang mereka telah disandingkan di dalam arena. Tentunya ada Chemistri yang kuat untuk membuat mereka terlihat seperti sepasang saudara. Bagaimana pun, Monica telah menganggap Pete sebagai kakaknya sampai saat ini. 


Monica menatap Pete. "Kak Pete, sepertinya lawan kita terlalu kuat."


Pete malah tersenyum. "Kau harus bisa menerima kenyataan tentang siapa lawan kita, Monica. Namun jangan khawatir! Sebagai pertandingan dua melawan Dua, aku akan ada untuk membuatmu selalu aman dari serangan mereka."


Pertandingan dimulai. Kali ini Pete menggunakan senjata Tombaknya. Kalau sudah seperti ini, jangankan berdua, berempat pun akan Pete hadapi. Mode Pete  brrsenjata tombak itu telah terlihat begitu menjengkelkan. Sangat sulit untuk menyerang Pete, namun sangat mudah untuk diserang. 


Gina berkomentar, "tekhnik Adik termuda begitu sulit untuk dihadapi. Sungguh pergerakannya yang tidak dalam posisi tetap dengan kemampuan berpindah-pindahnya dan ayunan tombak yang begitu cepat membuat siapapun kesulitan untuk menghadapinya."


Keempat rekannya(tidak termasuk Pete) mengangguk pelan, merasa setuju dengan apa ya Gina ucapkan. Tekhnik ini hanya bisa dihadapi jika melawan secara solo, bukan seperti ini.


Monica dalam keadaan Free hit, dengan tenang melepaskan serangan sihir kepada lawan yang terlihat begitu kesulitan untuk menghadapi Pete yang menyerang secara nomadem. Merasa begitu geram, salah satunya menyerang Monica, namun dengan cepat Pete berpindah posisi dan menangkis serangan. 


Mereka berdua pun saling bertatapan dan mendadak tersenyum simpul. Mereka pun mulai memusatkan serangannya terhadap Monica.


Pete mulai kewalahan menghalau serangan mereka berdua yang memang berkehendak menyingkirkan Monica terlebih dahulu.


Mereka berdua kembali maju untuk memusatkan serangan kepada Monica. Namun, begitu senjata mereka berbenturan dengan senjata Tombak Pedestal, tangan mereka berdua langsung terasa kebas. Satu ayunan, mereka berdua terpukul jauh dan akhirnya menabrak tembok.


Mereka berdua pun kembali saling menatap satu sama lain, kemudian segera mengangkat kedua tangannya, menyatakan bahwa mereka menyerah. 


"Pemenang, Pete Handerson dan Monica Sky!"


Pete berhasil memenangkan pertandingan, sembari mengamankan rekannya.  Sungguh, Monica seperti menjadi beban karena tidak mampu bertahan dengan baik.


Namun, itu harus dimaklumi. Memang ada berapa banyak bocah yang sehebat itu dengan umur yang setara dengan Monica?


Mendadak para penonton bertepuk tangan, karena memperlihatkan upaya penyelamatan yang begitu Heroik dari Pete. Sesuatu yang sangat jarang terlihat, bahkan yang pertama kalinya dibandingkan pertandingan sebelumnya sejak tadi pagi.

__ADS_1


Sebelumnya para peserta menunjukkan keegoisannya sehingga tidak jarang, hasil pertandingan terdapat tiga orang yang kalah, Dua musuh dan satu teman. Sosok Pete telah menunjukkan bagaimana cara bertarung dua melawan Dua yang sesungguhnya. Memang begitu Naif, namun seperti itu memang cocok menjadi panutan bagi para petarung yang tergabung di dalam Divisi prajurit masing-masing wilayah.


Dia pun menghela nafas pelan, sementara May dan Xiao Chi mendadak seperti mengeluarkan api dari tubuhnya seperti kebakaran setelah melihat Monica dengan perasaan yang begitu senang, sampai melompat ke arah Pete dan memeluknya erat.


Apalagi Monica memeluk sambil berucap, "kita berhasil, Kakak. Kita berhasil!" Yah, kata kakak membakar amarah Xiao Chi dan May.


"Monica! Pete itu milikku!" teriak Xiao Chi dan May secara bersamaan, kemudian segera turun ke arena dan malah membuat Pete mulai menjadi rebutan para bocah.


"Sampai kapan aku ditarik seperti ini?" tanya Pete kesal.


Sementara itu, Dia cekikikan melihat Pete yang tengah menderita. "Bahkan para bocah pun dirinya embat."


Luna menatap Dia. "Pete begitu populer saja. Bahkan tidak hanya jumlah gadis yang ingin menikahinya saja yang bertambah, Para loli yang ingin menjadi adiknya juga ikutan bertambah." 


Dia malah tertawa. "Begitulah. Adik termuda memang begitu unik."


----


Pertandingan babak kedua kali ini telah selesai. Namun, Para bocah ini masih saja saling beradu mulut, mengatakan bahwa diri mereka lah yang pantas menjadi Adiknya Pete.


May mengungkit bahwa Pete dan dirinya telah bersama sejak kecil. Xiao Chi menyebutkan kontribusinya atas perkembangan Pete dan mengungkit bahwa Pete adalah saudara kandungnya. Sementara Monica mengungkit bahwa dirinya telah bersama setiap kali Pete itu ingin menyendiri.


Pete menghela nafas pelan, karena telah menjadi objek perebutan. "Ayolah, sampai kapan kalian bertiga terus ribut seperti ini? Apakah kalian bertiga akan terus melanjutkan perdebatan kalian sampai akhir musim Winter?"


"Adik termuda," panggil Dia yang datang bersama Raven dan Alice. Mendadak Xiao Chi pura pura terbatuk-batuk.


Pete mengerutkan keningnya. "Ada apa?"


Dia malah menatap Raven dan Alice bergantian, kemudian sama-sama mengangguk. "Bisakah kita berbicara sebentar?"


Xiao Chi malah berulah. "Semuanya, kita pergi dulu ke sana. Maklum kita masih kecil, tidak pantas mendengar ucapan mereka yang tengah membicarakan masa depan."

__ADS_1


Masa depan? Pipi Dia mendadak memanas mendengarnya. Tentu nona Finch tahu apa yang sebenarnya Xiao Chi maksud.


 


__ADS_2