
Pete membaringkan Raven di kursi tribun, tidak lama kemudian, gadis itu segera terbangun. Hal yang Raven lihat adalah Pete yang lukanya telah tertutup, karena Marjorie telah bersedia mengobati luka Pete secara instan dengan bayaran 3.212G
... Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 127. Pete vs Dia di pertandingan Final ...
Mahal? Memang. Harga untuk pengobatan luka fisik secara instan memang memiliki harga yang fantastis, tergantung serius tidaknya luka yang dideritanya.
Jika lukanya tipe ringan, harganya dimulai dari 700G. Luka yang Pete derita termasuk luka sedang, harganya dimulai dari 3000G. Sementara luka berat seperti tangan hampir putus, usus robek, bahkan hampir meninggal, harganya diatas 10.000G.
Pete memang memiliki Changseng Jue, namun dirinya terpaksa mau menerima tawaran Marjorie, karena Dia yang mendesak dirinya. Perawatan dengan Changseng Jue hanya akan membuat Pete sembuh dalam waktu satu sampai empat jam, namun ditambah waktu pemulihan selama beberapa jam lagi.
Tentu saja Dia tidak bisa melawan Pete dengan kemampuan penuh, mengingat Pete menderita luka yang tidak kecil sebelumnya. Sementara itu, ini adalah pertandingan terakhir sekaligus pertarungan terakhir dirinya menghadapi Pete.
"Kau tidak apa-apa, Raven?" tanya Alice.
Raven menghela nafas pelan. "Gila, aku tidak menyangka kau bisa menjadi terlihat begitu mengerikan."
Aurelia menghela nafas pelan. "Itu bukan karena Pete, melainkan karena pedang misteriusnya itu."
Pete menghela nafas pelan, mengumpulkan keberaniannya. "Maaf, aku tidak mampu mempertahankan kontrol kesadaran sehingga aura pembunuh dengan cepat meraih kesadaranku."
Raven tersenyum. "Tidak perlu meminta maaf."
"Tidak aku sangka ternyata semua jurus pedangnya telah diantisipasi olehmu," ucap Pete sedikit memuji.
Raven menjawab jujur. "Tidak, aku menggunakan kemampuan Time Stop berkali-kali. Tanpa itu, aku tidak mungkin dapat mengantisipasi seranganmu. Lukamu sudah hilang sempurna, ya? Apakah kau menyembuhkan lukamu pada nenek Marjorie?"
Pete terkekeh, merasa begitu konyol. Luka itu dapat sembuh dalam waktu dua jam saja, waktu pemulihan? Apa itu waktu pemulihan? Sekarang dirinya telah membuang 3.212G, sungguh konyol menurutnya.
---
Tiga jam berlalu dengan cepat, Pete dan Dia berdiri saling berhadapan, sepertinya mereka begitu serius.
"Tidak biasanya Pete terlihat begitu serius, sepertinya pertandingan final kali ini akan berlangsung begitu sengit," ucap Alice yang malah membuat Gina, Joe, Kurt, dan Katie saling berpandangan.
Mereka berempat pasti sudah tahu bagaimana jalannya pertandingan di sore ini. Raven mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan tingkah mereka berempat. Sementara itu, Aurelia menatap mereka berdua, dengan kemampuan mata surgawi buddhis.
__ADS_1
Aurelia terperanjat melihat mereka berdua rupanya memiliki kekuatan tersembunyi dan itu juga adalah Garis darah, yang artinya kekuatan pembawaan sejak lahir.
Mereka berdua pun juga membawa senjata yang tidak biasa, Selendang hijau teratai bulan milik dewi bulan dan tombak Needle Spear milik kaisar langit pertama.
Mereka berdua juga terlihat begitu terhubung satu sama lain, sungguh membuatnya semakin tidak mengerti dengan mereka berdua.
Taruhan menunjukkan bahwa Dia memiliki Vote tertinggi. Yang berarti menurut Juri, Dia berkemungkinan memenangkan pertandingan Gladiator kali ini.
Dia menatap Pete. "Aku sudah cukup lama menunggu ini tiba. Tidak aku sangka ternyata hari ini adalah pertarungan terakhir kita."
Pete terkekeh. "Sepertinya kau akan mengaktifkan seluruh kemampuanmu."
Dia memiringkan kepalanya. "Kau takut? Sebaiknya kau tidak menyerah atau akan aku hajar kau hingga babak belur."
Mendadak terdengar riuh gemuruh dari pendukung Dia di tribun. "hajar saja musuhmu itu, nona Finch!"
Tidak kalah sengit, pendukung Pete juga menyemangatinya. "Ayo, Pete! Jangan putus asa begitu saja! Hadapi lawanmu itu dengan sekuat tenaga!"
Pete tertawa konyol. "Logika ancaman macam apa itu? Apakah itu berarti baik aku melawan ataupun menyerah, ujung-ujungnya juga sama-sama babak belur."
Pete tertawa."Baiklah! kalau kalah jangan menangis, ya!"
Mendadak terdengar tawa riuh karena Pete mengucapkannya secara tidak terduga, begitu lucu. Di dalam pikiran mereka, Pete terlalu memandang rendah Dia.
Dia menghela nafas pelan. "Begitu juga denganmu. Awas kalau pertandingan kali ini tidak membuatku puas! Akan aku hajar kau sampai sekarat!"
Mereka pun segera memasang kuda-kuda, membuat para juri saling berpandangan, kemudian mengangguk bersamaan.
"Pertandingan dimulai!"
Pete dan Dia langsung melesat maju, mengadu serangan. Terlihat Pete mampu meluncur seperti spiral, menghindari serangan Selendang yang bergerak seperti sulur yang hendak membelit tubuhnya.
Mata Dia membola, segera dirinya memiringkan tubuhnya. Astaga, hanya berselisih tiga inchi saja dari tikaman tombak.
Dia langsung mempersiapkan serangan balik, namun Pete malah berjumpalitan di udara, menghindari serangan Dia secara sempurna.
Dia langsung maju menghadapi Pete dengan jarak yang terlalu dekat, karena dirinya tahu benar kelemahan dari serangan Pete dalam mode tombak adalah serangan jarak yang terlalu dekat.
__ADS_1
Pete tidak tinggal diam, segera dirinya melesat mundur sejauh dua meter dan mendadak melakukan serangan 'tikaman seribu tombak naga,' serangan tikaman cepat ke depan.
Dia terkesiap, segera melompat mundur. Mendadak Pete meluncurkan serangan 'tombak yang mendominasi,' sebuah serangan energi tombak yang melesat ke lawan.
Beruntung, Dia langsung berjumpalitan di udara, menghindari serangan Pete secara sempurna. Namun, tidak disangka bahwa Pete telah berada di dekatnya dan mengayunkan tombaknya.
Dia terkena telak, membuatnya terpental dan akhirnya menabrak tembok. Namun, rupanya Dia masih mampu berdiri. Mendadak tubuhnya mulai bercahaya.
Mata Pete membola, merasakan tekanan udara tiba-tiba. Secara mengejutkan, Dia menggunakan kekuatan yang selama ini dirinya sembunyikan dari para penonton beserta lawannya. Pete mulai terdorong mundur karena tertiup angin.
"Itu adalah kekuatan jiwa murni kakak pertama!" seru Gina sambil menahan nafasnya.
Rupanya Dia tidak bermain-main dengan ucapannya. Pete langsung berkeringat dingin, mulai merasa bahwa ada kemungkinan nyawanya akan terancam.
"Berhati-hatilah, aku telah menggunakan segenap kekuatanku!" ucap Dia memperingatkan.
Namun, Pete tidak bisa menyerah semudah itu. Pete berdiri, mengayunkan tombaknya dan menancapkan di tanah. "Kau telah memaksaku sampai di titik ini."
Mendadak Pete mengeluarkan kekuatan hitam yang begitu pekat di dalam dirinya, mendadak terdengar suara mengerikan. Siapapun mendadak tergidik ngeri, karena mengenali suara itu, mirip suara kebangkitan Skelefang.
"Dan adik termuda tidak mau kalah, jiwa Skelefang pun digunakan!" ucap Kurt sambil menyeka keringatnya, yang entah mengapa Kurt berkeringat dingin.
Kekuatan hitam tersebut menciptakan kerucut-kerucut tajam berjumlah sepuluh buah pada dirinya, mengelilingi Pete. Ini adalah mode lain dari serangan Pete (Garis darah jiwa Skelefang: kerucut tajam), yang sebelumnya hanya membentuk sayap semu.
Dia dan Pete segera maju menyerang, mendadak kerucut tersebut membantu penyerangan Pete yang membuat Dia cukup kesulitan. Pete mengarahkan kerucut tersebut, hendak menikam Dia. Namun berhasil di elakkan oleh Dia.
Kerucut tersebut kembali ke Pete, bersatu menjadi pedang panjang(Garis Darah jiwa Skelefang:Pedang semu), yang terayunkan menyerang Dia, namun masih juga dapat dihindari.
Tiba-tiba kekuatan itu membentuk palu(Garis darah jiwa Skelefang: Palu semu), menghantam Tanah. Dia melompat mundur, kemudian memilih melayang di udara. Menurut Dia, berpijak di tanah tidak akan memberikan keuntungan yang berarti dalam pertahanannya.
"Ini, bukankah serangan ini seperti Death Wall?"
Dia akhirnya menyadari, Kemampuan Pete semakin meningkat begitu pesat. Menghajarnya tidak akan mudah. Namun, dirinya masih mencoba memprovokasi Pete.
"Hanya menggunakan serangan semu? Apakah kau selemah itu sampai tidak mampu menyerang secara langsung?" tanya Dia mencibir.
"Menghadapi atribut semu saja kau tidak mampu, apalagi menghadapiku secara langsung? Mau mencobanya?"
__ADS_1