
Setelah Yalisa menutup panggilan dari sang pacar, ia samar-samar mendengar suara tawa.
Sontak Yalisa melempar pandangannya pada sang mantan.
“Kok kamu ketawa?”
“Kenapa kamu harus bohong?” tanya Leo dengan menahan tawanya.
“Kalau aku jujur bisa panjang ceritanya, lagi pula yang kita lakukan ini enggak benar.” ujar Yalisa seraya menyeruput kopinya lagi.
“Enggak ada yang benar atau pun salah soal perasaan, tergantung seseorang itu sendiri, mengizinkan kita atau tidak memasuki hatinya.” terang Leo.
“Tapi, aku takut kalau ketahuan Riski.”
“Apa? Kenapa kamu harus takut? Dia bukan suami mu, apa haknya untuk mengatur mu? Sebelum menikah seseorang berhak melakukan apapun.” terang Leo.
“Berarti, setelah kamu menikah nanti, kamu enggak akan lakuin pengkhiatanan dong?” tanya Yalisa penuh makna.
“Tentu saja, tapi kecuali untuk mu, itu enggak berlaku.”
“Maksud mu, kamu akan jadikan aku sebagai kekasih gelap? Hum?” wajah Yalisa seketika masam, sorot matanya pun jadi tajam.
“Yang pertama atau yang kedua itu enggak penting, yang paling penting adalah, hati ku untuk siapa.”
“Egois, aku enggak mau jadi simpanan, kalau kamu mau begitu, cari saja perempuan lain!” pekik Yalisa seraya membuang wajahnya lurus ke arah danau yang luas.
“Maaf, kalau kamu tersinggung, tak apa bukan yang pertama, asalkan kamu jadi yang terakhir.” ungkap Leo.
Di tengah perdebatan antara mereka, tiba-tiba kain pancing Yalisa bergerak.
“Hah! Kayaknya aku dapat!” Yalisa yang bersemangat langsung menggulung kail pancingnya.
“Uh!” teriak Yalisa.
Leo yang melihat Yalisa kesulitan pun mendekat ke sebelah Yalisa.
“Sini aku bantu.” Leo membantu Yalisa memutar gulungan tali pancing, ternyata Leo juga ikut kewalahan. Sepertinya tangkapan mereka kali ini cukup besar.
“Leo, danau ini enggak ada penunggunya kan?” tanya Yalisa.
“Penunggu? Maksudnya?” Leo tak mengerti akan maksud Yalisa.
“Tenaga ikannya besar bangat, aku takut kalau kita mancing siluman, bukan ikan beneran!” seru Yalisa dengan menyelipkan tawa di bibirnya.
Sungguh, kali ini ikannya benar-benar liar, si ikan membawa mata pancing mereka ke sembarang arah, mereka berdua yang masih bersemangat beradu tenaga dengan sang ikan sampai tak sadar, kalau perahu yang mereka tumpangi miring.
“Akh!” Keduanya berteriak bersamaan.
Cburr!! perahu mereka terbalik, yang membuat keduanya masuk ke dalam air.
Dinginnya air danau di pagi itu membuat keduanya menggigil.
Kemudian dengan sigap, Leo melingkarkan sebelah tangannya ke pinggang Yalisa untuk kembali kepermukaan.
“Hah!... Hah...” nafas Yalisa terengah-engah seraya mengeluarkan asap dari mulutnya.
__ADS_1
“Kamu enggak apa-apa?” Tanya Leo.
“Enggak, pffff! Hahaha.” Yalisa tertawa keras, ia merasa kejadian barusan sangat menghiburnya.
“Mungkin danau ini marah, kita berlayar sebelum mandi, hehehehe.” melihat tawa Yalisa yang begitu manis membuat Leo menjadi bahagia.
Lalu Leo tanpa permisi memeluk Yalisa, “Terimakasih, sudah mau menampilkan tawa itu di hadapan ku, selama kamu menjauhi ku, ku fikir aku enggak akan bisa lagi melihat mu, maaf, aku sudah menyakiti mu.” kemudian Yalisa membalas pelukan Leo.
“Iya, aku udah maafin kamu kok.” langit yang tadinya berselimut salju, kini berubah menjadi hitam.
“Kayaknya mau hujan deh, gimana nih? Perahunya apa kita balik dulu?” tanya Yalisa.
“Oke.” Leo pun melepaskan dekapannya, dan mereka berdua mulai berusaha mengembalikan perahu seperti semula.
Duarr!! suara petir pun menyambar di langit-langi, dalam hitungan detik turun hujan lebat, yang membuat mereka tambah kesulitan, apa lagi perahu tersebut terbuat dari kayu terbaik, membuat mereka tambah kewalahan untuk mengembalikan perahu ke posisi yang benar.
Takut mereka terkena hipotermia, Leo pun memutuskan untuk meninggalkan perahu itu.
“Ayo, kita berenang saja ke tepian.” ujar Leo.
“Ha?”
“Kamu bisa berenang kan?” tanya Leo.
“Bisa sih, tapi enggak tahan lama.”
“Ya sudah, kalau begitu, peluk aku, biar aku saja yang berenang.” ucap Leo, Yalisa mengangguk, dan menyilang kan tangannya di antara leher Leo.
Setelah itu, Leo yang jago berenang pun mengayun-ayun kaki dan tangannya, sambil sesekali menyelam ke dalam air.
Di tengah lebatnya hujan, Leo terus saja berenang tanpa lelah hingga merek mencapai pinggir danau.
“Kita berhasil!” seru Leo seraya menggenggam erat tangan Yalisa untuk keluar dari dalam air.
Mereka yang sudah gemetaran pun berusaha naik ke atas bukit yang jalanan nya licin, maklumlah, untuk akses naik turun masih terbuat dari tangga tanah liat.
Leo terus saja membantu Yalisa naik,hingga sampai juga mereka di depan villa, rona bahagia nampak di wajah keduanya.
Lalu sekali lagi, mereka memeluk satu sama lain di tengah lebatnya hujan, seolah sedang melepas rindu yang selama ini tertahan.
“Aku sayang kamu.” ucap Leo.
“Apa?” Yalisa tak mendengar ucapan Leo karena bisingnya suara hujan serta gemuruh.
“Aku sayang dan cinta sama kamu Yalisa!” ucap Leo dengan nada yang keras.
“Ha?” karena suara tak bereaksi di telinga Yalisa, Leo membungkukkan badannya, kali ini ia mengungkapkannya dengan sebuah paguta* di bibir sang mantan.
Yalisa yang menerimanya sedikit pun tak menolak, malah ia membalasnya. Ciuman yang semula biasa saja, kini menjadi lebih erotis, sering kali indera perasa mereka saling beradu dan semakin panas, hingga mereka tak dapat lagi merasakan dinginnya cuaca yang sebelumnya mereka takutkan.
Setelah cukup puas melepas hasra*, Leo menghentikan ciuman itu.
“Apa kamu sudah mengerti?” tanya Leo dengan tatapan sendu, Yalisa hanya mengangguk, tanpa berkata apapun.
Lalu Leo mencium setiap inci wajah Yalisa seraya berkata. “Jangan tinggalkan aku, ayo kita balikan lagi.” meski mereka telah melalui momen menggairahkan, ternyata tak membuat Yalisa langsung berkata iya.
__ADS_1
Karena di hatinya terbesit akan Riski. “Berikan aku waktu.” setelah Yalisa mengatakan hal itu, ia pun berjalan terlebih dahulu menuju villa.
“Kenapa? Apa Riski yang membuat hatinya ragu? Ku fikir yang kami lakukan adalah gambaran perasaan masing-masing.” batin Leo.
Meski ada rasa kecewa di hatinya, tapi Leo mencoba tenang, ia tak mau terlalu memaksa keadaan, bisa berinteraksi dengan Yalisa saja hatinya sudah sangat senang.
Mereka pun masuk ke dalam villa, Leo menyuruh Yalisa untuk mandi, di dalam kamar yang sebelumnya Yalisa pakai untuk tidur, yaitu kamar orang tuanya.
Leo pun begitu, ia bergegas mandi, takut nanti kalau akan sakit jika berlama-lama memakai pakaian basah.
Setelah sekitar 30 menit, Yalisa keluar dari dalam kamar dengan membawa bajunya yang basah.
Leo yang sudah terlebih dahulu ada di ruang tamu di buat terpaku, melihat penampilan Yalisa, yang kini memakai gaun hitam polos milik ibunya, kulit putih Yalisa semakin bercahaya saat di padukan dengan warna itu, dan yang paling membuat Leo menelan saliva nya adalah, gaun itu memiliki garis leher U, yang membuat bagian leher dan dada atas Yalisa terpampang lebar.
“Baju basahnya taruh dimana?” tanya Yalisa.
“Ya?” sahut Leo dengan masih melihat Yalisa tanpa berkedip.
“Baju basahnya taruh dimana?” tanya Yalisa lagi.
“Oh.” barulah Leo kembali ke kesadarannya, ia pun beranjak dari duduknya dan mendekat ke Yalisa.
“Berikan, biar aku yang jemur.” ujar Leo.
“Jangan, biar aku saja, tinggal kamu kasih tahu jemur dimana.” terang Yalisa yang merasa malu, tak mungkin ia membiarkan Leo memegang pakaian dalamnya.
“Aku saja.”
“Aku saja, kamu tinggal kasih tahu dimana.” ujar Yalisa, lalu Leo pun mengarahkan telunjuknya ke teras villa.
“Jemur disana saja.”
“Ya sudah, ada hanger kan disana?”
“Itu jemuran stainless still, jadi enggak perlu pakai hanger.” terang Leo.
“Oke, aku jemur dulu ya.” Yalisa pun melangkahkan kakinya ke teras.
Setelah itu ia mulai menjemur bajunya, diam-diam ternyata Leo memperhatikannya dari belakang.
Yalisa dengan santai menjemur pakaiannya yang basah satu persatu, lalu kedua kelopak mata Leo di buat melebar, jantungnya berdetak hebat saat mengetahui suatu hal.
“Apa? Dia sekarang enggak pakai itu?” batin Leo.
Hatinya semakin berkecamuk, wajahnya memerah, ia pun segera kembali duduk ke sofa.
Deg deg deg!
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
__ADS_1