SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XLI (Bertemu Mata)


__ADS_3

Mendengar permintaan Riski, Yalisa jadi serba salah.


“Mau ngomong apa sih dia?”~ batin Yalisa.


“Hei, kamu dengar enggak?” ucap Riski seraya mengayunkan pelan tangan Yalisa.


“Kamu mau ngomong apa?” sahut Yalisa, menoleh ke arah Riski dengan tatapan tajam.


“Soal kemarin, kaki mu baik-baik saja kan?” tanya Riski.


“Iya, baik kok, kamu cuma mau bilang itukan?” jawab Yalisa mencoba melepaskan tangannya, namun Riski menahannya.


“Aku belum selesai,” ucap Riski.


“Mau ngomong apa lagi sih Ki?” sahut Yalisa.


“Itu, nanti malam mau pergi sama siapa ke pesta ulang tahun Mei?” tanya Riski.


“Aku pergi sendiri,” jawab Yalisa.


“Kenapa kita enggak pergi sama-sama saja?” ucap Riski.


“Emang kamu mau bantu-bantu di rumah Mei?” sahut Yalisa.


“Bantu apaan?” ucap Riski.


“Masak sama dekorasi ruangan, tapi ya sudahlah, tenaga mu enggak di butuhkan disana, aku sudah jawab pertanyaan mu, aku mau pergi sekarang,” tutur Yalisa.


“Apa boleh aku tanya satu hal lagi sama kamu?” tanya Riski.


“Oke aku jawab, tapi kamu harus janji setelah itu, kamu biarkan aku pergi dari sini.” jawab Yalisa dengan memberi penawaran.


“Oke, sudah sejauh mana hubungan mu dengan Leo?” ucap Riski.


“Sabar Yalisa, ini anak makin lama makin ngelunjak,”~ batin Yalisa.


“Paling jauh ya baru sampai sekolah inilah,” sahut Yalisa dengan perasaan kesal.


“Maksud ku bukan itu,” ucap Riski.


“Jadi maksud kamu apa?” sahut Yalisa.


“Apa kalian sudah pernah melakukan seperti yang kita lakukan kemarin?” ucap Riski penuh selidik.


“Apa perlu aku buat jawab itu? Ibu ku saja tidak berfikir sampai kesana, terus kenapa kamu yang bukan siapa-siapa malah mau tahu segala hal tentang ku!” pekik Yalisa yang semakin kesal melihat sikap Riski.


“Kamu tinggal jawab apa susahnya sih!” hardik Riski.


“Itu bukan urusan kamu, dasar gila!” Yalisa menghempaskan tangan Riski lalu berlari menuju pintu keluar.


Baru saja Yalisa keluar dari dalam gudang, tiba-tiba iavperpapasan dengan Leo dari arah berlawanan.


“Yalisa?” ucap Leo.

__ADS_1


“Hah!” Yalisa kaget bukan main seolah sedang tertangkap basah.


“Kok kamu kaget gitu sih?” ucap Leo.


“Em.., enggak kok, mau ke kantin kan? Yuk sama-sama.” sahut Yalisa seraya menggandeng tangan Leo agar cepat meninggalkan gudang, tapi sebelum mereka sempat melangkah, Riski keluar dari dalam gudang.


“Jadi mereka berdua sama-sama di gudang tadi?”~batin Leo.


Riski dan Leo yang tak sengaja bertemu mata, lalu mereka berdua saling memberi tatapan tajam, dan itu cukup meresahkan Yalisa.


“Sayang, ayo kita pergi.” ucap Yalisa yang masih menggandeng tangan Leo


Leo, merapatkan kedua bibirnya dan menunjukkan wajah horor kepada Riski, seolah memberi peringatan, agar menjauhi Yalisa.


“Ayo sayang,” sahut Leo, saat mereka berjalan seraya membelakangi Riski, tiba-tiba Riski membuka pembicaraan.


“Leo,” ucap Riski, Leo yang mendengar Riski memanggil namanya langsung berhenti di tempat.


“Aduh, anak setan yang satu itu mau apa lagi sih?”~batin Yalisa.


“Ayo sayang ke kantin, aku udah lapar,” ucap Yalisa, agar Leo tak perlu mendengarkan apa yang akan Riski sampaikan.


“Tunggu, kayaknya Riski ada perlu sama aku,” sahut Leo, seraya balik kanan dan berjalan menuju Riski berdiri.


Yalisa yang tak tahu sebenarnya Riski mau bilang apa, sudah merasa was-was, karena Yalisa tahu orang seperti Riski adalah jenis manusia paling nekat di bumi.


Leo yang kini berdiri tepat di hadapan Riski yang sama tinggi dengannya langsung membusungkan dada.


“Mau ngomong apa?” ucap Leo tanpa berbasa basi.


Yalisa dan Leo terperangak, karena tiba-tiba Riski mengajak Leo pergi bersama pada hal mereka berdua tidak berteman.


“Nanti malam aku perginya sama Yalisa naik motor, maaf saja ya, kursi motor ku hanya muat untuk 2 orang,” ucap Leo dengan tegas.


“Kamu enggak tau ya, kalau Yalisa ke rumah Mei sepulang sekolah? Makanya aku ajak kamu kesana,” sahut Riski mencoba memprovokasi Leo.


“Aku enggak tau Yalisa benar kesana sepulang sekolah atau enggak, yang jelas aku enggak akan biarin mereka berdua pergi sama-sama kesana, kalau aku enggak bisa sama Yalisa, berarti Leo juga enggak boleh,”~batin Riski.


“Aduh! Riski siala*, bisa-bisa Leo salah faham nih,”~ batin Yalisa.


“Apa?” sahut Leo, seraya menoleh ke arah Yalisa yang berada di sampingnya. Yalisa hanya bisa tersenyum canggung.


“Iya,” ucap Riski.


“Ah, sayang, itu memang benar karenakan aku sahabatan sama Mei, jadi aku harus bantu dekor sama masaklah disana, hehehe,” ucap Yalisa.


“Apa kamu menguping cewek-cewei kalau bicara? Sampai-sampai hal begitu kamu tau.” ucap Leo dengan menatap sinis pada Riski.


“A....” saat Riski akan melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Yalisa memotongnya


“Dia emang enggak sengaja dengar yang, ayo sayang kita pergi makan, aku lapar,” ucap Yalisa dengan nada merengek.


“Iya sayang, oh ya Ki, nanti malam aku yang akan jemput kamu,” ucap Leo dengan kesal, seraya berlalu dengan Yalisa menuju kantin

__ADS_1


“Aku harus bicara baik-baik sama Riski, biar dia enggak coba dekati Yalisa lagi, aku enggak tahu Yalisa sadar apa enggak kalau Riski suka sama dia,”~Batin Leo.


Yalisa melirik wajah Leo yang menampilkan mimik horor.


“Entah deh, nanti malam mereka mau ngomong apaan,”~ batin Yalisa.


“Aku bakal bilang, apa yang terjadi antara aku dan Yalisa, semakin cepat kalian berpisah, makin baik,”~ batin Riski.


Sesampainya Yalisa dan Leo ke kantin, mereka berdua pun memesan 2 porsi bakso.


Lalu mereka duduk di salah satu kursi dalam kantin.


“Ayo makan, katanya lapar,” ucap Leo seraya mengunyah bakso di dalam mulutnya.


“Oke,” sahut Yalisa, sambil sesekali curi pandang pada Leo, yang wajahnya masih terlihat kalut.


Setelah mereka berdua selesai makan, Leo dengan penuh tanya di benaknya mulai mengintrogasi Yalisa.


“Yalisa,” ucap Leo.


“Hah? Iya Leo?” sahut Yalisa.


“Sejak kapan kamu dekat sama Riski?” tanya Leo.


“Hah? Aku enggak dekat sama sekali tuh sama dia.” jawab Yalisa seraya melap mulutnya dengan tisu.


“Dekat juga enggak apa-apa sih, asal kamu jujur sama aku, karena gimana pun juga, aku dan kamu sekarang sudah pacaran, aku senang kalau Riski sudah berubah dan baik sama kamu,” tutur Leo mengungkapkan isi hatinya.


“Aku fikir Leo mau marah, ternyata dia orang yang berbesar hati menerima berbagai hal,”~Batin Yalisa.


“Makasih ya atas pengertiannya sayang , tapi aku dan dia sama sekali enggak dekat, ya emang benar sih, dia sekarang sudah berubah.” ucap Yalisa seraya memegang tangan Leo.


“Baguslah kalau begitu, tapi Yalisa, aku harap kamu tahu batasan, mana tau suatu saat kalian berdua bener jadi teman dekat, karena kita enggak tau apa yang akan terjadi di hari esok.” tutur Leo, dengan penuh harap, Yalisa tidak mengecewakannya.


“Entah kenapa, perasaan ku enggak tenang, melihat Riski jadi kalem sama Yalisa,”~batin Leo.


“Iya, aku faham kok jangan khawatir, makasih ya udah pengertian sama aku.” sahut Yalisa dengan perasaan bersalah.


“Mudah-mudahan Riski enggak ember, kalau mereka berdua beneran berangkat bersama ke rumah Mei,”~batin Yalisa.


tanpa sengaja, Yalisa melihat Mei jalan berdua dengan Marco melewati kantin.


“Lah, tumben akur sama Marco,” gumam Yalisa.


“Siapa yang akur?” sahut Leo seraya melihat ke arah mata Yalisa memandang.


“Marco dan Mei?” ucap Yalisa


“Oh, itu gengnya Riski kan?” sahut Leo.


Bersambung..


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️

__ADS_1


Instagram : @Saya_muchu


__ADS_2