
Riski yang sudah galaw berat pun menggigit-gigit ujung penanya.
Ting! Tiba-tiba Riski dapat ide cemerlang, berhubung ayahnya tidak di rumah, ia pun mempunyai rencana yang cukup membuatnya senang.
Lalu ia mengambil handphone yang ada di hadapannya. Dan mendial nomor Yalisa.
📲 “Halo, sekarang kamu datang ke rumah ku.” Riski.
📲 “Ke rumah mu?” Yalisa.
📲 “Iya, buruan sekarang, kalau enggak datang kencannya jadi selamanya.” Riski.
📲 “I-iya, dasar curang.” Yalisa.
Karena takut akan ancaman Riski yang menurutnya adalah orang yang kurang waras, Yalisa pun buru-buru on the way.
Setelah beberapa saat Yalisa pun sampai di depan gerbang rumah Riski.
Lalu sang satpam membukakan gerbang. “Non Yalisa ya?” tanya sang satpam penjaga gerbang.
“Benar pak, saya temannya Riski.”
“Kata tuan, langsung naik ke kamarnya saja non di lantai 2.” ujar sang satpam.
Lalu Yalisa pun berjalan menuju pintu utama rumah Riski.
Di depan pintu sudah ada dua ART yang menyambut Yalisa.
“Silahkan masuk non.” ucap salah satu ART.
Selanjutnya Yalisa di tuntun untuk naik lift hingga sampai di depan kamar Riski yang pintunya terbuka lebar.
“Silahkan, masuk saja ke dalam non.” ujar sang ART.
Setelah menghantar Yalisa, para ART pun kembali menjalankan tugasnya masing-masing.
Tok tok tok!
Yalisa mengetuk pintu, karena tak enak masuk begitu saja.
“Dimana dia?” Yalisa celingak-celinguk mencari keberadaan Riski yang tak ada dalam kamar.
“Perasaan waktu pertama kali aku datang kesini kamarnya sudah besar, sekarang kok makin besar ya?” batin Yalisa.
Hug!
“Hah!” Yalisa kaget saat tiba-tiba Riski melingkarkan kedua tangannya di pinggang Yalisa.
“Lama bangat sih datangnya.” ucap Riski seraya mengecup lembut pipi Yalisa.
“Ih..., ngapain sih, udah bikin kaget, nyosor tanpa permisi lagi.” ujar Yalisa seraya mencoba melepas tangan Riski yang menyilang di pinggangnya.
“Emang salah? Kamu kan hari ini pacar aku?” terang Riski yang membuat Yalisa kehilangan kata-kata.
__ADS_1
“Aku beneran kangen tahu, kamu kangen enggak sama aku?” bisik Riski ke telinga Yalisa yang membuat Yalisa kegelian.
“Mana mungkin aku kangen, kita kan sering ketemu,” ucap Yalisa.
“Oh iya?” Riski menatap sendu wajah Yalisa yang tak mau melihat wajahnya.
“Dia kenapa sedekat ini sih? Bikin grogi deh.” batin Yalisa.
“Enggak masalah kalau kamu enggak rindu, yang penting aku rindu.” ujar Riski seraya mengecup telinga dan pipi Yalisa.
“Ki..., kamu terlalu dekat.”
Riski yang sudah gemas duluan memutar badan Yalisa, hingga mereka saling berhadapan.
“Yalisa.”
“Ha?” Sahut Yalisa seraya mendongak.
“Aku cinta kamu.” ucap Riski seraya mengecup kening Yalisa.
“Ki...”
“Aku enggak tahu kenapa, dan apa yang ada dalam dirimu, yang jelas I'm crazy loving you.” Yalisa tak tahu harus menjawab apa, dia sudah sering menolak Riski, namun Riski tak pernah mau menyerah.
“Kenapa harus aku?”
“Aku sudah bilang, aku enggak tahu.”
“Apa kalau jatuh cinta harus ada alasan?” tanya Riski.
“Iya!” jawab Yalisa.
“Kalau masih ada alasan berarti itu bukan cinta, karena setelah alasan itu memudar aku pasti pergi.” terang Riski.
“Ki, maaf, aku rasa kita enggak cocok satu sama lain.” ucap Yalisa.
Lalu Riski mencengkram kedua lengan Yalisa dan berkata.
“Benar-benar munafik.”
“Apa?”
Kemudian Riski memeluk Yalisa seraya mencium di setiap inci wajah Yalisa berulang kali.
“Berhenti! Kamu gila ya! Kalau enggak, aku mau pulang sekarang.” pekik Yalisa.
Riski pun mengentikan permainannya seraya tersenyum nakal.
“Huh! Mulut mu berkata tidak, sedang tubuh mu tidak menolak ku, dari pertama kali aku mencium mu, aku tahu kalau kamu juga menikmatinya.” Yalisa terperangah, dia bingung akan dirinya sendiri.
“Aku sudah enggak tahan, ayo naik ke ranjang.” ujar Riski seraya menggendong Yalisa.
❤️
__ADS_1
“Tu-tu-tunggu! Aku enggak mau!” Yalisa yang di gendong menghempas-hempas kan kakinya.
“Ck, percuma kamu teriak, dengar juga mereka enggak akan masuk buat nolongin kamu.” ucap Riski seraya berjalan menuju ranjangnya.
“Eng-enggak mau! Enggak mau! Dasar sinting, pada hal udah janji enggak akan maksa kalau aku enggak mau.” Yalisa mencoba mengingatkan Riski akan janjinya sewaktu di sekolah dulu.
Namun Riski tak menggubris ucapan Yalisa tersebut, dan terus saja melangkahkan kakinya.
Bruk! Riski melempar tubuh Yalisa ke atas ranjang, Yalisa yang baru saja mendarat ke ranjang langsung duduk, saat ia akan mencoba turun, Riski menahan kedua lengannya.
“Huufff, tenang dikit dong, jangan panik.”
“Gimana enggak panik, kamu keterlaluan bangat kalau kayak gini Ki! Aku mau pulang!” ucap Yalisa, namun Riski tak perduli, dia malah mendorong tubuh Yalisa, hingga terjatuh kembali keranjang.
“Berisik.” Kemudian Riski menimpa tubuh Yalisa yang mungil.
“Hei, cup!” Riski mencium kening Yalisa.
“Ki, kita masih anak sekolah, kita jangan gituan ya, nanti kalau aku hamil gimana?”
“Apa?” Riski mengernyit.
“Iya, kalau aku hamil gimana? Apa kata orang, bisa bahan jadi omongan aku, masih bagus kalau kamu mau tanggung jawab, takutnya kayak di berita-berita, udah enggak mau tanggung jawab, si cowok malah ngebunuh ceweknya yang lagi hamil.” terang Yalisa dengan rasa khawatir.
“Kamu mikir apaan sih? Aku kan cuma mau ciuman, bukan yang begituan.” terang Riski.
“A-apa?”
“Apa? Kamu kalau mikir kejauhan bangat ya, atau kita gituan saja sekarang?” tanya Riski seraya mencium kening Yalisa.
Yalisa yang malu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Riski tersenyum melihat Yalisa yang bertingkah imut di matanya.
“Hei, buka wajah mu, aku mau lihat ekspresi fiktor mu itu.” pinta Riski dengan menahan tawanya.
“Enggak mau, kamu keterlaluan, ngerjain enggak kira-kira.” ujar Yalisa.
“Bukannya itu hal biasa ya di kalangan orang pacaran?” ungkap Riski, karena menurut sepengetahuannya, yang namanya pacaran pasti melakukan hal-hal yang menggairahkan, minimalnya adalah ciuman.
“Mata mu! Biasa juga enggak main kamar-kamaran kali!” pekik Yalisa.
“Halah, emang kamu sama mantan mu enggak begituan apa? Kalau ada yang bilang dia pacaran enggak ngapa-ngapain, itu bohong! Jangan sok suci deh Yalisa, jadi diri sendiri saja, aku terima kamu apa adanya kok.” mendengar perkataan Riski Yalisa membuka wajahnya kembali.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
__ADS_1