SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XVI (Debaran Part I)


__ADS_3

Khayalan Leo terhenti saat melihat wanita penjaga kasir yang melayaninya senyum-senyum tidak jelas.


“Apa ada yang lucu dari saya mbak?” ucap Leo.


“Maaf ya mas.” sahut wanita kasir itu dengan masih memasang senyum di bibirnya.


“Jangan senyum-senyum mbak, saya merasa aneh kalau mbak senyum tanpa alasan begitu,” ucap Leo.


“Maaf ya mas, soalnya jarang bangat ada anak laki-laki yang menggantikan ibunya belanja sembako, masnya masih anak sekolahan, udah gitu ganteng, baik hati lagi, mau menggantikan orang tua mas buat belanja kebutuhan rumah tangga.” ucap sang kasir dengan tak hentinya senyum karena kagum pada Leo.


“Belanjaan ini bukan untuk ibu ku,” ujar Leo.


“Terus ini semua untuk siapa mas?” tanya sang kasir.


“Untuk calon pacar ku.” jawab datar Leo, penjaga kasir itu semakin kagum dengan Leo yang begitu perhatian terhadap calon pacarnya.


“Ibu ku kalau belanja selalu dengan asistennya,” ujar Leo lebih lanjut.


“Oh gitu ya mas, beruntung sekali calon pacar masnya, bisa dapatin laki-laki seperti mas,” sahut sang kasir.


“Maaf mbak, apa boleh barang-barang belanjaan ku ini di antar langsung ke rumah ku? Karena aku enggak bisa bawa sendiri,” ucap Leo.


“Bisa kok mas, silahkan tuliskan alamatnya di kertas ini nanti akan langsung di antar.” Sang kasir menyodorkan kertas kecil pada Leo.


Selesai membayar Leo menuliskan alamat lengkap rumahnya dan kembali ke parkiran, lalu Leo menyalakan mesin motornya melaju cepat menuju rumahnya yang berjarak 2 menit dari supermarket.


Sesampainya Leo ke rumah, Leo memarkirkan motor dan duduk di atas sofa yang berada di teras rumahnya sembari menunggu belanjaannya datang.


Sang ibu yang melihat Leo duduk di teras pun datang menghampirinya.


“Kalau pulang itu ucap salam, langsung masuk rumah, bukan duduk di teras.” ucap bu Dita ibunya Leo.


“Iya ma, assalamu'alaikum.” ucap Leo sambil mencium punggung tangan ibunya.


“Ayo masuk, ibu sudah masak lauk kesukaan mu,” ucap bu Dita


“Bentar bu, Leo lagi nunggu kurir, nah! itu udah datang.” Seru Leo menunjuk ke arah kurir yang menuju rumahnya, Leo menghampiri sang kurir dan membantunya mengangkat barang, ibu Leo yang kebingungan menghampiri anaknya dan si kurir.


”Apa ini?” tanya bu Dita.


“Sembako bu.” jawab Leo dengan mengangkat barang-barang belanjaannya ke dalam rumah.


“Ngapain kamu belanja sembako? ibu sama mbak Lila kan (asisten rumah tangga) bisa sendiri, lagian mama baru belanja bulanan kemarin nak, dan ini semua kenapa di letakin di ruang tamu? Langsung bawa ke dapur saja nak,” ucap bu Dita.

__ADS_1


“Siapa bilang ini untuk kita,” terang Leo.


“Terus ini untuk siapa?” tanya bu Dita.


“Ini oleh-oleh buat calon pacar Leo bu, Leo letakin disini biar entar enggak ribet angkatnya ke dalam mobil,” terang Leo.


Setelah selesai memasukkan semua barang ke dalam rumah, Leo membaringkan badannya di atas sofa ruang tamu mereka.


“Apa? Kamu ngasih calon pacar kamu semua ini?” mata bu Dita membelalak sambil menunjuk belanjaan Leo.


“Iya bu, kalau mau bertamu ke rumah orang, enggak boleh dengan tangan kosong, ibu sendiri kan yang ngajarin,” ucap Leo.


Bu Dita mulai mengecek apa saja yang di beli oleh anak kesayangannya itu, setelah melihat isinya, bu Dita tertawa terbahak-bahak.


“Apa ini? Kamu ngasih calon pacar mu beras susu,minyak, gula dan deterjen? Memangnya keluarga pacar mu enggak punya semua ini di rumahnya? Kalau mau bawa oleh-oleh itu, kasih bunga, coklat, atau kalau enggak bawa makanan seperti roti bakar dll, kocak kamu nak,” terang bu Dita seraya tertawa cekikikan.


“Sebenarnya itu buat ibunya juga bu, nanti kan Leo mau ajak dia nonton ke bioskop, biar di kasih izin, lagian Kevin yang kasih saran bu.” ucap Leo agak kesal ke Ibunya yang menertawainya.


“Kevin?” tanya bu Dita.


“Iya ma, Leo percaya sama Kevin, karena kalau soal pacaran Kevin jagonya ma, pasti Kevin juga pernah lakuin hal ini, makanya dia topcer terus kalau PDKT sama cewek, ibu yang generasi 80 an enggak akan ngerti deh soal ini,” jawab Leo.


“Hahaha, ya sudah semoga sukses ya nak acara kencannya, kalau sudah jadian, boleh kenalin ke ibu ya nak.” ujar bu Dita sembari menepuk bahu Leo.


___________________________________________


Yalisa yang telah usai sholat magrib mulai heboh sendiri Menggeledah lemarinya, mengeluarkan beberapa pasang baju, untuk di coba bergantian, pertama Yalisa mengambil celana jeans panjang berwarna biru muda dan atasan baju kaus model v neck warna putih bergambarkan beruang berbulu coklat menggemaskan.


Setelah ia mengenakannya, Yalisa mulai memperhatikan penampilannya di kaca lemari bajunya, menurutnya itu bagus, tapi outfitnya terlalu santai untuk pergi nonton dengan seseorang yang istimewa di hatinya.


Selanjutnya Yalisa mulai mencoba celana jeans panjang warna hitam dan atasan baju kemeja kotak-kotak berwarna abu-abu, menurutnya itu juga bagus, tapi masih terlihat kurang cocok untuk outfitnya malam itu.


Lagi-lagi Yalisa mengganti bajunya dengan baju yang lain, hingga membuat dia sedikit frustasi.


“Ya ampun, aku harus pakai baju yang mana? Apa aku harus pakai dress? Tapi kalau pakai dress bukannya agak heboh ya?” gumam Yalisa.


Karena tidak tau mau pakai baju yang mana akhirnya Yalisa meminta saran dari Mei.


“Mei, aku bingung mau pakai baju yang mana, menurut kamu aku bagusnya pakai baju apa ya buat nonton?” Yalisa.📱


“Coba kamu kirim photo mu dengan beberapa baju satu persatu.” Mei. 📱


Yalisa pun bergegas mempotret dirinya dengan beberapa pakaian yang membuat ia bingung sedari tadi, setelah Mei membaca pesan Yalisa, Mei pun memberi saran.

__ADS_1


“Untuk baju, kamu pakai yang beruang saja Lis, padukan dengan celana jeans hitam, pasti akan terlihat cantik, apa lagi gambar beruangnya nya lucu bangat,” Mei. 📱


“Ya sudah, aku pakai yang kamu sarankan saja, makasih banyak Mei ku, besok aku traktir,” Yalisa. 📱


Yalisa langsung mengenakan outfit yang di sarankan oleh Mei.


“Aman-aman, yang terpenting besok jangan ada rahasia tentang kencan kalian berdua malam ini,” Mei. 📱


“Baik bu bos,” Yalisa. 📱


“Oh iya, nanti kalau misalnya Leo mau cium kamu jangan langsung mau, kamu harus sok jual mahal, biar dia penasaran hahahaha, tapi kalau misalnya kecolongan karena momen yang tidak bisa di hindari, kamu harus pura-pura sedih dan taruh mimik wajah mau nangis,” Mei. 📱


“Jangan ngadi-ngadi ya, dasar mesum, sholat sana,” Yalisa.📱


“Yalisa, Leo datang tuh nak.” ucap bu Alisyah yang berdiri di depan pintu kamarnya.


“Iya bu, Yalisa keluar sekarang,” sahut Yalisa.


“Kita lanjut besok ya, Leo udah datang,” Yalisa. 📱


“Oke, sukses ya,” Mei. 📱


Setelah selesai berdandan Yalisa berjalan menuju ruang tamu mereka, sebelum sampai ke ruang tamu ibu Yalisa menahan tangan Yalisa.


“Mau kemana kalian berdua?” ucap bu Alisyah penuh selidik.


“Mau nonton ke bioskop bu,” jawab Yalisa.


“Berdua?” terang bu Alisyah dengan mengernyit.


“Iya bu, boleh ya bu, maaf Yalisa baru izin sekarang, karenakan ibu kan baru pulang kerja, boleh ya bu... please.” Yalisa memohon pada ibunya dengan menyatukan sepuluh jari, yang membuat ibunya jadi serba salah.


“Kalau enggak di bolehin kasihan anak ku, diakan tidak pernah bermain dengan teman-temannya kecuali Mei, dan Leo juga kemarin sudah baik sekali membatu saat permasalahan Yalisa, tapi kalau di izinkan, takut terjadi apa-apa,” batin bu Alisyah.


“Kamu dan Leo nonton tv di rumah saja sama ibu,” ujar bu Alisyah.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE DAN TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️


Instagram :@Saya_muchu


__ADS_1



__ADS_2