
Saat Riski lihat ternyata yang memanggil adalah Yalisa, pak Doni yang tak melihat ada sedikit pun rasa bersalah dari wajah anaknya, langsung mengambil tindakan.
“Hari ini kamu enggak boleh keluar rumah.” titah pak Doni, yang membuat Riski panik.
“Ta-tapi, pacar ku yah,” ucap Riski gelagapan.
“Jangan keterlaluan ya! Sekarang masuk ke kamar mu, tunggu guru private matematika mu datang.”
Duar! Duar! Duar!!
Kepala Riski seakan pecah, kencan yang ia tunggu-tunggu sampai terbawa mimpi tadi malam malah gagal total.
“Ayah, biarin Riski pergi, setelah ini Riski janji, bakalan rajin belajar, kalau perlu Riski janji bakalan dapat peringkat 3 besar please yah.” ujar Riski dengan memohon pada ayahnya.
“Huh, ngomong doang yang gede, tapi hasil nol, gimana bisa kamu dapat tiga besar, nilai tugas mu saja paling tinggi 60.” pak Doni tersenyum getir melihat anak semata wayangnya itu.
“Aku janji yah!” seru Riski.
“Baik, kalau kamu dapat 3 besar ayah penuhi permintaan mu, apapun itu, kalau enggak sanggup, ayah akan kirim kamu sekolah ke Kairo.”
“Ha? Bahasa daerah saja aku enggak faham, apa lagi bahasa Arab, ayah mau buat aku mati konyol?”
“Makanya, mimpi jangan di siang bolong, sekarang masuklah ke kamar mu, ayah sudah telepon guru private matematika, agama dan bahasa Inggris mu, berani kabur, ayah sita ATM mu,” terang pak Doni.
Duar!! Lagi-lagi kepala Riski seakan mau pecah, sekali lagi pak Doni membuat kejutan, mungkin Riski akan pingsan.
“Memangnya kalau hari ini kamu kaya, besok kamu akan kaya juga? Sebanyak apapun hartanya, kalau tidak cerdas dan bijak, maka akan hancur, ayah sudah memperhatikan mu, bisa mu cuma menghabiskan uang, ingat! Kamu adalah pewaris, jadi ayah enggak mau kalau bisnis ini hancur di tangan mu, sekarang ayah enggak mau dengar bantahan, masuk ke kamar, ikuti arahan dari ayah, kalau kamu sudah sukses, wanita seperti apapun akan mengejar mu, termasuk yang ingin kamu temui sekarang.” terang pak Doni secara panjang lebar, karena tak bisa menyela lagi, dengan berat hati Riski kembali ke kamarnya.
Riski yang telah tiba di kamar, membanting jaket kulitnya ke ranjang.
Dengan menghela nafas panjang ia memijat keningnya yang terasa pusing.
“Sial bangat sih!” pekik Riski.
Lalu ia membuka pola handphonenya untuk mendial Yalisa.
📲 “Halo!” Yalisa.
📲 “Halo yang,” Riski.
📲 “Yang yung yang mata mu! Udah sampai mana? Aku udah nunggu 2 jam setengah loh!” Yalisa.
📲 “Sorry, kayaknya aku bakalan telat datangnya,” Riski.
📲 “Hah! Kamu bercanda?” Yalisa.
__ADS_1
📲 “Enggak, pokoknya apapun yang terjadi kita harus tetap kencan,” Riski.
📲 “Terserah, kalau emang enggak bisa jangan di paksain, kan bisa lain kali,” Yalisa.
📲 “Maaf ya sayang, udah buat kamu kecewa,” Riski.
“Kecewa apaan sih? Aku cuma cape nunggu kali,” batin Yalisa
📲 “Ya sudah, aku tunggu kamu datang,” Yalisa.
📲 “Oke, aku tutup,” Riski.
Riski yang merasa suntuk pun duduk di kursi belajarnya.
Tok tok tok!
Tiba-tiba dari luar ada yang mengetuk pintu. “Silahkan masuk.”
Krieeett...
Saat pintu terbuka, ternyata yang datang adalah guru matematikanya.
Dan di sebelah guru matematika, ada sang ayah yang berdiri dengan tatapan mata tajam.
“Kalau sampai enggak dapat nilai 100 di tes private, jangan harap beranjak dari kamar ini.” Riski yang mendengar perkataan ayahnya hanya bisa mengangguk.
“Jangan sungkan-sungkan bu Desi, saya halalkan anak saya untuk di libas, kalau memang dia enggak bisa atau melawan.” pak Doni pun menyerahkan rotan sepanjang 1 meter pada bu Desi.
Bu Desi dan Riski saling bertukar pandang. “Gila, ayah serius?” batin Riski seraya menelan saliva nya.
Lalu bu Desi pun menerima rotan tersebut, “Saya yakin, Riski pasti bisa dapat nilai 100 pak.” ucap bu Desi dengan senyum kaku.
“Semoga saja, selesai belajar saya akan cek tubuhnya, saya harap ada banyak bekas pukulan yang ia terima kalau memang dia tidak mampu, kalau bersih berarti ia dapat nilai 100, jangan main-main dengan masa depan anak saya bu Desi, jadi lakukan apa yang saya perintahkan.” titah Pak Doni.
“Ba-baik pak.” jawab bu Desi.
Lalu pak Doni keluar dari dalam kamar Riski, Riski yang di tinggal berdua dengan bu Desi pun jadi canggung.
“Ayo mulai bu, saya buru-buru.” ucap Riski.
Mereka pun memulai proses belajar mengajar dengan serius, hingga 2 jam lamanya.
Setelah selesai belajar, Riski memohon izin pada bu Desi untuk menelepon, berhubung sang guru sedang mengoreksi tugas yang baru saja ia kerjakan.
📲 “Halo.” Riski.
__ADS_1
📲 “Halo, udah mau berangkat ya?” Yalisa.
📲 “Belum, masih lama.” Riski.
📲 “Oh, ya sudah kalau begitu, aku tutup ya.” Yalisa.
📲 “Tunggu Yalisa.” Riski.
📲 “Ada apa?” Yalisa.
📲 “Aku sayang kamu.” Riski.
Yalisa mematikan teleponnya tanpa membalas ucapan sayang yang baru saja Riski ungkapkan.
Bu Desi yang berada tepat di sebelah Riski geleng-geleng kepala.
“Bocah tengik, berani-beraninya dia teleponan sama pacarnya di samping ku.” itulah yang ada dalam hati bu Desi, sang guru privat yang telah menjomblo selama 6 tahun.
Setelah selesai mengoreksi tugas Riski, bu Dewi pun pamit, untuk kemudian menyetor nilai muridnya ke pak Doni.
Riski yang sudah pasrah tanpa harapan pun hanya bisa bersabar, hingga 2 mata pelajarannya selesai.
30 menit kemudian, pak Erwin, sang guru bahasa Inggris pun datang ke kamar Riski, tanpa berlama-lama Riski meminta untuk segera memulai pelajaran.
Rumitnya bahasa Inggris membuat Yalisa yang ada di pikirannya pun seketika menyingkir, karena kalau Yalisa tetap berpose di kepalanya, bisa-bisa nanti nilai tes nya di akhir les malah anjlok.
Dengan penuh perjuangan, akhirnya Riski menyelesaikan 2 jam private bahasa Inggrisnya.
Saat ia melihat ke dinding ternyata sudah menunjukkan pukul 16:00 sore, Riski hanya bisa menghela nafas.
Lalu tiba-tiba ayahnya masuk ke dalam kamarnya.
“Ki.” ucap pak Doni.
“Iya yah.” sahut Riski seraya menundukkan kepala.
“Ayah ada urusan, jadi belajar yang benar di rumah, oh iya, pak ustadz katanya telat, paling datang selepas Magrib.” terang pak Doni.
Riski yang mendengar informasi dari ayahnya langsung merasa emosi.
“Ayah!”
“Sudah, jangan coba-coba keluar dari kamar ini, kalau sampai keluar, atm mu jadi taruhannya.” pak Doni keluar dari kamar Riski seraya menutup pintu.
Bersambung...
__ADS_1
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️