SAVE YALISA

SAVE YALISA
CVXIX (Menyesal)


__ADS_3

Pukul 20:00, Yalisa terbangun dari tidurnya, saat ia menoleh ke sebelahnya, ternyata ada Leo yang sedang tidur dengan posisi duduk.


“Aku fikir Riski, ternyata Leo,” batin Yalisa.


Yalisa memegang hidungnya yang masih terasa sakit, karena lelah berbaring seharian, Yalisa pun bangun dan duduk di atas ranjang.


“Untung hidung ku enggak patah, tapi jelas-jelas waktu aku tidur, aku mendengar suara Riski, andai saja waktu itu aku bisa membuka mata ku.” batin Yalisa, lalu Yalisa melihat ke ke sekitarnya, berharap ia menemukan Riski di dalam ruangan itu.


Leo yang tadinya tertidur kini terbangun, “Yalisa, kamu sudah bangun?” sapa Leo.


“Sudah,” jawab Yalisa dengan canggung.


“Alhamdulillah.” Leo memeluk Yalisa dengan haru.


“Leo,” Yalisa melepaskan pelukannya.


“Aku khawatir bangat sama keadaan mu, maaf ya aku enggak ada saat kamu kena masalah,” ungkap Leo.


“Kenapa kamu harus merasa bersalah? Ini kan enggak ada hubungannya sama kamu,”


“Enggak, ini ada hubungannya juga dengan ku, karena aku sudah pernah bilang sama kamu dulu, akan menjaga mu,”


“Itukan sudah lama, dan juga kamu enggak salah,”


“Sudah Yalisa, kamu tiduran lagi, aku akan membeli sup kambing buat mu.” saat Leo akan merebahkan tubuh Yalisa kembali, Yalisa yang penasaran akan Riski pun bertanya.


“Apa tadi Riski ada disini?” Leo menelan saliva nya, sebenarnya ini adalah kesempatan bagus untuknya, untuk dekat lagi dengan Yalisa, namun ia tak ingin bertindak seperti pengecut.


“Iya, tadi dia kesini,”


“Sekarang dimana dia?” tanya Yalisa dengan perasaan antusias.


“Sudah pulang, dia hanya menjenguk mu, katanya cepat sembuh.” ucap Leo, karena memang begitulah pesan Riski.


“Oh, gitu ya,” wajah Yalisa menjadi muram.


“Aku keluar sebentar ya,” ucap Leo, ia pun meninggalkan Yalisa dalam ruangan itu.

__ADS_1


Saat Yalisa sendiri, ia mulai merasa menyesal telah memutuskan Riski.


“Pada hal dia sudah ku putuskan, tapi saat aku di bully oleh Yovi dan Yuna, dia yang membela ku, hanya dia, benar kata Zuco dan Marco, tindakan bodoh yang Riski lakukan di Bandung semata-mata karena dia mabuk, kenapa aku egois bangat sih.” Yalisa pun meneteskan air mata penyesalannya.


“Sekarang dia sudah punya Felicia, Felicia yang cantik dan juga baik hati, aku enggak ada apa-apanya di banding Felicia, hiks hiks,” Yalisa merem*s bantal yang ada di kepalanya kuat-kuat.


“Maafin aku Ki, sebenarnya aku juga masih sayang, cuma aku enggak suka sama sikap mu.” setelah Riski benar-benar merelakannya pergi, barulah Yalisa merasakan apa itu artinya kehilangan.


Namun kini ia tak dapat berbuat apapun, meminta untuk kembali juga tidak mungkin, karena Riski sekarang telah berdua.


Cetek!


Krieeett!!! Yalisa langsung menyeka air matanya, saat ia tahu Leo telah kembali.


“Kenapa kamu menangis?” tanya Leo seraya menuang sup kambing yang ia bawa ke sebuah mangkok.


“Enggak ada.” jawab Yalisa yang merasa malu untuk jujur.


“Ayolah, cerita sama aku, selain aku siapa lagi yang akan menjadi teman bercerita mu?” terang Leo, namun Yalisa tetap geleng-geleng kepala tak mau bercerita.


“Aku masih mencintai Riski,” ucap Yalisa memotong perkataan Leo.


“Apa? Jadi karena dia kamu menangis?”


“Iya, aku menyesal sudah putus dari Riski ”


“Tapi, Riski kan sudah punya pacar baru? Apa kamu mau menjadi perusak untuk hubungannya dengan perempuan itu? Dan lagi Riski bilang, dia sudah mengikhlaskan hubungan kalian.” mendengar penjelasan Leo, tangis Yalisa semakin menjadi-jadi.


“Hiks.. Hiks..., aku enggak berniat merusak hubungannya dengan Felicia, karena aku juga sadar, kalau aku enggak pantas buat dia, cuma..., aku cuma menyesal Leo, hiks hiks....”


“Ku fikir, akan ada kemajuan untuk hubungan kami, kalau kedua penghalang sudah pergi, ternyata, aku sudah enggak ada di dalam hati Yalisa, aku juga menyesal Yalisa, sudah membuang mu, maafkan ketidak berdayaan ku, andai ibu enggak sakit, pasti kita masih bersama.” batin Leo, Leo yang perasaanya sama hancurnya dengan Yalisa mencoba berbesar hati, ia pun menenangkan Yalisa yang masih menangis.


_______________________________________________


Riski yang berada di rumahnya masih saja murung, ia sangat merindukan Yalisa, tapi ia tak sanggup jika harus mendengar penolakan Yalisa lagi, terlebih ia tahu Leo dan Mei sudah memutuskan hubungan.


Riski yang biasanya optimis, kini mendadak pesimis, hatinya begitu yakin kalau Yalisa dan Leo akan kembali bersama.

__ADS_1


FLASHBACK


Saat Riski masih berada di rumah sakit, Leo mengajak Riski untuk mengobrol di kursi tunggu yang ada tepat di depan ruangan Yalisa di rawat.


“Terimakasih sudah menyelamatkan Yalisa,” ucap Leo pada Riski yang matanya basah.


“Aku juga berterimakasih, karena sudah membawa Yalisa ke rumah sakit.” sahut Riski yang matanya basah juga.


“Aku, sudah putus dengan Mei,” ungkap Leo yang membuat Riski terkejut.


“Apa? Kapan?” tanya Riski.


“Tadi, dia sudah mengikhlaskan aku, kalau aku memang mau kembali pada Yalisa.” Riski tak merespon perkataan Leo, karena ia tak mengerti mengapa Mei melepaskan orang yang ia cintai.


“Bagaimana dengan mu?” tanya Leo kembali.


“Soal apa?”


“Apa benar kalian sudah putus?”


“Su-sudah,” jawab Riski.


“Kita terang-terangan saja ya Ki, biar tidak ada benci di antara kita, aku masih mencintai Yalisa, dan akan mengejar dia kembali, tapi kalau kamu dan dia masih saling mencintai, dan berniat untuk kembali, aku akan menyerah, aku janji tidak akan mengganggu hubungan kalian, karena kebahagiaannya lah yang paling penting, Mei menyadarkan ku, kalau kita mencintai seseorang, kita harus bisa melihat dia bahagia,” terang Leo panjang lebar.


“A-aku juga sebenarnya masih mencintai dia, tapi...., dia enggak cinta pada ku, dan jujur dari awal memang akulah yang memaksa dia untuk suka pada ku, dan aku juga sudah lama meracuni hubungan kalian, aku sering merayu dia di belakang mu, tapi dia tidak pernah goyah, walau begitu aku tetap berusaha, tapi awal yang buruk tidak akan pernah berakhir dengan bahagia, dia memutuskan ku dan tidak ingin bertemu aku lagi, jadi Leo, aku serahkan dia pada ku, aku juga yakin kalau di hatinya masih ada kamu, maaf bro selama ini aku sudah salah dan berbuat curang, ku harap kamu bisa membahagiakannya.” itulah isi hati Riski yang dia ungkapkan pada Leo, berharap Yalisa bisa berbahagia kedepannya.


“Apa kamu yakin? Karena setelah ini aku akan benar-benar memperjuangkan hubungan kami,” tanya Leo untuk memastikan.


“Iya aku yakin, kalau memang dia mencintai mu, aku ikhlas.” ucap Riski dengan setulus hatinya.


FLASHBACK OFF


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu

__ADS_1


__ADS_2