
Sementara Mei yang ada di rumahnya merasa panas dingin, karena Leo sampai saat ini masih menghubungi Yalisa.
“Sial, Yalisa mau pamer atau apa sih? Kenapa harus cerita ke aku segala? Dari gerak geriknya, sepertinya dia sudah tahu kalau itu aku, tapi kenapa dia enggak jujur? Apa dia mau balas dendam?” ucap Mei pada dirinya sendiri di dalam kamarnya.
Dan tanpa sengaja, ekor matanya melirik ke arah kotak paket yang ada di atas ranjangnya, yang belum sempat ia buka.
“Oh iya, hampir lupa, kira-kira ini isinya apa ya?” gumam Mei seraya menyibak salasiban dari kotak tersebut.
“Hah!!” Mei sontak Membuang kotak yang baru saja ia buka, di sebabkan isinya yang begitu mengerikan.
Yaitu, 1 ekor ayam cemani yang kepalanya terpisah dari tubuhnya, kotak itu pun penuh akan darah dari ayam tersebut.
“Sialan!!” pekik Mei, di atas ayam cemani ada sebuah kertas HVS yang bertuliskan.
“Aku tahu siapa kamu, aku tahu apa yang telah kamu lakukan, pembunuh!”
Sontak itu membuat mental Mei terguncang, ia takut masa lalunya akan terulang lagi, yang dirinya pernah di deportasi ke Indonesia , saat ia masih sekolah di luar negeri.
“Winda! Winda!” teriak Mei seraya menekan sembarang bel yang ada dalam kamarnya.
Para asisten rumah tangga yang sibuk mendekorasi ruangan untuk pertunangan Mei esok hari pun berlarian ke kamarnya, yang ada di lantai 2.
Cetek!
Kriettt!
Tanpa mengetuk pintu, Winda dan asisten lainnya masuk ke kamar Mei.
Di dalam kamar, mereka menyaksikan sang nona muda sedang meringkuk gemetaran dia atas ranjang.
“Non!” seru Winda seraya mendekat ke arah Mei.
“Ada apa non?” tanya Winda seraya memeluk Mei, yang kini badannya sedingin es, dan bibirnya yang menjadi biru.
“Di-dia sudah keterlaluan.”
“Siapa?” Lalu Mei menunjuk ke arah kotak yang ia buang ke lantai.
Para ART pun terkejut seraya mata membelalak.
“Besok, kita harus bereskan segalanya dengan cepat, jaga area rumah, jangan biarkan orang lain masuk, aku enggak mau acara pertunangan ku kacau, terlebih kalau Leo dan keluarganya tahu siapa sebenarnya aku.” terang Mei.
Winda mengangguk dengan posisi masih memeluk tubuh Mei.
“Aku enggak suka dia meneror ku begini, jadi aku berubah pikiran mbak Win.” ucap Mei seraya melepas pelukan Winda.
“Maksud nona gimana?” tanya Winda yang kurang mengerti.
__ADS_1
“Aku akan buat dia menyesal, karena sudah mempermainkan aku, akan ku buat dia menderita.” terang Mei.
“Non, sudahlah, jangan terjerumus lagi ke hal yang sama, lambat laun itu akan merugikan nona sendiri.” terang Winda yang takut Mei akan tertangkap.
“Ini yang terakhir mbak Win!” pekik Mei.
Winda yang tak dapat menolak pun, hanya bisa mengikuti kemauan majikannya.
_________________________________________
Pukul 06:00 wib, ting tong ting tong! Bel rumah Mei berbunyi.
Saat ART membuka pintu utama, ternyata yang datang adalah bu Mayang, dan pak Wahyu orang tua dari Mei Lissah.
“Tuan dan nyonya silahkan masuk.” ucap si ART, bu Mayang dan pak Wahyu pun melihat ke segala penjuru ruangan yang telah di dekorasi.
Banyak bunga dimana-mana, semua gorden rumah di ganti dengan yang lebih elegan.
Dan yang paling mencolok perhatian kedua orang tuanya adalah, dekorasi indah yang ada di sudut dinding, berlatar belakang bunga mawar merah muda hidup, di susun menjulang tinggi, berukuran 2 meter persegi. Dan tepat di tengah-tengah bunga mawar itu ada inisial nama M & L berbentuk lampu flip flop yang tengah menyala.
“Pa, anak itu ternyata serius mau tunangan.” ucap bu Mayang.
“Iya, papa pikir ini hanya akalan nya saja agar kita pulang.” ujar pak Wahyu.
Kedua orang tua Mei pun memutuskan untuk duduk di atas sofa di tengah-tengah dekorasi.
Ketika ia telah sampai di lantai 1, ia kaget bercampur senang, saat melihat kedua orang tuanya telah duduk di atas sofa.
“Mama! Papa!” seru Mei seraya berlari ke arah orang tuanya.
Pak Wahyu dan bu Mayang pun berdiri dari duduknya.
Hug!! Mei memeluk bu Mayang dengan sangat erat.
“Mei kangen ma.” bu Mayang menepuk-nepuk bahu Mei dengan ekspresi kaku.
“Apa kabar nak?” ucap pak Wahyu.
Lalu Mei pun melirik ke pak Wahyu untuk kemudian ia peluk selanjutnya.
“Kenapa enggak pulang-pulang? Papa sama mama tega ninggalin Mei sendirian, Mei kangen mama papa, hiks..hiks.. hiks..” Mei menangis haru, setelah hampir 3 tahun, baru bisa berjumpa dengan kedua orang tua yang sangat ia rindukan.
“Papa dan mama kan sibuk kerja nak, jadi enggak bisa pulang.” ujar pak Wahyu.
Mei tahu penyebab sebenarnya, namun ia pura-pura tak tahu saja.
“Sudah Mei, jangan nangis lagi, nanti wajah cantiknya jadi berkurang loh.” ujar bu Mayang.
__ADS_1
Mei pun menuruti titah bu Mayang, ia seka bekas air matanya pelan-pelan dengan tisu.
Setelah itu, mereka duduk bersama untuk mengobrol, dengan posisi Mei duduk di tengah-tengah orang tuanya.
“Orang seperti apa calon menantu mama itu Mei?” tanya bu Mayang.
“Dia, dia yang paling ganteng di sekolah ma, dia juga pintar, tingginya kira-kira 180 an lah ma, pokoknya good looking good attitude, sopan dan beradab.” Mendengar penjelasan Mei, bu Mayang dan pak Wahyu merasa senang, ternyata ada yang menerima putri mereka yang memiliki kekurangan itu.
“Apa orang tuanya baik?” tanya pak Wahyu.
“Baik bangat pa, malah dia udah lamar Mei secara langsung.” ujar Mei, yang membuat kedua orang tuanya mengernyit dan menaruh curiga, kalau Mei saat ini tengah berbadan dua.
“Mei, papa boleh tanya sesuatu?”
“Tanya apa pa?”
“Kamu enggak lagi hamil kan?”
“Eng-enggak kok pa!” ucap Mei dengan raut wajah yang mulai memerah.
“Ciuman saja belum pernah, gimana mau hamil.” batin Mei.
“Terus, kenapa kalian mau lamaran dan tunangan dadakan?” lanjut bu Mayang.
“Itu...” Mei berfikir sejenak.
“Itu karena kita berdua saling mencintai, dan dia juga anak tunggal, jadi nikah muda buat memperbanyak penerus enggak apa-apa bagi mereka ma, pa.” terang Mei dengan tawa bahagia.
Hingga tak terasa keluarga kecil yang jarang bertemu itu telah menghabiskan waktu 2 jam untuk mengobrol.
Tepat pada pukul 08:00 wib, bel rumah Mei berbunyi.
Ting tong ting tong!
Mei dan kedua orang tuanya pun berdiri, dan Winda beserta asisten rumah tangga lainnya yang telah memakai baju batik seragam pun membuka pintu.
Kriett!!!!
Saat pintu telah terbuka, Mei dan Leo saling bertemu mata.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author keren di bawah ini ya.
__ADS_1