SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab LXIII (Putus)


__ADS_3

Hanya butuh 7 menit menuju room kafe yang telah di janjikan. Setelah Yalisa sampai ke tujuan, ia mengirim pesan singkat WhatsApp pada Leo.


“Di room nomor berapa?” Yalisa. 📱


“ 15,” Leo. 📱


Kemudian Yalisa masuk ke dalam kafe dan langsung menuju room 15.


Drrrkkk...


Setelah pintu room terbuka, Yalisa melihat Leo yang memakai setelan baju kemeja merah, celana jeans biru muda, duduk di sebuah sofa panjang yang muat untuk 4 orang, di hadapan sofa terdapat sebuah meja persegi empat panjang sejajar dengan sofa.


Di dalam room juga tersedia TV besar lengkap dengan 2 buah micropone.


Bunyi pintu yang tergeser membuat Leo menoleh ke arah sumber suara.


“Masuklah,” Leo mengulurkan tangannya pada Yalisa, sebelum mendekat, Yalisa menutup pintu terlebih dahulu.


Kemudian ia perlahan berjalan menuju Leo, lalu memegang erat uluran tangan tersebut, dengan perasaan senang.


Leo menurunkan dekapan tangan mereka berdua, seraya mengarahkan Yalisa duduk.


“Kamu mau makan apa?” tanya Leo dengan lembut.


“Apa saja,” sahut Yalisa yang tak henti tersenyum, sebenarnya Yalisa ingin sekali memeluk Leo, tapi ia malu untuk melakukannya terlebih dahulu.


“Oke, kalau gitu kita pesan stik sapi saja ya.” ucap Leo seraya melepaskan genggaman tangannya dari Yalisa, lalu Leo menelepon resepsionis dengan telepon yang tersedia dalam room.


Setelah selesai melakukan pemesanan Leo menutup kembali teleponnya.


“Sakit mu parah ya? Sampai-sampai enggak masuk sekolah 4 hari?” tanya Yalisa seraya melihat wajah Leo dengan seksama.


Leo hanya bisa diam, seraya memegang dahinya yang terasa berat.


“Leo.” Yalisa melepaskan tangan Leo yang sedang memegangi dahi itu.


Lalu Yalisa melihat ke area mata Leo yang keadaannya merah.


“Leo, sakit mu beneran parah ya? Apa sekarang lagi kambuh? Dimana nya yang sakit? Kasih tahu aku,” ucap Yalisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca, ia juga sibuk memegangi area tubuh Leo, untuk memeriksa apakah ada bekas luka dan sebagainya.


Karena semua tak ada masalah, Yalisa mengusap kedua mata Leo dengan dengan kedua jempolnya secara bersamaan.


Lalu di jarak yang sedekat itu, Leo dapat melihat dengan jelas, mata Yalisa yang masih bengkak.


Leo pun menangkap tangan kanan Yalisa yang masih menyentuh wajahnya. Lalu mengarahkan ke dadanya.


“Disini yang sakit.” ucap Leo.


“Apa?” sahut Yalisa.


“Sakitnya tuh disini,” Kemudian Yalisa membenamkan telinganya ke dada Leo.


Dug dug dug dug!!


Terdengar suara jantung yang seperti maraton, kemudian Leo memeluk Yalisa dengan erat, untuk melepas rasa rindunya. Yalisa pun membalas pelukan tersebut, karena ia juga merasakan hal yang sama yaitu rindu.


“Sebenarnya ada apa sih?” tanya Yalisa dengan penasaran, Leo hanya menggeleng-geleng kan kepalanya, tak mau angkat suara.


“Kamu jangan buat aku tambah bingung begini? 4 hari tanpa kejelasan membuat aku cemas berlebihan, sekarang aku minta jawaban kamu malah bungkam?” terang Yalisa.


“A-aku sayang kamu,” Yalisa pun mengangguk, karena ia tahu perasaan Leo padanya.


“Ta-tapi aku, enggak...., bi-bisa.” Leo tak sanggup melanjutkan kata yang ingin ia ucapkan, Yalisa yang mendengar kalau suara Leo bergetar menjadi makin penasaran.


“Ada apa sih? Kamu jangan bikin aku penasaran begini, tingkah mu juga aneh sekali, apa kamu tahu? Kalau aku kangen bangat sama kamu, beberapa hari enggak ketemu membuat aku sadar, kalau ternyata rasa cinta ku pada mu bukan kaleng-kaleng.” ungkap Yalisa seraya mendongak.


Dan itu membuat Leo semakin susah untuk berkata putus pada Yalisa.


“Makanya, kamu jangan hilang-hilangan begitu dong, kalau lebih lama dari ini, aku takut enggak bisa menjalani hidup ku dengan normal.” ucap Yalisa, lalu Leo membenamkan kembali kepala Yalisa di dadanya.


“Diam, lebih baik kita begini untuk sementara waktu.” terang Leo.


Lalu tiba-tiba Leo melonggarkan pelukannya, dan meraih dagu Yalisa dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih melingkar di pinggang Yalisa.


“Aku cium ya.” Leo meminta izin pada Yalisa. Lalu Yalisa mengangguk tanda setuju.


Karena sudah dapat lampu hijau, Leo perlahan mengecup dahi Yalisa, dan kali itu ciumannya cukup lama, membuat Yalisa yang tadinya memejamkan mata, kini membuka matanya selebar 2 centimeter untuk melihat ekspresi wajah Leo.

__ADS_1


“Sampai kapan nih acara cium keningnya? Udah hampir 1 menit lagi.” batin Yalisa.


“Le....”


“Ssstt,” Leo melarang Yalisa untuk bersuara, Yalisa merasa air liur Leo menempel di keningnya, akibat desisan Leo barusan.


Lalu Leo perlahan melepas ciuman kening itu, “Udahan?” tanya Yalisa.


“Oh.” sontak Leo mencium Yalisa kembali, dari kening, turun ke mata kirinya, lalu berpindah ke mata kanan, turun lagi ke pipi kanan, lalu ke pipi kiri.


Saat Leo akan mencium bagian bibir Yalisa, tiba-tiba ada yang mengetuk dari luar pintu.


Tok tok tok!


“Permisi, saya mengantar pesanan.” ucap sang pelayan wanita. Sontak mereka berdua menghentikan kegiatan indah itu.


“Silahkan masuk.” ucap Leo, lalu sang pelayan pun menggeser pintu dan masuk ke dalam ruangan.


“Maaf ya, sudah lama menunggu.” sang pelayan pun menata hidangan 2 piring stik daging, beserta 2 gelas panjang jus semangka di atas meja Yang ada di hadapan mereka berdua.


Setelah selesai dengan tugasnya, sang pelayan pun mohon undur diri dan menutup kembali pintunya. Seketika 2 hamba Tuhan yang mengerjakan dosa itu merasa canggung.


“Sial pada hal momennya pas bangat tadi,” batin Leo.


“Pada hal aku udah nunggu dari lama, tapi malah gagal total.” batin Yalisa.


Karena tak mau membuang-buang waktu, Leo pun mengajak Yalisa untuk makan bersama.


“Ayo, kita makan dulu,” ucap Leo.


“Oke,” sahut Yalisa.


Lalu keduanya pun menyantap hidangan yang ada di hadapan mereka dengan nikmat, tanpa menyisakan noda dalam piring.


“Makan mu lahap ya?” ucap Leo.


“Iya, maaf kalau aku rakus, hehehe.”


“Bisa saja sih.”


“Iya, tapi, kalau aku perhatiin kamu kurusan Lis.” ujar Leo.


“Masa sih? Perasaan kamu saja kali.” ucap Yalisa.


“Ya iyalah, 3 hari inikan makan ku enggak teratur, tidur ku juga enggak nyenyak.” batin Yalisa.


Lalu Leo, mengambil selembar tisu yang berada di atas meja, dan membersihkan sisa noda kecap manis yang ada di pinggir bibir bawah Yalisa.


“Haduh, maaf ya, kalau aku jorok.” ucap Yalisa dengan merasa malu .


“Bukan masalah besar kok, Yalisa.” Leo melirik wajah Yalisa yang jadi kaku, akibat noda kecap.


“Hah?” sahut Yalisa.


“Yang tadi,” ucap Leo.


“Apaan?” Yalisa lupa apa yang di maksudkan oleh Leo.


Lalu Leo, mengambil selembar tisu, dan melap mulutnya sebelum mengutarakan maksudnya


“Itu loh,”


“Apa? Kok jadi kayak main tebak-tebakan sih bang Leo.”


“Abang?” batin Leo, karena ini pertama kalinya Yalisa menunjukkan sopan santunnya.


“Kita lanjutin yang tadi yuk?” Leo meletakkan jari telunjuknya ke bibir Yalisa.


Sontak Yalisa memalingkan wajahnya, jantung Yalisa pun kembali berdegup kencang.


“Kamu enggak mau ya?” Leo menyandarkan tubuhnya ke sofa.


“Aku mau kok.” mendengar jawaban Yalisa Leo menjadi bersemangat.


Tapi di samping itu, Leo menjadi tak tahu harus mulai darimana, karena melihat antusias Yalisa.


“Aduh, gayanya gimana ya?” batin Leo, karena Leo tak kunjung bertindak, alhasil Yalisa mengambil kendali.

__ADS_1


Yalisa merapat ke Leo, kemudian ia melingkarkan kedua tangannya di leher Leo.


Dengan memejamkan mata, Yalisa melakukan ciuman the peck (singkat) di bibir Leo, lalu melepaskannya.


Kemudian Yalisa tersenyum melihat wajah Leo yang begitu kaku.


Saat Yalisa ingin bergeser dari Leo, dengan sigap Leo memeluk tubuh Yalisa, saat Leo berencana ingin melakukan french kiss pada Yalisa, tiba-tiba handphone yang berada dalam saku bajunya berdering.


“Enggak di angkat?” tanya Yalisa, karena getaran handphone tersebut mengganggu ke wajah Yalisa yang menempel di saku Leo.


“Enggak usah.” Leo menolak, karena ia tahu itu telpon dari ibunya.


Kemudian Leo membungkukkan kepalanya, Yalisa pun mendongak.


“Aku cium sekarang ya.” ucap Leo, Yalisa pun mengangguk setuju.


Lalu keduanya melakukan french kiss meski handphone Leo terus berdering, untuk beberapa saat keduanya saling mencumbu, melepas rasa rindu di antara mereka berdua.


“Beruntung, aku di ajari Riski sebelumnya.” batin Yalisa.


Karena handphone Leo masih saja berdering, Yalisa mendorong wajah Leo, untuk menghentikan kegiatan ciuman mereka sementara.


“Angkat dulu, mungkin perlu, dari tadi berdering terus.” ujar Yalisa seraya melepas pelukan Leo.


“Oke sebentar ya.” ucap Leo, ia pun keluar dari dalam room menuju toilet, sesampainya ia ke toilet, Leo pun mengangkat telepon ibunya tersebut.


“Halo,” Leo. 📱


“Gimana? Sudah ketemu Yalisa? Kenapa lama bangat angkatnya? Ibu jadi khawatir nak,” Bu Dita. 📱


“Tadi Leo lagi ngobrol sama dia bu,” Leo.📱


“Oh, kamu udah putusin dia kan nak? Jangan sampai enggak loh, kamu kan sudah janji, makanya ibu kasih izin untuk ketemu dia hari ini,” Bu Dita. 📱


“Iya bu, Leo ngerti,” Leo.📱


“Ibu enggak mau tahu ya, pokoknya setelah hari ini, enggak ada lagi yang namanya Yalisa, lagian kamu harus jaga perasaan Mei lah, kalau kamu enggak sanggup buat katakan putus, biar ibu yang bicara baik-baik sama Yalisa, ibu yakin dia akan mengerti,” Bu Dita. 📱


“Jangan bu, biar Leo saja,” Leo. 📱


“Oke, cepat kembali, kasihan Mei, enggak ada yang jagain di ruangannya,” Bu Dita. 📱


“Baik bu,” Leo. 📱


Setelah menutup telepon, Leo merapatkan bibirnya.


“Kenapa aku jadi lupa, kalau tujuan ku bertemu Yalisa, cuma buat katakan putus.” batin Leo.


“Di tunda pun enggak akan ada baiknya, karena ibu pasti akan turun tangan, ibu kalau enggak suka sama seseorang,sifatnya akan jadi kasar dan aku enggak mau, kalau ibu sampai nyakitin Yalisa,” gumam Leo.


Lalu dengan perasaan tak berat, Leo kembali ke room 15.


Drkkkk...


Leo masuk ke dalam room tanpa menutup pintunya kembali.


“Sudah selesai?” tanya Yalisa.


“Sudah.” kemudian Leo pun duduk di sebelah Yalisa.


“Yalisa.”


“Hum?”


“Ayo kita putus.”


Telinga Yalisa bagai di tusuk pisau saat mendengar penuturan Leo tersebut.



Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Mutualan di IG yok, nanti ada trailer Save Yalisa kalau mau up!


Instagram :@Saya_muchu

__ADS_1


__ADS_2