SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XXXI (Akibat Berbohong)


__ADS_3

Sesampainya di kantor kepala sekolah pak Aryo mempersilahkan Yalisa dan Riski duduk di atas sofa lawson berwarna krem.


“Kalian berdua silahkan duduk”


Ucap Pak Aryo, setelah kedua siswanya telah duduk pak Aryo memulai pembicaraan.


“Gimana ceritanya sampai pak Ari melecehkan kamu Yalisa?” Tanya pak Aryo.


“Itu karena saya dapat nilai D pak”


Yalisa pun menjelaskan secara detail peristiwa yang telah terjadi padanya tapi kali ini di bumbui dengan peristiwa tambahan.


“Masa sih pak Ari sampai melakukan itu ke kamu?” Tanya pak Aryo.


“Untuk apa saya berbohong, tidak ada untungnya buat saya, pak Ari sudah sangat berani melecehkan saya di ruangan itu, pada hal ini jam sekolah pak, disini saya hanya membela diri saya sebagai korban” Ucap Yalisa.


“Lagian kamu ngapain mau-mau saja di ajak berdua sama pak Ari ke ruangan itu” Sahut pak Ari.


“Maksud bapak apa sih ngomong barusan? Dia korban pak, bapak harusnya bela dia keluarkan guru itu dari sekolah ini!” Bentak Riski pada pak Aryo.


“Tenang dulu Riski, kita kan baru dengar pernyataan dari sepihak, tunggu pak Ari datang kesini biar kita dengarkan penjelasan dari pak Ari juga” Ucap pak Aryo.


“Bapak enggak tanggap sama saya karena saya enggak kasih uang ke bapak kan? Pada hal tubuh saya sudah di gerayangi pak Ari, kalau Riski enggak datang mungkin saya telah kehilangan kesucian saya, bapak punya anak perempuan enggak? Kenapa bisa enggak ngerti masalah seperti ini?!”


Amarah Yalisa memuncak melihat sikap pak Aryo.


“Seperti yang saya bilang tadi, tunggu pak Ari datang, saya tidak mau asal ambil keputusan” Ucap pak Aryo.


Riski memutar mata malas mendengar keputusan pak Aryo, lalu Riski mengalihkan pandangannya pada Yalisa.


“Kasihan bangat kamu, aku baru faham apa yang kamu rasakan selama ini, maaf ini semua salah ku jadi semua orang tak ada yang menghargai mu, tapi aku janji aku akan menebus semua kesalahan ku itu”~Batin Riski.


Tok tok tok...


Setelah 30 menit menunggu terdengar dari luar ada yang mengetuk pintu, pak Aryo langsung menyuruh orang tersebut untuk masuk.


Krettt...


Pandangan mereka bertiga beralih ke suara pintu yang terbuka itu.


“Ayo duduk pak Ari, pak Roni juga silahkan duduk”


Titah pak Aryo, pak Roni pun duduk di sebelah pak Aryo, sementara pak Ari duduk berjajar di atas sofa panjang bersama Yalisa dan Riski.


Awalnya Yalisa duduk di tengah-tengan pak Ari dan Riski, karena takut terjadi apa-apa lagi dengan Yalisa, Riski meminta tukar posisi duduk dengan Yalisa.


“Ayo tukar tempat duduk, nanti salah sedikit kamu bisa di serang guru cabul ini lagi”


Ucap Riski sambil berdiri kemudian duduk di tempat Yalisa.


Pak Ari tersenyum sinis mendengar penuturan Riski yang kurang sopan.


“sudah, ayo kita bahas masalah ini sekarang, apa benar pak Ari telah melecehkan Yalisa? Ucap Pak Aryo.

__ADS_1


“Bohong pak, saya tidak pernah melakukan itu”


Jawab pak Ari dengan tegasnya, mendengar pak Ari berkilah Yalisa tak terima.


“Bapak jangan bohong! Bapak itu sudah melecehkan saya!”


Ucap Yalisa dengan tatapan tajam pada pak Ari.


“Bohong pak saya berani bersumpah!” Malah tadi dia yang menggoda saya pak, mengajak saya tidur dengannya malam ini agar nilainya meningkat pak” Ucap pak Ari dengan berdusta.


“Pak! Jangan bohong, mana mungkin saya mau tidur dengan orang seperti bapak! sadar dong bapak itu sudah tua”


Sahut Yalisa dengan menunjuk wajah pak Ari.


“Kamu yang jangan berbohong, demi nilai kamu sampai nekat menggadaikan dirimu! Kamu mengaku masih suci agar aku tertarik pada mu, saya ini guru mu jangan meminta hal-hal aneh! Karena perbuatan saya jadi kena dampaknya” Ucap pak Ari.


“Dasar guru kurang aja*, setelah berbuat kotor tidak berani tanggung jawab, malah menuduh saya sebagai yang salah, bapak memang tidak pantas jadi seorang guru!”


Mata Yalisa mulai berkaca-kaca, Riski yang berada di antara mereka tak tahan mendengar suara bising guru dan siswi tersebut.


“Hei pak Ari saya tau bapak berkata berbohong, sudah rahasia umum bapak itu suka minta jatah ke para siswi kalau nilai mereka jelek” Ucap Riski.


“Jangan memperkeruh suasana Riski, memangnya kamu ada di tempat kejadian saat semuanya terjadi?” Tanya pak Aryo.


”Tadi saya samar-samar dengar suara perlawanan Yalisa, saat itu saya ada keperluan di ruang BP beruntung saya datang, jadi saya harap pak Ari jangan bersilat lidah lagi” Ucap Riski.


“Kamu cuma dengar samar-samar? Saya fikir kamu lihat secara langsung” Sahut pak Roni.


“Hello pak, jadi orang bapak enggak percaya? Dari pada ribet-ribet lebih baik kita selesaikan di kantor polisi, nanti juga ketahuan siapa yang berbohong kalau sudah di visum” Ucap Riski.


“Telinga mu enggak berfungsi ya Ki? Tidak ada yang boleh bawa masalah ini ke kantor polisi, kamu juga harus tau diri Riski banyak masalah mu yang luput dari polisi, jadi jangan lupa dengan apa yang sudah saya lakukan ke kamu”


Ucap pak Aryo, seketika Riski teringat akan kesalahan yang dia lalukan di masa lalu.


“Kalau begitu keluarkan dia dari sekolah ini!” Pinta Riski.


“Kalau ngomong itu di fikir dulu, pak Ari sudah 10 tahun mengabdi di sekolah ini, dia termasuk kepercayaan saya, saya enggak bisa melakukan itu dengan mudah, lagian omongan Yalisa kamu dengarkan jangan-jangan memang benar dia yang menggoda pak Ari, pak Ari bulan 11 depan mau menikah, jadi tidak mungkin kalau dia berbuat macam-macam apa lagi sama wanita semacam Yalisa yang tidak jelas kehidapannya”


Ucap pak Aryo, sudah sangat jelas kalau pak Aryo membela pak Ari yang pada dasarnya adalah sahabat sekaligus orang kepercayaannya.


“Pak... Bapak sadar apa yang bapak bilang? Saya enggak mungkin menggoda pak Ari, jangan samakan saya dengan wanita yang bapak maksudkan” Ucap Yalisa.


“Sudah.. sudah, saya faham apa maksud mu Yalisa, maka dari itu pak Ari minta maaf pada Yalisa, biar masalah ini cepat selesai saya harap kejadian ini tidak terulang kembali” Titah pak Aryo.


“Minta maaf doang pak? Cuma itu?” Ucap Yalisa dengan mata membelalak.


“Terus mau apa lagi? Mau uang juga?”


Sahutan dari pak Roni membuat para para guru dalam ruangan tertawa geli. Yalisa mengambil nafas panjang.


“Kalau tidak puas, bapak tambahkan dengan surat permintaan maaf di sertakan materai 6000, dengan perjanjian kalau pak Ari mengulangi lagi maka pak Ari akan di keluarkan dari sekolah ini” Ucap pak Aryo.


Melihat Yalisa di perlakukan tidak layak, Riski mengambil asbak kaca dari atas meja yang ada di hadapan mereka, lalu melemparkannya dengan keras ke wajah pak Aryo.

__ADS_1


“Binatan*! Anak sialan beraninya kamu bersikap kasar!” Bentak pak Aryo.


Pak Roni yang berada di samping pak Aryo langsung memegangi wajah pak Aryo.


“Untung yang kena asbak dahi bapak kalau ke hidung bisa retak pak tulangnya.” Ucap pak Roni.


“Diam pak Roni!”


Sahut pak Aryo lalu memegang dahinya yang terasa nyeri.


“Masih untung saya lempar pakai asbak, coba pakai bom!” Ucap Riski.


“Dasar anak enggak berguna! anak bodoh tidak tau terimakasih” Sahut gusar pak Aryo.


Mendengar penghinaan pak Aryo lagi Riski berdiri dari duduknya lalu mengambil botol minum taperwer yang ada di meja kerja pak Aryo, dan...


Plok!!


Riski melayangkan botol taperwer berisi air penuh ke kepala pak Aryo.


“Bapak adalah orang ke 3 yang berani menghina saya sejak saya masuk ke sekolah ini, jangan sampai ada yang nomor 4, atau sekolah ini saya bakar! Dan tenang saja, nanti saya transfer biaya pengobatan bapak!”


Ucap Riski dengan percaya diri, karena ia cukup tau reputasi sekolah lebih penting dari pada keselamatan orang-orang di dalamnya.


Pak Roni yang menyaksikan tingkah kasar Riski menjadi gentar dan memilih diam saja.


“Ayo keluar Yalisa buat apa terus disini, orang-orang bodoh ini tidak akan memberi mu titik terang”


Ucap Riski meraih tangan Yalisa dan menuntunnya keluar dari kantor kepala sekolah.


Baru saja mereka keluar dari kantor kepala sekolah, mereka berdua berpapasan dengan Leo, yang berjarak 20 meter dari mereka, sesaat Yalisa dan Leo saling menatap wajah satu sama lain.


Kemudian Leo mengalihkan pandangannya ke arah tangan Yalisa, sontak Yalisa melepas genggaman Riski.


Yalisa merasa tak enak, seolah dia sedang tertangkap basah selingkuh oleh pacarnya. Leo dengan rasa khawatirnya menghampiri Yalisa dan Riski.


“Kamu baik-baik saja kan?”


Ucap Leo memegang wajah Yalisa, Riski yang melihat sikap Leo geleng kepala dan mendecak.


“Iya aku baik-baik saja” Sahut Yalisa.


“Maafin aku, tadi aku ada di kelas sedang mengerjakan tugas jadi aku enggak tau kalau kamu sedang ada masalah, begitu dapat kabar aku langusung cari kamu”


Ucap Leo dengan suara terengah-engah.


“Aku baik-baik saja kok, alhamdulillah enggak terjadi apa-apa” Sahut Yalisa.


“Apa-apaan dia, di depan Leo terlihat tegar begitu”~ Batin Riski.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️

__ADS_1


Instagram : @Saya_muchu


__ADS_2