SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab CXLV (20 Mei 2020)


__ADS_3

“A, ah ah! Su-sudah,” pintu Yalisa.


Namun Riski yang yang bergairah semakin membara, ketika mendengar raungan manja dari sang istri yang begitu meresahkan.


Riski menyesap area perbukitan istrinya secara bergantian, hingga Yalisa merasa kenikm*at yang luar biasa, ia pun sampai menjambak rambut sang suami.


“A-aku bilang su-sudah,” pinta Yalisa dengan suara bergetar.


Riski pun menghentikan luma*tan nakalnya, baru saja Yalisa ingin menarik napas, tiba-tiba Riski beralih ke liang surga menggoda milik istrinya.


Tubuh Yalisa menggeliat, berulang kali ia melepaskan rinti*han kenikma*tan.


“Ki, a-aku mau pi-pis,” ucap Yalisa terbata-bata.


Namun Riski tak memperdulikan peringatan sang istri, ia terus saja menelusuri rongga pada liang surga dengan agresif yang semakin lama semakin basah, hingga bendungan air surga pun meluncur ke bumi.


“Hah hah hah!” seketika Yalisa yang manis terkulai lemas, ia pun menyandarkan tubuhnya ke dinding.


“Bagaimana?” tanya Riski, yang merasa bangga dapat memuaskan sang istri.


“Rasanya, aneh tapi enak,”


“Itu baru pemanasan,”


“Apa? Aku-aku sudah lelah,”


“Setelah ini akan lebih lelah lagi kan?” ucapnya, lalu ia mengangkat tubuh sang istri tercinta menuju bathtup yang telah terisi air.


Perlahan ia menurunkan tubuh Yalisa yang sudah lemas.


“Kita mau ngapain lagi Ki?” tanya Yalisa.


“Ayo lakukan tugas mu,” jawab Riski, seraya menyodorkan perkutut jumbonya yang kini telah tegak lurus.


“Hah?” Yalisa nampak enggak untuk menyentuh milik suaminya yang ada di hadapan wajahnya.


“Sekarang giliran mu,” Riski yang tak sabaran langsung memasukkan perkututnya ke dalam mulut istrinya yang kini terbaring di antara kedua kakinya.


Yalisa yang belum berpengalaman pun sesekali tanpa sengaja menggigit perkutut legit tersebut,


“Akh! Bukan begitu!” pekik Riski.


Lalu Yalisa mengeluarkan perkutut sang suami dari mulutnya.


“Aku kan belum pernah memainkan ini sebelumnya!” ucapnya kesal.


Riski menarik nafas panjang, “Maaf kalau begitu,” Riski yang tak ingin menunda acara inti, membuka lebar kedua kaki Yalisa.


Yalisa juga sudah bersiap-siap akan penyatuan cinta mereka yang sebenarnya.


Dengan sekuat tenaga Riski memasukkan m miliknya ke dalam liang surga Yalisa.


“Akh!!!! Sakit brengsek!!” Yalisa berteriak sekuat-kuatnya.


Dan detik itu pula ia menangis, meringis kesakitan.


Namun Riski tak terlalu menghiraukan tangisan istrinya, ia terus saja melakukan aksi maju mundur, dan dengan sekuat tenaga menekan dalam-dalam miliknya hingga menyentuh dinding rahim Yalisa.


“Punya mu sempit sekali yang,” puji Riski seraya menghentakkan miliknya berulang-ulang.


“Sakiiiiit!! Kamu enggak bisa pelan sedikit apa?


hiks... hiks..” ucap Yalisa


Yalisa memeluk erat tubuh suaminya, seraya menahan sakit yang teramat dahsyat di daerah sensitifnya.


“Sempit sekali, apa karena sudah lama dia enggak melakukannya?” batin Riski.


“Akh ah hah!” Riski terus memejamkan mata, merasakan nikmatnya kepunyaan sang istri yang terus menyedot ketat miliknya.

__ADS_1


Meski Yalisa menangis di telinganya dengan nyaring, ia tak perduli.


“Sa-sayang, aku mau keluar!” ucap Riski dengan suara bergetar.


Dan dalam satu hentakan terakhir, Riski mencapai klima*ks, “Akhhh......,” namun saat ia membuka mata.


Seketika ia syok, bola matanya membulat sempurna, saat melihat genangan air di alam bethtup kini menjadi keruh.


“Ba-bagaimana bisa? Kamu masih perawan?” gumam Riski.


Yalisa yang mendengar hanya menangis menahan sakit.


Riski terduduk di hadapan istrinya, ia merasa bersalah karena telah bermain kasar, dan tak membuka mata saat menikmati tubuh istrinya.


Yalisa yang belum pulih betul dari sakitnya mulai menggigil.


Riski pun dengan sigap mengangkat tubuh sang istri, lalu membawanya ke shower untuk mandi wajib.


Selama ia membersihkan tubuh Yalisa, darah masih saja mengucur deras.


Riski terus saja menyiram darah yang keluar dari area sensitif Yalisa.


Hingga akhirnya darah itu hanya keluar sesekali.


Lalu ia membalut tubuh Yalisa dengan handuk, dan menggendongnya kembali ke dalam kamar.


Yalisa masih saja menangis, akibat rasa perih dan nyeri di area terlarangnya.


Riski pun memakaikan pads istrinya, setelah itu memanggilkan dokter untuk datang.


Pukul 20:00 malam, Yalisa terbangun dari tidurnya, dan di sebelahnya sudah ada Riski yang siaga menjaganya.


“Kamu sudah bangun sayang?” ucap Riski seraya mengelus rambut istrinya.


“Iya Ki,”


“Gimana? Apa masih sakit?” tanya Riski.


Lalu Riski mengambil bubur yang ada di meja.


Dan menyuapi Yalisa yang belum makan apapun sedari siang.


Riski yang telah merasakan sensasi indah bersama istrinya, kembali ingin melakukannya, namun ia tak ingin menambah sakit istinya, dengan setengah pingsan, ia menahan hasratnya sampai sang istri sembuh total.


3 hari kemudian, saat keduanya tengah merebahkan tubuh di atas ranjang, Riski yang birahinya memuncak tak dapat tidur.


Ia terus saja membolak-balik badannya, untuk meminta jatah ia tak berani.


Yalisa yang ada di sebelahnya pun mengerti, kalau suaminya sedang bergairah.


“Ki, eh maksud ku sayang,”


“Eh, sayang belum tidur?”


“Iya,”


“Maaf kalau aku berisik,” ucap Riski.


“Enggak kok yang, tapi...., aku lagi pengen,”


Mendengar lampu hijau dari sang pujaan hati, sontak Riski bangkit dari tidurnya.


“Ayo!!!”


Yalisa begitu bahagia melihat ke antusiasnya Riski.


Akhirnya mereka pun memadu cinta kembali, hingga pagi menjelang.


Dan mereka terus saja melakukannya di waktu senggang yang ada, seperti tak kenal lelah.

__ADS_1


1 bulan kemudian, ketika Riski ingin memasukkan perkututnya ke dalam dalam liang surga Yalisa. Tiba-tiba Yalisa meringis kesakitan.


“Ah, berhenti, sakit... sakit bangat yang,” ucap Yalisa.


Riski yang tak mau melihat Yalisa kesakitan pun menarik miliknya.


“Ada apa?”


“Enggak tahu Yang, tapi rasanya sakit bangat.”


Berhubung itu masih jam 20:00, Riski pun menghubungi dokter keluarganya.


Setelah sang dokter datang, dokter pun memeriksa Yalisa.


“Hem...,” sang dokter tersenyum yang membuat keduanya bingung.


“Kenapa dok?” tanya Yalisa penasaran.


“Selamat untuk tuan dan nyonya, karena sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua,”


Sejenak Riski dan Yalisa saling melihat satu sama lain, seperti tak percaya akan keajaiban itu.


Lalu keduanya pun berpelukan, “Alhamdulillah ya Allah,” ucap Riski seraya mengecup kening sang istri.


Sejak hari itu, kemana pun Yalisa pergi, selalu mendapat pengawasan dari Riski, pola makannya pun di atur.


Suatu pagi, Yalisa berziarah ke pusara kedua orang tuanya.


Ketika ia telah selesai berdo'a, ia pun memutuskan untuk pulang.


Hari itu ia berangkat sendiri, sebab Riski sedang ada rapat penting.


Ketika Yalisa sedang menyetir mobil, ia mendapat sebuah panggilan telepon, dari sang mertua.


📲 “Halo, assalamu'alaikum yah?” Yalisa.


📲 “Wa'alaikumussalam nak, kamu lagi dimana sekarang?” Pak Doni.


📲 “Ini mau pulang yah,” Yalisa.


📲 “Segara ke rumah sakit H, Riski kecelakaan!” Pak Doni.


📲 “Apa?” Yalisa.


Tubuh Yalisa bergetar, ia dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit.


Karena tergesah-gesah, ia tak melihat kalau di hadapannya ada sebuah mobil sedan yang berhenti tiba-tiba.


Ciiiiitttt.......!!!!


Bruk!!!!!!


“Akhh!!!!!!!” Yalisa yang malang tak sadarkan diri pada 23 Mei 2020.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu


Nantikan karya baru dari author pada tanggal 15 Desember 2021.


Beeve adalah gadis muda berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hubungan terlarangnya dengan sang kekasih yang berbeda keyakinan.


Alih-alih di nikahi oleh yang ia cintai, Beeve yang malang justru di campakkan seperti sampah.


Keluarganya yang tahu akan kondisi dirinya dengan sigap menikahkannya dengan Andri, pemuda tampan mapan dan dermawan.


Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau malah putus di tengah jalan?

__ADS_1



__ADS_2