
“Pak guru, semalam saya sakit, jadi tidak bisa belajar, jika banyak yang salah, mohon selamatkan nilai saya pak guru 🙏.” setelah menyelesaikan semuanya, guru pengawas pun mengambil kertas jawaban mereka masing-masing.
Tett.. tett.. tett.. bel sekolah pun berbunyi tandanya ujian telah berakhir, semua yang ada di tiap ruangan meninggalkan tempat.
“Makasih ya, sudah bantu aku belajar kemarin, maaf juga kalau aku udah kasar.” ucap Yalisa pada Riski.
“Enggak apa-apa, aku yang salah kok.” ujar Riski seraya mengusap puncak kepala Yalisa.
Di saat kehangatan itu tengah berlangsung, ternyata Leo dari ujung koridor kelas memperhatikan mereka.
Hatinya begitu sakit, saat orang yang ia cintai di sentuh pria lain.
Yalisa, aku enggak ikhlas kalau tempat ku di gantikan oleh orang lain. batin Leo, Mei yang berada tak jauh dari Yalisa dan Riski pun melihat kalau calon suaminya memperhatikan Yalisa dengan seksama.
Mei yang sudah beberapa hari tak berkomunikasi banyak dengan Yalisa pun mendatangi keduanya.
“Kalian kok makin hari makin dekat?” tanya Mei berbasah-basi.
“Itu karena sekarang kita pacaran.” ujar Riski seraya merangkul Yalisa.
“Oh ya?! Selamat ya, aku senang banget, akhirnya kalian berdua bisa bersama.” seru Mei dengan raut wajah bahagia, karena ia merasa peluangnya bersama dengan Leo semakin besar.
Mei juga menjabat tangan kedua pasangan baru tersebut, yang di saksikan langsung oleh Leo dari kejauhan.
Aku harus konfirmasi langsung dengan Yalisa tentang hubungan mereka, benar atau enggaknya, aku enggak perduli, sampai kapan pun Yalisa milik ku, apapun caranya akan ku lakukan, agar kami bisa hidup bersama. ucap Leo dalam hatinya.
Setelah melaksanakan ujian sekolah selama seminggu, akhirnya masuklah mereka pada minggu tenang, yang mana sekolah melaksanakan pertandingan olah raga dan seni antar kelas.
Mei yang kesehatannya sudah lumayan pun ikut pertandingan bulu tangkis bersama Riski, mereka berdua menjadi satu tim.
Sedangkan Yalisa ikut pertandingan bernyanyi dan melukis, Leo sendiri mengikuti pertandingan bola basket.
Waktu itu, Yalisa yang telah selesai melukis melewati ruang praktek komputer sendirian, karena Riski dan Mei masih sibuk akan kompetisinya.
__ADS_1
Tab! Tiba-tiba ada yang menangkap lengan Yalisa dan menariknya masuk ke dalam ruang komputer.
“Akh!!” Yalisa yang berteriak langsung di sumpal dengan sebuah telapak tangan yang lebar.
Hug! Ia pun di peluk erat oleh seorang bertubuh tinggi besar dan kekar.
Yalisa yang hafal akan bau seseorang tersebut langsung menyebut namanya.
“Kamu ngapain Leo?!”
“Aku rindu, kenapa kamu setega itu? Mengabaikan aku, memblokir semua akses ku untuk melihat dan mendengar suara mu?” ungkap Leo yang makin membenamkan wajah Yalisa ke dadanya, seraya mencium rambut Yalisa dengan penuh perasaan rindu.
“Jangan begini, nanti ada orang yang lihat, ini sekolah.” ujar Yalisa dengan menggeliat.
“Enggak akan ada yang kesini, karena semua sibuk di tempat lain.” Leo membelai rambut Yalisa penuh kasih sayang, yang membuat hati Yalisa merasa sedih.
“Lepasin, kita udah enggak punya hubungan apa-apa.”
“Enggak, aku dan kamu masih tetap pacaran, setelah aku bilang putus, aku menyesal, aku udah coba hubungi kamu buat bilang balikan, tapi enggak bisa, Yalisa jangan tinggalin aku.” terang Leo.
“Kamu jangan egois, aku juga berhak dapatin kebahagiaan, mungkin memang kita bukan yang terbaik, makanya Allah pisahkan kita dengan cara seperti ini.” Yalisa mencoba memberi pengertian pada Leo.
“Tapi aku masih cinta kamu, apa kamu udah enggak cinta aku? Makanya dengan semudah itu kamu memberikan hati mu sama cowok brengsek itu?” ujar Leo dengan perasaan kecewa.
“Itu bukan urusan mu.” ucap Yalisa.
“Oke, setidaknya jawab aku, semudah itukah kamu memberikan hati mu pada orang lain? Secepat itukah kamu melupakan aku? Apa kamu udah enggak cinta sama aku? Dan apa benar kamu cinta sama Riski?” Leo mencerca Yalisa dengan beberapa pernyataan.
Yalisa terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa, karena kalau ia boleh jujur, di hatinya masih ada Leo.
“Ayo, jawab dengan jujur, aku cuma butuh jawaban jujur dari hati mu Yalisa!” Leo mencengkram kedua lengan Yalisa.
“Leo!”
__ADS_1
“Kalau memang di hatimu sudah enggak ada aku, aku akan ikhlas melepas mu.”
“Lepas, aku mau pergi.”
“Kamu boleh pergi kapan pun, tapi jawab dulu pertanyaan ku, kamu pikir hanya kamu saja yang sakit di perpisahan kita? Aku juga, sekali pun aku enggak pernah melupakan kamu, aku enggak pernah memberikan hati ku pada orang lain, aku di paksa buat nikahin dia, kalau enggak, mana mungkin aku ninggalin kamu, waktu aku tahu kamu memblokir ku, kamu pikir aku enggak setres? Di tambah lagi aku tahu kamu dan dia pacaran, aku makin gila, aku enggak ikhlas Yalisa.” Air mata Leo perlahan mulai mengalir, Yalisa tak tahu harus bersikap seperti apa, hatinya jadi di lema.
“Maafin aku, tapi aku udah punya Riski.”
“Aku enggak perduli, yang aku mau itu kamu, bukan dia, aku enggak bisa buat tahan lebih lama lagi soal perasaan ini, ayo kita balikan Yalisa, jangan tinggalkan aku.” air mata Leo tak berhenti menetes, ia benar-benar berharap kalau Yalisa tak menolaknya.
“Leo, aku... Aku enggak bisa, gimana pun aku juga perempuan, aku tahu pasti perasaan calon mu akan sakit kalau kita bermain di belakangnya.” ucap Yalisa dengan menahan tangisnya.
“Jangan bawa-bawa dia.”
“Gimana enggak? Dia pasti akan tahu soal kita dengan cepat, karena dia satu sekolah dengan kita, kamu pikir aku enggak tahu?” Leo kaget karena Yalisa mengetahui calonnya satu sekolah dengan mereka.
“Dari mana kamu tahu itu?” tanya Leo dengan waspada.
“Aku lihat kamu boncengan sama dia, sayangnya dia pakai helm, jadi aku enggak bisa lihat wajahnya, jadi siapa dia? Kamu juga harus jujur sama aku.”
“Dia bukan siapa-siapa.” Leo masih belum siap jika Yalisa tahu soal Mei.
“Oke, kalau begitu jangan halangi jalan ku, aku enggak mau ada urusan lagi sama kamu.” saat Yalisa akan pergi Leo mencegatnya dengan berdiri di hadapan pintu.
“Besok minggu, aku akan jemput ke rumah mu.”
“Apa?” Yalisa mengernyit.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.