
Yalisa tersentak saat Riski membenamkan wajahnya di umbun-umbunnya.
“Hah!” deg deg deg! jantungnya berdetak dengan kencang, hingga sang mantan dapat merasakan dan mendengar debaran itu.
“Jantung aman?” tanya Riski dengan suara yang berat.
“Hah?” nafas Yalisa jadi terengah-engah, sekian lama ia bersama Riski, baru kali ini ia merasa perasaan yang berbeda, seperti ada sesuatu yang akan meledak dalam hatinya.
“Apa aku harus melepas pelukan ini?” tanya Riski.
Yalisa diam tak menjawab pertanyaan Riski tersebut, karena ia juga sebenarnya merindukan pelukan itu, namun terlalu malu untuk berkata jangan.
“Buka mulut mu, katakan aku harus berbuat apa kali ini, agar kamu bahagia.” ujar Riski, Yalisa hanya menggelengkan kepalanya.
“Barusan kamu bilang mencintai ku, bagaimana mungkin kamu enggak menginginkan apapun dariku?” Riski mengelus-elus rambut Yalisa yang berbau keringat.
“Aku hanya bilang cinta, karena menurut ku aku perlu mengatakan itu,” ucap Yalisa.
Kemudian Riski melepas pelukannya, dan mengarahkan tubuh gadis kecil itu menghadap dirinya.
“Yakin hanya itu?” Riski mempertegas pernyataan Yalisa.
“Iya, karena aku enggak berhak untuk mendapatkan lebih, kamu sudah temukan bahagia mu pada Felicia, dan kalian juga sangat cocok, ya.... walau pun aku sedikit jengkel, tapi.... aku bahagia, kalau kamu bahagia,” ucap Yalisa.
“Kamu yakin?”
“Iya,” Yalisa mengangguk.
“Kalau begitu, aku akan menuruti permintaan mu, setelah kita keluar dari sini, kita akan kembali seperti orang asing, jangan menyesal, enggak akan ada lagi yang tersisa di antara kita,” ujar Riski.
“Apa, apa aku akan menyesal kalau membiarkan Riski pergi? Apa aku akan di cap buruk kalau aku merebutnya dari Felicia?” batin Yalisa, yang mulai meragu atas pendiriannya.
Riski mulai berjalan melewati Yalisa yang ada di hadapannya.
“Apa boleh aku minta balikan? Setelah kami keluar, enggak akan ada lagi yang tersisa di antara kami, artinya aku dan dia enggak akan ada lagi kesempatan untuk bersama kedepannya.” hati Yalisa semakin tak karuan, ia pun berlari mengejar Riski dan hug!
“Jangan, jangan pergi ku mohon,” ucap Yalisa seraya memeluk punggung sang mantan.
“Apa-apaan ini?” tanya Riski.
__ADS_1
“Jangan, jangan temui Felicia, maafkan aku yang terlambat tahu soal perasaan ku, tolong cintai aku seorang, jangan lagi ada yang lain, aku mohon.” mendengar kejujuran Yalisa, tentu saja Riski yang juga memendam kerinduan tak dapat membendung perasaannya lagi.
Ia pun melepaskan pelukan Yalisa, dan menarik tubuh gadis itu ke sebuah sudut ruangan.
“Apa kamu yakin minta balikan Yalisa?”
“I-iya, maaf karena aku enggak tahu diri, selalu seenaknya membuat keputusan,” ucap Yalisa dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian Riski mengecup pipi kanan Yalisa dengan lembut.
“Apa kamu enggak akan menyesal?”
“Aku akan lebih menyesal kalau melepaskan mu kali ini.” Riski kembali mengecup pipi kiri Yalisa.
“Tapi aku genit dan mesum, apa kamu siap kalau aku minta jatah setiap saat aku ingin?” bisik lembut Riski di telinga Yalisa.
“Ka-kalau kamu yang minta, aku mau melakukannya,” jawab Yalisa.
“Benarkah?” Riski membenamkan bibirnya ke telinga Yalisa.
“Iya, asal jangan meminta lebih dari yang biasa kita lakukan selama ini.” ucap Yalisa dengan wajah memerah dan mata yang sendu.
“I-Iya Ki.” karena tak kuat menahan malu melihat mata indah Riski, Yalisa segera memejamkan matanya.
Riski yang sudah teramat Rindu, tak dapat lagi menahan gejolak di dalam dadanya, ia pun melancarkan serangan cinta pada Yalisa yang sudah lama ia rindukan.
Kecupan demi kecupan mendarat di tiap inci wajah sang gadis, tak kala Riski melihat bibir merona Yalisa, yang sudah lama ia tak sentuh, membuatnya makin bergairah.
Tak berlama-lama, Riski mendaratkan bibirnya ke bibir yalisa, meluma*t dengan penuh hasrat dan penghayatan, Yalisa yang menerima ciuman di bagian indranya kali ini merasakan sensasi yang berbeda dari sebelumnya, jantungnya semakin berdetak kencang, tubuhnya menjadi panas dingin.
“Aku enggak tahu ini perasaan apa, yang jelas aku suka ciuman Riski kali ini.” batin Yalisa, ia pun melingkarkan kedua tangannya di leher Riski, agar pertahanan mereka berdua menjadi kokoh.
Yalisa yang terbuai dan terbawa suasana oleh cumbuan Riski, berinisiatif membuka mulut sebelum di minta oleh pria tampan itu, ia bertekad berusaha membuka hatinya.
Riski yang faham kalau Yalisa telah menerimanya, semakin tak terkendali, dengan lembut ia meluma* dan menyesap dalam-dalam indera perasa Yalisa dengan ritme yang beraturan, Yalisa yang ingin menyenangkan hati Riski pun mulai berani membalas lumata*n itu kemudian beradu perasa dengan Riski.
Sering kali Yalisa melepaskan suara desah*an, tubuhnya pun menggeliat, ketika Riski mengecup rapat leher Yalisa.
“Ackh..., um....”
__ADS_1
Tet... tet... tet..., keduanya pun berhenti ketika mendengar bel sekolah berbunyi.
“Sudah bel, kita mau ke kelas, atau lanjut?” tanya Riski yang menyatukan dahi mereka berdua.
“Tentu sama masuk kelas,” jawab Yalisa.
“Ya sudah, kalau begitu nanti malam kita lanjutkan lagi,” ucap Riski.
Sebagai penutup aktivitas mereka saat itu, Riski pun mengecup kening Yalisa, lalu menurunkannya kembali.
“Rapikan rambut mu ” ujar Riski, karena rambut wanita cantik itu sangat urakan.
Setelah selesai merapikan rambut dan baju, keduanya pun keluar dari gudang olah raga. Yalisa yang belum mengganti baju olah raganya menuju toilet untuk mengganti baju, Riski pun begitu.
Mei yang melihat keduanya merasa aneh, “Sama-sama masuk kelas dan belum ganti baju, apa mereka sudah balikan?” batin Mei.
Zuco dan Marco juga melihat wajah ceria Riski telah kembali pun yakin, kalau kedua pasangan itu telah kembali bersama.
Saat Yalisa berada di bilik toilet mengganti baju, tak sengaja ia mendengar pembicaraan antara 2 siswi yang suaranya familiar di telinganya.
“Kok bisa tiba-tiba putus sih dengan Riski?” ucap Aminah.
“Katanya dia masih cinta sama Yalisa, hiks hiks hiks,” jawab Felicia.
“Jadi kamu cuma di jadikan pelampiasan sama Riski?”
“Sepertinya sih begitu, aku sakit hati bangat Minah, tapi apa boleh buat, toh dia cuma pura-pura cinta sama aku selama ini,” ucap Felicia dengan isak tangisnya.
“Pada hal kamu lebih segalanya dari Yalisa, tapi kok bisa ya, Riski secinta itu pada dia? Apa mungkin Yalisa pakai susuk?” ujar Aminah.
“Susuk?” batin Yalisa, sontak Yalisa melihat wajahnya di cermin.
“Jelek sih, tapi aku enggak pakai susuk Minah.” gumam Yalisa.
“Aku enggak tahu, kurasa sekarang mereka udah balikan lagi, ya ampun tahu begitu aku enggak usah mau pacaran sama Riski.” ungkap Felicia.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
__ADS_1
Instagram :@Saya_muchu