SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab CXX (Ada Apa Dengan Riski?)


__ADS_3

Mei yang berada di ruang bawah tanah rumahnya, duduk termenung seraya memandangi para keponakannya.


Ia benar-benar merasa terbuang kali ini, tak ada cinta tak ada keluarga yang menemani, setiap hari disisinya hanya para pelayan.


“Harusnya kemarin aku enggak usah menghabisi tante Alisyah, karena kalau aku resah, aku bisa kesana untuk curhat. Pada hal tante memperlakukan ku sama seperti Yalisa, tapi aku malah enggak tahu diri,” ucap Mei dengan lirih.


“Baru kali ini aku menyesal sudah membunuh seseorang,” batin Mei.


Mei yang merasa prustasi pun menyalakan sebatang rokok filter untuk di hisab.


“Non.” sapa Winda, Mei pun menoleh ke sumber suara, yang mana Winda berdiri di belakangnya seraya membawa sebotol minuman wiski dengan 2 gelas di atas nampan.


“Oh, duduk mbak Win.” ucap Mei, menyuruh Winda untuk duduk di sebelahnya, Winda pun meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja yang ada di hadapan mereka.


“Non, apa ada masalah baru?” tanya Winda.


“Iya, sebenarnya mbak Win, aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Leo,”


“Loh! Kenapa non?” tanya Winda dengan perasaan terkejut.


“Untuk apa mbak memaksakan orang lain mencintai kita? Hari ini Yalisa kena perundungan lagi, sampai-sampai masuk rumah sakit, pada hal aku ada di samping Leo, saat dia hendak mengantarkan Yalisa ke rumah sakit, tapi dia seolah enggak melihat kehadiran ku disana, setelah aku memutuskan hubungan kami, dia juga tidak merasa keberatan, jadi aku sangat sadar kali ini, mencintai sebelah tangan sama dengan membunuh diri sendiri,” terang Mei seraya menghisap rokoknya.


“Oh...., apa nona tidak akan menyesal?” tanya Winda seraya menuangkan wiski ke gelas mereka berdua.


“Aku tentu saja menyesal, tapi mengikhlaskan jauh lebih indah dan baik, aku takut kalau tetap di paksakan, nanti Leo akan jadi korban selanjutnya, karena pasti aku enggak terima kalau dia menyelingkuhi ku.” terang Mei, yang kini meneguk wiski yang berada dalam gelasnya.


“Non, sabar ya, kami semua yang ada disini untuk mu setiap saat.” Winda dapat merasakan apa yang Mei rasakan, kesepian yang teramat mendalam, dan pengharapan kasih sayang yang tak pernah nona nya dapatkan.


“Aku takut, psikis non Mei tambah parah, semoga non Mei mendapatkan seseorang yang bisa menerimanya apa adanya, dan dapat menyembuhkan penyakit mental non Mei,” batin Winda.


“Non, perbaikilah hubungan mu dengan Yalisa, dan ini hanya pandangan ku ya non, saya berpendapat kalau non Yalisa, bukanlah dalang pemerasan yang sekarang meneror kita, dan menurut ku non Yalisa adalah gadis yang baik, ambillah apa yang baik darinya non, terlebih kita sudah menghabisi ibunya, tebus lah dengan menjadi teman yang baik dan setia untuknya,” terang Winda.


Mei pun memikirkan dalam-dalam soal masukan Winda tersebut.


______________________________________________


Setelah 3 hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Yalisa kembali masuk sekolah, suasana sekolah kali ini teramat tenang, tidak ada satu orang pun yang mau mengajak Yalisa berbicara sebab takut akan ancaman Riski, karena barang siapa yang membuat hati Yalisa tersinggung atau sakit hati, akan mendapat akibatnya secara instan.

__ADS_1


Tentu saja Yalisa tidak tahu menahu tentang hal itu, sebelum Mei datang ke sekolah, Yalisa hanya duduk sendiri di bangkunya.


Ia juga memperhatikan orang-orang di kelas yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing .


Tak lama Mei pun memasuki kelas, wajah Yalisa nampak senang sejenak, namun ia kembali terdiam, karena ia merasa Mei sudah tak menganggapnya lagi teman, sebab Mei tak datang mengunjunginya sekali pun selama ia di rumah sakit.


Mei pun duduk di sebelahny, Yalisa hanya fokus ke handphone nya, karena dalam benaknya Mei akan mengabaikannya meski mereka berdekatan.


“Hei, apa kabar?” tanya Mei, yang membuat Yalisa langsung meliriknya.


“Baik.” jawab Yalisa, lalu Mei mengusap ubun-ubun Yalisa dengan senyuman hangat.


“Aku fikir kamu akan di rawat seminggu lagi, ternyata cuma 3 hari toh, hehehe,”


“Kenapa kamu enggak datang menjenguk ku?” tanya Yalisa, Mei pun menghentikan usapan tangannya.


“Maaf, aku merasa bersalah dan malu, karena enggak membantu mu saat dalam kesusahan, aku cuma bisa menyakiti hati mu,” terang Mei.


“Mei, kitakan sahabat, kenapa kamu bicara begitu?” ucap Yalisa.


“Itu kenyataan Lis, aku malu dan merasa kurang pantas saat melihat mu, sikap ku terlalu buruk.” terang Mei, yang membuat Yalisa makin bingung, ia tak tahu kalau perkataan Mei adalah tentang perbuatan liciknya selama ini.


“Benarkah?” tanya Mei.


“Iya.” jawab Yalisa, Mei pun membalas pelukan Yalisa tersebut.


Ternyata Zuco dan Marco melihat pemandangan mengharukan itu, mereka berdua pun turut senang.


“Akhirnya mereka baikan,” ucap Marco.


“Iya, aku terharu,” jawab Zuco.


“Tapi kamu masih ada hutang pada ku 500.000 karena Yalisa dan Riski kan enggak balikan, dan Riski masih saja pacaran dengan Felicia ” ujar Marco.


“Iya, iya, bulan depan aku bayar ” ucap Zuco.


Tak lama bel sekolah pun berbunyi, Yalisa terus saja menatap tempat duduk Riski.

__ADS_1


“Sudah bel, kok dia belum datang, pada hal aku rindu,” batin Yalisa.


Sampai pelajaran pertama di mulai Riski tak kunjung datang, dalam setiap absen guru pun namanya di lewatkan, hati Yalisa bertaya-tanya, ada apa dengan Riski.


Sejujurnya Yalisa ingin bertanya pada Mei, namun ia merasa gengsi.


Keesokan harinya juga Riski tak masuk sekolah, perasaan Yalisa semakin tak menentu, Rindu khawatir dan juga gelisah menjadi satu.


Yalisa membuka aplikasi WhatsApp di handphonenya, dan melihat kontak Riski.


“Aku enggak di blokir kok.” batinnya, namun Riski terakhir aktif tanggal 06 Januari 2018, ingin sekali Yalisa menelpon Riski, namun ia tak percaya diri, dan juga takut, sebab ia sudah bersikap kasar pada mantan kekasihnya itu, terlebih ia tak ingin merusak hubungan Riski dan Felicia.


Rabu tanggal 10 Januari 2018, 3 hari telah berlalu, namun Riski tak kunjung masuk sekolah.


Yalisa yang sudah tak dapat menahan rasa penasarannya memutuskan bertanya pada Mei mengenai Riski.


“Mei,”


“Iya?”


“Riski kok enggak pernah masuk sekolah lagi sih?” tanya Yalisa.


“Oh iya, itu aku kurang tahu, karena guru juga enggak bilang dia kenapa, dan aku juga enggak telepon dia sih buat tanya kabarnya,” jawab Msi.


“Kok dia tiba-tiba tanya soap Riski? Bukannya Yalisa sekarang sama Leo?” batin Mei.


Hati Yalisa mulai panas dingin, perasannya tak tenang, ia dengan cepat menghampiri Zuco ke bangkunya.


Dan tentu saja Zuco heran melihat Yalisa berdiri di hadapan mejanya seraya memberi tatapan tajam.


“Ada apa?” tanya Zuco.


“Kamu pasti tahukan dimana Riski sekarang?” tanya Yalisa.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️

__ADS_1


Instagram :@Saya_muchu


__ADS_2