
“Siapa yang datang malam-malam begini?” gumam Yalisa.
“Paket! Permisi!” ucap sang kurir.
“Paket? memangnya ibu belanja online?” ~batin Yalisa.
Saat akan beranjak dari tidurnya, tiba-tiba Yalisa mendengar ibunya telah membukakan pintu. Setelah menerima paket, ibunya mengetuk kamar Yalisa.
Tok tok tok...
“Yalisa, kamu sudah tidur nak?” ucap ibunya
“Belum bu.” sahut Yalisa, seraya bangkit dari tidurnya menuju pintu.
cetek!
Yalisa membuka engsel pintu kamarnya, lalu ia melihat ibunya menenteng sebuah plastik berwarna hitam tebal.
“Itu apa bu?” tanya Yalisa.
“Kok nanya ke ibu, ini yang belanjakan kamu.” Jawab ibunya, seraya menyerahkan kantong plastik yang di tangannya pada Yalisa.
“Makasih bu,” ucap Yalisa, yang kebingungan, karena ia merasa tak pernah berbelanja online.
Setelah ibunya beranjak pergi, Yalisa pun menutup kembali pintu kamarnya, lalu berjalan menuju ke atas ranjang.
Saat ia melihat isi kantong plastik berwarna hitam itu, ternyata adalah handphone mahal keluaran terbaru di tahun 2017 berwarna hitam.
“Gila, handphone Apel, aku kan enggak pernah beli ini, pasti salah alamat nih kurirnya.” gumam Yalisa.
Yalisa pun mencek kembali alamat yang ada di bungkusan kotak Yang sebelumnya ia buka, dan ternyata memang di tujukan untuknya.
“Siapa yang beli ya?” batin Yalisa.
Karena handphone Yalisa sekarang sedang rusak, terpaksa ia menerima begitu saja handphone dari seseorang yamg belum ia ketahui namanya itu.
Yalisa pun mengambil handphone lamanya untuk di keluarkan kartu simnya, setelah itu ia masukkan ke handphone nya yang baru.
Lalu ia mengaktifkan handphone Apel nya, pas layar sudah menyala, ia terkejut karena layarnya terkunci.
“Apa? ini kan handphone baru, kenapa pakai sandi segala buat bukanya, aku mana tau sandinya apa, ini yang kasih ikhlas enggak sih?” gumam Yalisa.
Karena butuh Yalisa pun mencoba memasukkan beberapa sandi, mulai dari tanggal lahirnya, tanggal lahir ibunya, tanggal lahir Mei, Hari jadiannya dengan Leo dan lain-lainnya, tapi tetap saja gagal, karena sudah kehabisan akal, Yalisa iseng membuat tanggal hari itu, 22 09 2017 dan secara mengejutkan sandi yang di masukkan berhasil.
Deg!
Jantung Yalisa berdegup kencang, hatinya menjadi curiga, kalau yang membelikannya handphone adalah Riski.
Di dalam handphone juga semua aplikasi telah tersedia, lalu Yalisa sigap mendaftar ulang akun WA nya, setelah berhasil ia mengaktifkan file cadangan di hari-hari sebelumnya, sehingga semua pesan yang di handphone lamanya, kini telah berada di handphone barunya.
Lalu Yalisa membuka beberapa pesan yang belum ia baca, salah satunya dari Leo.
“Malam sayang, tadi kamu pulangnya kehujanan enggak?” 📱 Leo.
“Iya sayang.” 📱 Yalisa.
__ADS_1
Setelah membalas pesan dari Leo, ia kembali melihat status pengiriman pesannya pada Mei yang tetap saja centang satu.
Saat Yalisa menarik layar handphonenya ke atas, ia melihat satu pesan yang di kirim oleh pak Ari beberapa hari lalu, yang belum ia baca.
“Dasar jalang, enggak berguna! Kalau kita ketemu besok, aku buat mati kamu!” 📱 Pak Ari.
“Semoga kamu sekarang di ambang kematian!” gumam Yalisa.
Saat akan membersihkan chat dari pak Ari, secara mengejutkan Yalisa melihat status pak Ari sedang online.
“Hah!!!” Yalisa terkejut, lalu ia buru-buru menangkap layar, biar nantinya ada bukti, kalau pak Ari online pada hari itu.
“Dasar brengsek, sebenarnya tujuan pak Ari apa sih? mengerjai semua orang dengan totalitas begini, apa mau balas dendam pada ku dan Riski?” ucap Yalisa seraya mencengkram kuat handphone nya.
Karena masih penasaran akan pak Ari, Yalisa pun membuka akun Enstanya, lalu ia mencari id dari pak Ari.
Saat sudah ketemu, Yalisa melihat satu persatu postingan pak Ari, yang mana di antaranya tertera gambar keluarga, tunangan, beserta sepasang cincin yang akan ia pakai dengan tunangannya di saat pernikahan nanti, yang memiliki caption.
“Ini adalah cincin khusus satu-satunya di dunia, yang ku buatkan di penempa perhiasan terbaik di kota ini”
“Cih, kalau tunangan mu tahu, kelakuan mu cabul pada banyak perempuan, pasti dia akan mencampakkan mu pak Ari.” gumam Yalisa, lalu mulai menutup layar handphonenya.
Yalisa yang mencoba tidur tiba-tiba merasakan badannya panas, kelapa pusing, indra perasaanya pun pahit.
“Kayaknya aku mau demam deh, ya sudahlah sebaiknya aku tidur, besok pagi kan harus ke sekolah.” batin Yalisa.
______________________
Pukul 05:00 Yalisa bangun dari tidurnya, keadaanya yang masih demam membuatnya merasa berat untuk bangun dari ranjangnya.
Dengan terpaksa ia pun beranjak turun dari ranjang menuju kamar mandi, untuk mengambil air wudhu.
“Kamu sudah bangun nak?” ucap ibunya yang baru selesai sholat subuh.
“Iya bu,” sahut Yalisa.
Ibunya yang melihat wajah Yalisa pucat langsung merasa khawatir.
“Kamu demam Lis?” tanya ibunya.
“Iya bu, tapi udah mau sembuh kok,” jawab Yalisa.
“Ya sudah, kamu bergegas ambil air wudhu, sholat abis itu makan, biar minum obat, nanti ibu sediakan kamu air panas buat mandi.” ucap ibunya, Yalisa pun mengikuti titah dari ibunya.
Pukul 06:30 Yalisa pamit pada ibunya untuk berangkat ke sekolah, saat dalam perjalanan ia melihat Riski dengan motornya melintas begitu saja, tanpa menyapa seperti sebelumnya.
Yalisa menundukkan kepalanya karena merasa tak nyaman.
“Pagi bangat dia berangkat ke sekolahnya? biasa juga sampai ke sekolah mendekati bel dulu.” ~batin Yalisa.
Saat Yalisa melanjutkan langkahnya, tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti tepat di sampingnya, ia heran akan mobil tersebut karena Yalisa baru pertama kali melihatnya.
Saat kaca mobil terbuka, ternyata itu adalah Leo Yang menyetir sendiri.
“Ayo masuk Yalisa, maaf telat buat jemput kamu,” ucap Leo.
__ADS_1
“Kok kamu bawa mobil?” sahut Yalisa.
“Takut hujan, nanti kita basah lagi kalau mau pulang,” ucap Leo.
“ Oh,” sahut Yalisa, seraya masuk ke dalam mobil, dan duduk di sebelah Leo.
Kemudian Leo pun melajukan mobilnya membelah jalan raya.
Sesampainya mereka di parkiran sekolah, mereka tak sengaja berpapasan dengan Riski, Yalisa yang bertemu mata dengan Riski langsung mengalihkan pandangannya pada Leo.
“Sayang, makasih ya udah jemput aku, oh ya nanti kamu juga datang kan ke ulang tahun Mei?” ucap Yalisa seraya menggandeng mesra tangan Leo.
Riski yang melihat pertujukan mesra di depannya merasa geli, ia pun mempercepat langkahnya meninggalkan wanita yang ia cintai beserta saingannya itu.
“Apa kemarin itu dia cuma pura-pura lugu? Buktinya tadi dia bisa bertingkah manja sama Leo, aku enggak percaya kalau yang kami lakuin kemarin, belum pernah ia perbuat dengan Leo, dasar cewek munafik!” batin Leo.
Sesampainya Leo ke dalam kelas, ia membanting tasnya dengan kuat ke atas meja, dan itu membuat orang-orang dalam ruangan terkejut.
“Kamu kenapa Ki?” ucap Zuco.
Riski yang merasa gerah di ruangan ber- AC, mulai membuka 2 kancing bajunya paling atas.
“Enggak apa-apa bro,” sahut Riski seraya duduk di atas kursinya.
“Kalau enggak apa-apa, kenapa kamu emosian begitu bro?” ucap Zuco.
“Enggak ada bro, udah deh jangan banyak tanya, oh iya, kamu dapat undangan dari Mei enggak?” tanya Riski.
“Oh, soal pesta ulang tahunnya ya?” jawab Zuco.
“Iya, kamu dapat enggak?” ucap Riski.
“Iya aku dapat, emang kamu enggak?” sahut Zuco.
“Dapat sih, tapi Mei tumben ya undang semua orang dari kelas kita,” ucap Riski.
“Iya, tapi enggak apa-apa lah, lumayan kan entar malam bisa cuci mata lihat cewek-cewek cakap,” Sahut Zuco.
“Eh, cewek terus yang di fikirin.” ucap Riski.
“Kamu sendiri emang gimana? ceweknya dimana-mana juga kan? heh...!!” sahut Zuco.
Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol, Riski melihat Yalisa masuk di antar oleh Leo, Zuco Yang ikut melihat pun mulai memanasi Riski.
“Yang cantik dan berkelas tinggi saja bisa kamu dapatkan, masa yang model sampah sekolah enggak bisa kamu taklukan? Saingan mu juga cuma Leo, yang hartanya tidak sebanding dengan mu, tadi aku lihat dia pake mobil ke sekolah, masa kamu mau kalah sih.”, ucap Zuco.
“Ngomong apa sih kamu?” sahut Riski.
“Enggak usah bohong sama aku soal perasaan mu, kalau kamu penasaran sama dia, dapatkan dia, lagian kan kamu belum balas dendam pada Leo, terkait pemukulan yang ia lakukan pada kita bertiga.” ucap Zuco seraya tersenyum licik.
“Benar juga kata Zuco, dengan merebut Yalisa darinya, akan membuat hatinya hancur.”~ batin Riski.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
__ADS_1
Instagram :@Saya_muchu