
“Aku akan jemput, berikan aku waktu sehari saja, buat jadi pacar mu lagi, setelah itu kalau hati mu enggak berubah, aku akan mundur.”
“Kamu udah gila ya, awas! Jangan halangi jalan ku.” Dengan terpaksa Leo pun memberi jalan untuk Yalisa lewat.
Drrrkkk...
Setelah pintu terbuka, Yalisa melangkah dengan cepat, ia sangat takut kalau Leo akan mengejarnya dari belakang.
Leo yang di tinggal sendiri pun menangis sejadi-jadinya dengan membelakangi pintu. Tanpa ia sadari ada yang memperhatikannya dengan tatapan yang begitu tajam dari arah luar ruangan.
__________________________________________
Malam harinya Yalisa mendapat pesan singkat dari Riski.
Tadi kenapa pulang duluan? Riski ✉️
Maaf aku cape, makanya duluan pulang, oh iya aku mau tidur sekarang, jangan ganggu lagi ya. Yalisa ✉️
Oke sayang, mimpi indah. Riski ✉️
Yalisa yang sedang rebahan di atas ranjangnya mulai bingung, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, di satu sisi ia masih cinta dengan Leo, di sisi lain dia sudah pacaran dengan Riski.
Tapi, ia tak dapat membohongi perasaannya saat ini, meski ia tahu itu salah, tapi Yalisa masih berharap bisa bersama dengan Leo.
“Apa aku jahat ya? Kalau seandainya besok aku jadi ketemuan sama Leo?” gumam Yalisa.
__________________________________________
Pagi harinya Yalisa bangun dari tidurnya, ia yang ingin joging pun memakai celana training dan jaket.
“Bu, Yalisa keluar buat joging ya.”
“Iya, bawa kunci cadangan nak, karena ibu mau pergi reunian sama teman-teman sebenar lagi.”
“Oke bu.” setelah mengambil kunci cadangan Yalisa pun keluar rumah di pukul 06:00 pagi itu.
Saat ia telah sampai ke pinggir jalan, ia kaget karena sudah ada Leo duduk di warung sebelah gang rumahnya.
“Leo!”
“Yalisa, akhirnya kamu keluar juga.” Leo pun berdiri dari duduknya.
“Kenapa enggak bilang mau datang? Dari kapan kamu disini?” tanya Yalisa tak percaya.
“Gimana mau bilang, kamu kan memblokir nomor ku, dan aku disini dari 04:30.” ungkap Leo.
“Kamu mau apa kesini? Pulang sana, aku mau joging.” ucap Yalisa seraya berlari kecil.
Kemudian Leo pun naik ke atas motornya mengikuti kemana Yalisa pergi.
Awalnya Yalisa tak memperdulikan Leo, tapi orang-orang yang ada di sepanjang jalan menaruh perhatian pada mereka berdua, yang membuat Yalisa tak nyaman.
“Leo, sebaiknya kamu pulang, kamu lihat kan, kita jadi pusat perhatian.” ujar Yalisa yang kini menghentikan langkahnya.
__ADS_1
“Aku akan terus ikuti kamu kemana pun.” Dengan memutar mata malas Yalisa berkata.
“Mau kamu apa sih?”
“Enggak banyak, ayo ikut aku ke villa.”
“Villa?”
“Iya, jadilah pacar ku untuk hari ini saja, kalau hati mu enggak berubah tetap ingin pisah, aku enggak akan paksa lagi.” Yalisa yang sedari awal memang di lema menjadi tambah pusing.
Namun ia tak punya pilihan, karena Leo begitu keras kepala, tak mau meninggalkannya sendirian.
“Oke, tapi kamu harus janji, setelah ini kalau hati ku tetap memilih pisah, jangan pernah tampakkan wajah mu di hadapan ku lagi.” terang Yalisa.
“Oke, aku setuju.” mendapatkan kesempatan kedua dari Yalisa membuat Leo sangat senang, Yalisa pun naik ke atas motor Leo, lalu mereka melaju menuju villa keluarga Leo.
Ini jelas salah, tapi aku enggak bisa nolak, yang sudah menikah saja bisa pisah, apa lagi yang masih berencana nikah. batin Yalisa.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, sampailah mereka ke villa keluarga Leo, yang terletak di atas perbukitan. Yalisa begitu takjub karena masih bisa melihat kabut menyelimuti area perbukitan itu.
Udaranya juga sangat segar membuat hati siapa saja akan tenang bila berada di tempat tersebut.
Kemudian Leo memarkirkan motornya tepat di depan villa. “Ayo masuk.” ucap Leo seraya turun dari atas motornya.
“Iya.” sahut Yalisa.
Ceklek!
“Kamu udah makan belum?” tanya Leo dengan lembut.
“Belum.” jawab Yalisa dengan tersenyum tipis.
“Ya sudah, kamu duduk saja di sofa, biar aku siapkan roti bakar.” ujar Leo seraya menuju dapur.
Yalisa pun duduk di atas sofa sesuai permintaan Leo, seraya sesekali melirik Leo yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
Tanpa Yalisa sadari, bibirnya melebar. Setelah beberapa saat Leo kembali dengan membawa beberapa lembar roti bakar dan 2 gelas teh manis panas di atas nampan, lalu Leo meletakkannya di atas meja kayu jati yang ada di hadapan Yalisa.
“Ayo makan.” ucap Leo seraya duduk di sebelah Yalisa.
“Iya.” Yalisa dan Leo pun melahap roti bakar tersebut hingga habis.
Setelah mereka selesai sarapan, kedua mantan kekasih itu mendadak jadi canggung.
“Kita mau ngapain lagi sekarang?” tanya Yalisa.
“Gimana kalau kita mancing?” ujar Leo, karena memang tak ada ada yang dapat di lakukan, Yalisa pun setuju.
Kemudian Leo bergegas mengambil 2 pancing dari dalam gudang. Lalu Leo mengajak Yalisa untuk mencari cacing bersama. Keduanya nampak bahagia, seolah masalah di antara mereka tak pernah ada.
Selesai mencari cacing, mereka bergegas menuruni bukit untuk mencapai danau.
Dan di kaki bukit telah tersedia perahu kecil yang cukup untuk mereka berdua. Leo naik terlebih dahulu ke atas perahu, lalu ia membantu Yalisa untuk naik juga.
__ADS_1
“Hati-hati.” ujar Leo, seraya memegang erat tangan Yalisa.
Setelah mereka berdua telah berada di atas perahu, Leo melepas tali pengait perahu itu, Lalu ia mulai mendayungnya sampai ke tengah danau.
Kemudian Leo mengaitkan cacing ke kedua mata pancing mereka.
“Ini.” Leo menyerahkan salah satu pancing pada Yalisa.
Hub! Mereka berdua melempar jauh umpannya. Seraya menunggu, Leo menuang kopi hangat untuk Yalisa.
“Ini minumlah, biar tubuh mu hangat.” Leo menyodorkan kopi itu pada Yalisa.
“Terimakasih.” Yalisa pun menerimanya.
Ketika Yalisa menyeruput kopinya, tiba-tiba handphone nya bergetar.
Drrtttt!!! Drrrtt!!!
Saat Yalisa cek, ternyata itu panggilan dari Riski, sang pacar.
Aduh, kenapa dia malah telepon sekarang? batin Yalisa, ingin sekali ia mematikan panggilan tersebut, tapi ia takut Riski akan terus menelepon.
“Siapa?”
“Stttt!” Yalisa meletakkan telunjuknya ke bibirnya, sebelum ia menerima panggilan itu.
📲 “Halo, kenapa Ki?” Yalisa.
📲 “Halo sayang, kamu lagi ngapain?” Riski.
📲 “Aku lagi bantu ibu masak.” Yalisa.
📲 “Oh, yang nanti kita jalan yuk, aku kangen.” Riski.
Waduh, ini anak ngajak jalan lagi. batin Yalisa.
📲 “Maaf Ki, aku enggak bisa, hari ini aku ada acara sama ibu.” Yalisa.
Leo tersenyum, karena Yalisa berbohong demi dirinya.
Ternyata masih ada aku di hatinya.”l batin Leo.
📲 “Oh ya? Ck, sayang bangat kalau gitu.” Riski.
📲 “Iya Ki, maaf bangat ya, oh iya Ki, udah dulu ya, ibu manggil aku tuh.” Yalisa.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
__ADS_1