SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab CXIV (Felicia Si Pacar Baru)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, liburan sekolah pun telah usai, Yalisa hari itu kembali lagi bersekolah seperti biasanya.


Pukul 06:45, Yalisa telah tiba di sekolah, meski tidak pintar tapi ia cukup teladan.


“Enggak terasa sudah semester 2 saja, dan beberapa bulan lagi ujian, terus lulus.” batin Yalisa.


Saat Yalisa baru menginjakkan kaki kanannya ke dalam kelas, ia di kejutkan dengan pemandangan pagi yang tidak biasa.


Karena di sudut kelas, baris ke 4 bangku paling belakang ia melihat 2 sejoli yang sedang memadu kasih. Yalisa tak terlalu memperjelas itu siapa, karena agak canggung juga kalau ia memperhatikan terlalu lama.


“Cih, awal semester mereka di buka dengan bermesraan.” batin Yalisa, seraya tersenyum kecil.


Yalisa tak memperdulikannya, ia berjalan menuju bangkunya yang berada di barisan pertama.


“Setelah sampai ke bangkunya, Yalisa memasukkan tas ke dalam laci, dan duduk tenang, seraya membuka youtube.


Namun lama kelamaan dua sejoli yang ada di di seberangnya semakin panas saja, bertukar cumbu.


“Berisik bangat sih,” gumam Yalisa.


Karena merasa terganggu, Yalisa memutuskan untuk keluar dari dalam kelas.


Saat ia berjalan keluar kelas, tanpa sengaja, Yalisa melihat tas Riski yang sudah berada di dalam lacinya.


Yalisa mengernyit, dan menoleh ke sudut kelas, memperjelas, siapakah laki-laki dan perempuan yang sedang pacaran di pagi buta itu.


Baru saja Yalisa ingin memastikan tiba-tiba teman sekelasnya itu telah usai berciuman, dan alangkah sialnya Yalisa, karena pria dan wanita yang sedari tadi bermesraan adalah Riski dan Felicia, si gadis paling cantik yang ada di kelas mereka.


Nampak jelas keduanya begitu menikmati aktivitas yang baru mereka lakukan, Yalisa yang saat ini sebagai mantan tak bisa berkata apapun, raut wajahnya masih datar, dan dengan santai balik kanan menuju kantin.


“Sial, aku tadi enggak kenal Riski karena potong rambut.” gumam Yalisa, seraya mempercepat langkahnya ke kantin.


______________________________________________


“Ki, benar kamu udah enggak ada hubungan apa-apa lagi sama Yalisa?” tanya Felicia pada Riski, karena ia tak ingin di katakan perusak hubungan orang (PHO)


“Iya, kenapa?”


“Bukan apa-apa sih, cuma kan enggak enak kalau ternyata kalian masih pacaran, apa lagi tadi dia lihat kita ciuman.”


“Ohh, enggak usah pikirin.” ucap Riski.


“Oke,” sahut Felicia seraya tersenyum malu.

__ADS_1


Riski yang telah merapikan bajunya, beranjak dari hadapan Felicia.


“Riski mau kemana?” ucap Felicia.


“Aku mau ke toilet dulu, mau buang air kecil.”


“Oh, oke.” Riski bergegas keluar dari dalam kelas menuju toilet, sesampainya ia ke toilet, Riski pun buru-buru untuk kumur-kumur dan membasuh semua bekas aktivitasnya dengan Felicia.


“Hah! Apa yang aku lakukan sudah benar? Tapi tadi ekspresi Yalisa biasa saja, jangan sampai aku percuma melakukan ini semua, kalau dia saja tidak merasa cemburu.” gumam Riski seraya melihat wajahnya di kaca wastafel.


Saat Riski keluar dari dalam toilet, tak sengaja ia malah berpapasan dengan sang mantan, Yalisa yang melihat wajah Riski tak menampilkan ekspresi apapun, namun tidak dengan Riski yang menahan nafasnya dalam-dalam.


Yalisa berjalan mendahului Riski menuju kelas mereka. Sesampainya keduanya ke dalam kelas, ternyata sudah lumayan banyak siswa-siswi yang datang.


Termasuk Mei, yang telah duduk di bangkunya, Yalisa pun duduk di sebelah Mei dan mulai bertanya.


“Kenapa selama liburan kamu enggak ada kabar dan enggak bisa di hubungi?”


“Aku sibuk.” jawab Mei dengan singkat.


“Sesibuk itu sampai tidak mau mengangkat telepon ku?”


“Iya.”


“Mei, apa aku punya salah sama kamu? Makanya kamu menjauhi aku begini?” tanya Yalisa dengan serius, karena selain Mei, tak ada lagi temannya di dalam kelas itu.


Tak lama, bel sekolah pun berbunyi, tanda mata pelajaran akan segera di mulai. Disaat mereka sedang menunggu ke datangan bu Dewi, anggota kelas pun menyempatkan untuk bergosip.


Tentu saja, teman gosip kali ini adalah mengenai kandasnya hubungan Riski dan Yalisa.


“Yov, ada kabar bagus buat kamu.” ucap Yuna pada Yovi yang ada di sebelahnya.


“Kabar apaan?” tanya Yovi.


“Riski dan Yalisa sudah putus.”


“Apa?” ucap Yovi seraya menutup mulutnya.


“Iya, akhirnya mereka putus juga, jadi kita bebas nih buat gangguin dia lagi,” ujar Yuna.


“Benar bangat, aku sebenarnya udah lama kesal dan pengen gebukin mukanya, tapi karena Riski melindungi dia, jadinya aku enggak bisa apa-apa.” terang Yovi yang sangat bersemangat.


“Benar bangat, nanti kita gangguin dia ya.” ucap Yuna seraya melakukan tos dengan Yovi.

__ADS_1


“Berarti aku punya kesempatan buat balikan lagi sama Riski.” ucap Yovi kegirangan.


“Siapa bilang? Kabar buruknya, Riski sekarang pacaran sama Felicia, donatur paling kaya nomor 2 di sekolah kita.” terang Yuna, yang membuat Yovi cemberut.


“Apa sih ini, harusnya tadi bilang kabar buruknya dulu, kalau gitu sih aku sama sekali enggak ada peluang dong.” hati Yovi pun hancur untuk yang kedua kalinya.


Ternyata Mei mendengar percakapan antara Yovi dan Yuna tersebut yang tempat duduknya ada di sebelahnya. Mei mulai gentar mendengar kabar buruk itu, dia takut peluang kembali antara Yalisa dan Leo akan semakin besar.


“Gawat, masih pacaran sama Riski ajah Leo masih berjuang, apa lagi udah pisah begini.” batin Mei.


Tadinya Mei ingin menjauhi Yalisa, namun karena situasi yang sangat genting, Mei mengurungkan niatnya.


“Aku harus menyatukan mereka kembali,” batin Mei.


Mei melirik ke arah Yalisa yang sedari tadi menundukkan kepala.


“Kamu enggak cape nunduk terus?” tegur Mei.


“Apa?” sahut Yalisa.


“Jangan murung begitu, tapi kenapa kamu bisa putus dari Riski?” tanya Mei.


“Udah enggak cocok ajah sih,” jawab Yalisa.


“Enggak cocok apanya coba? Kalian itu cocok bangat, saling melengkapi, harusnya kamu jangan putus sama dia.” Mei mencoba mengubah keputusan Yalisa.


“Tapi kita udah putus hampir 2 minggu Mei,”


“Apa? 2 minggu? Kamu kenapa enggak cerita sama aku?” ucap Mei merasa syok.


“Kan aku mau telepon kamu buat curhat tapi kamu enggak angkat.”


“Salah besar aku abaikan teleponnya, mungkin kalau aku tahu dia mau ngomong apa, masih bisa di atasi dan mereka balikan lagi.” seketika Mei merasa prustasi atas kebodohannya sendiri.


“Maafin aku ya, waktu itu aku lagi ada masalah yang harus di urus, mohon maaf bangat,”


“Iya, maafin aku juga sekiranya aku punya salah sama kamu,” ucap Yalisa.


“Aku harus bicara sama Riski, enak bangat main putus begitu saja,” batin Mei.


Sementara Zuco dan Marco yang tahu Riski punya pacar baru, tak ada bedanya dengan yang lain, mereka juga ikut syok.


Bersambung...

__ADS_1


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu


__ADS_2