SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab CXLIII (Malam Pertama)


__ADS_3

“Selama aku disana, aku sering berpikir, apa kamu sudah punya pengganti ku, mengingat aku sudah 2 tahun enggak pulang,”


“Yang antri banyak sih buat dekat,” ucap Yalisa yang ingin mengerjai sang kekasih.


“Serius?”


“Iya,”


“Tapi kamu belum sempat jalan kan sama orang-orang yang naksir kamu?”


“Pernah sih,” ucap Yalisa.


“Apa? Pada hal aku di luar negeri setengah mati banting tulang buat naikin saham, semua demi kamu, eh enggak tahunya kamu malah jalan sama cowok lain,” Riski merajuk kepada Yalisa.


Lalu Yalisa mencubit kedua pipinya, “Aduduh..., baru di bilang gitu udah ngambek? Pada hal aku cuma bercanda lo,” ucap Yalisa seraya tertawa.


Riski pun balas mencubit kedua pipi Yalisa.


“Aku juga bercanda tahu,” lalu keduanya kembali berpelukan.


“Aku sudah bilang pada ayah,”


“Bilang apa?”


“Kalau aku akan menikahi mu,” ucap Riski.


Kemudian Yalisa mendongak, “Terus apa kata om?”


“Dia setuju,”


“Alhamdulillah, tapi kita mau menikah kapan Ki?”


“Minggu besok,”


“Hah?! Minggu besok? Kok mendadak sih? Itu kan 2 hari lagi,”


Yalisa melepas pelukan sang kekasih.


“Dadakan dari mana sih? Justru ini sudah telat, harusnya kan kita nikah tahun kemarin,” terang Riski.


“Oh, Iya juga sih...,”


“Sudahlah, kamu tinggal terima beres, semua sudah aku siapkan, kamu tinggal suruh om yang dari Solo untuk segera berangkat,” terang Riski.


Yalisa pun mendadak heboh, ia langsung memberitahukan kabar bahagia itu kepada keluarganya.


___________________________________________


16 Februari 2020, pernikahan antara Riski dan Yalisa pun berlangsung dengan sederhana.


Yang menghadiri acara hanya orang-orang penting, untuk teman alumni hanya mengundang Zuco dan Marco.


Tentu saja semua itu untuk menjaga privasi anggota baru keluarga Lail, dari bisnis gelap yang mereka kelola.

__ADS_1


Kini, Yalisa telah resmi menjadi nyonya Lail, ia juga pindah ke rumah sang suami.


Malam harinya, ketika keluarga kecil itu telah selesai makan, Riski memohon izin pada sang ayah, untuk istirahat terlebih dahulu.


“Yah, kami istirahat lebih dulu ya,” ucap Riski.


“Kenapa buru-buru sekali? Ini baru jam 20:00, Ayah juga belum selesai mengobrol dengan menantu ayah,” ujar pak Doni.


“Cepat gimana sih yah? Kita sudah lelah seharian yah,”


“Enggak apa-apa Ki, lagi pula aku belum ngantuk,” ujar Yalisa, yang merasa tak enak bila harus menolak permintaan pertama mertuanya.


“Nah, Yalisa saja enggak keberatan, dan dia juga belum mengantuk, lagi pula ayahkan jarang di rumah, ya enggak masalahkan kalau ayah di temani menantu ayah mengobrol sebentar lagi?” ucap pak Doni, yang merasa senang, karena ada anggota keluarga baru.


“Memangnya yang bilang langsung tidur siapa yah?” Yalisa mendadak grogi atas ucapan suaminya.


“Gila, enggak sabaran bangat ini anak,” batin Yalisa.


“Anak kurang ngajar, udah nikah tapi cara bicaranya enggak pernah di saring dari dulu,” batin pak Doni.


“Eh hehehehehe, Ki...., tapi aku juga masih asyik ngobrol nih sama ayah,” Yalisa mencoba mencairkan suasana yang mulai canggung.


“Sayangnya kita harus naik sekarang,” titah Riski.


“Ya sudah nak, kalian istirahat saja, lagi pula ayah masih punya kerjaan yang harus di selesaikan malam ini,” ujar pak Doni, seraya bangkit dari duduknya, kemudian menuju ruang kerjanya.


Setelah pak Doni pergi, Yalisa memelototi sang suami.


“Enggak waras ya kamu, pada hal ayah masih mau ngobrol, enggak sabaran, enggak boleh gitu loh,” Yalisa menasehati suaminya.


“Brisik bangat sih, ayo naik!” Riski menarik tangan Yalisa menuju lift.


Ting! saat pintu lift terbuka, Riski yang sudah tak sabar menggendong Yalisa ala bridal style.


“Ki, turunin.” lagi-lagi Yalisa di buat malu oleh sang suami, sebab sang suami menggendongnya di hadapan dua Art yang baru saja selesai beres-beres dari kamar pengantin mereka.


“Siapa yang peduli atas pandangan orang lain? Sekarang kamu istri ku, jadi kamu enggak perlu merasa malu,” ujar Riski.


Setelah mereka sampai ke dalam kamar yang telah di dekorasi indah ala khas malam pertama pengantin pada umumnya, Riski melempar tubuh sang istri ke ranjang, yang membuat bunga mawar merah berhamburan ke udara.


“Akh!” Yalisa berteriak dengan aksi heroik sang suami.


“Dasar sinting, kayaknya cuma kamu doang yang lempar istrinya ke ranjang pada malam pertama,” ujar Yalisa.


“Ya baguslah.” ucap Riski, selanjutnya Riski membuka satu persatu kancing kemeja putih yang ia kenakan.


Yalisa pun di buat deg degan, jantungnya serasa mau lepas, ia merasa semua masih seperti mimpi, dan hatinya di buat tambah berkecamuk, ketika ia melihat suaminya telah bertelanja*ng dada.


“Sexy,” batin Yalisa.


Ia begitu kagum dengan keindahan tubuh sang suami bak binaragawan.


Selanjutnya Riski naik ke atas ranjang, perlahan ia menjajal kecupan dari jemari kaki sang istri.

__ADS_1


“Dia ngapain cium kaki segala?” batin Yalisa.


Riski dengan penuh hasrat terus mengecup jemari putih nan mulus sang istri, setelah itu berpindah ke betis.


“Kulit mu lembut,” ucap Riski dengan tatapan sendu.


“Iya, aku sengaja perawatan,” sahut Yalisa dengan jujurnya.


Ketika Riski akan masuk ke dalam daster sang istri, tiba-tiba Yalisa merapatkan kedua kakinya.


“Buka!” ucap Riski.


“Ki, pintunya belum di tutup,” ujar Yalisa.


“Akh, kamu benar-benar ya, biarkan saja pintunya berbuka,”


“Enggak mau, nanti ada yang lihat kita,” ucap Yalisa, yang merasa malu bila aktivitas mereka ada yang melihat.


“Mana ada yang berani masuk kesini? Masih jauh juga pasti mereka sudah mundur, karena mendengar desaha*n kita berdua.” Riski yang sudah tak sabar langsung membuka lebar kaki sang istri.


“Akh!” Yalisa tersentak akan tindakan Riski.


“Belum masuk saja sudah begitu,” Riski menggoda istrinya.


Kemudian ia menyingkap daster yang di kenakan istrinya, ia pun dapat meliht pembungkus merah muda bermotif renda.


Deg deg deg deg!


Jantung keduanya berdetak begitu kencang, ketika Riski akan membuka pembungkus serambi tersebut.


Tiba-tiba Yalisa menahan tangan sang suami.


“Ada apa lagi sih?” tanya Riski.


“Bukannya, kita pertama ciuman bibir dulu? Harusnya dari atas baru kebawah kan Ki?” ujar Yalisa, yang membuat Riski jengkel.


Karena ini adalah malam pertama mereka, Riski mencoba bersabar akan sikap Yalisa.


Lalu ia pun menindih tubuh Yalisa, kemudian mengecup wajah mulus nan putih sang istri tanpa celah sedikit pun, Yalisa juga tak menolak hal itu, karena kini mereka telah sah menjadi suami istri.


Setelah itu, keduanya mulai beradu kemampuan, saling memag*ut bibir satu sama lain.


“Akh.” hingga terlepas suara erangan dari keduanya, ketika Riski ingin melucuti pakaian istrinya, tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu kamar mereka.


Tok tok tok!


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu


Nantikan karya baru dari author pada tanggal 15 Desember 2021.

__ADS_1



__ADS_2