
Keesokan harinya, di sekolah Riski bertemu Yalisa.
“Kamu sudah sarapan?” tanya Riski.
“Sudah, kamu sendiri gimana?”
“Aku juga sudah, oh ya Yalisa,”
“Hum??”
“Untuk ke depannya, kita sepertinya akan jarang keluar kencan, aku harap kamu enggak marah pada ku, atau pun curiga,” ungkap Riski.
“Loh, memangnya ada apa Ki?” tanya Yalisa.
“Karena kita kan sudah mau UN, ayah menyuruh ku untuk fokus belajar,” ucap Riski.
“Oh, oke kalau begitu, yang penting jangan lupa kasih kabar dan jaga kesehatan,” ujar Yalisa.
Setelah hari itu, Riski fokus untuk belajar di rumah setelah pulang sekolah, saat di sekolah pun ia sudah jarang memperhatikan Yalisa, karena tuntutan pak Doni akan dirinya, yang di haruskan wajib belajar dan lulus dengan nilai yang baik.
Yalisa sendiri jelas merasa kesepian, yang sebelumnya Riski selalu menghantui hidupnya siang dan malam, kini mendadak hilang.
Namun ia tak bisa berkomentar, karena semua yang Riski lakukan adalah demi masa depan sang kekasih, terlebih Yalisa yang sudah tahu bagaimana kerasnya pak Doni kalau soal pendidikan.
Satu bulan kemudian, di minggu pagi yang cerah, ketika Yalisa baru saja membuka mata dari lelapnya, ia menerima sms mbanking.
“50.000.000?!” Yalisa tahu yang mengirim uang itu adalah sang kekasih.
“Banyak bangat sih?!” gumam Yalisa.
Saat ia akan mendial nomor sang pujaan hati, ia menghentikan niatnya, karena sudah pasti pria tampan yang kini sangat ia rindukan, takkan menjawab telepon darinya.
Karena Riski sudah pernah berkata, kalau dirinya tak dapat memakai handphone nya di sembarang waktu lagi.
“Riski, aku rindu,” ucap Yalisa.
Tok tok tok!
“Paket!!!” teriak sang kurir dari depan pintu.
“Peket? Aku kan enggak belanja online,” batin Yalisa. Ia pun beranjak dari kamarnya.
Cetek!
Krieett!!!
Ketika Yalisa membuka pintu, ia melihat di atas lantai telah terletak sebuah box merah berukuran kecil, dengan berat tampung 5 kg.
“Dengan kak Yalisa?” tanya si kurir.
“Betul mas, tapi saya enggak merasa belanja mas?” ucap Yalisa.
“Tapi alamat dan namanya tertuju kesini mbak, silahkan tanda tangan.” setelah memberi tanda tangan digital di handphone sang kurir, si kurir pun pergi.
Yalisa pun mengangkat kotak merah itu ke dalam rumah.
__ADS_1
“Amis bangat sih.” Saat ia membuka kotak tersebut, ternyata isinya adalah ikan kembung.
Yalisa pun melihat nama si pengirim yamg ternyata adalah sang pujaan hati Riski Lail.
Sontak ia meneteskan air mata, karena ikan kembung ini, membuatnya bertambah rindu pada Riski.
Meski mereka bertemu di sekolah, namun Riski tak seperti biasanya, Riski seperti lebih menjaga jarak dengan Yalisa.
Yalisa sempat berfikir kalau Riski tak mencintainya lagi, namun semua bayangan negatifnya itu seakan sirna, berkat ikan kembung dan kiriman uang pagi itu.
“Harus aku apakan ikan kembung ini Ki? Aku hanya hidup sendiri, apa kamu bermaksud agar aku makan ikan kembung tiap hari? Hiks..., sebenarnya aku enggak sesuka itu sama ikan kembung, karena yang benar-benar aku inginkan sekarang adalah kamu, huahhh!” Yalisa memasukkan ikan kembung itu ke dalam lemari pendingin di rumahnya.
Dan tiga ekor ia bersihkan, untuk lauknya di hari itu.
Karena Riski sibuk akan urusannya sendiri, Yalisa pun tak mau larut dalam sedihnya, ia pun mulai belajar dengan giat di rumahnya, menonton tutor belajar, secara online juga.
Hingga tak terasa, ujian Nasional pun telah tiba, tepatnya di minggu kedua bulan Maret 2018.
Berkat ketekunan Yalisa dalam belajar, ia dapat menjawab soal-soal yang ada di hadapannya.
“Untung aku belajar,” batin Yalisa.
Riski ternyata memperhatikan gerak geriknya, selama beberapa hari melaksanakan ujian UN.
Dan dari pengamatannya ia tahu, kalau Yalisa dapat mengerjakannya.
“Syukurlah, enggak ada untungnya juga menjaga jarak selama ini, dan enggak sia-sia aku ikuti saran ayah.” batin Riski.
Dalam UAS juga Yalisa dan Riski sama-sama sukses untuk mengerjakan semua soal.
Yalisa yang sedang menonton tv di rumahnya tiba-tiba mendapat pesan WA dari Mei.
“Yalisa, besok datang ke rumah ya, kamu enggak ada kegiatan kan?” Mei.📱
“Iya, ada apa Mei?” Yalisa. 📱
“Temani aku fitting baju pengantin, sekalian mau dekorasi rumah, hehehe,” Mei. 📱
“Oke-oke, memang acaranya kapan Mei?” Yalisa. 📱
“Hari rabu nya, wwkwkkw,” Mei.📱
“Siap bos! Selamat ya Mei,” Yalisa. 📱
“Oke, yang penting jangan lupa,” Mei. 📱
“Siap!” Yalisa. 📱
Yalisa turut senang, karena setidaknya saat itu ia mendapat kabar bahagia dari sahabatnya.
Yalisa yang masih di dera rindu, hanya bisa melihat beberapa photo kenangannya bersama Riski.
Saking Rindunya, Yalisa sampai mencium wajah Riski yang ada di handphonenya.
Keesokan harinya, Yalisa yang telah tiba di rumah Mei, langsung bergegas ke kamar ganti yang ada dalam kamar sang sahabat, yang mana disana adalah tempat penyimpanan koleksi baju Mei, mulai ia belia hingga sekarang.
__ADS_1
Sesampainya Yalisa ke kamar tersebut, ia melihat begitu banyak koleksi gaun pengantin yang berjejeran.
“Eh, kamu sudah datang?” sapa Mei.
“Iya, wah! Banyak bangat bajunya!” seru Yalisa.
“Iya, aku harus coba satu-satu soalnya, menurut mu yang mana yang paling bagus?” tanya Mei.
Yalisa pun mengamati kembali gaun-gaun itu, namun ia bingung untuk menentukan, karena semua terlihat bagus di matanya.
“Semua bagus Mei, aku jadi bingung,” ujar Yalisa.
Lalu dari ruang ganti, Leo muncul dengan setelan jas summer suit berwarna cream, cocok sekali dengan kulit Leo yang berwarna putih cerah.
Yalisa yang melihat Leo pun terpanah, apa lagi Mei yang sebagai calon istrinya.
“Gimana Mei?” tanya Leo.
“Cocok!” seru Mei dengan mengangkat kedua jempol tangannya.
“Iya betul, cocok bangat,” ujar Yalisa.
Karena Leo sudah selesai, kini giliran Mei yang menuju ruang ganti yang ada dalam kamar itu.
“Terimakasih sudah datang,” ucap Leo.
“Iya, selamat ya, semoga berjalan dengan lancar,” ujar Yalisa.
Leo membalas dengan senyuman yang mengandung makna.
Tak seberapa lama, Mei pun tampil di hadapan mereka dengan balutan gaun lengan panjang berkesan sexy, di hiasi dengan manik-manik berlian Dubai, yang membuat kecantikan Mei semakin terpancar, lalu Leo pun berdiri di samping Mei untuk mengambil photo.
Keduanya nampak serasi, Yalisa begitu bahagia melihat keduanya yang begitu luar biasa di depan matanya.
“Pasangan pengantin paling cantik dan tampan yang pernah aku lihat!” seru Yalisa.
Cekrek! Cekrek!
Berbagai pose pun di lakukan oleh kedua pasangan yang akan segera menikah itu.
Tiba-tiba Yalisa teringat akan ajakan menikah dari Riski sewaktu mereka di Bandung.
“Melihat mereka berdua bersanding, aku kok juga jadi pengen nikah ya,” batin Yalisa.
Setelah selesai pemotretan Mei kembali ke kamar ganti.
Di saat Yalisa melamun, Leo sesekali curi-curi pandang padanya.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
__ADS_1