SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab CXV (Bimbang)


__ADS_3

Riski yang duduk di sebelah Zuco pun langsung meminta kejelasan.


“Kamu beneran pacaran sama Felicia?” Marco yang duduk di belakang mereka juga ikut serta dalam percakapan itu.


“Iya, kalian beneran pacaran?” tanya Marco lebih lanjut.


“Iya,” jawab Riski dengan datar.


“Hah?” mulut keduanya pun menganga.


“Sudah berapa lama?” tanya Zuco.


“Sudah 5 hari,” jawab Riski.


“Kamu baru putus dari Yalisa, dan semudah itu mencari penggantinya?” ujar Marco dengan mata melotot.


“Iya betul, terus apa arti keresahan mu itu? Di telepon enggak angkat, di kunjungi malah kurus kering,” ungkap Marco.


“Biasa ajah kali, kan biasanya aku juga gitu,” ucap Riski yang merasa Risih kepada 2 temannya itu.


“Ya selama ini kita biasa saja, tapi melihat kelebaian kalian berdua, kita enggak sangka, buat cari pengganti Yalisa semudah itu.” terang Zuco yang tak suka cara Riski.


“Terlebih kamu pacaran sama teman satu kelas kita, kelihatan bangat kamu cuma mau balas dendam, kasihan nya Felicia yang baik hati dan juga ramah akan menjadi korban mu yang selanjutnya,” ucap ketus Marco.


“Loh, kalian sebenarnya temannya siapa sih?” Riski merasa aneh dengan kedua temannya itu, baru kali ini mereka protes dengan apa yang Riski lakukan terlebih pada urusan percintaannya.


“Teman sih teman, ya kalau salah ya wajib di


tegur, kalau kamu tahu buruknya kelakuan mu waktu di Bandung, ya wajar sih Yalisa minta putus, belum lagi kamu tuduh dia selingkuh, kamu enggak kasihan apa sama dia? Di tinggal Leo, di tinggal ibunya, terakhir di tinggal kamu, belum lagi kalau dia tahu, Mei mengkhianatinya.” Riski yang baru tahu kalau Zuco mengetahui soal Mei dan Leo langsung merapikan duduknya.


“Sssttt! Jangan sampai ada yang tahu, ini belum waktunya.” ucap Riski dengan nada yang pelan.


“Memangnya kenapa?” tanya Marco.


“Sudah, tutup mulut kalian rapat-rapat, biar Mei sendiri yang jujur pada Yalisa.” ucap Riski, setelah lama menunggu, akhirnya bu Amel sang guru matematika pun Masuk ke dalam kelas mereka.


Saat proses belajar mengajar telah di mulai, Riski kembali memikirkan dan menelaah semua perkataan kedua temannya.


“Apa aku sudah keterlaluan ya? Sengaja datang pagi, cuma buat nunjukin ke dia, kalau aku bisa bahagia tanpanya,” batin Riski.


Riski yang tidak memperhatikan bu Amel menerangkan pelajaran malah di buat terkejut, pasalnya bu Amel melempar kepala Riski dengan spidol.


Puk!

__ADS_1


“Iss, siapa sih yang iseng?!” pekik Riski.


“Saya yang iseng.” sahut bu Amel, yang membuat Riski terdiam.


“Ini jam pelajaran saya, kalau tidak suka keluar dari kelas ini, ibu enggak masalah kalau kamu enggak ikut pelajaran ini.” terang bu Amel, Riski yang sudah berubah pun tidak melawan.


“Maaf bu.” ucap Riski yang mencari aman, karena kalau ayahnya sampai tahu dia berulah, maka akan timbul masalah baru.


“Kalau mau ikut pelajaran ibu, fokus!!” setelah memarahi Riski, bu Amel pun melanjutkan pelajaran mereka.


Yalisa melihat Riski yang baru saja di marahi bu Amel, begitu pula dengan Felicia yang melihat Yalisa dan Riski saling bergantian.


“Apa Yalisa masih mencintai Riski ya?” batin Felicia.


Meski Felicia lebih cantik pintar dan kaya dari Yalisa, di hatinya masih besar ketakutan jika Riski dan Yalisa kembali bersama.


Bagaimana tidak, sebab Felicia sudah menaruh hati pada Riski sejak duduk di kelas X SMK. Bisa menjadi pacar Riski sekarang merupakan suatu keajaiban untuknya. Jadi sekeras mungkin Felicia harus mempertahankan hubungannya dengan Riski.


Setelah melalui proses belajar mengajar yang panjang, bel istirahat pun berbunyi, Yalisa yang buru-buru ingin buang air kecil bergegas ke toilet.


“Aku keluar duluan ya, karena mau ke toilet.” ucap Yalisa pada Mei.


“Oh, oke, hati-hati ya.” ujar Mei, setelah Yalisa keluar dari kelas Mei mendengar Yovi dan Yuna berbicara.


“Ayo-ayo, aku juga udah lama enggak ngerjain dia,” ucap Yuna.


Yuna dan Yovi pun bergegas keluar kelas menuju toilet. Mei yang tahu akan rencana busuk Yovi dan Yuna malah membiarkannya.


“Tanpa aku turun tangan, dua komplotan bodoh itu sudah beraksi,” batin Mei.


Mei yang sekarang bukanlah yang dulu, kini ia menutup hati pada sahabatnya. Hanya karena cinta dan rasa cemburu buta Mei meninggalkan sahabat satu-satunya di sekolah secara diam-diam.


Saat Riski akan keluar kelas dengan Marco dan Zuco, Mei buru-buru menghampiri ketiganya ke pintu kelas.


“Kalian mau ke kantin?” ucap Mei.


“Iya.” jawab serempak mereka bertiga.


“Aku ikut, aku mau bicara sama kamu Ki,” ucap Mei.


“Ya sudah, kamu boleh ikut.” sahut Riski, lalu dari belakang mereka Felicia menyapa.


“Ki, aku boleh ikutan juga?” Mei yang merasa kehadiran Felicia akan mengganggu rencananya pun mulai ambil tindakan.

__ADS_1


“Aku mau ngomong penting sama Riski, kamu jangan ikut ya.” ucap Mei, yang membuat hati Felicia marah, ia tahu pasti Mei akan menyatukan Riski dan Yalisa kembali.


“Tapi....” belum sempat Felicia meneruskan ucapannya Riski memotong.


“Nanti kita bicara,” ucap Riski pada Felicia.


Felicia yang ingin citranya terlihat bagus di mata Riski langsung mengangguk seraya tersenyum. Meski dalam hatinya ingin sekali protes.


Mereka berempat pun on the way ke kantin, dan sesampainya ke kantin, mereka berempat mengambil tempat duduk di salah satu meja yang ada disana.


“Mau ngomong apa?” tanya Riski.


“Kenapa kamu dan Yalisa bisa putus,” tanya Mei.


“Ya putus ajah, memangnya kenapa?”


“Putus juga pasti ada alasannya kan?” ucap Mei.


Sembari Zuco dan Marco memesan makanan untuk mereka berempat, Riski pun menceritakan kronologi mengapa ia dan Yalisa bisa putus.


Setelah mendengar cerita Riski, Mei tepok jidat. “Kamu bodoh bangat sih, dan yang paling bodoh lagi, habis itu kamu enggak hubungi dia,”


“Diakan enggak mau lagi Mei sama aku,”


“Ya pasti maulah, masa iya begitu saja rasa cintanya sudah hilang? Kamu enggak peka bangat sih jadi cowok.” Zuco dan Marco yang sudah tahu semua kejadiannya hanya menyimak seraya menikmati mie goreng yang ada di piring mereka masing-masing.


“Aku enggak berani Mei, lagi pula aku juga sudah benar-benar keterlaluan,” terang Riski.


“Haduhhh!!! Jangan semudah itu menyerah dong, Yalisa itu butuh kamu, aku yakin dia juga sayang sama kamu.” terang Mei dengan wajah prustasi.


Zuco dan Marco yang melihat percakapan antara keduanya tidak ada habisnya memutuskan untuk memakan jatah Mie goreng Mei dan Riski.


“Bahas terus sampai bel, ribet bangat hidup kalian.” batin Zuco.


“Mencurigakan bangat nih si Mei,” batin Marco.


“Sebenarnya kamu bujuk aku buat balikan sama dia karena kamu takut Leo balikan sama Yalisa kan?” ujar Riski yang membuat Mei terdiam.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Saya_muchu

__ADS_1


__ADS_2