
Yalisa yang menerima perlakuan itu hanya diam saja, karena dia pun merasa tidak mungkin menghabiskan semua coklat-coklat itu, dan Yalisa inisiatif mengambil 3 batang coklat silver kuin ukuran sedang ke dalam tasnya.
“Ini masih banyak kalau kurang.” Yalisa menyodorkan satu kantong plastik lagi pada Yovi.
“Ngapain di kasih sih sama dia? Dia kan mampu buat beli coklat sendiri,” ucap Mei
“Sudah, enggak apa-apa, kamu kan juga sudah ambil beberapa,” ujar Yalisa.
“Karena sudah di tawarkan, aku akan ambil semuanya.” terang Yovi yang kembali membagi-bagikan sisa coklat pemberian Yalisa kepada teman-teman di kelas mereka.
“Nah aku baik kan udah bagi-bagikan ke kalian juga, jangan lupa sampahnya di buang ke tempat yang benar,” ucap Yovi.
“Kamu kalau baik begitu ke dia nanti makin ngelunjak,” ucap Mei
“Enggak di baikin juga makin parah, enggak apa-apa, hitung-hitung sedekah.” ujar Yalisa.
Seketika Yalisa teringat akan perkataan Leo untuk mengaktifkan handphone nya, lantas Yalisa mengaktifkannya dan melihat pesan masuk dari Leo yang menanyakannya ada dimana, dan juga SMS pemberitahuan paket internet masuk.
“Apa paketnya dia juga yang isi?” batin Yalisa.
Yalisa yang sudah mendapati pesan dari Leo langsung membalasnya.
“Terimakasih atas coklatnya, coklatnya enak, btw apa yang kirim paket internet ini kamu juga?” Yalisa. 📱
Drrttt!!
Hp Leo bergetar, saat ia mengambil handphone nya dari dalam saku, Leo melihat ada sebuah pesan dari Yalisa, hatinya teramat senang karena Yalisa mengatakan coklatnya enak.
“Kalau kamu suka coklatnya, nanti aku beli lagi, dan iya, yang kirim paket internetnya aku juga, ku fikir kamu ke habisan kuota tadi, nyatanya handphone mu yang tidak aktif .” Leo. 📱
Kevin yang mendapati sahabatnya senyum-senyum melihat handphone langsung meledeknya.
“Dasar bucin, baru lihat handphone saja sudah senyum-senyum gitu, pesan dari Yalisa ya?” tanya Kevin.
Leo mengangguk karena tak dapat menahan rasa bahagianya.
“Katanya dia suka coklat pemberian ku,” sahut Leo.
“Kalau gitu lain kali kasih yang banyak, karena cewek-cewek itu suka bangat sama coklat,” ujar Kevin.
“Apa pemberian ku yang tadi masih kurang banyak ya?” batin Leo.
Tak seberapa lama handphone Leo bergetar lagi.
“🥺 Ya ampun kamu baik bangat sih? Aku belum pernah nemuin laki-laki yang seperti kamu baiknya, nanti pasti aku akan balas kebaikan mu,” Yalisa. 📱
Leo yang menerima pesan seperti itu dari Yalisa semakin berbunga-bunga sampai ia tak sadar tertawa keras dalam kelas, dia merasa tubuhnya seperti ada yang menggelitik, ini adalah pengalaman pertama Leo jatuh cinta pada seorang gadis, seketika Leo menjadi puber tak terkendali.
__ADS_1
Teman-temannya yang serius mendengarkan penjelasan guru di depan jadi berubah fokus kepadanya.
“Apa ada yang lucu?” tanya pak guru pada Leo.
“Maafin saya pak, saya salah,” ucap Leo
“Kevin, kenapa Leo tertawa tiba-tiba?” jawab pak guru.
“Maaf pak, tadi saya mau bersin tapi enggak jadi, melihat ekspresi bersin saya yang aneh Leo jadi tertawa pak.” jawab Kevin membela sahabatnya yang sedang kasmaran sambil memelototi Leo.
“Dasar kalian berdua, ayo fokus-fokus, jangan buat ribut lagi, yang lain jadi terganggu gara-gara kalian berdua.” ucap pak guru.
Saat pak guru menghadap papan tulis kembali, Kevin menempeleng kepala Leo.
“Maaf-maaf, makasih Vin.” ucap Leo yang masih menahan tawanya.
“Kamu kenapa sih? Kesurupan? Apa yang lucu di handphone mu, coba lihat.” bisik Kevin.
Kemudian Leo memperlihatkan pesan dari Yalisa, seketika Kevin jadi geleng-geleng kepala.
“Kocak bangat ya kamu, pada hal ini bukan pertama kali kamu dapat pesan dari cewek, yang lebih dari ini sering, yang nembak kamu secara langsung juga banyak, cuma pesan simpel enggak ada gombalan begitu kamu jadi ketawa-ketawa? Bucin.. bucin.” ucap Kevin dengan nada suara pelan.
“Kamu Kan tau sendiri, baru kali ini aku deketin cewek, terus aku harus balas apa nih?” tanya Leo.
“Eh aku belajar dulu, jangan ganggu,” jawab Kevin.
“Kamu ajak jalan saja, udah ya aku mau catat materi pak guru.” ucap Kevin.
“Kamu mau enggak jalan sama aku malam ini?Kita nonton ke bioskop,” Leo. 📱
“Boleh, jam berapa?” Yalisa.📱
“Habis magrib aku jemput,” Leo.📱
“Oke,” Yalisa.📱
Leo girang tak ada obat karena Yalisa mau menerima ajakannya.
“Nanti kalau aku jemput dia ke rumahnya, pastinya aku harus bawa sesuatu untuk mengambil hati ibunya, bagusnya aku harus bawa apa ya?” batin Leo.
“Vin, Vin.” bisik Leo sambil mencolek lengan Kevin.
“Apa lagi? Ganggu terus deh,” ucap Kevin
“Terakhir, terakhir ini yang terakhir,” ujar Leo.
“Apa?”
__ADS_1
“Nanti aku mau bertamu ke rumah Yalisa, aku harus bawa apa ya untuk ibunya? Kesan pertama kali bertemu ibu mertua kan harus sempurna pencitraannya,” ucap Leo.
Kevin tercengang melihat sahabatnya yang menjadi aneh.
“Ternyata kalau dia suka sama cewek begini tabiatnya, ku fikir sifat dinginnya sama perempuan yang terlihat keren itu bawaan lahir, ternyata hanya masalah selera yang belum cocok saja rupanya, Kevin kamu tertipu oleh ketampanan seorang Leo,” batin Kevin.
Kevin yang memang dari tadi merasa terganggu mulai memberikan saran yang cukup unik.
“Bawakan saja beras, deterjen minyak goreng, sirup, gula dan juga susu.” terang Kevin, Leo yang serius mendengarkan saran Kevin pun, mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Hahahaha.... enggak mungkin kan dia bawa itu semua? Ibu-ibu di kasih martabak telur saja sudah senang,” batin Kevin.
“Kevin benar juga, kebutuhan rumah tangga itu memang penting, luar biasa Kevin memang sahabat sejati ku, membawa sembako adalah pencitraan yang paling sempurna,” batin Leo.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Leo bergegas mengemasi barangnya ke dalam tas.
“Buru-buru bangat,” ucap Kevin.
“Iya, karena habis magrib harus jemput Yalisa,” terang Leo.
“Ini baru jam berapa, magrib masih lama,” ucap Kevin.
“Udah ya aku duluan.” sahut Leo dengan berlalu dari hadapan Kevin.
“Astaga anak ini, enggak pake nungguin aku.” Kevin agak kecewa karena dia merasa di abaikan oleh Leo karena urusan Yalisa.
Sesampainya Leo di parkiran sekolah, Leo langsung menggas motor Ninja berwarna hitamnya membelah jalan raya.
Selang 30 menit dalam perjalanan Leo akhirnya sampai ke supermarket yang jaraknya lumayan dekat dengan rumahnya, setelah Leo memarkirkan motornya, Leo masuk ke dalam supermarket.
Dia mengambil sebuah troli berwarna silver, dan berjalan santai sambil melihat-lihat barang-barang yang tertata rapi dalam supermarket.
“Kalau mau beli beras sepertinya ada di bagian sembako, ya sudah aku kesana saja duluan,” batin Leo.
Setelah berjalan sebentar akhirnya Leo menemukan beras yang ia cari, Leo memilih beras yang paling mahal harganya dengan berat 10 kg, Leo juga mengambil minyak goreng 2 kg dalam kemasan botol.
“Ibunya Yalisa kan sudah lumayan tua, apa aku beli susu untuk nutrisi tulang saja ya? Dan untuk Yalisa aku beli susu penambah tinggi badan, mana tahu tinggi badannya masih bisa bertambah beberapa cm lagi,” batin Leo.
Dengan kepercayaan diri penuh Leo mengambil 5 kotak susu nutrisi tulang dan 5 kotak susu penambah tinggi badan untuk Yalisa, tidak lupa Leo juga mengambil gula 2 kg dalam bentuk kotak kardus kecil, 1 dus sirup rasa jeruk dan 1 kg deterjen anti noda.
Selesai berbelanja Leo mendorong trolinya yang agak berat menuju kasir, saat penjaga kasirnya menscan barang-barang Leo, Leo baru sadar kalau belanjaannya lumayan banyak.
“Gimana cara bawanya ya? Aku kan pakai motor, bukan mobil, bakalan repot nih harus ikat lagi di tempat duduk belakang, baiknya tadi aku ajak Kevin kesini,” batin Leo.
Bersambung....
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
__ADS_1
Instagram : @Saya_muchu