SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XXXII (Merasa Cemburu)


__ADS_3

Riski merasa risih dengan pemandangan yang ada di hadapannya, lalu ia memutuskan untuk pergi.


“Nih, aku percayakan Yalisa sama kamu” Riski mendorong bahu Yalisa ke arah Leo.


“Makasih sudah bantu Yalisa, aku berhutang budi sama kamu” Ucap Leo.


“Apa?” Sahut Yalisa dengan mengernyit.


“Kenapa Leo harus berhutang budi memang dia orang tua ku?”~ Batin Yalisa.


“Oke, lain kali jaga dengan baik”


Ucap Riski, kemudian berlalu dari hadapan Leo dan Yalisa.


Setelah cukup jauh Riski melangkah, di hatinya ada sesuatu yang janggal.


“Kenapa dada ku terasa sakit begini?”~ Batin Riski.


_____________________


“Kita taman yuk” Ucap Leo.


Dua insan ini pun melangkahkan kaki menuju taman sekolah, sesampainya di tempat tujuan mereka berdua duduk di atas kursi besi panjang yang di naungi pohon pinus, di depan mereka duduk berjajar berbagai macam bunga, salah satu yang paling mencolok adalah bunga mawar merah yang sedang bermekaran.


Leo merogoh sisir hitam berukuran kecil dari saku celananya.


“Kamu bawa sisir?” Ucap Yalisa.


“Iya, aku udah feeling kalau kamu lagi ada masalah pasti rambut mu berantakan, aku juga bawa tisu buat menyeka air mata yang membasahi pipi mu”


Kemudian Leo mulai menyisir rambut Yalisa dengan sangat lembut.


“Terimakasih banyak Leo atas perhatiannya, aku beruntung bisa mengenal mu” Ucap Yalisa.


“Aku juga beruntung bisa kenal kamu, coba kita satu kelas ya hehe” Sahut Leo.


“Oh iya, ngomong-ngomong kamu enggak masuk kelas?” Tanya Yalisa.


“Pagi ini pelajaran olah raga kita semua ada di lapangan, jadi enggak masalah kalau aku disini, disana juga cuma main volley kok” Sahut Leo.


Selesai menyisir rambut Yalisa, Leo melap sisa air mata yang masih menempel di mata dan pipi Yalisa.


“Leo jangan berlebihan begini, kalau aku makin suka kamu gimana? Kamu sendiri enggak kasih kejelasan soal perasaan kamu ke aku”~ Batin Yalisa.


Leo yang melihat wajah murung Yalisa merasa khawatir.


“Kamu lagi mikirin apa?” Ucap Leo.


“Bukan apa-apa kok” Sahut Yalisa.


“Oh ya, aku boleh tanya sesuatu enggak?”


Ucap Leo sambil mengalihkan pandangannya ke bunga mawar yang sedang mekar.


“Boleh” Sahut Yalisa.


“Kenapa harus bohong soal Riski?” Ucap Leo.


Mendengar ucapan Leo, Yalisa sontak menatap wajah Leo.


“Jadi alasan dia acuhin aku tadi pagi karena ini”~ Batin Yalisa.


“Itu karena aku enggak mau buat kamu salah faham” Sahut Yalisa.


“Aduh ngomong apa sih aku, Leo kan cuma teman ku”~Batin Yalisa.


“Salah faham?” Ucap Leo mengarahkan sorotan matanya ke mata Yalisa.


“Iya, karena aku takut kamu salah faham”


Sahut Yalisa yang tidak tau harus memberi alasan apa atas kebohongannya, Leo mengernyit dan mulai tertawa.


“Hahaha... kenapa harus takut kalau aku akan salah faham? Aku ngerti kok kamu sedang berbuat baik, yang aneh itu kamu enggak jujur” Ucap Leo.

__ADS_1


Kesal atas sikap Leo yang tak mengerti maksud hatinya, Yalisa mendecak lalu ingin beranjak dari tempat duduknya. Saat Yalisa akan berdiri, Leo memegang tangan Yalisa.


“Mau kemana?” Tanya Leo.


“Aku mau cari Mei” Sahut Yalisa.


Leo yang tak ingin Yalisa berlalu darinya menahan tangan Yalisa agar duduk kembali.


“Cari Mei nya nanti saja, kamu belum jelasin apa maksud dari perkataan mu” Ucap Leo


Dengan perasaan campur aduk Yalisa pun duduk kembali.


“ Ya Allah aku harus jelasin apa? apa aku langsung tembak Leo saja? tapi kalau di tolak gimana? Tapi kalau enggak di tembak bikin penasaran”~Batin Yalisa.


“Kamu takut aku cemburu atau takut aku marah kalau kamu jujur soal dia?”


Tanya Leo sambil menyelipkan rambut di antara telinga Yalisa, wajah Yalisa pun memerah atas sikap Lembut Leo padanya.


“Aku...”


Yalisa tak sanggup melanjutkan barisan kata yang akan dia ucapkan karena nafasnya tiba-tiba memburu jantungnya juga ikut maraton.


“Iya aku sedikit marah karena kamu bohong, apa salahnya kamu jujur”


Ucap Leo, sontak Yalisa melihat raut wajah Leo yang sedikit kesal.


“Kamu marah? Maaf aku salah” Sahut Yalisa.


“Hmm... Susah buat maafin kamu Lis” Ucap Leo.


“Kenapa? Leo jangan benci aku teman ku hanya kamu dan Mei”


Sahut Yalisa dengan mata berkaca-kaca, tak sanggup kalau harus kehilangan Leo.


“Eh, kenapa kamu nangis?” Leo langsung melap air mata Yalisa dengan jemarinya.


“Abis kamu marah sama aku”


Sahut Yalisa dengan tangis yang semakin pecah.


“Aku akan memafin kamu kalau kamu mau jadi pacar aku” Ucap Leo sembari melap air mata Yalisa.


“Ha?”


Sahut Yalisa, tak percaya kalau Leo baru saja menyatakan cinta padanya.


“Aku enggak mau kalau ada orang lain suka sama kamu, aku marah kalau ada yang ganggu kamu, dan aku enggak terima kalau sampai ada yang miliki kamu selain aku” Ucap Leo.


“Kamu... Serius?” Sahut Yalisa.


“Iya serius, aku harap kamu enggak tolak aku, karena kalau kamu sampai menolak, aku akan...” Leo mengehentikan ucapannya untuk berfikir sejenak.


“Kamu akan apa?” Tanya Yalisa.


“Nembak kamu lagi”


Mendengar ucapan Leo Yalisa tak dapat menahan tawanya.


“Jadi gimana?” Tanya Leo dengan wajah serius.


“Aku juga suka sama kamu dari pertama kali kamu nolongin aku” Sahut Yalisa.


“Jadi sekarang kita resmi pacaran dong” Ucap Leo.


“Iya, tanggal 17 September 2017 kita resmi pacaran” Sahut Yalisa.


Leo yang tak dapat menahan rasa bahagianya langsung mengecup tangan Yalisa yang sedari tadi di genggamnya.


“Siala*”


Gumam Riski yang dari tadi duduk tak jauh di belakang mereka, bangku besi yang Riski duduki menyender pada pohon pinus besar, jadi tak terlihat kalau ada orang lain yang duduk disana.


“Bisa-bisanya mereka pacaran saat genting begini? Pada hal aku yang sudah menolong Yalisa, tapi tetap saja yang jadi pahlawan Leo Marison”~ Batin Riski

__ADS_1


Ternyata saat Riski meninggalkan Leo dan Yalisa di depan kantor kepala sekolah tujuannya adalah taman, dengan niat menjernihkan fikirannya saat itu.


Tapi tak di sangka dirinya malah harus menjadi bagian saksi bisu atas terjalinnya cinta 2 dua hamba Allah disana.


“Bukannya dapat ketenangan disini malah nambah fikiran, harusnya tadi aku ke kantin saja”~Batin Riski.


Karena tak mau suasana hatinya makin kacau Riski pun berlalu dari taman menuju kantin.


Saat di kantin Riski bertemu dengan Zuco dan Marco.


“Hei Ki, dari mana saja? Dari kemarin di kirim pesan enggak di balas-balas” Ucap Zuco.


“Aku sibuk soalnya”


Sahut Riski dan mulai duduk bersama kedua sahabatnya itu.


“Mm.. Ki aku dengar tadi kamu berkelahi sama pak Ari di ruang BP, pas kita kesana ternyata kamu sudah enggak ada” Ucap Marco.


“Iya, itu benar” Sahut Riski.


“Apa selama di skors otak mu di cuci Ki?” Ucap Marco.


“Maksudnya apa sih?” Sahut Riski.


“Masa karena si Bab* kamu jadi begini?” Sahut Zuco.


“Aku cuma kebetulan doang ke ruang BP, jadi dengar suara dia, ya.. ya... Gitu deh” Ucap Riski dengan perasaan ragu.


“Kamu suka sama dia ya?” Tanya Zuco.


“Iya, waktu kamu kecelakaan kenapa enggak bilang ke kita, kenapa juga harus bawa dia ke rumah mu?” Tanya Marco dengan penasaran.


Riski tak dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari sahabatnya itu, dia pun merasa bingung dengan dirinya akhir-akhir ini.


“Aku...” Perkataan Riski terhenti saat melihat Leo dan Yalisa datang ke kantin.


“Kenapa diam? Ayo jelasin ke kita?” Ucap Zuco.


“Kenapa mereka selalu ada dimana pun aku berada hari ini? Merusak suasana saja”~ Batin Riski.


Riski yang tak ingin melihat pasangan baru itu, beranjak dari duduknya.


“Mau kemana Ki?” Ucap Marco.


“Mau balik ke kelas”


Sahut Riski, saat berpapasan dengan kedua orang yang dia hindari Yalisa malah menyapanya.


“Udah mau balik Ki?”


Ucap Yalisa dengan senyum tipisnya, Riski yang sedang merasa kesal malah membalas dengan wajah cemberut dan berlalu dari hadapan mereka berdua.


“Kenapa dia?” Ucap Yalisa.


“Mungkin kekenyangan jadi enggak dengar kamu ngomong” Sahut Leo


Yalisa menganggukkan kepalanya, mereka berdua pun mengambil tempat duduk untuk makan.


“Mau pesan apa?” Ucap Leo.


“Bakso” Sahut Yalisa.


Saat mereka berdua menunggu tiba-tiba muncul Mei di hadapan mereka yang sedang duduk santai.


“Kenapa enggak ada yang bilang kalau Yalisa di lecehkan pak Ari” Ucap Mei Yalisa dan Leo mendongak.


“Pelankan suara mu” Sahut Leo.


“Duduk dulu” Ucap Yalisa.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️

__ADS_1


Instagram :@Saya_muchu


__ADS_2