
23 September 2023, setelah pria itu selesai berdo'a, keajaiban pun terjadi.
Ia melihat orang yang ia tunggu bangun selama 3 tahun, menggerakkan jemarinya.
“Yalisa! Yalisa! Kamu sudah bangun sayang?”
Mendengar ada yang memanggil namanya, Yalisa perlahan membuka mata.
“Ibu...???” itulah yang pertama kali ia ucapkan.
“Bukan, ini aku sayang, Leo Rasyid.” ucapnya seraya memeluk tubuh wanita yang ia cintai.
“Kamu....,” mimik wajah Yalisa menggambarkan seperti tak mengenal Leo.
“Ini aku, Leo, Leo Yalisa,” ucap Leo dengan senyum bahagia, seraya menciumi tangan wanita lemah itu.
“Leo??”
Leo yang bahagia Yalisa telah sadar dari koma, menghubungi pak Doni.
30 menit kemudian, pak Doni pun sampai ke rumah sakit dengan menggendong anak lelaki tampan.
Wajah Yalisa nampak bingung, “Siapa anak itu?” tanyanya.
“Ini Zanjil, anak mu bersama almarhum Riski,” ucap pak Doni dengan menahan tangis.
“Anak ku?” Yalisa semakin di buat bingung.
“Iya, anak mu dengan almarhum,” timpal Leo.
“Riski sudah benar-benar almarhum? Dan aku sudah menikah dengannya?”
Seketika Yalisa menjadi resah, sebab ia merasa semua yang ia alami selama ini hanyalah mimpi belaka, mulai dari ia masuk SMK sampai dengan kecelakaan.
“Aku pikir semua hanya mimpi panjang ku,” batinnya.
Melihat Yalisa bertingkah aneh, Leo yang cemas memanggil dokter.
Ketika dokter Kenisha sudah sampai ke ruang rawat Yalisa, sang dokter pun memeriksanya.
“Bagaimana dok keadaan menantu saya, kenapa dia enggak ingat pada kami?” tanya pak Doni.
“Alhamdulillah, pasien baik-baik saja pak, mungkin karena terlalu lama koma dan bisa juga karena efek obat-obatan, ibu Yalisa merasa semua orang yang pernah hadir dalam hidupnya hanyalah bagian dari mimpinya, bapak tenang saja, nanti juga ingatannya akan kembali setelah ia pulih,” terang sang dokter.
“Terimakasih dok kalau begitu,” ucap Leo dan pak Doni.
“Dan dari yang saya lihat, perkembangan pasien sudah jauh lebih baik, Insya Allah semua akan baik-baik saja, saya permisi ya pak,” ucap sang dokter.
Yalisa menatap lekat orang-orang Yang ada di hadapannya, bukan karena ia tak kenal, tapi lebih ketidak percaya semua yang ia alami ternyata adalah nyata.
Lalu Zanjil yang tidur pun tiba-tiba terbangun, “Hiks......, huah...., mama... mama...,” Zanjil kecil membuka lebar kedua tangannya menghadap Yalisa, seperti minta di gendong.
“Dalam mimpi aku memang mengandung anak dari laki-laki yang bernama Riski, apa ini anak kami?”
Mendengar tangisan anaknya, Yalisa turut meneteskan air mata.
Ia pun membuka kedua tangannya, “Kemari nak,” ucapnya.
Lalu pak Doni menyerahkan Zanjil ke pelukan Yalisa.
“Mama...., hiks... mama....,” entah apa yang membuat Zanjil menangis, yang jelas anak tampan itu memeluk Yalisa dengan erat, seperti sangat merindukannya.
Pak Doni dan Leo menyaksikan pemandangan itu di buat menangis, sebab hampir 3 tahun, Zanjil tak mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya. Hanya sang kakek dan para ART lah yang merawatnya selama ini.
Setelah hampir 1 jam, akhirnya Zanjil berhenti menangis, ia pun menatap kedua bola mata ibunya.
“Mama juga punya mata?” ucapnya polos, sebab selama ini ia tak pernah melihat ibunya membuka mata.
“I-iya sayang,” jawab Yalisa dengan wajah sedihnya.
“Mama....,” Zanjil memeluk manja sang ibu.
“Anak mama tadi kenapa nangis sayang?”
“Karena mama sudah sembuh, ternyata kakek enggak bohong,” ujarnya.
Hati Yalisa semakin sakit, melihat anaknya yang hidup tanpanya selama ini.
1 minggu kemudian, Yalisa yang di nyatakan pulih 100% kembali ke kediaman Lail.
Saat ia masuk ke dalam rumah, ia tak hentinya menangis, karena ia sangat merindukan suasana dalam rumah itu, terlebih saat ia melihat photo pernikahannya dengan Riski, yang terpampang seukuran manusia normal di ruang utama.
Zanjil yang melihat ibunya menangis pun berkata, “Mama rindu papa ya? Tenang ma, papa sudah bahagia bersama Allah ma, sekarang Zanjil yang akan jaga mama,” Yalisa di buat semakin meraung mendengar perkataan anaknya, ia pun berlari menuju photo pernikahannya, lalu menyentuh wajah Riski dari balik bingkai kaca.
“Ki...., aku rindu, tanpa berpamitan kamu pergi meninggalkan aku, aku rindu...., hiks... Riski...., hiks....,” Leo dan pak Doni tak mau menggangu Yalisa yang melepas rindu pada sang suami melalui media photo.
__ADS_1
Mereka memilih meninggalkan Yalisa, agar lebih leluasa.
“Kamu jahat Ki, kamu selalu ninggalin aku tanpa pamit, hiks....,” Yalisa menyandarkan kepalanya ke bagian bahu sang suami yang telah meninggalkannya selamanya.
Cukup lama ia menangis di hadapan photo pernikahan mereka.
“Mama,” Zanjil memeluk kaki Yalisa.
“Iya nak?”
“Mama istirahat ya ma, jangan nangis terus, papa pasti sedih kalau mama nangis,”
Yalisa memeluk anaknya, dan menggendongnya menuju kamar.
“Zanjil kamarnya dimana nak?”
“Zanjil tidur di kamar mama dan papa,” ucapnya.
“Ya sudah, kalau begitu kita tidur di kamar ya nak,” keduanya pun menaiki lift menuju kamar mereka.
Ting!
Sesampainya di dalam kamar, Yalisa kembali bercucuran air mata, karena kamar itu tidak ada perubahan sedikit pun, membuat rasa rindunya semakin bertambah pada sang suami.
Zanjil menyeka air mata sang mama dengan tangan mungilnya.
“Mama rindu ayah ya?”
“Hu um nak,” jawab Yalisa.
“Zanjil juga ma, mama masih beruntung bisa kenal wajah papa, kalau Zanjil hanya bisa lihat lewat photo,” ucap Zanjil dengan tersenyum.
“Maafin mama nak, karena nangis terus,”
“Hehehe, enggak apa-apa ma, ternyata benar kata kakek dan om Leo, mama itu cengeng, mungkin karena itu papa suka sama mama, hehehe,” keceriaan sang anak membuat hati Yalisa tegar, ia pun menurunkan anaknya di atas ranjang yang seprainya persis saat terakhir kali ia dan Riski pakai saat bercinta.
Yalisa menatap lekat kamar yang menjadi saksi bisu ia memadu kasih dengan sang suami, Yalisa juga kembali mengingat saat pertama kali ia di bawa ke kamar itu oleh Riski sewaktu mereka masih bermusuhan, tak lupa saat mereka tertangkap basa sedang bermesraan oleh pak ustad.
Yalisa terus saja menyeka air mata yang tak mau berhenti bercucuran, kemudian ia membuka lemari baju peninggalan suaminya.
“Ki....,” Yalisa memeluk baju Riski yang tergantung dalam lemari, dan aroma parfum Riski masih tercium di susunan baju yang ada.
Zanjil yang rebahan di atas ranjang mengusap dadanya, ia yang tanpa orang tua selama menjadi lebih cepat dewasa dari anak seusianya, Zanjil membiarkan ibunya melepas rindu dengan barang-barang peninggalan ayahnya.
“Ma,” Yalisa menoleh ke arah Zanjil
“Dimana nak?” ucap Yalisa.
“Di dalam laci belajar papa,”
Lalu Yalisa bergegas ke meja belajar suaminya, dan membuka laci.
Ketika Yalisa membuka galeri handphone Riski, ia melihat banyak sekali video yang Riski ambil, termasuk saat Yalisa mendengkur, memasak, dan menangis karena Riski tinggal ke luar kota.
Dan di antara semua video kenangan itu, ada satu video yang menampilkan Riski sedang berbicara.
“Hemm...., Assalamu'alaikum istriku tercinta, kamu lihat pemandangan di belakang ku?” ucap Riski yang berada di sebuah pantai.
“Ini adalah pulau yang baru ku beli, sebagai hadiah atas kehamilan mu, nanti kalau kamu sudah melahirkan anak kita, kita sekeluarga akan liburan kesini, dan juga melakukan honeymoon yang kesekian kalinya, untuk itu istri ku, jaga kesehatan perbanyak olah raga, jangan mikirin dan tangsi aku terus karena sering meninggalkan mu, ketahuilah dimana pun aku berada, hati ku selalu bersama mu, jaga anak kita baik-baik, dan aku mencintai mu Yalisa ku, sayang ku,”
Yalisa menggigit ujung bibirnya menahan perih dan rindu.
“Aku juga mencintai mu Riski ku sayang ku,” gumamnya.
Yalisa pun memeluk putra tampannya, “Sayang, Zanjil wajahnya mirip sekali dengan mu, terimakasih untuk segalanya, aku akan merawat anak kita, dan takkan pernah meninggalkannya,” batin Yalisa. Yalisa dan Zanjil pun terlelap dengan berpelukan.
Dan di dalam tidur, Yalisa bermimpi sedang berada di sebuah pulau, mirip dengan yang di video kan oleh almarhum Riski.
Yalisa dengan menggendong Zanjil menyusuri pulau itu, sampai mereka melihat sebuah resort indah.
Yalisa masuk ke dalam resort tersebut. dan disana ia melihat Riski sedang sibuk menata makanan lezat di atas meja makan.
“Kalian sudah datang?” ucap Riski.
“Ki....,” gumam Yalisa.
“Cepat kesini, makanannya sudah siap,” ucap Riski.
Yalisa dan Zanjil pun mendekat, lalu Riski mencium Zanjil dan juga dirinya.
“Hei, kenapa kamu kurusan begini?”
“Aku....,”
“Kamu harus banyak makan sayang, nanti kalau kamu sakit, yang urus anak kita siapa? Aku kan sibuk bekerja untuk keluarga kita?”
__ADS_1
“I-iya, aku akan makan banyak,” ucap Yalisa.
Sebelum Yalisa duduk di kursi meja makan, Riski memeluk Yalisa dan Zanjil.
“Aku rindu kalian sayang, tapi...., berbahagialah, karena kalau kalian bahagia, aku juga ikut bahagia,”
“Iya sayang maafkan aku, hiks....,” saat Yalisa mendongak tiba-tiba wajah Riski berubah menjadi Leo.
Seketika ia terbangun dari tidurnya, Yalisa melihat kalau Zanjil masih tertidur lelap, lalu ia pun turun ke lantai 1, dan di ruang utama, ternyata masih ada Leo, sedang duduk di atas sofa.
“Sudah bangun?” tanya Leo.
“Iya,” lalu Yalisa duduk di hadapannya.
“Apa masih ada yang sakit?”
“Enggak, tapi Leo...., gimana kabar Mei?”
Pertanyaan Yalisa membuat Leo bersedih.
“Dia sudah tiada, 2 tahun yang lalu,”
“Apa? Kok bisa?” tanya Yalisa dengan perasaan syok.
“Gagal ginjal,” ujar Leo.
“Terus, anak kalian?”
“Alhamdulillah sehat, sekarang sedang di rumah bersama ibu,” terang Leo.
“Aku turut berduka cita Leo, semoga Mei di tempatkan di sisi Allah SWT,”
“Aamiin,”
“Yalisa, ku tahu ini enggak tepat, dan kamu juga enggak harus jawab sekarang,”
“Maksudnya apa?”
“Apa kamu mau kembali bersama ku?”
Yalisa mendengar pernyataan Leo merasa tak nyaman, sebab ia masih dalam keadaan berduka.
“Maafkan aku, aku enggak bisa, aku masih mencintai suami ku,”
🥀Dear Riski ku,
Hari-hari terasa sunyi tanpa mu
Malam terasa dingin tubuh ku
Kau yang jauh dari sisi ku
Membuat ku sangat merindukan mu
Dear Lail ku,
Meski telah lama terpisah dengan mu
Namun hati ku masih terpaut pada mu
Tak bisa berpindah pada siapa pun
Meski Cinta kita tergolong singkat
Namun batin ku terlah terikat
Pada mu yang telah menjadikan ku
Istri dan cinta terkahir dalam hidup mu
Pada Ilahi aku berdo'a
Semoga kau dalam lindungannya
Pada Allah aku meminta
Kelak kau dan aku berjodoh di surga
Salam dariku, Yalisa tulang rusuk mu. 🥀
TAMAT
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
__ADS_1
Jodoh adalah rahasia Tuhan. Semua orang tidak ada yang tahu siapa jodohnya di masa depan. Salahkah jika seorang bad girl memiliki cita-cita menjadi istri seorang seorang ustadz muda atau biasa di sebut Mas Ustadz? Apakah pria baik hanya di kirim untuk wanita baik-baik juga? Ya, semua pertanyaan ini selalu berkeliaran dalam pikiran gadis bernama Intan, seorang gadis yang bekerja di salah satu studio tatto di daerah Tangerang selatan. Lalu, apakah Intan dapat menggapai cita-citanya setelah bertemu dengan seorang pria bernama Aji? Yuk, ikuti kisahnya dalam novel 'Surga Hitam'.