SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XLIII (Berani)


__ADS_3

Setelah beberapa jam bekerja, akhirnya dekorasi pesta ulang tahun Mei pun selesai.


Kemudian Mei mendatangi Yalisa yang sedang bersama para ART nya.


“Semua sudah beres, ayo kita mandi, bentar lagi Magrib.” ucap Mei yang berdiri di dekat Yalisa, yang sedang duduk di sebuah bangku kayu.


“Iya, ayo Mei.” sahut Yalisa seraya beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju kamar Mei.


Sesampainya di kamar Mei, Mei mempersilahkan Yalisa untuk mandi duluan.


“Kamu mandi duluan ya, soalnya aku harus menelepon tukang make up, biar segera datang.” ucap Mei, seraya sibuk memegang handphonenya.


“Oke,” sahut Yalisa.


“Oh ya, kamu bawa baju buat pesta atau gimana? Kalau enggak bawa, aku punya tuh gaun yang belum di pakai, buat kamu saja kalau mau.” ucap Mei.


“Aku bawa, ada di dalam tas, ya sudah aku mandi duluan ya.” ucap Yalisa seraya masuk ke kamar mandi.


Saat Yalisa mengguyur air ke tubuhnya dengan shower, otaknya tak berhenti berfikir untuk mencari tahu keberadaan pak Ari saat ini.


“Gimana caranya, agar aku tahu keberadaan pak Ari sekarang? Aku ingin sekali bertanya langsung tapi takut kalau Mei akan tersinggung.”~batin Yalisa.


Selesai mandi, Yalisa melilitkan handuk berwarna abu-abu ke tubuhnya, lalu ia keluar dari dalam kamar mandi.


“Sudah selesai?” tanya Mei, yang kini telah menenteng handuk merah di bahunya.


“Sudah, ayo buruan mandi, bentar lagi orang-orang bakalan datang.” ujar Yalisa.


“Oke, kamu jangan pakai make up dulu ya, biar tukang make yang aku sewa merias wajah kita berdua.” ucap Mei.


Yalisa mengangguk atas perkataan Mei, setelah Mei masuk ke kamar mandi, Yalisa diam-diam menggeledah isi kamar Mei, untuk mencari handphone pak Ari, ia pun memeriksa ke setiap sudut kamar Mei, tanpa ada satu celah pun yang tertinggal, namun Yalisa tak dapat menemukan handphone pak Ari, atau sekedar petunjuk lainnya.


Karena lelah Yalisa duduk di atas ranjang, Mei yang sudah selesai mandi, keheranan melihat tubuh Yalisa masih di balut handuk.


“Kok kamu belum pakai baju?” ucap Mei, yang melap wajahnya dengan handuk kecil, seketika suara Mei mengagetkan Yalisa.


“Ah, aku masih cape, jadi belum pakai baju.” sahut Yalisa dengan rasa perasaan deg degan.


“Makanya aku bilang kamu jangan ikut bantu, tapi kamu nya bandel.” ucap Mei.


Yalisa pun tertawa kecil, lalu ia mengambil baju nya yang ada dalam tas.


“Wah! baju mu bagus bangat,” seru Mei.


“Masa sih?” ucap Yalisa, yang mulai mengenakan gaun model V neck and sleeveless grey prom dress dengan atasan warna light grey di hiasi manik-manik dan untuk bagian roknya di buat dengan beberapa timpukan kain tule yang panjangnya sejajar dengan matahari kaki Yalisa, dan V neck yang rendah membuat belahan dada Yalisa terlihat jelas, tak lupa Yalisa memakai high heels warna senada.


“Wah! kamu jadi kelihatan sexy tahu! pantas kamu pakainya disini” ucap Mei yang kaget melihat keberanian Yalisa dalam memilih gaun.


“Ya iyalah, kalau dari rumah bisa-bisa kena sate.” ucap Yalisa.


“Mulai nakal ya! Aku yakin entar Riski pasti tambah meler lihat kamu pakai baju itu, hahaha,” ujar Mei, yang mengenakan gaun Mermaid black sequins halter prom dress, yang menampilkan lekuk tubuh indahnya.


“Ngapain sih bawa-bawa nama dia?” ucap Yalisa dengan wajah kecut.


“Oh iya, maaf-maaf! Abis kamu sama Leo kan enggak jelas hubungannya mau di bawa kemana.” ucap Mei.


“Dan itu,” sahut Yalisa.


“Apa? ucap Mei.

__ADS_1


“Aku udah pacaran sama Leo,” ucap Yalisa.


“Apa?!” Mei yang terlambat mengetahui kabar baik itu langsung mengambil sebuah bantal di atas ranjang dan melemparkannya ke wajah Yalisa.


“Kok enggak bilang sama aku sih? Sejak kapan?” tanya Mei dengan rasa penasaran.


“Hehehe, maaf-maaf, baru beberapa hari kok, abis mau kasih tahu, kamu enggak masuk sekolah hari itu” ucap Yalisa seraya mengusap bekas bantal di wajahnya.


“Hm, kabar gembira begitu bukannya langsung bilang, telepon atau WA kek!” Hardik Mei


“WA kamu kan waktu itu juga enggak aktif, aku sampai khawatir, takut kamu kenapa-kenapa, tapi Mei, emang sakit mu separah itu ya? sampai-sampai handphone mu sehari dua malam enggak aktif?” ucap Yalisa penuh selidik.


Bibir Mei langsung merapat, dan mengalihkan sorot matanya dari Yalisa.


“Kamu jangan diam dong Mei, jangan buat aku makin curiga.”~ batin Yalisa.


“Aku lupa buat cas handphonenya.” sahut Mei, lalu obrolan Mereka terhenti, ketika ART wanita Mei mengetok pintu kamarnya.


Tok tok tok!


“Masuk,” ucap Mei.


“Non, mbak tukang make up nya sudah datang,” ucap sang ART.


“Ya sudah, suruh dia masuk.” sahut Mei.


Sang tukang make up pun masuk ke dalam kamar, dan mulai menjalankan tugasnya.


_____________________


Leo yang baru selesai mandi membuka lemarinya yang berisi berbagai koleksi baju. Dari sekian banyak pilihan Leo bingung harus memakai yang mana, karena ia tak mau kalau penampilannya kalah keren dari Riski.


“Aku harus pakai yang mana ya?” Leo mengusap-usap rambutnya, lalu ia mengambil handphonenya, untuk bertanya langsung pada mbah google.


“Outfit elegan cowok ke pesta ulang tahun,” ucap Leo ke seraya menekan google perekam yang ada pada layar handphonenya.


Seketika mbah google mengeluarkan banyak rekomendasi setelan pria yang cocok untuk ke pesta ulang tahun.


Setelah beberapa saat melihat layar handphonenya, Leo memutuskan untuk memakai baju kaus tangan pendek berwarna putih polos, di padukan dengan blazer warna hitam dan celana jeans warna hitam pula.


Sebelum menyisir rambut, Leo mengoles pomade terlebih dahulu, setelah itu ia tata rambutnya dengan gaya medium cut ala pria Korea.


Di rasa sudah sangat tampan, Leo meraih kunci motornya yang ada di atas meja belajarnya, kemudian ia keluar dari kamar menuju bagasi rumahnya.


“Ma, Leo berangkat ya ke acara ulang tahun teman Leo.” ucap Leo seraya mencium tangan ibunya yang ada di teras.


“Iya, hati-hati di jalan, pulangnya jangan terlalu malam ya.” ucap ibunya.


Leo pun naik ke atas motor dan menyalakan mesin. lalu ia pun menggas motornya menuju rumah Riski.


Setelah 35 menit dalam perjalanan ia pun sampai ke ke tujuan, ternyata Riski sudah menunggu di gerbang utama rumahnya.


Leo yang melihat Riski mengenakan model kemeja sederhana bermotif kotak berwarna abu-abu lembut dan celana jeans warna hitam membuatnya merasa kurang percaya diri, tak lupa Leo juga melihat model rambut Riski yang bergaya kasual.


“Siala*, kok dia bisa sih setampan itu.”~Batin Leo.


Riski yang melihat penampilan Leo malam itu pun merasa iri, karena stylist Leo begitu cool dan berkarisma di mata Riski.


“Mm, bisa makin lengket Yalisa sama Leo, harusnya aku tadi pakai jas sekalian, biar enggak kalah keren dari dia, apa aku masuk lagi buat ganti baju ya?”~Batin Riski.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, aku ketinggalan jas di kamar.” ucap Riski.


“Enggak usah, udah telat nih!” Hardik Leo, yang takut Riski nantinya akan semakin tampan kalau memakai jas.


“Ya sudah.” sahut Riski mengurungkan niatnya.


Namun ada yang aneh, saat Leo melihat di samping Riski terparkir motor yang biasa Riski pakai.


“Kenapa motor mu ada di depan gerbang?” tanya Leo.


“Emang kamu fikir aku mau numpang sama kamu?” jawab Riski, Leo seketika mengernyit.


“Jadi kamu nyuruh aku kesini buat di kerjain doang!” Hardik Leo dengan sorot mata tajam.


“Enggak juga, habis aku enggak punya teman buat jalan kesana.” ucap Riski, Leo yang kesal dirinya di permainkan langsung melajukan motornya dengan kecepatan maksimal.


“Dasar kurang aja*! salah ku juga sih, kenapa berbaik sangka padanya.” gumam Leo.


Selang 25 menit dalam perjalanan akhirnya Leo sampai juga ke rumah Mei yang di susul oleh Riski, satpam Mei mengarahkan mereka berdua menuju parkiran yang telah di sediakan.


“Leo tungguin!” ucap Riski yang sedang membuka helm.


“Basi bangat sih kamu jadi cowok!” pekik Leo meninggalkan Riski di parkiran.


Saat memasuki halaman utama, Leo dan Riski terpukau akan keindahan dekorasi pesta ulang tahun Mei, yang penuh balon, bunga tertata rapi di sepanjang jalan menuju tempat duduk tamu, dan banyak juga lampu kelap kelip yang di letakkan di atas pohon hias sekitaran lokasi pesta.


Meja-meja besar dengan taplak putih juga sudah banyak di isi dengan hidangan enak nan mewah dengan berbagai jenis masakan dari dalam dan luar negeri yang di jaga oleh beberapa koki.


ART dengan baju seragam juga banyak lalu lalang menawarkan minuman dan cemilan ringan seraya menunggu Mei tampil di hadapan semua para tamu undangan.


Mereka berdua pun duduk di kursi paling depan yang telah di sediakan, Zuco Marco dan Kevin pun sudah ada disana, mereka yang sebelumnya bermusuhan kini jadi teman berkat hajatan Mei.


Saat Leo sedang santai menikmati jus jeruknya, tiba-tiba Riski membuka obrolan.


“Bro, aku lihat kamu akrab bangat sama Yalisa.” ucap Riski seraya menatap wajah Leo.


”Iya, memangnya kenapa?” sahut Leo.


“Berati aku bisa minta tolong dong sama kamu?” ucap Riski dengan senyum tipis.


“Minta tolong apa maksudnya?” ucap Leo dengan menatap dalam mata Riski.


“Aku sebenarnya suka sama Yalisa, bisa enggak kamu comblangin aku sama Yalisa?” ucap Riski dengan datarnya.


Wajah Leo langsung berubah jadi datar tanpa ekspresi mendengar permintaan rivalnya itu.


“Jangan dekati dia lagi karena...” ucapan Leo terhenti saat para tamu bertepuk tangan seraya berdiri, yang membuat mereka berdua juga ikut berdiri melihat ke arah halayak lain menoleh, seketika kado yang ada di genggaman Leo terlepas dari tangannya.


Ia tak percaya, Yalisa yang begitu cantik menawan dengan make up natural look, rambut bergaya ribbon hair harus memadukannya bersama gaun yang sangat berani.


Jantungnya berdebar kencang, hatinya tak rela bila lekuk tubuh Yalisa di nikmati oleh semua orang.


Berbeda halnya dengan Riski, di matanya Yalisa sangat sempurna, dirinya semakin termotivasi untuk mendapatkan wanita idamannya itu.


“Aku harus dapatin dia!” batin Riski.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️

__ADS_1


Instagram :@Saya_muchu


__ADS_2