SAVE YALISA

SAVE YALISA
Bab XXIV (Ikatan Cinta)


__ADS_3

Pukul 15:05 perlahan Riski membuka mata lalu melirik ke sebelahnya.


“Aku fikir mimpi, ternyata nyata”~Batin Riski


Dengan perasaan lega Riski menatap dalam wajah musuh bebuyutannya itu.


Drrtttt.... Riski meraih Handphone nya yang bergetar.


“Aku ke rumah mu, enggak mau tau pokoknya aku datang”📱 Yovi


Riski mendecak dan mengusap wajah dengan tangannya.


“Kenapa enggak bisa di larang sih”~Batin Riski


Karena tak ingin ada pertikaian antara dirinya dan Yovi yang bisa menyangkut pautkan Yalisa juga nantinya, Riski perlahan membangunkan Yalisa dari lelapnya.


“Yalisa bangun” Bisik Riski ke telinga Yalisa.


“Hei, ayo bangun! Ayo bangun Yalisa jangan tidur lagi!”


Ternyata membangunkan Yalisa tak semudah menyuruhnya tidur, tak tau lagi cara untuk membangunkan Yalisa, akhirnya Riski mendorong perlahan tubuh Yalisa dengan kakinya hingga terjatuh ke lantai.


Brakkk...


Yalisa bangun dengan keadaan linglung “Dimana aku?”


Ucap Yalisa yang tergeletak di atas marmer dengan mata sepat.


“Susah bangat buat di bangunin, pulang sana udah mau jam 16:00 tuh” Ucap Riski.


Yalisa mengucek matanya dan melihat jam di dinding kamar Riski yang menunjukkan pukul 15:20


“Baru jam 15:20” Ucap Yalisa sambil menguap.


“Iya, tapi sekarang kamu harus pulang kalau mau tidur disini besok malam saja”


Ucap Riski yang duduk di atas ranjangnya, lalu seketika Yalisa sadar kalau dia tidak tidur di kamarnya.


“Hah! Aku masih di rumah kamu!”


Teriak Yalisa sambil menunjuk ke arah Riski.


“Udah deh, heran-heranannya besok saja sekarang kamu pulang, Jamal bakalan antar kamu ke rumah mu” Ucap Riski


Tok... Tok...


Terdengar ada yang mengetuk pintu kamar.


“ Masuk”


Ucap Riski, handle pintu terbuka yang ternyata itu adalah pak Jamal.


“Mobilnya sudah siap tuan” Sahut pak Jamal yang berdiri di depan pintu.


“Buruan bawa dia pulang, bantu berdiri kayaknya nyawanya belum terkumpul semuanya” Ucap Riski.


“Baik tuan”


Sahut Jamal sambil berjalan menuju Yalisa, Yalisa yang masih duduk di bantu berdiri oleh pak Jamal.


“Aku bisa sendiri”


Ucap Yalisa pada pak Jamal.


“Baik non” Sahut Jamal


“Aku pergi” Ucap Yalisa dengan wajah kecut.

__ADS_1


“Iya sana! Sana!”


Sahut Riski, Yalisa pun mengambil tas nya, saat akan berlalu dari kamar Riski, Riski memanggilnya.


“Jangan marah ya aku suruh pulang tiba-tiba, besok kamu boleh nginap disini”


Ucap serius Riski pada Yalisa.


“Apa?” Yalisa menoleh ke arah Riski.


“Lusa kan minggu, biar kita bisa lama-lama tidurnya”


Ucap Riski, karena tersinggung dengan perkataan Riski Yalisa mengambil sisa air minum obat mereka lalu menumpahkannya ke wajah Riski.


“Kamu fikir aku cewek apaan! Hari ini cuma karena efek obat, dasar cowok sinting!”


Sahut Ketus Yalisa meninggalkan Riski sendiri dalam kamarnya.


“Di lembutin malah nguji kesabaran dia”~ Batin Riski


Setelah sampai di pintu utama rumah Riski, Yalisa berniat untuk pulang sendiri.


“Silahkan masuk ke dalam mobil non” Ucap pak Jamal


“Harus bangat ya pak di antar pulang?” Sahut Yalisa


“Iya non, ini adalah perintah tuan”


Ucap pak Jamal sambil membuka pintu mobil, karena tak ada pilihan lain akhirnya Yalisa masuk ke dalam mobil.


Pak Jamal pun menyalakan mesin mobil dan mulai melaju menuju gerbang utama rumah besar Riski, saat di gerbang Yalisa melihat Yovi seperti sedang berdebat dengan seorang satpam.


Saat sudah dekat dengan Yovi, tiba-tiba Yovi menoleh ke arah Yalisa, sontak Yalisa menundukkan wajahnya.


“Haduh dia kenal aku enggak ya?” Gumam Yalisa.


“Silahkan non, tuan menyuruh nona buat masuk ke dalam” Ucap pak satpam Sofry.


“Lama bangat sih baru di izinin!”


Bentak Yovi yang kemudian melajukan motornya menuju garasi rumah Riski.


Saat akan menuju pintu utama Yalisa bertemu dengan Dahlia.


“Dimana tuan?!” Ucap Yovi.


“Ada di kamarnya non Yovi” Sahut Dahlia.


“Dahlia, cewek yang tadi disini sama tuan siapa?” Ucap Yovi penuh selidik pada Dahlia.


“Maaf saya kurang tau non” Sahut Dahlia.


“Gimana sih, kok bisa enggak tau ngapain saja kamu di rumah ini?!” Ucap Yovi dengan rasa kesal.


“Maaf non” Sahut Dahlia.


“Maaf maaf, kamu kan yang urus keperluan tuan Riski, harusnya tau dong tol*ol!”


Ucap Yovi seraya berlalu dari hadapan Dahlia menuju kamar Riski, sesampainya di kamar Riski Yovi langsung melontarkan kekesalannya.


“Kamu bilang ada tamu penting, nyatanya cuma perempuan!” Ucap Yovi.


“Baru datang udah marah-marah, udah makan belum?” Sahut Riski.


“Apa perduli mu?” Cewek mana lagi yang kamu bawa kesini?!” Ucap Yovi.


“Enggak ada cewek disini” Sahut Riski.

__ADS_1


“Enggak usah ngelak deh, aku lihat sendiri tadi di antarin pak Jamal” Ucap Yovi.


“Berarti dia enggak lihat wajah Yalisa tadi”~ Batin Riski


“Pacar Jamal kali”


Sahut Riski mencoba mengelak dari interogasi Yovi.


“Apa?”


Yovi mulai mendekat ke ranjang Riski “Kamu bercanda ya? Aku tau betul aturan di keluarga kamu, karyawan di larang bawa pasangan ke rumah ini, kenapa harus bohong sih?” Yovi mulai naik pitam.


Riski mendecak mulai geram akan sikap Yovi. “Mulai enggak asyik nih”


“Apa kamu bilang mulai enggak asyik? Kurang asyik apa aku sama kamu, semua aku turutin semua aku lakuin segalanya aku berikan”


Ucap Yovi dengan mata memerah.


“Yov, aku malas bangat kalau bahas itu itu lagi” Sahut Riski.


“Makanya kamu hargai aku dong, dari dulu aku udah sabar sama kamu, mulai dari selingkuhan kamu yang pertama sampai ke 15 aku bertahan jangan tambah lagi rasa sakit di hati aku Ki”


Ucap Yovi mulai menangis tak dapat menahan rasa sakit dan kecewa di hatinya.


“Yovi....”


Yovi memotong perkataan Riski yang belum ia selesaikan.


“Lebih mirisnya kamu bawa dia ke kamar ini, ngapain saja kalian disini? Ini tempat kita berdua, ini balasan kamu selama ini? Kamu bilang enggak boleh kasih tau hubungan kita sama orang lain aku turutin, jahat bangat sih Ki!”


“Oh jadi gitu? Terus gimana sama kamu sendiri, ngapain saja sama Erick selama ini?”


Ucap Riski mencoba menyudutkan Yovi kembali.


“Apa, Erick?” Sahut Yovi.


“Hmm.. terus ngapain juga sama Roy?” Ucap Riski.


“Roy? Maksud kamu apaan sih?” Sahut Yovi.


“Kamu fikir aku enggak tau, kalau kamu main sama mereka berdua selama ini? Kamu bilang cinta sayang sama aku tapi kenapa masih kemana-mana?”


Ucap Riski menatap tajam mata Yovi yang berderai air mata.


“Aku bisa jelasin Ki” Sahut Yovi.


“Jelasin apa lagi sih? Aku diam karena enggak mau ada urusan sama kamu dan juga aku hargain kamu sebagai seorang yang sudah temani aku dari masa terpuruk ku sampai sekarang”


“Ki, aku bisa jalasin”


Yovi merengek mencoba membela diri.


“Yov, aku enggak butuh penjelasan kamu karena yang nyuruh mereka buat make kamu itu ya aku”


Ucap Riski, jantung Yovi seketika berdegup kencang, tubuhnya seolah tersambar petir mengetahui kenyataan pelik yang dia alami.


“Yov, kita berdua sama-sama tau perasaan kita masing-masing, kamu juga tau kalau aku enggak pernah cinta sama kamu, kamu sendiri yang ikhlas menyerahkan dirimu aku bisa apa? Bukannya menyenangkan hati orang lain itu juga pahala?” Ucap Riski dengan tegas.


“Kamu, kamu beneran ngelakuin itu semua sampai sejauh ini?”


Sahut Yovi dengan perasaan panas dingin tak menentu.


“Iya dong, kamu bilang aku segalanya dan enggak bisa hidup tanpa aku, ya perlu pembuktian kan? Riski tersenyum getir.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK ❤️

__ADS_1


@Instagram : @Saya_muchu


__ADS_2