
Mei yang ingin mendengar penjelasan dari kedua temannya mengambil tempat untuk duduk.
“Gimana mau cerita sama kamu Mei, kejadiannya itu tiba-tiba bangat” Ucap Yalisa.
“Aku saja ketinggalan kabar, tapi bukannya tadi kamu sama Yalisa?” Tanya Leo.
“Iya sih, tapi pak Ari enggak bolehin aku ikut, jadi aku balik ke kelas, kebetulan bu Dewi suruh aku buat photo copy buku di luar sekolah” Jawab Mei.
“Bukannya di perpustakaan ada photo copy?” Ucap Leo.
“Lagi rusak makanya pergi keluar, terus kok bisa ada Riski disana?” Tanya Mei.
“Katanya dia ada keperluan, entah sih apa itu keperluannya” Jawab Yalisa.
“Enggak di sangka ya, Riski mau nolongin kamu pada hal kita sama-sama tau, kalau dia itu anti bangat sama kamu Lis” Ucap Mei yang coba mencerna sifat ajaib Riski.
“Iya soh, dari kemarin Riski memang aneh tidak seperti biasanya”~Batin Yalisa.
“Tapi apa pun itu, kita harus tetap berterimakasih pada Riski, karena sudah menolong Yalisa” Tutur Leo dengan senyum tipisnya.
“Iya Leo benar, gimana pun juga dia sudah menolong ku, apa pun yang terjadi di masa lalu, itu sudah aku maafkan” Ucap Yalisa.
“Kalau aku jadi kamu, enggak akan ada maaf untuk orang seperti dia, ngeselin nya itu bikin naik darah, apa lagi pas dengar kamu di begitu kan pak Ari, uh...! Pengen bangat potong kikonya!” Ucap Mei dengan raut wajah seram.
Penuturan dari Mei membuat Yalisa banyak berfikir atas tindakan asusila dari pak Ari, lubuk hatinya pun tak ridho menerima itu semua.
Rentetan peristiwa beberapa menit yang lalu masih tersusun rapi di ingatannya, dan itu cukup membuat Yalisa tersiksa.
Namun ia harus tetap tegar, jadi rapuh pun tiada guna, karena ingin tetap bertahan menyelesaikan sekolah yang sebentar lagi ia tinggalkan, Yalisa terpaksa menelan semua kebiadaban yang datang padanya.
“Kamu mikirin apa?”
Leo menyentuh tangan Yalisa yang sedari tadi melamun.
“Ah, bukan apa-apa aku cuma kecapean” Ucap Yalisa.
“Kapan tante pulang?” Tanya Mei.
“Lusa” Sahut Yalisa.
Setelah mereka selesai mengisi perut di kantin, mereka bertiga pun kembali ke kelas masing-masing.
Sesampainya Yalisa dan Mei ke kelas, Yalisa melihat Riski duduk di belakang bangkunya dengan meletakkan kepala di atas meja.
“Ngapain dia disana? Bangkunya kan di depan” Ucap Mei.
“Biarkan saja” Sahut Yalisa.
Riski yang melihat kehadiran Yalisa mulai merapikan duduknya. Riski ingin sekali menyapa Yalisa namun hatinya gengsi karena di kelas ada Marco dan Zuco.
Yovi yang melihat Riski duduk di belakang Yalisa pun menjadi cemburu, namun apa boleh buat tak mungkin ia melukai Yalisa saat ada Riski di kelas.
“Kenapa duduk disini?” Tanya Mei pada Riski.
“Memangnya enggak boleh?” Sahut Riski.
“Boleh sih asal jangan bikin Rusuh”
Sahut Mei sambil duduk ke kursinya, begitu juga dengan Yalisa yang duduk ke kursinya.
“Mana mungkin Riski buat Rusuh, dia sudah banyak berubah Mei”
Ucap Yalisa sambil merogoh pulpen dalam tasnya.
“Berubah dari mana sih? Masih sama saja aku lihat” sahut Mei.
“Allah maha membolak-balikkan hati manusia jadi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak”
Mendengar ucapan Riski, Yalisa dan Mei langsung terperangah dan menatap satu sama lain.
“Tuh, apa ku bilang dia sudah banyak berubah kan, enggak sia-sia dia di hukum selama sebulan” Sahut Yalisa.
“Bagus sih dia berubah, tapi... kenapa aku merasa Yalisa juga ikutan berubah ya? Yalisa yang sekarang terlihat lebih berani, kayaknya dia juga sembunyikan sesuatu dari aku, semoga saja dia bisa jaga diri dengan perubahannya”~Batin Mei.
Setelah beberapa saat bercengkrama, guru mata pelajaran selanjutnya masuk ke dalam kelas, mereka semua pun mengikuti pelajaran sampai selesai.
Ketika bel pulang sekolah berbunyi Yalisa menerima pesan dari Leo.
“Aku antar pulang ya” 📱 Leo.
“Besok saja ya, hari ini aku mau pulang sendiri” 📱 Yalisa.
__ADS_1
“ Aku antar ya, aku khawatir soalnya ” 📱 Leo
“Besok saja, janji aku akan baik-baik saja”📱 Yalisa.
“Oke, hati-hati di jalan kalau gitu” 📱 Leo.
Karena tak ingin memaksakan kehendak, Leo pun membiarkan Yalisa pulang sendiri.
“Paling sama Mei”~Batin Leo.
“Pulangnya sama aku ya” Ucap Mei.
“Aku ada urusan, jadi pulang sendiri saja” Sahut Yalisa.
“Aku antar ya?”
Mei yang masih khawatir tak mau Yalisa pulang sendirian.
“Mm... sebenarnya aku mau beli kado, lusa kan kamu ulang tahun masa sih kamu ikut? dari tadi kok kamu enggak tanggap sih Mei” Ucap Yalisa.
“Oh iya, kalau gitu kita jalan sampai gerbang sekolah ya” Pinta Mei.
“Oke”
Sahut Yalisa, mereka berdua pun berlalu dari kelas menuju gerbang sekolah. Sesampainya di gerbang sekolah Yalisa dan Mei saling berpamitan.
Saat akan memulai langkah kakinya, Riski datang menghampiri dengan motornya.
“Ayo naik aku antar pulang” Ucap Riski.
“Enggak.. aku mau jalan kaki saja” Sahut Yalisa.
“Nanti kamu cape” Ucap Riski.
“Udah pulang sana” Sahut Yalisa.
“Leo gimana sih, masa biarin pacarnya pulang sendirian”~Batin Riski.
“Ya sudah aku tinggal, kepala batu bangat sih!” Ucap Riski yang kemudian menggas motornya meninggalkan Yalisa sendirian.
________________________
22.30 Yalisa pulang ke rumahnya, saat ingin membuka pintu Yalisa heran karena pintu rumahnya tidak terkunci.
Saat ia mendorong pintu, ia kaget melihat ibunya yang tengah duduk di atas sofa ruang tamu mereka.
“Kenapa baru pulang” Ucap Ibu Yalisa.
“Ibu...”
Sahut Yalisa dengan rasa takut, karena ini pertama kalinya ia pulang terlambat ke rumah.
“Apa kalau ibu enggak di rumah kamu selalu begini?” Ucap ibunya.
Sontak Yalisa menggong-goyangkan tangannya.
“Enggak bu baru kali ini kok, itu juga karena ada perlu sama Mei, kalau enggak percaya ibu telepon Mei saja”
Yalisa mencoba membela dirinya, karena ia tau pasti Mei akan membantunya.
“Ibu sudah telepon Mei” Ucap ibu Yalisa.
“Ha?”
Yalisa tercengang, dia tidak mengira ibunya sudah menelepon terlebih dahulu.
“Katanya kamu sedang mengerjakan tugas sama dia, lain kali jangan sampai larut begini ya” Ucap ibu Yalisa.
Yalisa yang mendengar kabar baik itu langsung meras lega, Yalisa pun masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
“Makasih udah bantu bohong sama ibu”📱 Yalisa.
“Oke-oke, tapi lain kali enggak ya hehehe” 📱 Mei.
“Siap bos ku” 📱 Yalisa.
“Btw, beli kado emang sampai selama itu?” 📱 Mei.
“Sambil jalan-jalan Mei” 📱 Yalisa.
“Oke, istirahat yang cukup jangan begadang” Mei📱
__ADS_1
________________________
Pagi hari pun telah tiba, Yalisa yang sudah berada di kelas duduk di bangkunya sembari membuka buku pelajaran keseniannya.
“Pagi...!!” Ucap Mei yang baru datang ke kelas.
“Pagi juga” Sahut Yalisa.
“Ini masih pagi, rajin bangat sih buat belajar” Ucap Mei.
Yalisa hanya tertawa kecil menanggapi perkataan Mei, tak lama bel sekolah pun berbunyi tanda jam pelajaran segera di mulai.
Namun lama menunggu pak Ari guru kesenian tak kunjung datang.
“Kayaknya pak Ari enggak masuk hari ini deh” Ucap Mei.
“Iya, sudah 30 menit kita kosong” Sahut Yalisa.
“Guru lain juga enggak ada yang datang buat gantiin dia” Ucap Mei.
Saat mereka masih mengobrol tiba-tiba seorang guru masuk.
“Aku fikir pak Ari, ternyata pak Johan” Ucap Mei.
“Iya” Sahut Yalisa.
“Selamat pagi anak-anak maaf sudah menunggu lama” Ucap pak Johan.
“Pak Ari kemana pak? Apa dia masuk rumah sakit karena pukulan Riski?” Ucap Zuco.
Seisi kelas jadi tertawa atas pertanyaan Zuco tersebut, Riski yang mendengar ucapan Zuco juga ikut tertawa sambil menggelengkan kepala.
“Macam-macam sih dia” Bisik Riski pada Zuco.
“Sudah-sudah, tidak baik tertawa atas penderitaan orang lain, dan bapak juga enggak tau pasti pak Ari dimana sekarang, karena dia absen tanpa kabar dan nomornya juga tidak aktif” Ucap pak Johan.
“Mungkin kejadian kemarin membuat pak Ari trauma pak, makanya dia menenagkan diri dulu” Sahut Marco.
Derita yang di alami pak Ari di sambut hangat oleh para siswanya, mungkin mereka yang di kelas juga termasuk korban asusila dari pak Ari, namun bungkam karena tak punya kekuatan.
“Ah..., sudahlah mari kita mulai pelajarannya” Ucap pak Johan.
Mereka pun mengikuti pelajaran sampai selesai.
20 September 2017, saat Mei sedang berjalan-jalan di area kantor guru, tiba-tiba ia ingin buang air kecil.
Karena sudah terdesak ia memilih untuk buang hajat di toilet guru, saat ia sudah masuk ke bilik toilet, ia mendengar 2 guru wanita sedang bergosip.
“Kira-kira pak Ari kemana ya? Sudah 3 hari dia tidak ada kabar, aku fikir dia di pecat pak kelapa, ternyata enggak sama sekali” Ucap guru A.
“Iya nomornya juga enggak aktif, kemarin pak Roni berkunjung ke apartemennya, tapi pak Ari tidak ada si sana, saat di tanya ke Scuriti, katanya pak Ari sudah beberapa hari tidak melewati lobi apartemen” Tutur guru B.
“Eh, tapi dengar-dengar setelah pulang sekolah pak kepala mau berkunjung ke rumah orang tuanya, mana tau dia ada disana” Ucap guru A.
“Oh.. gitu ya? Semoga dia baik-baik saja” Sahut guru B.
“Aku sih, mau dia celaka atau sehat tidak ada untungnya bagi ku, kalau di ingat-ingat dia itu guru lancang, pertama kali aku honor disini, masa tiba-tiba dia mencium bibir ku, bikin merinding saja, karena butuh uang aku memilih diam, protes pun tidak ada guna, pak kepala tetap akan membelanya” Ucap guru A dengan rasa marah.
Setelah 2 guru itu selesai dengan percakapannya, mereka pun keluar dari dalam toilet.
Mei yang dari tadi menguping dari bilik toilet tak habis fikir dengan pak Ari.
“Guru pun dia sikat? Tapi... pak Ari kira-kira dimana ya sekarang? masa sih dia menghilang hanya karena berkelahi dengan Riski? ”~Batin Mei.
Setelah selesai buang hajat Mei keluar dari toilet guru, hatinya masih di penuhi pertanyaan tentang pak Ari.
“Kamu lagi mikirin apa?”
Ucap Yalisa pada Mei yang berjalan tak fokus, sontak Mei melihat ke arah Yalisa yang berdiri di pintu kelas.
“Yalisa, aku tadi dari toilet guru dan dapat gosip”
Mei pun menceritakan semua yang dia dengar secara detail pada Yalisa, Yalisa yang mendapat kabar itu pun menjadi kepikiran.
“Mungkin dia di rumah orang tuanya Mei” Ucap Yalisa.
“Semoga saja Lis, karena nomornya itu loh enggak aktif, aku takutnya orang-orang mencurigai kamu atau Riski, kalau sampai pak Ari enggak ketemu, mungkin keluarganya belum tau soal ini, karenakan pak Ari hidup mandiri, kalau sudah tau jelas saja mereka lapor polisi” Tutur Mei pada Yalisa.
“Benar juga kamu Mei” Sahut Yalisa.
Bersambung....
__ADS_1
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
Instagram : @Saya_muchu