
Rabu, 21 Maret 2018, akad nikah sekaligus resepsi Mei dan Leo pun di gelar.
Mei yang terlihat anggun, di balut dengan busana elegan nan mewah pun duduk di sebelah sang pujaan hati.
Dalam akad Mei dan Leo mengenakan warna baju yang senada, yaitu putih.
Seperti ikatan mereka yang menuju cinta yang suci.
Yalisa yang saat itu bertugas menjadi bridesmaid bersama dengan dua Art Mei yaitu Winda Lila memakai gaun serupa berwarna ungu, mereka pun duduk di belakang Mei berbaur dengan keluarga mempelai wanita.
Saat Yalisa tengah terpaku dengan pesona kedua mempelai, tiba-tiba dari arah pintu masuk, Riski datang dengan setelan jas abu-abunya, lalu ia duduk berbaur dengan Kevin, Marco dan Zuco.
Riski pun menundukkan kepalanya, meminta maaf karena datang terlambat.
“Dia jadi groomsmen?” batin Yalisa.
Riski yang sadar jika sang kekasih memperhatikannya, langsung mengedipkan mata, menggoda Yalisa yang sudah lama tak bertemu dengannya.
“Dasar sinting!” gumam Yalisa seraya mengalihkan pandangannya.
Karena waktu akad yang di tentukan telah tiba, maka ayahanda Mei yaitu pak Wahyu pun memulainya dengan mengucapkan basmalah dan salam, tak lupa juga mengucapkan salam hormat dan rasa terimakasihnya pada hadirin yang menghadiri akad nikah di pagi itu.
“Bismillahirrohmanirrohim, saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Leo Rasyid bin Rasyid dengan anak saya yang beranama Mei Lissah dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, dan uang tunai sebesar 100 juta rupiah di bayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya Mei Lissah dengan mahar tersebut tunai.” ucap Leo dengan lancar.
“Bagaimana saksi? Sah?” tanya ayahanda Mei.
“Sah!!!” ucap hadirin yang menghadiri akad nikah lagi itu.
Semua orang ikut terharu, atas halalnya 2 sejoli, yang kisah cintanya di penuhi intrik dan dominasi.
Setelah akad selesai, tak lupa di tutup dengan do'a, agar pernikahan keduanya sakinah mawadah warohmah.
Selesai berdo'a, Mei mencium telapak tangan sang suami, kemudian di susul Leo yang meletakkan tangan kanannya di ubun-ubun kepala sang istri, kemudian ia melafaskan do'a.
“Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih,” selepas itu, Leo mencium kening Mei dengan ucapan.
“Bismillahirrohmanirrohim.”
Semua orang bertepuk tangan, tak terkecuali Yalisa, ia sampai berteriak-teriak!!!
“Huh!! Ciumnya lebih lama dong!” yang membuat tamu lain tertawa.
Setelah ijab kabul, pengantin dan para tamu pun di arahkan ke lokasi resepsi, yaitu yang berada di taman rumah Mei yang seluas 3 hektar.
__ADS_1
Saat Yalisa sedang mengobrol dengan Winda, tiba-tiba ada yang berbisik ketelinganya.
“Kita kapan ya?” sontak Yalisa melihat ke sumber suara.
“Riski,”
“Hehehe, lama enggak ketemu,” ucap Riski.
“Aku fikir kamu udah mati loh, bertahun-tahun enggak ada kabar,” ujar Yalisa.
“Aku enggak akan mati sebelum menua bersama mu.” Riski mengusap rambut Yalisa.
Sementara pasangan pengantin baru sedia di atas panggung mewah untuk bersalaman dengan para tamu yang hadir.
Undangan kedua belah pihak begitu banyak, tak terkecuali teman dan guru-guru mereka di sekolah.
Ketika Mei berjabat tangan dengan pak Aryo sang kepala sekolah, Mei menerima secarik kertas putih dari sang kepala sekolah.
“Selamat ya nak, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.” ucap pak Aryo dengan senyum menyeringai.
Mei sempat bingung dengan senyum aneh sang kepala, namun ia tidak memikirkannya, sebab para tamu masih banyak yang mengantri untuk memberi ucapan selamat pada mereka berdua.
Leo dan Mei terus saja melempar senyuman untuk para tamu, paras menawan keduanya membuat siapa saja yang melihat terpanah dan ingin ikut nikah muda juga.
Sementara di panggung yang sejajar lurus beberapa meter dari panggung pengantin, Zuco dan Marco mulai melantunkan lagu berbahasa Inggris dari Spice girls, yaitu tentang dua pasang kekasih yang akan memadu kasih.
(Wanna make love to ya, baby)
I had a little love, now I'm back for more
(Wanna make love to ya, baby)
Set your spirit free, it's the only way to be
Silly games that you were playin'
Empty words we both were sayin'
Let's work it out, boy, let's work it out, boy
Once again, if we endeavour
Love will bring us back together
Take it or leave it, take it or leave it
__ADS_1
Bagi yang mengerti akan makna lagu yang kedua solid itu lantunkan merasa canggung, bagi yang tidak malah menikmatinya.
Sedang kedua pasang halal yang baru mengikat janji atas nama yang kuasa tersipu malu, mengingat nanti malam akan menjadi malam yang panjang untuk keduanya.
“Lagunya bagus ya,” ucap Riski yang duduk bersebelahan dengan Yalisa.
“Emangnya ngerti?”
“Ngertilah,” ujar Riski.
“Huuh, giliran lyric yang begitu kamu tanggapnya cepat,” ucap Yalisa meledek.
“Ya harus ngerti lah, tapi kalau kita berdua kira-kira kapan ya takdirnya?” tanya Riski.
“Ya sabar, do'a in yang terbaik, semoga kita berdua di jodohkan pada waktu yang tepat,” ungkap Yalisa.
“Tapi, pada saat itu belum tiba, aku mohon sama kamu, jangan berpaling ke lain hati, mana tahu ada yang ngajak kamu nikah sebelum aku.” pinta Riski pada sang kekasih.
“Insya Allah,”
“Dan, kalau aku jarang hubungi atau temui kamu, bahkan tiba-tiba aku jadi sunyi, aku minta kamu enggak mikir macam-macam, tetap jaga hati, karena hati ku selalu buat kamu, dimana pun dan kapan pun.” Yalisa yang mendengar curahan hati Riski merasa agak aneh dan bingung, tapi walau begitu ia hanya mengangguk.
“Iya, aku akan tetap nunggu mu,” ucap Yalisa.
Sekitar pukul 16:00, hampir semua undangan telah hadir, Mei dan Leo yang berdiri sedari tadi pun duduk di kursi mempelai yang ada di belakang mereka.
Mei tiba-tiba teringat akan secarik kertas yang belum ia buka.
“Pak Aryo iseng bangat kasih aku secarik kertas,” batin Mei.
Ketika Mei membuka kertas putih kecil yang terlipat dengan rapi, matanya membelalak, badannya mendadak panas dingin, tubuhnya pun menjadi gemetar.
Leo yang berada di sebelahnya, melihat sang istri menggelegak aneh.
“Kamu kenapa Mei?” tanya Leo.
Mei yang tak ingin merusak suasana bahagia mereka pun langsung mencoba kuat, menahan segala rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
“Enggak apa-apa Leo, aku baik-baik saja.” ucap Mei dengan senyum tipis.
“Oh, kalau ada apa-apa langsung bilang ya,” ujar Leo.
“Iya,” ucap Mei.
Bersambung...
__ADS_1
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu