
POV ARJUNA
"Apa! kakak jangan gila deh!"
Itu yang kudengar dari Ayu saat aku bilang suka sama Dira. Tadinya ku pikir dengan cerita sama Ayu aku akan akan dapat dukungan. Nyatanya tidak.
"Kakak kan tahu, orang tua kita bergantung sama keluarganya Delia. Kita emang nggak sekaya tante Dewi, kita juga nggak sekaya keluarga Delia. Tapi Dira dan Delia itu sahabat aku, kak."
"So, what justru karena kamu sahabat mereka makanya aku cerita sama kamu, Yu. Kamu tahu hampir setahun Delia nggak ada kabar. Hampir setahun, Yu! Saat ini aku butuh yang pasti."
"Tapi jangan mereka, kak. Itu sama saja kakak mengadu domba persahabatan kami."
Aku hanya terdiam saat mendengar ucapan adikku melalui saluran telepon. Aku sangat tahu kalau Ayu sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan. Begitupun dengan Dira, dia pun sangat menghormati para sahabatnya. Tapi salahkah perasaan ini?
Lewat lagu something stupid - Robbie williams yang mengingatkanku pada nya.
I know I stand in line
Until you think you have the time
To spend an evening with me
And if we go someplace to dance
I know that there's a chance
You won't be leaving with me
Then afterwards we drop into a quiet little place
And have a drink or two
And then I go and spoil it all
By saying something stupid
Like I love you
I can see it in your eyes
You still despise the same old lines
You heard the night before
And though it's just a line to you
__ADS_1
For me it's true
And never seemed so right before
I practice every day to find some clever
Lines to say
To make the meaning come true
But then I think I'll wait until the evening
Gets late
And I'm alone with you
The time is right
Your perfume fills my head
The stars get red
And oh the night's so blue
And then I go and spoil it all
By saying something stupid
Like I love you
Kubuka Album biru,penuh debu dan kusam. Eh, kok malah nyanyi, kebiasaan si othor nih..
Delia
Nama itu menggelitik hatiku saat itu. Entah setiap membahas gadis itu sisi sensitifku kembali bergolak. Gadis yang wajahnya bertahun-tahun menemani tidur, selalu ada dalam mimpiku.
Kenapa harus Delia? Aku sendiri tak tahu. Perasaan itu datang dengan sendirinya. Mungkin karena sering bertemu. Dari zaman merah putih, putih biru hingga zaman putih abu-abu pun aku selalu melihatnya. Delia adalah sahabat adikku mereka bahkan berteman sejak zaman merah putih.
Pernahkah Kalian merasakan jatuh cinta seperti yang pernah ku alami saat ini. Jatuh cinta pada pandangan pertama pada sahabat adikku. Walaupun Delia bilang padaku kalau dia juga punya perasaan yang sama. Tapi dia memintaku menunggu setelah tamat S2. Dia bilang selama masih sekolah orangtuanya melarang pacaran. Tapi bukannya kalau sudah S2 berarti sudah usia matang, kenapa dia masih dilarang pacaran? Usianya 3 tahun dibawahku. Aku saja masih sering ditanyakan siapa pacarku?kapan menikah? Beda dengan keluarga Delia terbilang ketat.
Bahkan saat S1 kami satu jurusan Agrobisnis. Janjian? enggak kok, aku malah kaget ternyata dia ngambil jurusan yang sama, karena yang ku tahu papanya Delia punya perkebunan besar di Lembang. Sejak satu kampus aku mulai mendekatkan diri dengan Delia. Banyak aktivitas kampus yang mendekatkan kami. Bukan mendekatkan sih, tapi aku memang memasukkan Delia ke organisasi fakultas agar lebih dengannya. Tentu saja dengan kuasaku sebagai ketua organisasi.
Namun beberapa waktu kemudian aku mendengar kalau perusahaan kecil orangtuaku dibantu oleh keluarga Delia. Seperti mendapat angin segar karena aku bisa membujuk papa untuk mendekatkan dengan Delia. Gayung bersambut keluarga Delia menerima usulan papaku, kudengar mereka akan menunangkan kami setelah Delia tamat S2.
Aku tidak pernah minta di jodohkan sama Delia. Karena aku ingin berjuang sendiri mendapatkan cinta Delia. Tapi kalau sudah seperti ini kejadiannya. Mau tidak mau aku ataupun Delia mengikuti alur yang mereka buat.
__ADS_1
Dan sekarang Delia sudah satu tahun tanpa bisa dihubungi. Entah apa alasannya aku tidak tahu. Tapi yang pasti aku lelah, lelah berharap terus. Aku lelah menjadi pungguk yang merindukan bulan. Aku ingin yang pasti, sesuatu yang pasti biar bisa kugapai seutuhnya.
Ting!
Aku tersadar dari sebuah kenangan. Lalu membuka gawai yang berbunyi sejak tadi.
"Juna..." Sapa seorang wanita di seberang sana.
"Ah, iya, ma." Jawabku.
"Kamu lagi apa nak? Rumah aman aman saja kan?"
"Aih, mama...kupikir kangen sama aku! Nggak tahu nya kangen sama rumahnya."
"Hahahahaha...anak mama bisa ambekan juga ternyata...kalau dengar suara kamu mama yakin kamu baik-baik saja."
"Makasih, ma atas doanya."
"Arjuna tidak ada orangtua yang mendoakan jelek untuk anaknya. Mama bangga sama kamu yang mencoba keluar dari zona nyaman. Ya, walaupun mama berharap sangat kamu mau kerja di perusahaan papa kamu. Karena kamu adalah penerus keluarga. Tapi kamu nyaman kan kerja sama Feri?"
"Nyaman, ma. Nyaman banget. Disini Juna dapat keluarga juga. Ya walaupun pulangnya tetap sendirian dirumah."
Setelah melepas rindu dengan mama, aku pun mencoba melepas lelah dengan rebahan di ranjang. Namun, ketika melihat dia beberapa hari ini melamun dibalkon. Aku terketuk ingi. tahu apa yang menjadi pikirannya. Apakah terkait dia akan dilangkah adiknya? atau mungkin soal lain?
Dira ternyata kamu manis juga kalau dipandang dari jauh.
Ah tidak Arjuna kamu sudah punya Delia. Ingat kamu dan Delia sudah dijodohkan.
Entah kenapa saat aku mendengar Dira sedang dekat dengan seorang lelaki yang bernama Rian. Aku mulai dilanda kalut.
Oh my Goods seorang Arjuna kalut sama tetangganya sendiri. Aneh,kan?
Sejak kecil kami selalu bersama. Aku, kak Feri dan dua gadis yaitu Ayu dan Dira. Tidak pernah terpikir olehku memiliki perasaan khusus pada Dira. Dira memang rada pendiam, nggak banyak tingkah, apalagi dia sering jadi bahan ledekan anak-anak komplek karena kulitnya beda dari kakak dan adiknya. Kalian tahu mantan artis cilik bernama amel carla, item manis gitu. Tapi punya perasaan khusus sama dia jauh dari ekspetasi.
Dan sekarang aku mulai termakan sama ekspetasi tadi.
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
__ADS_1
Bersambung