Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 24


__ADS_3

Menjelang malam pertunangan Delia semua ikutan sibuk. Namun tidak dengan Dira, tak ada yang menawarkan dirinya untuk berpartisipasi. Bahkan mama nya pun tak pernah membahas atau mengajaknya bergabung.


Sejak curhat dengan Eka, Dira merasa orang-orang terdekatnya menjauhinya. Dira mencoba kuat walaupun saat bertemu Ayu, Eka masih mencibirnya. Namun, lambat laun Dira merasa Ayu juga menghindarinya. Entah apa alasannya, Dira mencoba tidak manja dengan situasi.


Toh jika dia benar-benar kehilangan sahabatnya tidak masalah. Masih ada mama yang selalu ada disampingnya, untung Delia masih ramah padanya meskipun hanya sekedar say hello.


Mama Dewi menunda pengumumannya di kantor sejak dokter meminta Dira beristirahat. Bukan hanya menunda, mama membatalkan sayembara yang diadakan Feri. Menurutnya masalah seperti itu adalah urusan keluarga dan tak perlu di umbar ke publik.


Padahal aku ingin sekali merasakan euforia kebahagiaan sahabatku. Tapi, Ya sudahlah.


Beberapa hari ini mama Dewi sering main ke rumah Arjuna. Dengan alasan ada urusan dengan mamanya Juna. Tentu saja Dira tak mempermasalahkan, daripada mamanya dirumah hanya ngerumpi sama bibi.


Sejak setelah lamaran Vira, mama Dewi sering datang ke pengajian, bagi-bagi sembako, kasih santunan ke panti.


Mungkin ini salah satu usaha mama Dewi untuk meminta doa agar pernikahan Vira berjalan dengan lancar. Bisa jadi dia juga mendoakan dua anaknya yang belum laku. Padahal kalau Dira telaah, Feri sudah pernah menikah, jadi buat apa dikasih doa jodoh.

__ADS_1


Dira kembali berkutat dengan beberapa bacaan untuk menemani istirahatnya. Terdengar Vira riang ketika mendapatkan seragam dari acara pertunangan Delia. Dira mencoba tak peduli, walaupun rasanya sakit diperlakukan seperti itu.


Sebentar lagi kak Juna dan Delia akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Ah, di buka dengan pernikahan Eka, lalu Ayu dan sebentar lagi Delia. Aku senang mereka menemukan tambatannya masing-masing.


Soal kak Juna aku nggak terlalu excited. Walaupun aku pernah menyukainya, tapi itu dulu sih. Entah sekarang perasaanku sama dia masih besar atau tidak. Kalaupun ada biarin disimpan saja. Daripada ada yang tersakiti.


Tapi entah kenapa aku seperti di kucilkan.


Apakah Delia sudah tahu tentang perasaanku pada kak Juna? Bisa jadi? Kemungkinan itu yang membuat semuanya menjadi menjauhiku.


Selama ini ketika mendengar kabar pertunangan itu, aku mencoba menerima semua. Mungkin lamaran waktu itu hanya iseng semata, mungkin aku nya yang terlalu bawa perasaan. Meskipun aku tahu, kak Juna masih meminta jawaban padaku soal lamarannya.


Dira ....


kamu terlalu baper

__ADS_1


Seperti beberapa hari yang lalu, Delia datang membawa bekal untuk kak Juna. Mungkin beberapa hari kedepan aku akan melihat momen itu setiap hari. Sekarang aku sudah bisa menerimanya. Toh aku bukan siapa-siapa.


Aku mendengar kalau WO tempat Eka bekerja yang menangani acara pertunangan itu. Itu berarti Rian juga terlibat. Apa ini pertanda aku harus membuka hati untuk Rian? Apa salahnya mencoba? Seperti ada yang bilang cinta itu bisa tumbuh seiring dengan waktu.


Tetap terus pantengin cerita ini.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2