
lima tahun yang lalu
"Jadi bagaimana? apakah masih bisa kita telusuri perusahaan itu."
"bisa,pak." jawab seseorang di seberang sana.
"Pokoknya cari tahu titik kelemahan perusahaan itu."
"Baik,pak."
Komunikasi telepon telah selesai. Feri kembali memeriksa beberapa berkas kerjanya. Sebagai pimpinan sementara di perusahaan milik kakeknya, Feri harus lebih hati-hati memilih proyek untuk kebutuhan kantornya.
Saat ini dirinya sedang duduk di hadapan beberapa karyawan untuk melaksanakan meeting. Apalagi kliennya adalah Glen, teman masa SMA nya. Suatu hal yang mengejutkan bagi Feri begitu tahu musuh masa putih abu-abu nya. Apalagi ini kesempatannya untuk membalas apa yang dulu di lakukan Glen dan Tina.
PT PUTRA NUSA merupakan perusahaan mandiri dan profesional yang bergerak dibidang pengelolaan daur ulang limbah industri. Jenis limbah industri yang yang didaur ulang diantaranya adalah logam, plastik, bahan padat dan cairan lainnya. Perusahaan yang sudah di bangun dari beberapa dekade. Program utamanya adalah pengelolaan lingkungan hidup. Maka dari itu mereka memiliki banyak produsen barang untuk di jadikan barang bermanfaat.
Pertama kalinya Feri terjun langsung ke lokasi penampungan sampah. Saat itu hanya dirinya dan Juna yang sering pergi ke lapangan.
"Permasalahan sampah di Indonesia sampai saat ini terus berkembang dan merupakan sebuah permasalahan yang membutuhkan solusi segera untuk diatasi secara bersama-sama. Salah satu pendekatan pengelolaan sampah nasional adalah pendekatan circular economy dengan konsep yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari barang-barang sisa konsumsi.
Dengan penerapan circular economy, sumber daya yang tersedia akan terus termanfaatkan melalui penggunaan material yang terus berputar dalam suatu lingkaran ekonomi sehingga dapat digunakan secara terus-menerus. Salah satu wujud penerapan circular economy terhadap pengolahan sampah adalah dalam bentuk bisnis daur ulang,”
Juna berdiri di depan para karyawan dan relasi untuk memperkenalkan visi misi perusahaan. Posisi Juna yang menjadi orang kepercayaan Feri saat itu. Dimana dia lah yang mengatur semua kegiatan perusahaan termasuk proyek-proyek yang masuk. Makanya banyak yang puas dengan hasil kerja Arjuna. Meskipun begitu tidak membuat lelaki itu tinggi hati.
Juna masih berdiri di depan klien perusahaan. Meskipun lelaki itu tahu kalau kliennya bukanlah wajah baru. Namun tidak bagi Feri. Dendam yang berakar dalam dirinya membuatnya enggan ramah pada kliennya.
"Apa kabar, Feri dan Arjuna?" sapa Glen saat bertemu selesai meeting.
"Seperti yang kamu lihat, kami baik-baik saja. Suatu kehormatan bagi kami seorang Glen menjadi pengusaha sukses." sapa Juna.
"Tentu saja. Karena usaha tidak mengkhianati hasil. Kalo kita berupaya keras pasti akan sukses. Aku juga tidak menyangka kalian masih saling nempel kayak perangko." kata Glen menyombongkan diri.
"By the way, ini perusahaan punya kamu, Juna. Keren banget secara dari dulu seorang Arjuna adalah murid berprestasi di sekolah. Akademi, sabuk hitam, apalagi, ya." oceh Glen.
__ADS_1
"Bukan, ini punya Feri. Punya orangtuanya. Saya hanya asistennya Feri." jawab Juna.
"Oooo ... punya si culun. Apa dia sudah menikah?" tanya Glen.
"Alhamdulillah saya sudah menikah. Kenapa? nanya begitu?"
"Ya kirain mau ngejar jandaku lagi." tawa Glen.
Arjuna mencoba menahan Feri yang sudah di buat emosi oleh ucapan Glen.
Saat Dira datang ke kantor untuk bertemu Feri. Glen pun berpapasan dengan Dira. Merasa punya pesona, Glen pun mencoba menggoda Dira. Dengan gaya sok gantengnya lelaki itu mendekati Dira yang berjalan di lorong kantor.
"Kak, aku mau cari bahan buat tugas kuliah" kata Dira mendekati Feri dan Arjuna.
"Biar aku saja yang bantu. Bahan apa saja yang kamu butuhkan. Kak Feri lagi banyak kerjaan" tawar Juna.
"Nggak usah! aku bisa cari sendiri!" ucap Dira ketus meninggalkan Juna.
"Susah ngomong sama orang nggak peka." Feri pun malah meninggalkan Juna dan kembali keruangannya.
"Itu adiknya Feri,ya?" tanya Glen
"Iya," jawab Juna.
"Manis, ya. Sudah punya pasangan belum?" Glen menatap punggung Dira dari kejauhan.
"Sudah." jawab Juna.
"Nggak apa-apa. Kan belum istri orang." Glen masih penasaran dengan Dira.
"Jangan coba-coba!" Juna mempelototi Glen. meskipun cuma di balas senyuman.
Feri lagi-lagi merenungkan ucapan dari Glen. Tangannya menggenggam menyiratkan kemarahan dalam dirinya. Juna melihat sikap Feri hanya menggelengkan kepalanya. Dia paham kalau Feri masih tersulut dendam masa lalu.
__ADS_1
Feri memperlajari berkas milik perusahaan Glen. Senyumnya merekah seakan ada yang dipikirkannya. Beberapa saat kemudian dia meminta Arjuna untuk menghubungi pihak perusahaan Glen. Menyetujui kerjasama dengan perusahaan tersebut.
Ceklek!
"Mas, aku tadi masak ini. Di makan ya." ucap Meyra mendatangi suaminya ke kantor. Membawa bekal makan siang. Feri menarik Meyra duduk diatas pahanya.
"Aku pengen di suapin sama kamu." kata Feri.
"Apa harus duduk kayak gini?" Meyra risih dengan pangkuan suaminya.
"Wajib!"
"Ya sudah, kalau tuan raja sudah bertitah. Ratu tak bisa membantah." Meyra menyuapkan suaminya. Tentu saja adegan suapan di penuhi kejahilan suaminya.
Selesai suap-suapan. Meyra pamit pulang dan sekalian minta izin main ke tempat orangtuanya. Tentu saja Feri mengizinkan, karena dia tidak mau mengekang istrinya berkomunikasi dengan keluarganya.
Sementara di perusahaan PT Multi Mulia. Merupakan perusahaan yang menangani barang ekspedisi baik jalur darat maupun jalur udara. Glen sebagai pimpinan perusahaan menerima kabar kalau berkas kerjasamanya di terima oleh perusahaan milik Feri. Tentu saja itu menjadi sambutan yang bagus buat perusahaan kecil seperti mereka. Angin segar yang di terimanya mereka rayakan bersama staf perusahaan. Tentu saja mereka juga membawa gadis-gadis cafe yang di sudah di bayar.
Tanpa mereka sadari beberapa camera pengintai mengabadikan momen tersebut.
"Bagus! terimakasih!" Feri menutup teleponnya.
Glen kesombonganmu akan tamat sebentar lagi. Jangan pernah remehkan Feri Andreas. Kita lihat siapa yang akan kalah sebentar lagi.
Oh, ya bukankah Glen itu pasangannya Tina. Jadi sekali tepuk dua lalat sekaligus. Kalian akan merasakan apa yang aku rasakan dulu.
*
*
*
Segitu dulu flashbacknya. Nanti bakal ada ceritanya di season 2. Barengan kisah kisah cinta Savira.
__ADS_1