Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 35


__ADS_3

Langit mulai berputar mengelilingi bumi. Tak terasa pergantian poros waktu mulai bergulir. Detik-detik hengkang sang surya dari tugasnya yang akan di gantikan sang dewa malam.


Suasana kota Jakarta tampak begitu indah ketika menjelang senja. Mobil-mobil berdesakan di jalanan menandakan usainya aktivitas mereka di luar rumah. Sekarang waktunya pulang melepaskan penat.


Sosok berbadan tegap dengan wajah yang tampan menekuk kepalanya. Guratan lelah terpampang nyata, rutinitas pekerjaannya sebagai Direktur utama menjadi sebab kelelahannya.


"Duh, macet, nih!" Rutuknya.


Matanya terpejam sebentar, menanti dalam kemacetan bukanlah hal yang gampang. Dibutuhkan kesabaran ektra, dari kaca mobilnya dia melihat berbagai fenomena yang berbeda. Berjejer beberapa motor, juga ada beberapa mobil. Anak- anak kecil berlarian mendatangi beberapa mobil dan bernyanyi. Netranya mengibarkan rasa iba pada mereka.


Lagi-lagi netranya berfokus pada salah satu kendaraan beroda dua. Di atas kuda besi tersebut tampak sepasang lelaki dan pria tersebut berboncengan mesra. Bukan semata-mata dia iri dengan kemesraan mereka. Tapi sosok yang membonceng tersebut menjadi fokus utamanya.


13 tahun yang lalu


Seorang anak lelaki berjalan memasuki gerbang sekolah. Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah favorit. Langkahnya penuh percaya diri memasuki SMA favorit tersebut. Pandangannya di edarkan ke seluruh isi sekolah tersebut. Sambil menyudutkan kacamatanya dia berjalan memasuki sekolah tersebut.


Dia tidak sendiri, tampak sosok muda yang berjalan memasuki sekolah tersebut. Usianya terpaut satu tahun dibawah dengannya. Namun, sejak kecil sekolah mereka berbarengan. Dialah Arjuna, si anak baru yang masuk ke sekolah bersama Feri Andreas.


Arjuna


Siapa tak mengenalnya, lelaki dengan sejuta pesona. Meskipun Juna tak pernah tebar pesona ataupun genit dengan beberapa siswi. Namun tak menyurutkan para gadis yang menyukainya atau mengejarnya mati-matian. Namun satu yang Feri tahu, Juna sudah menambatkan hatinya pada satu gadis yaitu Delia yang saat itu masih SMP. Ya, walaupun Feri tahu, adiknya juga menambatkan hati pada Arjuna sejak kecil.

__ADS_1


Feri paham dia tidak akan bisa bersaing dengan Arjuna. Dia juga yakin Arjuna juga bukan lelaki yang menganggapnya saingan. Itulah yang membuat persahabatan mereka awet sejak kecil hingga saat ini.


Hari pertamanya masuk sekolah pun menjadi hari yang menyenangkan. Punya teman baru meskipun mereka awalnya berteman dengan Juna. Feri pun ikut dengan aktivitas yang dikerjakan Arjuna, dari masuk basket, masuk OSIS, hingga belajar kelompok yang juga diajak Arjuna.


Bukan itu saja, salah satu anggota belajar kelompok yang di buka Arjuna mempertemukannya dengan sosok gadis cantik. Dengan tubuh tinggi 170 cm, membuatnya minder dengan sosok cantik itu. Meskipun dia tahu gadis hanya paras saja yang cantik.


Martina


Dialah sosok yang menjadi penyemangat Feri untuk bertahan di klub belajar tersebut. Meskipun dari segi otak dia masih pintar ketimbang Tina. Tina, gadis anak pengusaha ternama yang terkenal dengan geng-nya super cantik. Bukan hanya cantik, Tina termasuk siswa yang di takuti karena suka menindas orang lain. Itu juga yang membutakan Feri untuk tetap mengejar cinta Tina.


Sebagai sahabat, Juna tak hentinya mengingatkan Feri agar tidak menaruh hati pada Tina. Bukan takut bersaing melainkan dia takut Feri hanya di permainkan oleh Tina. Pasalnya saat ituT tersiar kabar kalau Tina dan Glen sedang berpacaran, malah sudah di jodohkan orangtuanya. Tapi dasarnya sudah dibutakan cinta, Feri tetap mendekati Tina.


"Iya..." Jawab Feri mantap.


Tina tertawa remeh sambil mengalungkan tangannya di pinggang Glen.


" Sayang, tugas pak Tio biar Feri saja yang mengerjakan. Kita nggak usah masuk kelas. aku bosan liat muka pak Tio yang bangkotan itu" Bujuk Tina pada Glen, yang sudah jadi kekasihnya.


"Jangan sekarang, ya. Kemarin pak Kepsek ngadu ke mama dan papa. Aku sekarang lagi masa hukuman dari mereka. Motorku disita papa, tadi saja aku berangkat naik taksi. Jadi mana bisa aku bolos. Sabar, ya tunggu masa hukuman ku habis" Bujuk Glen.


"Feri,tadi aku lihat kamu diantar sama supirmu. Hmmm.. boleh nggak aku pinjam mobilmu." Bujuk Tina.

__ADS_1


"Aku .... aku bilang sama mama dulu." Jawab Feri tergagap.


"Katanya kamu cinta sama aku, masa nggak mau bantu aku sih." Tina belum menyerah.


"I...iya....di simpang sekolah ada sopirku yang sedang menunggu. Ka..ka..mu bilang saja sama pak sopir supaya antarkan kamu pulang."


"Ya, ampun terimakasih, aku makin cintaaaa sama kamu, Feri."


Feri menatap punggung keduanya dengan tatapan nanar. Ada rasa panas melihat kemesraan keduanya. Namun lagi-lagi dia mencoba positif thinking kalau Tina hanya sekedar pelarian bersama Glen.


"Nyatakan aja perasaan kamu sama Tina, Feri." Bujuk seorang teman sekelasnya.


"Dia kan sudah punya Glen."


"Glen itu playboy. Pacarnya banyak, kamu harus selamatin Tina dari Glen." Sahut temannya tadi.


"Aku nggak setuju!" Sahut Arjuna. "Tina dan Glen itu sama saja, nggak ada br mereka berdua. Dia tahu kak Feri suka sama dia, tapi tetap merayu kak Feri di depan Glen. Yang anehnya Glen nggak ada cemburu sedikitpun sama kak Feri."


"Nah dari situ bisa dilihat Glen tidak cinta sama Tina. Kamu berhak menyelamatkan Tina dari lelaki seperti Glen." Temannya masih menyemangatinya.


"Terserah kalian saja! Dan kak Feri kalau kamu tetap nekat menembak Tina. Aku orang pertama yang enggan menegurmu." Juna meninggalkan Feri dengan rasa kecewanya.

__ADS_1


__ADS_2