Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 43


__ADS_3

"Ma.." Aku merasa pandanganku masih sedikit berkunang.


"Ayu.." Mereka berebut mendekatiku.


Kenapa aku bisa disini? terakhir yang aku ingat masih berdebat dengan kak Juna soal Dira. Aku tidak melarang jika kak Juna jatuh cinta dengan gadis lain. Aku juga tahu kenapa kak Juna merasa galau dengan masalah Delia yang tak ada kabar. Tapi sekarang masalahnya Delia sudah pulang dan kak Juna mau mengakhiri perjodohan itu demi Dira.


Haruskah wanita itu masih dalam lingkup geng kami? Apa tidak ada perempuan lain yang bisa di dekati kak Juna selain dalam lingkup pertemanan kami. Aku tidak mau ikut campur awalnya, tapi sepertinya masalah semakin runyam membuatku tak bisa diam.


"Ma, aku kenapa?" Aku mulai ingin tahu dengan apa yang terjadi.


"Mas Tito..." Kulihat suamiku berwajah pucat. Entah dia sedang kurang sehat atau ada sesuatu yang disembunyikan.


"Yu, kenapa kamu tidak bilang sejak awal. Kalau aku tahu mungkin lebih siaga. Kita baru mendapatkannya tapi kita langsung kehilangannya." Terdengar Mas Tito seperti habis menangis.


Aku tidak paham apa yang di ucapkan mas Tito. Baru mendapatkan tapi sudah kehilangan? Apa maksudnya?

__ADS_1


"Mas ini ada apa?" Aku masih bingung.


"Kamu hamil sekaligus keguguran, Sayang. Kita baru saja bertemu tapi sudah langsung."


Deg!


Apa maksudnya ini! Aku hamil! Tapi sudah keguguran. Maksudnya janinku meninggal? Nggak, nggak mungkin aku langsung keguguran! Ya, Allah rasanya sakit sekali mendengarnya.


"Mas, maafkan aku! Kalau aku tahu sedang mengandung aku pasti akan menjaganya. Maafkan aku, mas! Maafkan aku!" Aku hanya bisa meratapi yang sudah terjadi.


"Yu, aku pikir kamu sudah tahu soal kehamilan ini. Maafkan aku, yu. Tadi sudah berprasangka yang buruk padamu, aku pikir kamu sengaja karena belum siap punya anak"


"Ayu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu bisa pendarahan?"


Aku terkejut mendengar pertanyaan mama. Kalau aku cerita kak Juna ngotot batalin perjodohan demi Dira.Takutnya, mama malah lebih murka. Sejak kak Juna dipecat dari perusahaan milik tante Dewi, sejak itu mama tidak bersimpati lagi pada keluarga Dira.

__ADS_1


"Nggak ada apa-apa, ma. Mungkin memang belum rezeki Ayu." Aku harus kuat, jangan terlihat sedih di depan mereka..Meskipun rasa bersalah ada di dala. hati. Atau mungkin tuhan mendengar doaku yang sempat berharap enggan punya anak. Bisa jadi! kata orang ucapan adalah doa.


Ya, Allah maafkan aku.


"Kak Juna mana, ma?"


Kulihat perubahan wajah mama yang sedikit suram. Entah apa yang terjadi pada kakakku atau mungkin kak Juna sudah membatalkan perjodohan itu. Bukannya dulu kak Juna mati-matian mengejar Delia. Kenapa sekarang berubah pikiran? padahal Delia sudah pulang ke indonesia.


"Kakakmu sedang keluar katanya ada urusan. Pertunangan Delia dan Juna di undur. Katanya usaha papanya Delia sedang ada masalah."


"Terus mama kenapa mukanya gitu. Apa karena di undur? cuma di undur kan, ma? Mereka nggak batalin perjodohan kan, ma?"


"Mama kesal kakakmu mencari keberadaan Andre. Dah tahu Andre itu bajingan ngapain juga di cari. harusnya dia meyakinkan Tuan Shahab supaya pertunangannya di percepat."


Aku mengerutkan dahi mendengar ucapan mama. Kenapa mama ngotot sekali meminta kak Juna mendekati keluarga Shahab. Apa karena hutang budi keluarga. Entahlah aku tidak paham.

__ADS_1


"Sudahlah, mama sudah tidak simpati pada Dewi. Sejak dia ngeresign tanpa persetujuan Arjuna. Sejak saat itu mama sudah nggak respect sama dia. Apalagi kata Eka, si Dira ngejar-ngejar Arjuna. Nggak tahu malu!" Omel Mama.


Astaga, Eka ngapain ngadu yang tidak-tidak sama mama.


__ADS_2