Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 37


__ADS_3

Aku dihadapkan pilihan


Antara benar dan salah


Aku mencintai kamu


Sangat mencintai


Kamu berjalan bersamanya


Selama kamu denganku


Begitu rumitnya dunia


Hanya karena sebuah rasa cinta


Jadilah aku, kamu, dan dirinya


Berada di dalam dusta yang tercipta


Mengapa kah harus ku rasa


Sepenting itu kah cintamu


Kita berawal karena cinta


Biar lah cinta yang mengakhiri


Jadilah aku, kamu, dan dirinya


Berada di dalam dusta yang tercipta


Mengapa kah harus ku rasa


Sepenting itu kah cintamu


Kita berawal karena cinta


Biar lah cinta yang mengakhiri


Mengapa kah harus ku rasa


Sepenting itu kah egomu


Kita berawal karena cinta


Biar lah cinta yang mengakhiri


Kamu dihadapkan pilihan


Antara aku dan dia


Begitu rumitnya dunia

__ADS_1


Hanya karena sebuah rasa cinta


Cinta itu bisa menjadi sebuah rasa yang indah jika di jalani dengan bahagia. Tapi akan menjadi hal menyakitkan jika dijalani dengan kekecewaan. Aku tahu rasa ini salah. Rasa yang kubina sejak dulu, rasa yang kupendam sejak zaman putih biru.


Namun, rasa itu sempat mati seiring berjalannya waktu. Seiring berjalannya usia, aku tak paham kenapa rasa itu datang lagi.


Saat ini aku berusaha dalam tahap move on, caranya dengan membuka hatiku pada sosok lain, yaitu Rian. Kalau dilihat dari story kehidupannya Rian berasal dari keluarga baik, walaupun Rian pernah bilang mantannya banyak.


Well, aku tidak pernah membayangkan bakal terjepit di dua rasa. Dimana aku menghormati hubungan Delia dan Arjuna, dimana aku harus menghargai perasaan calon suamiku yang sekarang. Aku menerima Rian dengan penuh kesadaran tanpa paksaan siapapun. Namun, bohong kalau perasaanku belum terhapus pada Arjuna. Tapi saat keputusan yang tepat melupakan kisah Neighborn love story, dimana aku jatuh cinta pada tetanggaku sendiri.


Sejak kak Juna bilang ingin menikahiku, hidupku mulai berubah. Meskipun aku sudah menolaknya, tapi perhatiannya semakin gencar. Tentu saja dengan mengirimkan aku sarapan, membangunkan aku lewat telepon. Ah, kak Juna kamu memang ahli dalam membangkitkan harapan.


Karena ketololanku terlalu jujur pada sahabatku. Semuanya menjadi kacau. Eka menjauhiku, aku menyadari kejujuranku malah berdampak buruk pada nasib persahabatan kami. Seandainya rem mulutku tidak blong, mungkin akan beda ceritanya.


Apakah aku termasuk orang ketiga dalam cinta Delia dan Juna.


Entahlah, kalian saja yang menilai.


Pastinya aku tidak pernah menerima lamaran kak Juna.


Tapi kenapa dia belum bergeser?


Padahal ada Rian yang lebih sempurna dari Arjuna.


Padahal ada sosok yang bisa menerimaku apa adanya yaitu Rian.


Apa kurang Delia?


Dimataku tidak ada.Bagiku Delia sudah paket lengkap untuk menjadi seorang istri. Lalu kenapa kak Juna masih mendekatiku sementara Delia sudah pulang ke indonesia.


"Dira kamu tahu kenapa perasaanku makin terarah kepadamu?"


Itu ucapannya saat kami mendapat satu project dari kak Feri.


"Kak.."


"Iya"


"Mulai sekarang kak Juna fokus sama Delia. Bukankah kak Juna sangat mencintainya sejak SMP."


"Aku akan selesaikan urusanku dengan Delia. Kamu mau kan menungguku."


"Enggak, kayak nggak ada laki-laki lain saja. Di luar sana masih banyak lelaki single yang belum punya pasangan. Bukan lelaki tunangan orang kayak kak Juna." Tolakku.


"Tapi, Ra..."


"Keputusanku bulat. Jangan dibahas lagi."


Suasana daerah penampungan terguyur hujan. Aku memilih dekat sama Eta daripada termakan bualan kak Juna. Hujan semakin deras, Eta malah pamit pulang dengan naik Grab.


Sementara aku?


Masa harus ditinggal berduaan dengan kak Juna.

__ADS_1


Oh my gods, aku ingin menghindarinya tapi jantungku terus berdetak kencang.


Kami saling mengarahkan pandangan. Tatapan matanya seakan menghujamkan panah asmara kepadaku.


Oh, tuhan selamatkan aku.


Aku hanya menunduk saat dia memegang jemariku. Tulangku serasa lemas saat dia bilang " Dira, sepertinya aku jatuh cinta sama kamu"


Rasanya aku ingin menjawab "Aku sudah jatuh cinta padamu jauh sebelum kamu mengejar cinta Delia."


Rasanya aku ingin menjawab " Ya, aku juga mencintaimu."


Tapi tidak seperti ini juga konsepnya.


Terbayang amarah dan kekecewaan dari wajah Delia. Perempuan baik yang sudah menjadi calon istri kak Juna. Keluarga Delia yang sudah banyak membantu keluargaku. Jahat rasanya kalau aku meladeni perasaan Kak Juna. Seketika aku menjaga jarak dengan kak Juna. Aku takut ketika kami berdekatan perasaan ini semakin menjadi.


Flashback off


POV AUTHOR


Malam ini adalah malam lamaran Dira dan Rian. Tampak keluarga besar berkumpul diruang tengah. Dimana sudah ada keluarga Satria dan mertua kakaknya. Acara lamaran yang diadakan bergerak lebih cepat dari pertunangannya Delia. Acara lamaran yang akan dihadari semua keluarga sahabatnya.


Dira mematut dirinya di depan kaca rias. Sapuan tangan milik Vira benar-benar merubah wajahnya. Malam ini dia harus tampil sempurna untuk lelaki yang serius padanya. Bukan berharap pada lelaki omdo seperti Arjuna.


Malam mulai menampakkan dinginnya udara. Gaun yang di gunakan Dira termasuk tipis. Di tambah tegangnya suasana hati. Walaupun dia tahu endingnya acara tersebut. Namun tak menutupi perasaan deg-degannya. Tangannya bertumpu pada tulang pipinya, seakan tak percay pada perubahan wajahnya.


"Dira, kamu cantik sekali, nak. Mama saja pangling apalagi calon suami kamu." Puji mama Dewi.


"Ah, mama bisa saja. Keluarga Rian sudah datang belum, ma?"


"Belum, nak. Kamu disini dulu, ya. Nanti kalau mereka sudah sampai baru keluar."


Dira hanya menganggukkan kepala. Kakinya berputar menuju balkon. Netranya menuju ke arah kamar di depan balkonnya. Masih gelap seperti tak berpenghuni. Dira memejamkan matanya, namun bukan Rian yang muncul dalam pejamannya.


Alunan angin yang menelusuk tubuhnya membuatnya memeluk kedua pundaknya. Tampak rembulan berdiri kokoh bulat dengan warnanya yang kuning terang. Tampak bintang bertebaran penuh di sertai dengan kelap-kelip indah. Dira hanya tersenyum sambil memejamkan mata, seakan menikmati alunan angin yang berhembus. Pelan-pelan dia membuka matanya, namun dia melihat sosok yang berdiri di balkon seberang kamarnya.Dira langsung pucat melihat sosok.


"Selamat, ya Dira. Kamu sebentar lagi akan menikah. berarti kamu sudah memenangkan sayembara itu." Ucap Juna.


"Terimakasih, kak Juna. Semoga kak Juna dan Delia juga akan menyusul aku dan Rian" Balas Dira sambil meninggalkan balkon.


"Jika aku dan Delia ..."


"Kalau kakak meninggalkan Delia. Aku orang pertama memusuhi kak Juna. Jadi pikirkan lagi kalau berbuat sesuatu."


Dira memasuki kamarnya. Lalu menutup pintu dorong penghubung balkon. Sembari menata ritme jantungnya Dira kembali duduk di meja riasnya.


"Itu calonnya sudah datang." Sahut Eka.


Rian keluar dari mobilnya, begitu pun dengan keluarga besar Rian. Dengan menggunakan kemeja batik Rian terlihat sangat gagah. Keluarga Rian pun menyalami mama Dewi dan Feri selaku wali dari Dira.


Delia yang asyik di dapur ikut keluar, dia penasaran dengan calon suami Dira. Matanya mencari siapa sosok yang akan menikahi sahabatnya.


"Itu calonnya Dira." Eka menunjuk sosok yang berdiri disebelah Feri.

__ADS_1


"Diaaa....."


Delia menelan salivanya ketika tahu siapa calon suami Dira. Tangannya langsung gemetar.


__ADS_2