Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 102


__ADS_3

Dira di antar ke sebuah kediaman milik opa Han. Sesuai alamat yang di ucapkan gadis itu, Juna mengantarkan dengan selamat tanpa kurang apapun. Besok malam adalah acara puncak pesta ulang tahun Opa-nya yang ke 75. Tentu saja acara tersebut akan menjadi momen menegangkan bagi keduanya.


Sampai sekarang Juna pun belum di beri keterangan soal siapa calon pilihan atasannya. Ingatannya beralih saat dia menerima permintaan atasannya, saat itu dia sudah kalut atas kekerasan hati Dira. Sikap Dira yang dingin padanya menjadi alasan utama menerima perjodohan itu.


Sekarang, dia sudah menerima sinyal cinta dari Dira, suatu hal yang menjadi dilema baginya. Mungkin akan banyak yang bilang dia plin-plan, tapi sekarang dia benar-benar tak bisa berpikir jernih.


Tak jauh dari Arjuna, Dira pun dilanda kekalutan. Dia harus menghadapi salah satu hari yang bersejarah dalam hidupnya. Menerima seseorang yang tak tahu seperti apa wujudnya, siapa namanya, semua benar-benar menjadi misteri bagi gadis itu. Sejak dalam sekapan dia terus memikirkan sosok Arjuna. Eh kenapa lelaki itu tak bisa hilang dari pikirannya.


Maka itu, saat dirinya membuka mata di rumah sakit, tak terlihat lelaki itu ada di dekatnya. Padahal dia ingin berterima kasih karena sudah di selamatkan. Sebelum berangkat, Opa sudah mengingatkan soal rencana perjodohan itu. Mau tidak mau suka tidak suka Dira terpaksa mengiyakan.


Tentu saja keputusan itu bukan dari hati yang terdalam. Mengingat dia menerima usulan Opa-nya karena ingin melupakan Arjuna. Banyak hal yang menjadi pertimbangannya saat itu, termasuk karena dia mau mengalah demi Delia. Dan saat di rumah sakit, mamanya mengajak bicara serius padanya.


"Dira, mama mau bicara boleh?" kata mama Dewi.


"ada apa,ma?" jawabnya sambil menghadap wajah mamanya.


"Dira, mama tahu dengan perasaanmu saat ini. Mama tahu kamu masih galau karena sosok pilihan opa dan Arjuna. Tapi pilihan ada di kamu, nak. Memutuskan diantara mereka siapa yang akan menjadi pendamping hidupmu. Dari kejadian Wawan, kejadian Rian yang membuat kamu masih menutup diri.


Waktu kamu bilang sama kami mau menerima calon dari opa, mama tahu itu cuma pelampiasan saja karena kecewa dengan Rian.


Tapi untuk orang pilihan opa ini, mama percaya dia bisa menjagamu, mencintaimu, kami semua mengenal baik lelaki itu."


Dira sedikit terperanjat. Dia jadi penasaran siapa sosok itu.


"Apa aku juga mengenalnya?"


"Suatu saat kamu pasti mengenalnya Dira. Kalian sudah di jodohkan sama opa sejak kamu bayi."


"Haah! masa bayi bisa di jodohkan? mama ini aneh-aneh saja."


"Faktanya begitu, Diran."


"Menurut mama bagaimana?" Dira tanya balik.

__ADS_1


"Apanya?"


"Sosok calon dari opa."


"Mama suka sama lelaki itu, suka dalam arti mama percaya dia bisa menjagamu. Mama tidak perlu bibit , bebet, bobot. Tapi mama yakin lelaki ini bisa membahagiakanmu. Semua kembali ke kamu, Dira. Kamu yang akan menjalaninya."


"Ma, apakah pintu untuk..."


"Untuk Arjuna, kan." tebak mama Dewi.


"Makanya mama bilang pilihan ada di kamu, nak. Kamu yang tahu kemana hatimu bermuara. Aliran air akan membawa hatimu pada seseorang yang benar-benar mencintaimu. Harapan mama satu, nak. Kamu harus bahagia."


Dira menyeka air matanya. Dalam hatinya dia bangga punya mama yang tidak pernah memaksakan kehendaknya. Dira memeluk sang mama penuh rasa haru.


"Dira sayang mama." Isaknya.


"Mama juga sayang sama kamu, nak. Tidak ada ibu yang tidak sayang sama anaknya."


Lamunannya buyar saat mobil yang mengantarnya berhenti di depan alamat yang dituju. Juna langsung mematikan mesin mobil. Lama mereka terdiam di dalam mobil. Tangan Juna menggenggam erat di sela-sela jari. Dira melihat cincin mereka sama. Wanita itu menoleh kearah Arjuna.


"Kak,"


"Iya, sayang."


"Sayang?"Dira terkikik mendengar ucapan Juna.


"Iya, kamu orang yang aku sayang. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."


"Terimakasih. Terimakasih sudah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak tahu apa jadi kalau kakak tidak datang. Mungkin aku sudah menjadi santapan si plontos."


"Aku akan lakukan apa pun demi kamu, Ra. Menebus rasa bersalahku yang bertahun-tahun tidak peka."


Juna mendekatkan badannya kearah Dira. Sekarang jarak mereka sangat dekat. Dira mencoba menekan degup jantungnya. Hingga akhirnya dada mereka saling menyatu.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, Dira. Sangat merindukanmu. Melihat kamu terbaring saat itu rasanya seperti tubuhku yang ada disana. Ketahuilah, sejak aku sampai disini pikiranku terus kepadamu. Dimana aku menunggu kabar tentang kondisimu." ucap Juna.


"Kakak tahu darimana kalau aku datang kesini?"


"Dari mama dan papaku. Mereka bilang satu pesawat dengan kalian. Makanya aku suruh tukaran sama Joko. Tadinya aku pikir akan mengantarkan kalian ke sini. Ternyata hanya kamu yang di mobil. Memang kalau jodoh nggak kemana, ya."


Dira hanya menunduk malu-malu saat Juna melabuhkan kecupan di dahinya.


"Terimakasih, Dira. Kamu sudah memakaian cincin ini di jarimu. Itu tandanya kamu menerima aku kan," Dira hanya membalas dengan anggukan.


"Mulai sekarang aku janji akan ada selalu buat kamu. Kita akan mengarungi sebuah hubungan yang lebih serius. Dan jika di kasih kesempatan, aku mau bertemu Tante Dewi. Aku akan melamar kamu setelah urusan ini selesai."


"Urusan apa, kak?"


"Pekerjaan ini, sayang. Masalahnya kata atasanku alias pak Burhan, aku harus keliling daerah kota ini satu minggu mendatang."


"Oh,"


"Jadi, kamu mau kan menunggu aku?"


Dira menyandarkan punggungnya di jok mobil.


"Aku sudah menunggu kakak dari beberapa tahun yang lalu. Sudah terlalu tua jika terus menunggu. Tapi jika keadaannya seperti ini, ya mau gimana lagi. Kakak harus profesional,kan."


"Itu baru calon istriku."


"Kak, bagaimana dengan perjodohan yang kakak bilang dari kerabat itu?"


"Aku sampai saat ini belum bertemu wanita itu, Dira. Mereka sepertinya ingin aku bertemu langsung dengan wanita itu. Tapi sampai sekarang belum ada arah pembicaraan lagi. lalu bagaimana dengan calonmu itu?"


"Entahlah, kak. Aku juga sama, sampai sekarang aku belum tahu seperti apa wujudnya. Tapi kalau aku ketemu sama orang itu. Aku akan bilang kalau aku sudah punya seseorang."


Aku akan melamar Dira setelah aku bicara sama cucu pak Burhan. batin Juna.

__ADS_1


Aku akan bicara dengan calon pilihan opa, agar membatalkan perjodohan ini. batin Dira.


__ADS_2