Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 106


__ADS_3

Tak pernah terbayangkan jika memang malam ini adalah something special. Spesial karena baik Dira maupun Juna akan di pertemukan dengan calon mereka. Dari awal sebelum sampai di hotel, mereka sudah bertanya-tanya. Siapakah pasangannya, seperti apa sosoknya, pemikiran selalu membayangi mereka.


Setelah tiba di tujuan yang diarahkan. Mereka lagi di boyong di sebutan ruang private. Private artinya pribadi, dan benar saja Dira melihat ruangan khusus penuh dengan bunga mawar. Apalagi lokasi ruangnya berada di rooftop. Bisa melihat pantai dari atas. Sayangnya sudah malam. Dira hanya bisa mendengar suara deburan ombak. Kakinya terus berjalan mengitari ruangan.


Gaunnya berwarna biru langit, dengan lengan sedikit terbuka. Rambutnya di gerai saja, menambah aura kecantikannya.


"Nona Utami," Dira menghentikan langkahnya. Lama dia terdiam sebelum akhirnya membalikkan badannya.


Dia menoleh dengan terkejut. Seperti ada rasa tidak percaya saat melihat siapa yang datang. Mencoba memastikan lagi, Dira berharap lelaki itu memanggilnya sekali lagi. Seketika Dira reflek menunduk malu. Satu langkah pun mendekatinya. Bukan hanya dirinya, tapi sosok di depannya juga masih dalam mode kaget.


"Jadi!" jawab mereka serempak.


"Kita dikerjai mereka." lagi-lagi mereka kompak menjawab.


Seperti ending yang di tebak, Juna menarik tangan Dira. Dalam sekejap tangan itu sudah melengkung di pinggang Dira. Dira merasa gelagapan, apalagi jarak mereka sedekat ini.


oh tuhan tolong!


Juna memandang meja makan yang berada di dekat mereka. Di mana terletak menghadap jalan raya. Juna merasa apa yang di lakukannya tidak sia-sia. Juna melihat wajah Dira yang masih kikuk.


Siapa yang tidak bahagia dengan surprise seperti ini. Ini kesempatan buat Juna membuktikan pada Dira tentang janjinya dulu. Setelah beberapa bulan harus melepaskan Delia, mengejar restu orangtuanya, serta melunakkan hati Dira.


"Ra,"


Dira masih menata perasaannya. Bagaimana tidak kejutan ini masih menjadi syok tersendiri. Bahagia? tentu. Lelaki impiannya adalah pilihan Opa-nya. Lelaki yang dia cintai selama bertahun-tahun, kita berdiri melingkarkan kedua tangannya di pinggangnya dalam jarak dekat.


Ini nyata kan? Bukan mimpi kan?



"Kamu suka?"


Didepannya tersaji sebuah meja dengan ornamen romantis.


Juna membimbing Dira menuju tempat di mana ada meja kecil. Lokasi yang menyerupai balkon tersebut mengantarkan mereka ke sebuah suasana romantis. Hanya ada dirinya. Hanya mereka berdua. Juna tak pernah melepaskan pandangannya dari Dira.


Lelaki itu membungkuk di hadapan Dira. membuat gadis itu sedikit salah tingkah.


"Ra, aku tahu ini momen yang mengejutkan. Sama aku juga kaget dengan semua ini. Aku tidak menyangka kalau nona Utami itu kamu, Ra."

__ADS_1


"Kak Juna jangan lupa, namaku Medhira Utami."


"Astaga kenapa aku nggak kepikiran kesana, ya? Apapun itu, aku senang banget dengan pertemuan ini. Kamu tahu dari rumah sampai ke sini rasanya deg-deg sekali."


"Hmmm ..gombal!" Dira menjentik pipi Juna.


"I love you Medhira Utami."


"Love you to Arjuna Bramantyo."


"Kamu siap?" tanya Juna.


"Untuk?"


"Untuk menepati janji aku sama kamu."


"Aku.." Dira sedikit menunduk. Menata jantungnya yang terus berdetak kencang.


"Medhira Utami, mau kah kamu menikah denganku. Menjadi ibu dari anak-anakku. Menemaniku hingga akhir hayat."


"Aku..."


Juna menarik dagu Dira jarak mereka terasa dekat. Sekali lagi Dira merasakan kehangatan dalam permainan bibir dari Arjuna. Tangan Juna membelit kencang ke pinggang Dira. Lama adegan ritme bibir sampai mereka lupa kalau belum makan.


"Aku mencintaimu, Dira. Selama ini aku terkukung dari sebuah rasa yang di buat Delia. Semua yang terasa nyata, surat dan kado yang selama ini menjadi hadiahku. Ternyata kamu orangnya, bukan Delia.


Ra, kamu tahu saat melihat kamu begitu bahagia di malam lamaran dengan Rian. Rasa aku yang kesakitan, aku takut sekali kamu malah menerima Rian. Itu sebagai bentuk rasaku padamu."


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir

__ADS_1


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah, wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci, satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu.


Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang kamu. Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri. Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan.Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.


Will you marry me?"


"Yes, i Will."


"Sekali lagi, Dira."


"Iya kak Arjuna Bramantyo, aku mau jadi nyonya Arjuna. Aku menjadi istrimu."pekik Dira.


Juna memeluk tubuh Dira. Menggendong gadis pujaannya sambil memutar tubuhnya.

__ADS_1


Kebahagiaan tak terkira saat lamaran di terima. Juna terus berteriak keluar.


"Halooooo, saya jadi nikah! saya sudah mendapatkan dia."


__ADS_2