Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 70


__ADS_3

"assalamualaikum"


Suara salam menyeru di depan rumah kediaman Johan Bramantyo.


Tampak seorang gadis muda berpakaian muslim berdiri di depan pintu. Gadis itu berdiri bersama sepasang suami-istri yang masih sekitar usia 30-an.


Ceklek!


Pintu kediaman keluarga Bramantyo pun terbuka lebar.


"Om Juna!" Pekik gadis itu.


Juna memandang gadis yang masih ABG meneriaki namanya. Gadis itu berlari memeluk om tersayang.


"Cindy?" Juna memandang gadis bernama Cindy tersebut dari atas ke bawah.


"Iya, om ini Cindy." Sahutnya riang.


"Astaga ponakan om udah gede."


"Ih, om iyalah udah gede. Cindy baru saja tamat SMA, om."


"Yah, om ketinggalan dong. Kamu sih nggak pernah main ke tempat om."


"Mana pula, om. Tiap Cindy main ke rumah om, pasti dititipkan sama Oma Dewi. Cindy tidur baru om bawa pulang. Kan nggak enak om kita main ke rumah eh malah dititipkan sama tetangga." omel Cindy.


Juna menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dulu saat Cindy masih SD, dia sering mengajak ponakannya main ke rumah. Bahkan Reyza, sepupunya, sering menitipkan Cindy kalau ada urusan keluar kota.


Kalau Juna ada tugas, Cindy sering di titipkan sama Tante Dewi, mamanya Dira. Apalagi Cindy bisa main sama Vira. Kadang juga akrab sama Dira, sering tidur di kamar Dira.


Sekarang gadis kecilnya menjelma menjadi sosok cantik. Bahkan lebih cantik dari Delia ataupun Dira. Ya, mungkin karena usianya masih muda.

__ADS_1


Cindy adalah anak dari sepupu lelakinya bernama Reyza. Mamanya Reyza dan mamanya Juna sepupuan kandung. Jadi hubungan keluarga mereka sangat erat. Dari yang Juna dengar Reyza lama menanti kehadiran buah hatinya. Sehingga saat Cindy lahir, semua keluarga memanjakan gadis kecil tersebut. Tapi Juna salut, meskipun dimanjakan Cindy tidak tinggi hati. Dia tetap bersikap baik pada orang lain.


"Ya, Allah. Kamu sudah gede, sayang." Johan mengacak pucuk kepala cucunya.


"Opa, jangan diacak. Kusut nanti hijabku." Protes Cindy.


"Gayamu, Cindy. Kamu pakai hijab kan buat lebaran doang." Sahut Nela, mamanya Cindy.


"Om, pindah kesini, ya?" Tanya Cindy sambil mengunyah biskuit dalam toples tanpa malu.


"Iya, kenapa?"


"Nggak apa-apa. Kasihan Tante Dira dong."


"Loh emangnya kenapa dengan Tante Dira?"


"Om tuh nggak peka, ya! Tante Dira sering ngintipin om dari balik balkon."


"Om, aku sering main sama kak Vira sampai kelas dua SMP. Kak Vira sering ajak aku jalan, kadang ketiduran di kamar kak Dira. makanya aku tahu? kalau kak Dira sering di suruh temannya bikin surat buat kak Juna."


"Surat?


"Iya, surat buat om. Aku sendiri yang melihat Tante Dira nulis. Umurku saat ini masih kelas enam SD, Tante Dira masih kuliah."


"Juna," Panggil mamanya.


"Iya, ma," Juna menyahuti mamanya dan mendekati wanita yang sudah melahirkannya.


"Sini, nak. Mama mau ngomong penting sama kamu." Juna duduk di dapur sebelah mamanya.


"Ada apa, ma?"

__ADS_1


"Juna, kalau seandainya mama menceritakan hal ini apa kamu tidak keberatan? Ini tentang hutang budi dan seorang lelaki kacang lupa kulitnya. Maaf ya, nak, mama selama ini selalu memandang seseorang berdasarkan seperti apa keluarganya. Mama lupa, kalau ada yang lebih berjasa dari tuan Shahab. Kamu tahu, papamu dulu pegawai penjaga gudang di sebuah pabrik gula.


Bos nya sangat baik, saking baiknya dia membiayai admin rumah sakit yang bagus saat mama melahirkan kamu. Dia juga yang memasukkan kamu ke taman kanak-kanak yang bagus di Jakarta.


Hanya saja, papamu tergiur dengan iming-iming modal dari seseorang yaitu kakeknya Delia. Apalagi tuan Abdullah Shahab adalah teman sekolah papamu. Jadi mereka sudah berteman dari SMA sampai kuliah. padahal papamu tahu kalau tuan Shahab kakeknya Delia adalah saingan bisnis atasan papamu.


Saat kamu masih TK, cucunya atasanmu lahir. Dia pun sempat berniat menjodohkan kalian saat dewasa nanti.


Juna, mama dengar Dira sudah dilamar lelaki lain. Kalau mama tawarkan Delia lagi, mama takut kamu menolak. Seandainya, jika kamu susah menggapai Dira, maukah kamu mengenal cucu mantan atasan papamu. Mama serahkan pilihan ini kepadamu, Juna. Mama tidak akan memaksa jika kamu bertemu sosok itu dan menolaknya. Mama cuma takut kamu sakit saat tahu Dira sudah menikah dengan lelaki lain."


Juna terdiam mendengar cerita mamanya. Ada rasa perih mengingat Dira sudah menautkan Rian untuk jadi suaminya. Tapi Juna yakin Dira tidak sepenuhnya mencintai Rian, Juna yakin Dira juga punya rasa yang sama dengannya. Kenapa dia begitu yakin? Setelah mendengar keterangan dari Cindy, Juna merasa mendapat angin segar untuk mendapatkan cinta Dira.


"Ma, selama ini Juna selalu menuruti keinginan mama. Juna memang pernah suka sama Delia saat masih SMA dulu, tapi sekarang Juna sadar. Bahwa sebenarnya Juna hanya terpesona dengan kecantikannya saja. Satu yang Juna sadari sejak Juna dekat dengan Delia keluarga kita kayak di atur oleh tuan Shahab.


Juna kencan dengan Delia harus ikut aturan tuan Shahab, beliaulah yang menyuruh Tante Dewi memecat Juna karena akan menempatkan Juna di perkebunan. Juna pun pernah mendengar kak Oka keberatan dengan jabatan yang dipilihkan oleh ayahnya. Jabatan yang akan tuan Shahab berikan pada Juna. Daripada Juna masuk dalam prahara keluarga mereka. Lebih baik Juna mundur, ma."


Mamanya Juna kaget mendengar pernyataan anaknya. Seakan masih tidak percaya sebegitunya kelakuan atasan suaminya.


"Nak, kamu sudah besar. Tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mama cuma takut kamu kecewa kalau berharap dari Dira. Kalau dia suka sama kamu. Dia tidak akan menerima lelaki lain."


Setelah kepulangan Reyza dan keluarga kecilnya. Juna pun berniat mendatangi kediaman Dira untuk berlebaran. Namun melihat postingan Vira yang statusnya berada di rumah kakeknya, Juna pun berniat untuk mendatangi kediaman opa Han. Dia juga mengajak kedua orangtuanya pergi mengunjungi atasannya.


"Siapa atasan kamu, nak?" Tanya papa Johan.


"saat ini Juna bekerja di pabrik milik pak Burhanuddin Harahap. Pabrik gula, pa."


" Jadi kamu kerja sama pak Burhan, nak?" Tanya mama Juna.


"Iya, ma. kenapa?"


"Pak Burhan itu yang mama ceritakan tadi. mantan atasan papamu dan dia juga yang menjodohkan kamu dengan cucunya yang bernama Utami." Jelas mamanya Juna.

__ADS_1


__ADS_2