Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 64


__ADS_3

POV Ayu


Entah kenapa sejak masalah antara Kak Juna, Dira dan Delia membuat aku pusing. Dulu kak Juna sering cerita soal perasaannya ke Delia, tentang surat-surat yang selama ini diterimanya dari Delia. Hadiah-hadiah yang selama ini dikirim Delia, meskipun sebenarnya itu bukan dari Delia melainkan dari Dira.


Aku menangkap kak Juna menyukai kata-kata puitis yang selama ini di kirim Delia. Rasanya aku mau bilang pada kak Juna kalau itu bukan dari Delia melainkan Dira. Selama ini aku kasihan sama Dira yang selalu di suruh ini itu oleh Delia dan Eka. Mau melawan aku juga malas cari ribut dengan mereka.


Apakah ini insting cinta pada mereka? Yang seharusnya Dira memang cinta sama kak Juna. Dan aku menangkap kalau kak Juna sekedar kagum sama Delia bukan cinta. Aku akui Delia lebih cantik dari Dira.


Kak Juna pernah bilang kalau yang membuat dia jatuh cinta pada Delia adalah puisi cinta. Astaga aku makin bingung, pasalnya setahu aku Delia tidak suka puisi, justru Dira lah yang suka sastra.


Aku senang jika salah satu dari mereka menjadi istri kak Juna.


Tapi sekarang masalahnya adalah kak Juna menolak Delia setelah sekian lama saling mengagumi secara diam-diam. Kenapa diam-diam? Karena Delia di larang pacaran ataupun dekat dengan laki-laki.


Sore ini aku berkeliling mall membeli keperluan rumah tangga. Sejak kak Juna minggat dari rumah, mama memintaku kembali tinggal bersama mereka.


Mas Tio suamiku awal keberatan campur dengan mama dan papa. Bukan karena tidak bebas, melainkan dia punya pekerjaan di Bandung. Namun setelah aku membujuknya, dia akhirnya mau pulang ke Jakarta. Saat ini mas Tio kerja di salah satu usaha milik tuan Shahab.


Mataku tertuju pada gadis muda yang sedang memilih sebuah barang. Dengan gaun selutut dan rambutnya yang ikal panjang. Dia tampak cantik tapi sederhana, tubuhku tergerak mendekatinya. Paling tidak aku mendapat titik terang tentang keberadaan Kak Juna.


"Ra," Sapaku pada wanita yang ada di depanku.


"Ayu." Dia menyapa seru.


"Sendirian?" Tanyaku masih dengan kekepoan tinggi.


"Enggak, sama Rian. Tadi dia mengajak keponakannya jadi sekarang lagi di fun city." jelas Dira.


"Aku pengen ngobrol, bisa?"


Dira mengangguk menandakan dia menerima ajakanku. Kami mencari resto kecil dalam supermarket. Biasanya ada tempat makan di tengah supermarket.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Dira.


"Ikut kamu aja." Jawabku.


"Mas, pesan orang jus dua ya, sama kentang gorengnya dua juga. Eh, kamu mau makan apa selain kentang goreng."

__ADS_1


"Udah cukup kentang goreng saja. Soalnya sudah makan di rumah."


"Ra," Aku mulai pembicaraan inti.


"Iya, yu."


"Apa kamu mencintai Rian?"


Hening. Tak ada respon dari Dira. Jujur aku senang kalau kakakku jadi sama Dira ketimbang Delia.


"Ra,"


"Haa.. iya.." Mukanya seperti kosong.


"Ra, kamu mencintai Rian?" Ku tanyakan lagi.


"Iya." Datar cara jawabnya.


"Apakah perasaanmu yang dulu sudah tidak ada?"


"Perasaan yang dulu?"


"Yu, aku harus susul Rian dulu. Dia pasti nyariin."


"Ra, kamu pasti tahu kan dimana kak Juna? Tolong, Ra, mamaku beberapa hari ini sedih ketika kak Juna Pergi dari rumah."


"Maaf, yu. Aku tidak tahu dimana kak Juna. Itu juga bukan urusanku, lagian kenapa tidak tanya dengan Delia. Bukankah mereka sudah mau menikah."


Suara Dira terdengar ketus, seumur-umur sejak berteman dengan Dira. Baru kali ini aku melihat sikap Dira seperti itu. Selama ini Dira selalu santun kalau bicara dengan orang lain.


Apa dia sedang ada masalah dengan Rian?


Rasanya tidak mungkin soalnya dia saja kesini bareng Rian. Entahlah, aku bingung.


"Ra, kak Juna dan Delia sudah putus. Itu sudah terjadi satu bulan yang lalu. Dia meninggalkan Delia, dia meninggalkan rumah itu demi siapa? demi kamu, Ra."


Dira tetap tak mempedulikan ucapanku. Dia malah menghilang dari pandanganku. Ah, apa salah aku menanyakan kak Juna padanya. Karena yang aku tahu cuma Dira yang terakhir dekat dengan kak Juna.

__ADS_1


Ya Allah kak Juna kamu dimana?


"Kak Ayu?" Sapa seorang wanita muda di hadapanku.


"Rena?"


"Iya, kak ayu ini Rena, anak Tante Sandra."


Rena adalah sepupu suamiku. Tante Sandra dan mama mertuaku adalah kakak adik. Jadi jatuhnya adik ipar. Beberapa waktu yang lalu aku dengar Rena baru saja menyelesaikan S2-nya di Bandung.


Usianya tiga tahun di bawahku, tapi mampu menyelesaikan S2 dalam usia muda. Sedangkan aku saja cuma sampai S1 dalam jangka 4,5 tahun "Na, aku mau lihat photo S2- mu."


Rena mengeluarkan handphonenya untuk memamerkan photo- photo wisudanya. Beberapa photo menampakkan betapa elegannya sepupu iparku wisuda.


Hingga


Aku menemukan sosok yang tidak asing wisuda bersama Rena. Ku besarkan photonya nampak sangat jelas siapa yang ada diatas Rena.


"Na, boleh nanya?" Rasa kepoku makin menjadi.


"Iya, kak."


"Ini siapa namanya?"


"Itu Delia, anak pengusaha perkebunan di Lembang. Dia pindahan di London, agak aneh sih, dari London pindah ke Bandung. Tapi ya sudahlah bukan urusanku."


Jadi Delia bukan tamat di London melainkan di Bandung. Astaga kebohongan apa ini? kenapa Delia tidak meneruskan kuliahnya di London? Aaargggh!


Selama ini kami memang berkomunikasi dengan Delia setahun terakhir ini. Itu pun kami tidak tahu kalau saat itu Delia sudah di Bandung. Sekarang semakin terkuak.


"Rena, tolong kirimkan photo ini ke wa kakak."


"Terimakasih, Rena. Kakak pulang dulu,ya." Pamitku.


Aku harus bilang ke mama dan papa. Mereka harus tahu yang sebenarnya.


Setiap kebohongan pada satu titik nantinya akan terungkap dan menemukan kebenarannya. Seperti pepatah bijak, bangkai yang disembunyikan nantinya akan tercium juga baunya. Bagaimanapun caranya jika sebuah bangkai sudah menyengat akan tercium juga.

__ADS_1


Seperti saat ini aku baru mengetahui kalau Delia bukan kuliah di London, melainkan di Bandung. Kenapa dia harus berbohong? Apa dia ada masalah di London sampai harus pindah ke Bandung?


Ku ayunkan bokongku untuk duduk sejenak. Rasanya sesak yang kurasa setelah mengetahui sebenarnya. Aku yakin pak Shahab tahu semua ini. Mereka pasti tahu soal Delia yang bungkam selama satu tahun ini.


__ADS_2