
Assalamualaikum
Sapaan bariton terdengar di depan pintu kediaman milik Johan Bramantyo. Sebuah rumah megah layaknya istana menyambut tamu itu dengan ramah.
Waalaikumsalam
Balasan sapaan tersebut datang dari dalam rumah. Senyum dari pemilik rumah tersebut menandakan dia menerima tamunya dengan hormat.
Wanita di sampingnya pun ikut tersenyum menyambut tamunya. Mereka mempersilahkan tamu tersebut masuk ke rumah. Menuntun tamunya duduk di ruang depan.
"Tuan, apa kabar?"
"Alhamdulillah baik, Johan. Kau sukses sekarang"
"Alhamdulillah, tuan. Tuan sendiri apa kabar? apa gerangan tuan datang ke tempat kami?"
"Johan,"
"Kamu punya anak laki-laki kan?"
"Maaf, tuan. Maksud tuan apa ya? kenapa menanyakan putra saya. kalau tuan mau menagih perjodohan dengan cucu tuan, maafkan saya."
"Kau ternyata tidak lupa dengan perjanjian saat anakmu masih kecil dulu. Tapi kenapa kamu malah menjodohkan anakmu dengan anaknya Shahab. Seperti apa bakti mu pada Shahab sampai kamu berniat menjodohkannya dengan anak kalian."
Johan tentu ingat perjanjiannya dengan lelaki itu. Saat Juna masih taman kanak-kanak, lelaki didepannya dulu adalah mantan atasannya. Saat itu, Johan adalah mandor pabrik tempat dimana dia bekerja.
Atasannya sangat baik, Johan dulu bukanlah orang kaya seperti sekarang. dia tinggal di dekat pabrik tempat dirinya bekerja. Atasannya sangat sering mengunjunginya bahkan membelikan barang-barang untuk Arjuna.
__ADS_1
"Apakah si Shahab menjanjikan sesuatu padamu, sampai kamu melupakan janjimu dulu?"
Johan lagi-lagi hanya menunduk malu. Jujur dia keluar dari pabrik yang membesarkan namanya karena terbuai dengan gaji besar. Shahab bahkan menanamkan saham sebagai modal usaha untuk Johan. Bahkan dari modal tersebut Johan membuka usaha produksi teh untuk pendapatan daerah. Dia berhasil menggerak penurunan angka pengangguran di sekitar perkebunan.
Sayangnya, Arjuna putra sulungnya memilih kerja kantoran daripada membantunya di perkebunan. Padahal dengan itu dia bisa mendekatkan Arjuna dengan Delia. Tapi setahu Johan, Arjuna memang sempat jatuh cinta pada Delia.
"Johan," suara bariton itu kembali membuyarkan lamunannya.
"Pak, maafkan saya." sujudnya.
Lelaki paruh baya itu menaikkan tubuh Johan dengan pelan.
"Jadi bagaimana?"
"Maaf, pak. anak saya sangat mencintai anaknya Shahab. jadi kita tidak bisa memaksakan hati orang lain kan, pak."
Lelaki itu hanya tersenyum penuh arti. Tubuhnya yang sudah berusia 70-an tersebut berjalan mengelilingi sudut ruangan.
Johan membulatkan matanya. Dia bingung bagaimana mantan atasannya itu, tahu tentang perjodohan anaknya? bagaimana lelaki itu bisa tahu kalau anaknya pergi dari rumah? apakah Juna sudah bertemu dengan lelaki ini? Pertanyaan itu berputar dalam pikiran Johan.
Lelaki itu adalah tuan Burhanuddin Harahap, mantan atasannya Johan. Sekarang menjabat menjadi atasannya Arjuna. Siapa tidak kenal dengan Burhan, seorang pengusaha sukses, yang kekayaannya diatas tuan Shahab. Burhan, tahu kalau wanita yang pernah di ceritakan Arjuna adalah cucunya sendiri, Dira.
Dari Vira pun, Burhan tahu kalau Dira juga punya rasa pada Arjuna sejak masih remaja. Semua itu membuatnya semakin mantap untuk mendekatkan cucunya dan Arjuna.
Dulu beberapa tahun yang lalu, Johan adalah mandor kepercayaannya. Apalagi Johan bekerja dengannya sejak sebelum menikah. Johan sempat bekerja menjaga gudang pabrik gula milik Burhan.
Namun, tiba-tiba Johan mengundurkan diri, dengan alasan dapat kerja di Bandung. Tapi siapa sangka ternyata Johan bekerja dengan musuh bisnisnya keturunan Shahab.
__ADS_1
Sekarang dia mau menagih janji lelaki itu, janji perjodohan yang pernah dia tawarkan pada Johan saat Juna masih balita. Jika dia punya anak perempuan maka anak itu akan di jodohkan dengan Arjuna. Sayangnya, istrinya meninggal sebelum mereka punya anak.
Hingga saat Dira lahir, dia kembali menawarkan perjodohan tersebut pada Johan dan mereka menerimanya.
"Saya kesini justru mau melamarkan cucu saya untuk Arjuna. Ya, saya juga tahu Arjuna sudah kalian pilihkan calon pendamping, tapi bukankah dia menolaknya.
Kamu tidak lupa kan Johan, saat kamu akan menikah istrimu, dia juga sudah di jodohkan dengan orangtuanya. Tapi istrimu tak gentar. Dia rela dicoret keluarga, mereka baru menerimamu saat saya yang melamarkan kamu.
Kamu malah menimpakan hal yang sama pada anakmu. Johan ... Johan ... ternyata kamu tidak belajar dari pengalaman, ya."
Burhan terus mengungkit semua yang pernah dia lakukan pada keluarga Johan. Dimatanya, Johan seperti kacang lupa pada kulitnya.
"Maafkan saya, pak. Tapi biarkan Juna yang memilih jalan hidupnya, ataupun pasangan sesuai keinginannya. jadi saya minta jangan bahas soal perjodohan itu lagi. Saya juga tidak tahu siapa cucu anda."
"Cucu saya bernama Utami. Dia cantik, baik, dan yang pasti bibit bebet bobotnya terjamin bagus. Tapi kalau kalian menolak tidak apa-apa. Saya sudah datang dengan niat yang baik. oke Johan, saya pamit. Saya rasa tugas saya sudah selesai, jadi kamu pikirkan lagi apa yang saya bilang tadi. Ingat Johan kebahagiaan anak lebih penting dari pada harta."
Burhan meninggalkan kediaman milik Johan. Sesekali berbalik dan tersenyum dengan si pemilik rumah. Tubuhnya hilang tertutup dengan pintu mobilnya.
Sesaat Johan terduduk di meja ruang depan, terbayang masalalunya saat bekerja di pabrik gula milik Burhan. Kebaikan Burhan padanya sungguh tidak bisa dilupakan. Johan pun sadar secara tidak langsung dia sudah menikung Burhan. Dia pindah kerja dari Burhan ke perkebunan milik Shahab. Tentu saja dengan iming-iming gaji yang lebih besar dari tempat dia bekerja.
"Pa," Sapa istrinya saat melihat sikap suaminya setelah kedatangan Burhan.
"Papa melakukan ini demi kebahagiaan Juna, ma. Papa tahu Juna jatuh hati pada Delia, tapi ternyata papa salah. Justru Juna lebih memilih Dira daripada Delia, papa sekarang bingung, ma. Mau Juna apa?"
"Pa, dengarkan mama. Papa tadi sudah benar, kok. Juna yang harus memilih jalan hidupnya sendiri. Dia yang memilih keluar dari rumah. Walaupun mama lebih suka Delia daripada Dira. Papa tahu sendiri, kan. Dira itu punya ayah yang pedofil, keluarganya memecat Juna sepihak. Itu yang bikin mama ilfeel sama mereka.
Delia itu lulusan London, pa. Itu sudah jelas bibit bebet bobotnya, sedangkan cucunya tuan Burhan, kita tidak tahu seperti apa keluarganya."
__ADS_1
Johan memandang ke arah istrinya. Wanita yang dinikahinya penuh perjuangan. Wanita yang sempat ikut lari dengannya karena akan di jodohkan dengan lelaki lain. Beruntung saat itu tuan Burhan mau membantunya melamarkan wanita pujaannya. Ketika keluarga istrinya tahu dia anak Burhan, mereka langsung menerima pinangan tersebut.
"Terimakasih,ma. Sampai saat ini masih berada di sisi papa. Meskipun setelah menikah, kita harus mulai dari nol lagi. Papa masih banyak kekurangan sebagai suami, papa yang masih terkungkung dibawah kendali tuan Shahab."