Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 5


__ADS_3

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh/ Selamat Pagi Pendengar/ Apa kabar pendengar pagi ini? Semoga baik-baik ya…//


Senang sekali saya –Ghea—dapat menemani Anda dalam acara –Ngopi pagi/ Selama dua jam ke depan/ saya akan menyampaikan informasi aktual dari dalam dan luar negeri/ dengan selingan lagu-lagu Pop Indonesia//yang mau reques lagu lagu favorit silahkan tinggalkan atensinya di lewat SMS di Nomor 082374xxxx Anda juga bisa komentar di Fans Page Facebook kami Radio Prambors atau mention ke Ig kami.


Well, sebagai lagu pembuka saya akan memutar lagu dari mancanegara. Siapa yang tidak kenal dengan Shawn mendez, cowok ganteng yang katanya baru putus sama Camilla Cabello. Kok saya jadi ngerumpi... Ya udah kalian dengar kan lagunya. Semoga pagi anda menyenangkan.


Are we gonna make it?


Is this gonna hurt?


Oh, we can try to sedate it


But that never works


Yeah


I start to imagine a world where we don't collide


It's making me sick, but we'll heal and the sun will rise


If you tell me you're leaving, I'll make it easy


It'll be okay


If we can't stop the bleeding


We don't have to fix it, we don't have to stay


I will love you either way


Ooh-ooh, it'll be oh, be okay


Ooh-ooh


Oh, the future we dreamed of is fading to black


Oh


Oh, there's nothing more painful


Nothing more painful, oh-woah


I start to imagine a world where we don't collide


And it's making me sick, but we'll heal and the sun will rise


If you tell me you're leaving, I'll make it easy

__ADS_1


It'll be okay (It'll be okay)


And if we can't stop the bleeding


We don't have to fix it, we don't have to stay (don't have to stay)


I will love you either way


Ooh-ooh, it'll be oh, be okay


Ooh-ooh


I will love you either way


It might be so sweet


It might be so bitter


I will love you either way


It might be so sweet


It might be so bitter (ooh-ooh)


Oh, if the future we've dreamed of is fading to black


I will love you either way


Dira menghampiri mamanya yang asyik memasak didapur. Meskipun ada bibi, Mama Dewi tetap menyempatkan masak untuk sarapan ketiga anaknya. Dira memeluk mamanya dari belakang, terbersit senyuman di wajah wanita 45 tahun tersebut.


"Ma, Boleh ya,Dira ikut proyek itu?" Bujuk Dira pada mamanya.


"Nah, kan sudah mama tebak. Kamu manis sama mama ada maunya."


Dira menyengir, Di kantor ada proyek tentang barang daur ulang di sungai Citarum. Dira ingin sekali dapat proyek turun lapangan. Bukan disuruh mengetik di depan komputer.


"Biar kakakmu dan Juna yang menangani proyek ini. Mereka kan satu bidang, kamu di kantor. Itu kerjaan laki-laki."


"Ooooo...mentang aku cowok mama kasih tugas itu." Feri tiba-tiba nimbrung. "Mama tahu nggak, aku aja puyeng nyium sampah lah mama malah suruh aku survey ke sungai." Sungut Feri.


"Sudah, kalian siap-siap berangkat! Ini kapan mama jadi masak kalau kalian ajak ngobrol."


Dira, Feri dan Vira sudah duduk di meja makan. Tiga bersaudara itu, duduk sambil memainkan gawai masing-masing. Mama muncul membawa nasi goreng ati ampela kesukaan ketiga anaknya.


"Vira, kapan Satria wisuda?" Tanya mama pada putri bungsunya.


"Minggu depan,ma. Oh ya nanti malam Satria mau kerumah?"

__ADS_1


"Oh, ya, emang dia lagi nggak di Bandung?"


"Dia pulang jemput kedua orangtuanya untuk wisudanya minggu depan."


"Nggak terasa, ya? dia sudah selesai aja. Perasaan baru kemarin dia pamit sama mama mau kuliah STPDN di Bandung."


"Terus kamu dan Satria ke depannya gimana?" Sambung Feri.


"Nggak tahu, kak. Katanya dia dapat kerjaan di kota M"


"Jauh-jauhan lagi dong." Dira ikut nimbrung.


"Sudah, kalian jangan ganggu Vira terus dong. Kamu juga harus cari pasangan, ingat kamu sudah 25 tahun."


"Yah, baru juga 25 tahun, ma. Belum juga 30 tahun."


"Karatan dong kalau 30 tahun...HAHAAHAHAHAHA.." Tawa Feri.


"Ma, liat tuh kak Feri!" Adu Dira.


"Sudah...sudah...nanti terlambat ke kantor."


Bibi berlari ke ruang dapur menemui Dira.


"Non ada yang nyari?"


"Siapa, bi?"


"Cowok, non. Cakep!" Bibi mengacungkan jempol.


"Baru aja dibahas, sudah ada yang datang nyari Dira. Memang ya doa ibu paling mujarab." Sahut mama yang ikut Dira ke ruang depan.


"Rian?" Dira heran darimana Rian tahu rumahnya. Padahal kemarin dia sudah bohongi lelaki itu tentang tempat tinggalnya.


Mama melihat Rian langsung kesengsem. Dengan gaya hebohnya mama langsung menginterogerasi Rian.


"Nama kamu siapa cah bagus?kerja dimana?"


Dira hanya menghela nafas berat melihat tingkah mama. Sesekali menepuk jidatnya karena kehebohan mamanya. Buru-buru dia minta Rian berangkat ke kantor daripada Rian mati kutu.


"Rian, yuk berangkat." Dira langsung menarik tangan Rian.


"Kak Feri mana?" Juna muncul didepan pintu rumah.


"Sudah berangkat, kak." Jawab Dira lalu meninggalkan Juna.


Juna terpaku dengan pegangan tangan Dira dan Rian. Entah kenapa ada rasa tak suka melihat Dira bersama lelaki lain.

__ADS_1


__ADS_2