Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 39


__ADS_3

"Bagaimana kondisi Ayu, ma?" tanya Juna mengenai keadaan adiknya melalui ponsel.


"Masih ditangani dokter, Juna. Kamu dimana? Ke tempat Delia, ya. Ajak Delia kesini, nak."


"Aku ditempat tante Dewi, ma. Dira mau lamaran." Jelas Juna.


"Kamu masih mau datang kesana setelah mereka memecatmu secara sepihak! Mama pikir kamu tidak akan mau bersilaturahmi lagi sama mereka. Mereka sudah memecatmu secara sepihak, dengan alasan bilang kamu resign, kalau kamu memang resign mungkin sudah dari dulu."


"Ma ..."


"Mama cuma tidak suka harga diri anak mama diinjak-injak oleh mereka. Makanya mama mengusulkan untuk pindah, tapi kamunya nggak mau." Omel Mamanya Arjuna.


Juna menghela nafas berat. Semenjak tahu dirinya resign sepihak, mamanya sangat marah. Kata sang mama keluarga Dewi tidak tahu terimakasih. Hal itu pernah di luapkan mamanya saat bertemu tante Dewi di mall. Walaupun dia hanya mendengar cerita dari Ayu, menurut versi adiknya, tante Dewi tetap sabar meladeni mamanya yang terlanjur emosi. Tidak ada perlawanan tapi dia juga seperti tak terima cacian dari tetangganya itu.


"Ma...Aku cuma menemani Delia. Dira, sahabatnya Delia. Masa aku nolak permintaan Delia buat antarkan kesana. Pokoknya mama kabari kalau ada perkembangan Ayu.


Assalamualaikum, ma." Juna dengan cepat menutup telepon sebelum mamanya makin banyak bicara. Ketika sedang menutup telepon pandangannya beralih ke depan kamar balkonnya.


Dira masih asyik dengan arloma wangi parfum kamarnya. Matanya setengah mengintip jendela penghubung balkon, seakan dia ingin tahu kalau lelaki itu masih ada disana atau sudah pergi. Dengan memegang dadanya yang masih berdetak kencang Dira menyandarkan dirinya pada dinding kamarnya.


"Ya, Allah apakah seperti ini cobaan menjelang pernikahan. Kuatkan aku, agar bisa melewati semua ini. Kak Juna hanya untuk Delia bukan untukku. Jika kau menakdirkan Rian untukku, kenapa dia selalu muncul seakan ingin mengacaukan semuanya."


Sementara di ruang utama tamu-tamu keluarga sudah berkumpul. Termasuk keluarga besar Rian yang sudah memasuki ruang acara.


"Del, aku mau kenalin kamu sama calon suami Dira, sekaligus atasanku." Ajak Eka sambil menarik tangan Delia.


"Ka, nanti saja setelah acara selesai. Lebih baik kita jemput Dira supaya lekas turun." Eka mengiyakan ajakan Delia. Mereka berjalan menuju lantai atas kamar Dira.


Tangan Delia menggenggam erat ujung bajunya seakan ada emosi yang dipendamnya. Tatapannya beralih ke sosok lelaki yang masih asyik mengobrol dengan Feri, kakaknya Dira.

__ADS_1


Kamu dengan santai mendekati sahabatku. Sementara aku bertahun-tahun menderita karena perbuatanmu, Rian.


Ceklek


"Dira tolong pikirkan lagi. Aku tahu kita punya perasaan yang sama. Jangan bohongi dirimu, Dira. Kamu tidak cinta sama Rian."


Wajah Dira berubah pucat ketika tahu siapa yang masuk ke kamarnya. Delia mendengar dengan jelas suara yang menyerunya dari balkon depan. Tapi dia mencoba sekuat mungkin agar tidak terlihat lemah.


"Bukannya bagus, ya. Kamu bisa membuka hatimu pada Juna. Seharusnya kamu nggak menghilang saja, kak Juna sampai pusing saat kamu tak ada kabar, Del. Jangan sampai orang lain malah mencari kesempatan dengan hubungan kalian." Ucap Eka.


"Maksud kamu? apa ada orang lain yang mencoba masuk ke hubungan kami? siapa?" Tanya Delia.


"Eh ... anu .. nggak ada Del. Maksud aku kamu harus waswas karena sudah satu tahun kamu hilang tanpa kabar."


"Apakah ini yang dimaksud Eka? Kenapa kalian tega menikung dibelakangku, Dira dan kak Juna"


"Del, ini tidak seperti yang kamu dengar." Dira mencoba menjelaskan takut Delia salah paham.


Delia menuntun Dira turun dari tangga. Semua mata tertuju pada calon wanita pendamping Rian. Tampak Mayka berdiri di samping Feri tersenyum menatap Dira. Beda dengan Feri yang risih dengan gelayutan tangan Mayka di lengannya.


Rian berdiri diruang tamu bersama kedua orangtuanya. Matanya bukan lagi terfokus pada calon istrinya, tapi pada wanita disamping Dira. Delia hanya tersenyum melihat lalu meninggalkan ruang tamu karena sudah ada Feri dan mama Dewi.


Kita lihat Rian, karmamu akan datang sebentar lagi. Satu penghancur hidupku dan satu lagi pengkhianat. Kalian lihat apa yang terjadi dalam hidup kalian kedepannya.


Sekarang aku akan mempertahankan kak Juna dari gangguan Dira. Apapun alasannya Dira dan Rian harus hancur.


Delia menatap Rian dan Dira penuh dendam. Seakan merasa ditikung oleh sahabat dan bertemu dengan lelaki yang menghamilinya. Sekali tepuk dapat dua lalat, itulah yang dirasakan Delia saat ini. Di depan Rian dia bisa tersenyum seakan tidak saling kenal. Tapi dalam hatinya seakan terasa sakit. Sakit yang menusuk langsung ke jantung.


"Assalamualaikum." Sapa Anca selaku ayah dari Rian.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Jawab Feri selaku wali dari Dira.


"Maaf kalau mengganggu malam kalian, saya disini sebagai orangtua dari anak kami, Rian. Kedatangan kami disini mengantarkan putra kami untuk menyatakan niat baiknya mengkitbah ananda Medhira."


"Kami sebagai tuan rumah sangat senang dengan niat baik anda. Kami hanya bisa merestui jika itu sudah di setujui oleh anak saya, Dira. Bagaimana Dira apakah kamu menerima pinangan Rian."


Dira tolong pikirkan lagi. Aku tahu kita punya perasaan yang sama. Jangan bohongi dirimu, Dira. Kamu tidak cinta sama Rian.


Dira memejamkan mata sejenak. Merenungi apa yang terjadi barusan, dimana ketakutannya kalau Delia tahu tentang dirinya dan Juna.


"Bismillah, saya Medhira Utami menerima pinangan dari saudara Riandra." Ucap Dira di sambut dengan kata Alhamdulillah dari kedua keluarga.


"Dira, terimakasih sudah menerima pinangan saya. Saya janji akan belajar menjadi lelaki yang bertanggung jawab buat kamu."


Cih.... pembohong!


Kalau dia lelaki bertanggung jawab, dia tidak akan kabur setelah meniduriku. Kalian berdua sama saja.


Batin Delia.


Tetap terus pantengin cerita ini.


Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.


Jangan lupa likenya


Jangan lupa komennya juga rate


Kalau berkenan bantu vote dan hadiah

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2