Sayembara Jodoh

Sayembara Jodoh
BAB 138


__ADS_3

Ketika ku mendengar bahwa


Kini kau tak lagi dengannya


Dalam benakku timbul tanya


Masihkah ada dia di hatimu bertahta?


Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?


Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?


Meski bibir ini tak berkata


Bukan berarti ku tak merasa


Ada yang berbeda di antara kita


Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena


Diriku tak mampu untuk bicara


Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku


Kini ku tak lagi dengannya


Sudah tak ada lagi rasa


Antara aku dengan dia

__ADS_1


Siapkah kau bertahta di hatiku, adinda?


Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku


Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?


Tina menyandarkan tubuhnya di dekat jendela. Lagu dari hivi menerbangkan dirinya pada sebuah kejadian. Dimana sosok yang enggan dia pikirkan terus menari dalam ingatannya. Sejatinya, dia dulu sempat tertarik saat lelaki itu melamarnya pada mamanya. Setiap hari datang memberi oleh-oleh. Membantu pengobatan sang mama.


Rasanya dia mau membalas budi lelaki itu. Meskipun Jamal juga berperan banyak membantu keluarganya. Tapi entah kenapa dia tak bisa punya perasaan khusus pada Jamal. Selama ini dia menghormati Jamal sudah seperti kakaknya sendiri.


"Na," Mayka datang dengan wajah bahagia.


"Iya, kak."


"Aku punya kabar bahagia," jawab Mayka dengan riang.


"Wah, sepertinya wajah kakak bahagia sekali. Kabar apakah yang membuat kakak berbunga-bunga. Apa soal turun ranjang?" tebak Tina.


"Apa Feri mau bebas?" lagi-lagi Tina mencoba menebak.


"Iya, Feri menyetujui soal perjodohan turun ranjang. Dan papa akan mencabut tuntutan itu kalau Feri mau menikah denganku." Mayka terdengar bangga menceritakan soal turun ranjang tersebut.


"Tapi bukankah dulu dia menolak turun ranjang. Kenapa dia tiba-tiba berubah pikiran. Apa kalian mengancamnya? aneh saja, kak. Aku saja gagal membujuknya waktu itu."


"Gagal? dia menolakku, alasannya, Na?" Mayka penasaran dengan jawaban Tina. Meskipun dia tahu soal kejadian Feri memeluk Tina di lapas.


Saat itu Mayka meminta password cctv untuk ruang tunggu lapas. Sambil menahan sesak dia menonton bagaimana Feri memeluk tubuh Tina. Bahkan mencium adik sepupunya itu. Meskipun saat itu Tina malah menampar Feri. Mayka Juna melihat Feri memasukkan sesuatu di kantong tas yang di sandang Tina.


"Dia bilang kalau masih mencintai Meyra." jawab Tina.

__ADS_1


"Kamu munafik Tina. Aku tahu kamu juga suka sama Feri. Kamu kira aku bisa di bohongi. Dasar, di kasih hati malah minta jantung." umpat Mayka.


"Na," Amran masuk ke kamar mendiang putrinya yang kini di tempati Tina dan Amar.


"Iya, pakde." Tina membetulkan cara duduknya agar terlihat lebih sopan.


"Pakde mau bicara, boleh." Tina mengiyakan mempersilahkan Pakde nya duduk di dekat nakas.


"Tina, tadi malam Jamal datang menemui pakde. Pakde tadinya mau memanggilmu. Tapi sayangnya kamu sudah tidur. Pakde tidak tega mengganggu istirahatmu."


"Emang ada apa kak Jamal menemui pakde. Apa dia meminta pekerjaan?"


"Bukan. Dia datang dengan niat baik. Dia datang memberimu kebahagiaan yang seutuhnya. Pakde percaya kalau dia bisa membahagiakanmu, nak. Pakde lihat dia orangnya pekerjaan keras."


"Maksud pakde apa? Tina belum paham."


"Jamal tadi malam melamar kamu, nak. Maaf kalau pakde terpaksa mengiyakan lamaran Jamal. Karena pakde tahu kalian saling mencintai. Pakde bisa lihat kalau kamu sering bersama Jamal. Pakde percaya kalau Jamal itu cocok untukmu.


Tina, pakde bukan maksud mengatur hidupmu. Tapi pakde nggak bisa selamanya menjaga kamu dan Amar. Sebentar lagi Mayka akan menikah dengan Feri. Pakde akan mencabut tuntutan itu karena Feri sudah menyetujui soal turun ranjang itu.


Kamu tahu kan, Na. Jodoh Feri sebenarnya adalah Mayka. Kakek kalian sudah menjodohkan kalian sejak kecil. Dan pakde sudah lebih tenang karena sudah menjalankan amanat kakek kalian."


Tina sesaat menangis mendengar ucapan Amran. Apakah dia harus menerima pinangan dari Jamal. Sementara hatinya mulai terpaut pada sosok yang lain. Tapi Tina sadar, dia tak boleh punya perasaan pada lelaki itu. Perasaan itu akan dia coba pada Jamal. Demi kebahagiaan Mayka dia rela mengalah. Sama saat dulu mendengar kabar pernikahan Feri. Saat dia menyadari Feri yang lebih baik dari Glen.


"Bagaimana, Tina? apakah kamu menerima pinangan dari Jamal. Kalau kamu bersedia, kami akan adakan acara pertunangan berbarengan dengan Feri dan Mayka."


"Kasih aku waktu, pakde. Ini terasa mendadak sekali. Maafkan Tina belum bisa memberi jawaban sekarang."


"Baiklah Pakde harap kamu tidak mengecewakan kami semua." Amran meninggalkan Tina dari kamar Meyra.

__ADS_1


"Na, kakak harap kamu mau menerima Jamal." Mayka kembali meyakinkan adiknya.


__ADS_2