Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Part 125


__ADS_3

Maria merasa aneh karena sudah dua hari Nabil hilang kabar, ponsel nya bahkan tidak aktif dan sebelum nya hal seperti ini tak pernah terjadi. Apa lagi sejak acara lamaran via telpon itu, biasanya Nabil selalu menghubungi Maria setiap hari meskipun Nabil sangat sibuk dengan pekerjaan nya.


Sebagai seorang Dokter tentu Maria mengerti ketika Nabil sibuk maka dia benar benar tidak bisa di ganggu karena pekerjaan Nabil adalah merawat manusia dan mempertahankan nyawa mereka. Tapi masak iya dua hari ini Nabil selalu ada pasien?


Maria mencoba menghubungi Nabil untuk yg kesekian kalinya, tapi hasilnya masih sama. Ponsel Nabil tetap tidak aktif. Sekarang Maria mulai berperasangka buruk terhadap Nabil, mungkinkah Nabil meninggalkan nya dan menyesali keputusan nya? Sempat terbersit dalam benak Maria untuk bertanya pada Maryam, tapi Maria merasa malu. Alhasil dia menyerah dan menunggu Nabil menghubungi nya nanti.


Disaat sibuk memikirkan Nabil, ponsel Maria berdering. Ia berharap itu Nabil namun ternyata bukan, itu adalah Vita. Maria pun segera menjawab nya.


"Assalamualaikum, Vit.." sapa Maria setelah ia menjawab telpon nya.


"Waalaikum sala, Maria. Aku mau ngasih kabar kalau buku mu laris manis. Dan bahkan masuk kedalam sepuluh buku best seller. Peminat nya dari berbagai kalangan, aku engga sabar pengen ngasih tahu ini sama kamu" tutur Vita panjang lebar dan Maria pun tentu juga sangat senang. Bukan hanya itu, ia merasa terharu dan masih tak percaya buku nya bisa di terima masyarakat.


"Kamu yakin? Belum dua bulan di terbitkan kan?"


"Maka nya cek dong di google dan di toko buku, Bu.. . Jangan ngurus anak terus" gurau Vita sambil terkekeh dan Maria pun ikut tertawa.


"Ya mau gimana ya, Bu. Ini anak manusia aku sayang banget sampai waktu ku habis buat dia" jawab Maria sambil bermain dengan Baby Khair yg saat ini sudah bisa duduk tegak bahkan mulai bisa merangkak "Tapi aku masih engga percaya itu bisa jadi best seller..."


"Sebenarnya ada dua point yg membuat orang tertarik sama buku mu. Pertama judul, Love is Heal itu menarik perhatian semua orang dari berbagai kalangan bahkan kalangan pria sekalipun, ya mungkin orang orang seperti Amar juga tertarik dengan buku seperti itu. Kedua sinopsis mu menarik perhatian remaja, ya seperti zaman nya lah, cinta Cinta an.... " jelas Vita yg membuat Maria tertawa.


"Alhamdulillah kalau gitu, semoga buku ku yg satu nya juga bisa di terima"


"Itu dalam proses pencetakan sekarang. Dan kamu harus ke kantor besok, seperti janji perusahaan, kamu akan jadi penulis kontrak di sini. Dan kamu bisa menulis buku lain selain Novel, nanti kita lihat sampai dimana kemampuan mu"


"okey, Inysa Allah besok aku kesana... Terimakasih, vita"


"Kembali kasih, Maria"


Setelah Meraia memutuskan telpon nya, ia langsung mengajak main Baby Khair dan Maria tampak sangat senang, akhir nya ia punya pekerjaan yg lebih baik sekarang.


"Rezeki mu ya, nak.. Alhamdulillah. Benar kata orang, anak itu bawa rezeki, bawa berkah" ucap Maria sambil mencium leher Khair membuat Khair terkikik geli.


"Non, sudah sore. Waktu nya mandiin Khair" ujar Bi Siti.


"Iya, Bi. Sebentar lagi..." jawab Maria karena ia masih ingin bermain main dengan anak nya.


Sekarang yg Maria fikirkan adalah harus mencari baby-sitter untuk menjaga Khair jika ia sudah bekerja nanti. Yg artinya Maria membutuhkan lebih banyak uang dan harus lebih hemat lagi supaya bisa mempekerjakan Baby sitter.


"Engga usah cari baby sitter, biar Bibi yg jaga Khair" seru Bi Siti tiba tiba yg langsung membuat Maria twercengang karena bisa membaca fikiran Maria.


"Kok Bibi tahu Maria lagi mikirin hal itu?" tanya Maria.


"Setiap wanita yg ingin berkarir pasti berfikir kesana kali, Non" jawab bi Siti.


"Oh gitu... Engga apa apa, kok. Nanti Maria cari baby sitter aja. Maria punya komisi dari penjualan buku Maria, sekarang Maria juga punya pekerjaan yg lebih baik, itu pasti cukup" jawab Maria. Karena tak mungkin ia meminta Bi Siti menjaga Khair, apa lagi Maria selama ini hanya memberikan uang sekedarnya untuk Bi Siti. Beda jauh dengan gaji yg di dapatkan Bi Siti dirumah Maryam, tapi walaupun begitu Bi Siti tetap memperhatikan Maria dengan sangat baik.

__ADS_1


.


.


.


Keesokan hari nya, Maria ke kantor PT Gunawan untuk menandatangani kontrak dan menjadi salah satu penulis resmi di sana.


Maria sangat bahagia meskipun ia belum menyelesaikan kuliah nya dan mendapatkan gelar nya tapi Maria sudah dapat pekerjaan yg sangat baik di bidang nya.


Maria juga sudah bekerja dan teman teman kantor nya menyambut Maria dengan senang hati.


Sepulang nya dari bekerja, Maria di kagetkan dengan beberapa mobil yg parkir di depan rumah nya. Dan saat masuk kedalam rumah nya, betapa terkejut nya Maria saat melihat ruang tamu nya sudah di penuhi keluarga Faraz. Ah, lebih tepat nya keluarga Nabil dan Nabil sendiri sedang sibuk menyuapi Khair makan bubur. Maryam dan Afsana juga ada di sana. Bahkan juga kedua orang tua Nabil.


Maria hanya bisa menganga tanpa bisa bersuara. Sedang apa mereka semua di sini, fikir nya.


"Eh, mempelai perempuan nya sudah datang. Lama amat neng, sampek mau berakar kita kita yg bawa seserahan" ujar Maryam.


"Seserahan?" tanya Maria kebingungan.


Kemudian Maryam menunjukan beberapa barang khas lamaran yg membuat Maria semakin bingung.


"Kami datang kesini mau melamar kamu secara nyata, biar engga cuma via telepon" ujar Shofia dan membawa Maria duduk di sofa.


Dan sekarang, dirumah nya sendiri Maria merasa menjadi tamu di perlakukan seperti itu dan ia masih tak percaya dengan apa yg di lihat nya bahkan ia masih tampak kebingungan ketika Nabil sudah duduk di sofa yg lain dan berhadapan dengan nya.


"Suprise?" tanya Maria mengulangi ucapan Nabil.


"Dari tadi kamu cuma ngulang ucapan kita" seru Maryam.


"Masih bingung dia..." Afsana menimpali sambil terkekeh dan Maria mengangguk dengan polos nya.


"Jadi begini, Maria..." Abi nya Nabil bersuara "Kami datang kesini untuk melamar kamu untuk Nabil, ya memang agak aneh sih lamaran nya karena tiba tiba dan kamu juga engga tahu. Tapi mau gimana lagi, Nabil mau nya begini. Katanya mau ngasih kejutan. Ya kamu tahu sendiri kan, Nabil kadang kadang memang di luar akal tindakan nya"


Maria terdiam beberapa saat, mencerna maksud abi nya Nabil dan kemudian ia mengerti kenapa Nabil menghilang. Dan sesaat kemudian Maria berkaca kaca, merasa terharu dengan apa yg di lakukan Nabil.


Namun ia juga sedih karena Nabil datang bersama keluarga lengkap nya bahkan sepupu, om dan tante nya juga ikut sementara Maria tak punya siapapun di pihak nya. Namun tiba tiba Maryam duduk di samping Maria.


"Anggap aja Maryam dari keluarga Maria. Dan lamaran nya di terima" seru Maryam yg membuat semua orang terkikik geli.


"Kamu ini.." gumam Mar yg melihat tingkah jahil istri nya.


"Kalau kamu mau., aku bisa menjadi wali mu, Maria" seru Bilal dan Maria langsung mengangguk berkali kali. Karena ia tahu tak ada yg lebih baik dari Bilal untuk menjadi wali nya.


"Jadi, wali sudah ada. Lamaran sudah di terima, sekarang tinggal akad ya" ujar Nabil sambil berpura pura menggigit tangan Khair yg memang sejak tadi tetap ada di gendongan nya. Baby Khair pun tertawa dengan tingkah Nabil itu.

__ADS_1


"Masak dadakan semua?" tanya Maria sekena nya karena ia memang merasa semua ini sangat dadakan.


"Hal baik memang harus di percepat" ujar Nabil dan Maria hanya ber oh ria.


"Oh ya, mana cincin mu?" tanya Nabil karena saat melihat jari Maria ia tak mengenakan cincin yg Nabil kasih.


"Oh, belum aku pakai. Kan kamu engga nyuruh aku pakek" jawab Maria yg membuat Nabil mendengus.


"Ambil gih,biar Ummi yg pakein. Jadi kerasa kan kalau lamaran" ujar Nabil dan Maria pun ikut saja.


Ia pergi untuk mengambil cincin nya. Kemudian ia memberikan cincin itu pada Shofia dan saat itu sebuah kertas terjatuh dan Maryam mengambil nya. Sementara Shofia yg tak sadar akan hal itu, langsung memakaikan cincin ke jari manis Maria dan Maria tampak sangat bahagia. Ia merasa di hargai dan di terima di keluarga Nabil yg sangat jauh berbeda dari diri nya dan keluarga nya.


Maria bahkan merasa seolah mereka berasal dari dunia yg berbeda saking kontras nya perbedaan kehidupan Maria dan Nabil.


"Astagfirullah..." pekik Maryam tiba tiba setelah membaca tulisan di kertas itu.


"Kenapa?"tanya Afsana karena melihat Maryam yg tampak terkejut.


"Wah, ini namanya pemerasan secara emosional" ucap Maryam dan memberikan kertas itu pada Afsana, Afsana membaca tulisan itu dan ia tertawa.


"Ya beginilah Kak Nabil" ujar Afsana.


"Memang apa isi nya?" tanya Faraz yg juga penasaran dan kini semua orang penasaran dengan isi kertas itu. Sementara Nabil hanya cengengesan melihat reaksi orang orang setelah membaca pesan nya terhadap Maria. Maria sendiri hanya mengulum senyum karena ia juga bereaksi yg sama saat pertama kali membaca pesan Nabil.


" Ya Allah, Ummi... Liat kelakuan Nabil" kini Faraz memberikan kertas itu pada Ummi nya dan Asma juga tertawa saat membaca nya, Asma kemudian memberikan kertas itu pada Shofia dan suaminya yg sejak tadi tampak sangat penasaran.


Shofia dan suami nya geleng geleng kepala membaca pesan putra mereka itu dan memang benar kata Maryam, itu seperti pemerasan secara emosional.


Alhasil kertas itu di gilir dan semua orang berdecak heran dengan tingkah Nabil.


"Tapi kamu engga terpaksa kan nerima Nabil?" tanya Shofia pada Maria dan Maria menggeleng.


"Engga kok, Tante"


"Syukurlah, sabar sabar aja ya kamu ngadepin Nabil"


"Jadi akad nya kapan dong?" tanya Nabil lagi.


"secepatnya" jawab Shofia dan Nabil tampak senang begitu juga dengan Maria. Walaupun ia masih tak percaya ini semua nyata.


Rasanya tak mungkin ia mendapatkan kebahagiaan se besar ini, seindah ini, dan seluar biasa ini. Maria berfikir memang siapa dirinya yg bisa di karuniai berkah se besar ini?


Dan Maria sangat mensyukuri semua ini dan Maria berjanji akan melakukan segala nya sebaik mungkin sebagai istri Nabil dan menantu di keluarga mereka nanti.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2