Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Part 44


__ADS_3

Dilara menunggu Erick di parkiran, ia melirik arloji di tangan nya, sudah 30 menit berlalu Erick di dalam sana bersama Maryam.


Dilara tak sabar ingin menyebarkan video mereka nanti dan itu pasti akan membuat Amar langsung meninggalkan Maryam dan gadis itu akan mati dalam kehancuran.


Karena merasa tak bisa menahan diri yg terus menunggu, Dilara berniat menyusul Erick ke dalam, namun saat hendak turun dari mobil nya, ia di kagetkan dengan kedatangan mobil Amar dan juga Sarfaraz.


"Bagaiamana mereka bisa ada di sini?" gumam Dilara panik. Ia sudah meraih ponsel nya hendak menghubungi Erick, namun ia urungkan niat nya itu kemudian "Bagus jika Amar dan kakak nya Maryam melihat langsung kelakuan Maryam kan? Aku juga engga perlu capek capek nunjukin video itu nanti nya. Tertangkap basah memang jauh lebih baik" ia berseringai penuh kemenangan dan ia pun segera melajukan mobil nya untuk keluar dari parkiran hotel. Itu lebih aman bagi nya.


.


.


.


Amar yg mendapat kabar dari Gina dan Rika bahwa Maryam tidak ada di kampusnya segera melacak keberadaan Maryam.


Sementara Faraz yg sebelum nya sudah mendapat pesan dari Maryam bahwa kelasnya di batalkan pun segera menyusul Maryam ke kampusnya untuk ia antar pulang. Dan disana, ia bertemu dengan Rika dan Gina yg tampak kebingungan. Kemudian Rika dan Gina menjelaskan bahwa sebenarnya mereka mengawasi Maryam karena takut terjadi sesuatu dan itu perintah Amar.


Kemudian Faraz langsung menelepon Amar dan menanyakan dimana adiknya dan apa maksud dengan di awasi diam diam.


Amar yg sudah panik tak bisa menjelaskan hanya menyuruh Faraz mengikuti nya dan saat ini ia ada di jalan mengikuti kemana arah pelacak liontin Maryam yg ternyata mengarah pada sebuah hotel yg cukup jauh dari kampus nya.


Faraz sangat tidak percaya jika Maryam pergi ke hotel dan untuk apa namun ia tetap melajukan mobil nya dengan sangat cepat dengan perasaan yg campur aduk. Ia ketakutan dan segala fikiran buruk menguasi benak nya.


Begitu juga dengan Amar, dia sangat takut jika sesuatu terjadi dengan Maryam nya.


Mereka sampai bersamaan di hotel, keduanya segera turun dari mobil dengan sangat terburu buru dan terus mengikuti arah lokasi itu di ikuti Bobby dan juga Gina dan Rika.


Mereka terus berlari tak peduli perhatian orang orang yg menatap heran pada mereka, apa lagi pada Amar Degazi yg sangat di kenal.


Amar berhenti di depan sebuah kamar karena luyar di ponselnya menunujukan di sanalah lokasi Maryam.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar dan segala perasaan takut Amar memegang handle pintu hendak membuka nya namun Faraz mencegahnya.


Faraz juga sangat takut, berfikir apa yg telah terjadi dengan adik kecil nya dan Faraz langsung membuka pintu.


Nafas Faraz tercekat di tenggorokannya melihat pemandangan di depan nya, bahkan ia merasa seolah detak jantungnya berhenti berdetak dan dengan cepat ia menutup pintu di belakang nya membuat Amar heran dan menggedor gedor pintu sambil berteriak menyuruh Faraz membuka nya.


"Ya Allah..." Faraz segera berlari menghampiri adiknya yg tergelatak tak sadar kan diri di tengah ranjang dengan kondisi yg sangat mengerikan.


Faraz segera menarik selimut dan menutupi tubuh adiknya, merengkuh adiknya yg pingsan dan seketika air mata nya tak bisa tahan, ia berteriak histeris tak terima dengan apa yg sudah terjadi pada adiknya


"MARYAM... TIDAK... AGGHH..." ia begitu histeris dengan berderai air matadan itu sampai terdengar keluar, Amar mendobrak pintu dan seketika ia terdiam mematung seolah darah nya beku melihat kondisi kamar yg sangat berantakan, pakaian Maryam robek dan tergolek di lantai. Dengan langkah gontai ia menghampiri Faraz yg masih menangis histeris sambil memeluk Maryam dan seketika Amar terjatuh lemas tak berdaya melihat kondisi Maryam yg tak sadarkan diri dengan banyaknya luka lebam di wajah nya.


Rika, Gina dan Bobby yg menyusul pun tak kalah terkejut nya. Kini kedua pria didepan mereka itu sama sama menangis. Faraz begitu histeris sambil terus memeluk erat tubuh Maryam sementara Amar menangis dalam diam namun dengan ekspresi yg penuh luka dan juga hancur.


Faraz memeluk tubuh Maryam dengan sangat erat dan terus memanggil nama adiknya itu dengan luka yg begitu dalam.


Perlahan Faraz merasakan pergerakan dalam pelukannya dan Maryam membuka mata. Dan seketika Maryam juga menangis dan berteriak histeris.


"Kakak... Tidak..."


"Kakak... Kenapa ini terjadi pada ku... Kakak..." Maryam terus berteriak dan bertanya kenapa itu terjadi padanya. Tubuhnya gemetar di pelukan Faraz dan seketika ia kembali tak sadarkan diri.


Faraz segera merengkuh Maryam dan membawa tubuh Maryam yg terbungkus selimut keluar dari kamar laknat itu.


Sementara Amar, dia masih diam mematung namun air mata juga mengalir deras di pipi nya. Melihat apa yg terjadi pada Maryam seolah membunuh jiwa nya.


"Tuan..." Bobby memegang pundak Amar namun Amar menepisnya.


"CARI PELAKU NYA...!" desis Amar penuh luka dan juga amarah.


.

__ADS_1


.


.


Dokter segera menangani Maryam yg masih tak sadarkan diri, sementara Faraz terus mondar mandir dengan perasaan bekecamuk. Ia masih menangisi apa yg sudah terjadi pada adiknya.


Sementara ibunya sejak tadi terus menelepon namun Faraz tak berani mengangkat nya. Ibunya mengirim pesan dan menyuruh Faraz menjemput Maryam karena ponsel Maryam tidak aktif. Faraz kembali menangis membaca pesan itu, apa yg harus ia katakan pada Ummi dan Abi nya?


Mereka pasti sangat hancur mengetahui apa yg sudah terjadi pada Maryam. Sekarang apa yg harus Faraz lakukan?


Amar yg muncul di hadapan Faraz membuat Faraz sangat marah, ia langsung menarik kerah kemeja Amar dan mendaratkan tonjokan keras tepat di rahang Amar.


"Semua ini karena mu, Degazi. Gara gara kamu adikku menjadi korban" teriak Faraz marah dan ia kembali memukuli Amar namun Amar tak berniat menghindar apa lagi melawan. Itu memang salah nya dan ia memang pantas di hukum.


"Kenapa kamu membuat adikku jadi seperti ini? Kenapa kamu menghancurkan nya?" teriak Faraz lagi dan hendak melayangkan satu pukulan lagi namun Bobby sagera mencegahnya.


Amar hanya diam, lemah dan tak berdaya. Itu memang salah nya, tapi kenapa harus terjadi pada Maryam? Kenapa harus Maryam yg di hukum atas kesalahan nya? Gadis itu sangat lugu dan tak tahu apapun.


Amar bersumpah akan menghancurkan siapapun yg melakukan ini pada calon istri nya. Dia akan membuat mereka membayar mahal atas semua ini.


"AGGHH..." Amar berteriak marah dan memukul dinding berkali kali tak peduli punggung tangan nya yg teluka.


"Apa yg harus aku katakan pada Ummi dan Abi. Ya Allah... Apa yg harus ku lakukan?" gumam Faraz kembali menangis dan tubuhnya melorot lemas. Ia terus menangis hingga tubuhnya bergetar. Membuat ketiga bodyguard itu juga tanpa sadar ikut menangis melihat dua pria yg terlihat kuat biasanya tapi sekarang mereka terlihat sangat hancur dan tak berdaya.


.


.


.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2